World Revolving

World Revolving
Awal adalah permulaan dari sebuah akhir



Setelah menyusun rencana lebih dari 2 jam akhirnya mereka berdua memulai aksinya,tujuan mereka berdua adalah mendapatkan kembali batu bercahaya itu tetapi untuk menemukan batu bercahaya itu mereka perlu mencari kamar dari sang raja,akhirnya Shuutaro dan Kou berkeliling istana untuk menemukan kamar sang Raja.


Ruangan demi ruangan mereka buka satu persatu,namun yang mereka temukan hanyalah kamar kosong tak berisi.


"Kita sudah mencari sejauh ini tapi belum menemukannya juga" Keluh Kou.


"Jangan mengeluh terus,batu itu tidak datang dengan sendirinya jika kau hanya mengeluh dan tidak berusaha" Ucap Shuutaro.


Kou cemberut mendengar perkataan Shuutaro dan tanpa sengaja menggeser sebuah patung yang berada di meja disamping nya,dan perlahan sebuah pintu muncul di belakang mereka.Shuutaro yang melihat hal itupun tersenyum dan berjalan masuk ke dalam meninggalkan Kou.


"Yagami-san tunggu aku" Ucap Kou sembari menyusul Shuutaro.


Di dalam ruangan ini sangat panas karena udara tidak bisa masuk ke dalam sini,lorong yang gelap yang hanya bercahayakan obor membuat ruangan ini semakin mencekam.Banyak tengkorak manusia berada disini dan juga banyak alat penyiksaan yang berada didalam kegelapan.


"Yagami-san sepertinya aku baru sadar ruangan apa yang kita masuki" Ucap Kou dengan nada ketakutan.


"Yaa...aku juga merasa seperti itu" Jawab Shuutaro.


Mereka berlari kembali menuju tempat dimana mereka berada sebelumnya dan melanjutkan pencarian kamar sang Raja.


Malam semakin larut,para Pengawal bersiaga menjaga istana dari penyusup dan tentunya dari Shuutaro dan Kou yang masih berkeliaran mencari kamar sang Raja.


"Lapor tidak ada siapapun di taman istana" Seorang Pengawal melaporkan hasil penjagaannya pada sang Komandan.


"Komandan lapor daerah perkebunan istana tidak ditemukan siapapun" Pengawal lain pun muncul untuk melaporkan.


"Baiklah untuk sekarang kita bisa beristirahat tetapi jangan lengah!musuh bisa menyerang dari mana saja,dan terlebih lagi kita harus menemukan dua orang budak yang kabur dari daerah pertambangan" Jelas sang Komandan sebelum akhirnya membubarkannya.


Sementara itu Shuutaro dan Kou yang terus menerus membuka segala macam ruangan akhirnya menemukan sebuah pintu yang terbuat dari emas dengan wajah sebuah kucing emas yang dilapisi oleh permata.


"Aku yakin disinilah tempatnya" Ucap Shuutaro dengan perasaan senang.


Mereka membuka pintu tersebut secara perlahan,dan melihat sang Raja tertidur pulas di ranjangnya yang empuk dan disamping nya ada sebuah batu yang bersinar terang berwarna hijau.


"Itu dia batunya ayo cepat ambil" Bisik Shuutaro sambil menyuruh Kou untuk mengambilnya.


Kou berjalan perlahan menuju kasur dan menjulurkan tangannya untuk mengambil batu yang berada disamping sang Raja.


"Shintaro Kou cepatlah sebelum dia bangun" Shuutaro kembali berbisik.


Kou akhirnya berhasil mendapatkan batu tersebut tetapi malangnya nasib Kou tanpa sengaja dia terpleset dan menghantam perut sang Raja, sang Raja terbangun dari tidurnya dan menatap sekelilingnya kemudian melihat Shuutaro dan Kou.


"Ada pencuri!!!!!" Teriakan sang Raja menggelegar ke penjuru istana dan membuat para Pengawal langsung berlari menemui Raja.


Shuutaro dan Kou yang panik itupun berlari meninggalkan kamar sang Raja dan tanpa sengaja berpapasan dengan Pengawal yang membawa mereka ke istana.


"Pengawal tsundere?"


"Orang aneh?"


Shuutaro dan Kou terus berlari dan Pengawal itupun menyuruh para Pengawal lain untuk mengejar mereka berdua.


