
"Mesir?" