
"Musim panas kali ini sangat menyengat,untuk apa Yagami-san memanggilku ke rumahnya seperti akan terjadi sesuatu yang menarik saja" Kou mengeluhkan masalah yang akan dihadapinya apalagi itu terkait dengan sepupunya yang maniak teori relativitas dan fiksi ilmiah.
Saat sampai di rumah sepupunya,kebetulan Shuutaro sedang berada di depan garasi rumahnya.
"Ahh Kou tiba juga kau akhirnya,ayo kita saksikan sebuah hal bersejarah yang akan dikenang oleh para penduduk jepang hahahahaha" Yagami menyambut Kou yang tiba di rumahnya dan mengatakan hal yang membuat Kou merasa bahwa sepupunya sudah tidak lagi waras.
"Jadi apa yang ingin kau tunjukkan padaku?" Kou penasaran dengan apa yang ingin ditunjukkan oleh Yagami sampai sampai memanggilnya datang kesini.
"Hahaha sepertinya kau sudah tidak sabar ya adventurer" Shuutaro menggoda Kou sembari memberikannya panggilan yang aneh.
"Adventuree-- apaan sih kalau tidak cepat aku akan pulang loh" Kou mulai semakin kesal dengan sikap Shuutaro.
"Aaeoueoe tunggu dulu,baiklah tapi terlebih dulu ayo kita masuk ke garasi" Yagami merunduk sedikit untuk masuk ke dalam garasinya kemudian diikuti oleh Kou,garasi milik Shuutaro benar-benar kotor dipenuhi oleh sampah dan beberapa barang elektronik.
"Hahahahaha kutunjukkan kepadamu mesin yang telah kuciptakan hampir selama 10 tahun terakhir ini,aku menciptakannya dari sampah industri yang ditinggalkan oleh masyarakat dan akhirnya aku menyelesaikannya,kupersembahkan Time Walker" Shuutaro menarik kain yang menutupi sebuah benda mirip Televisi dengan tabung yang berisi sebuah batu bercahaya terang tersebut kepada Kou.
"Bagaimana Kou?kau pasti terpesona kan dengan benda yang kuciptakan ini?tentu saja akulah sang jenius Shuutaro Einstein ahahahahahaha" Shuutaro semakin menjadi-jadi dan merasa bahwa dirinya telah menjadi seorang profesor bersertifikat.
"Jadi mau kau apakan sampah ini?" Kou bertanya dengan nada datar.
"Kurang ajar,bisa-bisanya kau menyebut mahakarya ku ini sampah?" Shuutaro marah kepada Kou karena menganggap hasil kerja kerasnya dianggap sampah,bahkan oleh sepupunya sendiri.
"Maksudku ingin kau apakan benda ini?kau tidak mencoba untuk mengintip wanita mandi di pemandian umum lagi kan?" Ucap Kou memasang wajah nyengir.
"Aku akan menggunakan Time Walker untuk kembali ke 13 tahun yang lalu,ke masa SMA ku dan menyatakan perasaanku kepada wanita yang kusukai,aku melakukan ini....karena dia sudah menikah sekarang!!! Aghhhh" Shuutaro berteriak histeris saat mengucapkan kata menikah.
"Aku merasa...hidupmu ngenes banget" Kou mengejek Shuutaro.
"Jahat banget! padahal aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadanya dulu,tetapi aku tak mempunyai keberanian untuk mengatakannya,karena itulah aku menghabiskan 10 tahun ku untuk mengerjakan proyek ini agar aku bisa kembali ke masa lalu,menyatakan perasaanku,kemudian menikah dengannya ahahahahahahaha" Penjelasan Shuutaro membuat Kou sudah berpikir bulat bahwa sepupunya ini sudah tidak waras tetapi di lain sisi dirinya mengatakan sesuatu pada Shuutaro.
"Meskipun kau menyatakan perasaanmu padanya apakah ada jaminan bahwa dia juga mencintaimu?dan juga jika kau berhasil menikahinya apa kau tidak merasa bahwa kau telah melawan takdir?entah itu takdirmu atau takdirnya tidak ada yang tahu,jadi pikirkanlah kembali apakah kau yakin dengan apa yang ingin kau lakukan ini?"
Shuutaro terdiam mendengar pernyataan Kou,tak lama kemudian Shuutaro mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.
"Kurasa kau ada benarnya,tetapi jika tidak mencobanya kita tidak akan tahu,aku tidak peduli dengan segala konsekuensi yang akan terjadi,aku tidak peduli jika aku melawan takdir itu sendiri...akulah....akulah yang akan menciptakan takdirku sendiri"
Mendengar ucapan sepupunya itu Kou pun tersenyum,dan berdiri menghampirinya.
"Sudah kuduga,sepertinya kau sudah kehilangan kewarasanmu Yagami-san" Kou menepuk bahu Shuutaro dan membuat Shuutaro merasa sedikit bahagia.
"Kau tahu?orang tua ku pun sendiri menganggapku sudah tidak waras,dan ketidakwarasan itulah yang membuatku sampai di titik ini,ayo kita lakukan Kou" Ucap Shuutaro dengan mantap,mereka pun berjalan mendekati Televisi tersebut,Shuutaro menekan berbagai macam tombol yang berada disamping tabung berisikan batu bercahaya itu,tak lama kemudian kilatan listrik mulai menyambar dari Televisi itu.
"Bersiaplah Kou,kita mungkin akan mengalami sedikit guncangan disini" Shuutaro mempersiapkan dirinya dan memperingati Kou,dan Kou pun mengangguk mantap.Kilatan listrik tersebut semakin menyebar dan membuat cuaca yang tadinya cerah mulai tertutupi oleh awan gelap,tak lama kemudian Televisi tersebut menyala dan membawa mereka masuk ke dalamnya membuat Televisi tersebut berasap dan menghisap seluruh benda yang ada di dalam garasi.
Apakah mereka benar-benar kembali ke masa lalu?