Shuutaro dan Kou terus berlari sekuat tenaga untuk kabur dari daerah istana dan pergi keluar kerajaan melalui jembatan penghubung istana dan wilayah penduduk kerajaan.Namun saat sampai didepan gerbang istana nasib baik tidak berpihak pada mereka,jembatan tersebut telah diangkat oleh Penjaga Gerbang agar mereka berdua tidak dapat melarikan diri,dan disisi lain pasukan Pengawal datang mengepung mereka dari berbagai arah dan tidak ada satupun cara bagi mereka untuk selamat,tetapi otak Shuutaro memikirkan sebuah rencana melarikan diri namun beresiko tinggi untuk dilakukan,tetapi tidak ada cara lain Shuutaro akhirnya melakukan rencana yang ia pikirkan di otaknya.


Dia menarik tangan Kou dan melompat ke sungai dan membuat para Pengawal tercengang melihat aksinya.


"Ya...Yagami-san kau sudah gila" Teriak Kou tepat sebelum mereka berdua tercebur ke dalam arus sungai yang membawa mereka pergi dari kejaran Pengawal kerajaan.


Arus yang deras membawa mereka pergi dari wilayah kerajaan,Shuutaro akhirnya naik ke permukaan untuk mengambil nafas dan tak lama kemudian Kou pun muncul ke permukaan dan mengeluarkan air yang masuk ke telinganya.


"Kau lihat itu Kou?kita mendapatkan batunya dan kabur dari para pasukan bodoh itu hahahaha" Ucap Shuutaro sembari tertawa.


"Kau sudah gila!kau menarik tanganku dan melompat ke sungai itu bisa membunuh kita berdua!" Teriak Kou dengan nada marah.


"Ya baiklah tapi intinya sekarang kau masih hidup kan?" Jawab Shuutaro dengan santai.


"Terserah kau saja" Ucap Kou kesal.


Daratan rendah mulai terlihat,mereka berdua pun berenang ke tepian untuk naik.


"Sekarang kita harus kembali ke tempat awal dimana kita datang ke sini,tetapi di mana?" Ucap Shuutaro.


"Disitu" Jawab Kou sembari menunjuk ke sebuah bukit pasir yang tertimbun oleh banyak benda elektronik.


"Bingo"


"Selama aku membuatnya,Kou! jaga sekitar bukit ini dengan penglihatanmu,jangan sampai mereka menemukan kita disini" Perintah Shuutaro.


Kou pun mengangguk dan pergi mengawasi sekelilingnya,sedangkan Shuutaro mengotak atik sebuah ponsel tua dan menyambungkan nya dengan beberapa kabel.


Sementara itu keadaan di istana sang Raja sangat murka karena para pengawalnya tidak becus hanya untuk menangkap dua orang budak,terlebih lagi batu bercahaya yang dia ambil dari Shuutaro itupun diambil kembali oleh Shuutaro.


"Cari dan bawa mereka hidup-hidup kepadaku!" Teriak Raja pada Pengawalnya.


"B--baik baginda" Jawab Pengawal dengan gemetar.


"Pastikan untuk tidak membunuhnya,karena aku ingin mengeksekusi mereka didepan mataku sendiri" Lanjut sang Raja.


Akhirnya Pengawalnya pun pergi untuk mencari mereka berdua ke penjuru tempat,mereka mendatangi rumah warga dan menanyakan keberadaan dua orang asing berpakaian aneh.Berkali-kali mereka bertanya kepada setiap warga tetapi tidak ada yang melihatnya,hingga pada akhirnya ada seorang warga yang melihat ada dua orang berpakaian aneh berlari menuju ke selatan.Ucapan warga tersebut membuat para Pengawal merasa informasi yang mereka butuhkan sudah didapatkan,perlahan tapi pasti para Pengawal memacu kuda mereka dan pergi menuju selatan untuk mencari Shuutaro dan Kou.


Dari kejauhan Kou melihat segerombolan orang mengendarai seekor kuda dan Kou pun menyadari bahwa posisi mereka sekarang telah ketahuan.


"Yagami-san,mereka tiba" Teriak Kou dari atas bukit.


"Yosh sepertinya aku tepat waktu menyelesaikannya sekarang,ayo turun Kou" Teriak Shuutaro.


Kou pun turun dan menghampiri Shuutaro,kemudian Shuutaro memberikan sebuah benda yang mirip dengan sebuah earphone mini dan juga jam tangan yang sudah dimodifikasi.


"Apa ini?" Tanya Kou.


"Intinya itu adalah benda yang kubuat agar kita bisa berkomunikasi dan berbicara dengan orang-orang yang kita temui di beberapa tempat nanti" Jawab Shuutaro.


"Apa maksudmu beberapa tempat nanti?" Kou bertanya sembari memasang earphone mini tersebut.


"Aku berhasil membuat alat yang bisa membawa kita pergi dari jaman ini,tetapi alat ini belum sempurna jadi kita harus menjelajahi berbagai jaman secara acak hingga akhirnya kita dapat kembali" Jelas Shuutaro.


Kou terdiam mendengar hal itu,dan menyadari bahwa sangat sulit bagi mereka untuk kembali ke jaman mereka tahun 2025 tetapi harus melewati berbagai jaman untuk kembali.


"Kau sangat pintar Yagami-san kau berhasil membuat mesin waktu dan benda ini,tetapi mengapa kau dulu tidak mencoba untuk bekerja sebagai ilmuwan?" Tanya Kou.


Shuutaro terdiam mendengar hal yang dikatakan oleh Kou persis seperti yang dikatakan oleh ibunya dulu,ibunya menyuruh Shuutaro untuk melanjutkan kuliah agar bisa bekerja sebagai ilmuwan tetapi hal itu ditolak oleh Shuutaro dan dibutakan oleh ambisinya untuk kembali ke masa lalu dengan menciptakan mesin waktu ini.


"Itu mereka!kejar!" Teriak para Pengawal.


Teriakan para pengawal itu membuyarkan pikiran kosong Shuutaro beberapa saat tadi,dan akhirnya menyuruh Kou untuk lari meninggalkan tempat ini.


Mereka berdua berlari menyusuri padang pasir yang mulai terasa hangat karena matahari mulai terbit dari timur,suara langkah kaki kuda menyambut pagi hari bersamaan dengan suara langkah kaki juga nafas Shuutaro dan Kou yang berusaha kabur dari kejaran Pengawal kerajaan.


"Yagami-san apakah masih belum?" Tanya Kou dengan nafas terengah-engah.


"Sekarang saatnya" Ucap Shuutaro dan menghentikan langkahnya.


Para Pengawal kerajaan juga mengepung mereka,sang Komandan dari Pengawal tersebut pun menghampiri mereka berdua.


"Menyerahlah kalian sudah terkepung" Ucap sang Komandan.


Shuutaro hanya tersenyum kemudian mendekatkan jam tangannya ke mulutnya dan memasang wajah menyebalkan.


"Kalianlah yang harusnya menyerah!kami adalah penjelajah waktu,yang datang dari jutaan tahun kedepan dan di masa depan kalian dan Raja kalian telah musnah!" Teriak Shuutaro pada seluruh pengawal yang sedang mengepung mereka.


Seluruh Pengawal terkejut mendengar pernyataan Shuutaro,termasuk Kou yang terkejut bahwa alat yang digunakan oleh mereka berdua benar-benar berfungsi sebagai alat berkomunikasi dengan bahasa asing hanya dengan mendekatkan mulutnya pada jam tangan itu.


"Apa maksudmu!Raja kami takkan pernah mati!" Teriak Pengawal lain.


"Itu di masa ini,tetapi di masa depan kerajaan kalian telah musnah,dan berubah menjadi peradaban modern tanpa adanya sistem perbudakan yang kalian lakukan selama ini" Lanjut Shuutaro.


Seluruh Pengawal terdiam mendengar hal yang dikatakan oleh Shuutaro,mendapatkan kesempatan untuk kabur Shuutaro kemudian menyalakan ponsel tua yang telah disambungkan dengan berbagai macam benda dan batu bercahaya itulah yang menjadi sumber tenaganya,Shuutaro memegang tangan Kou dan tak lama kemudian kilatan petir menyambar sama seperti yang mereka saksikan sebelum masuk ke dalam mesin waktu itu.


Karena efek dari mesin waktu yang dinyalakan oleh Shuutaro,langit yang tadinya cerah menjadi gelap gulita dan mengambarkan petir.


Para Pengawal ketakutan melihat mereka berdua yang dikelilingi oleh kilatan petir itu hingga pada saat itu juga petir menyambar didepan wajah mereka bersamaan dengan hilangnya Shuutaro dan Kou.


Mereka berhasil menggunakan mesin waktu yang terbuat dari ponsel tua itu dan pergi dari era mesir kuno itu.


Para pengawal yang menyaksikan hal tersebut tak lama kemudian bersujud.


"Mungkin mereka adalah titisan dewa yang dikirim ke sini untuk memberitahu kehancuran kita di masa depan" Ucap sang Komandan sambil bersujud.


Pada akhirnya Shuutaro dan Kou berhasil pergi dari era mesir kuno,tetapi perjalanan mereka belum selesai,mereka harus menjelajah berbagai era untuk kembali ke era asal mereka dan itu bukanlah hal yang mudah karena banyak masalah yang mungkin akan mereka hadapi nantinya.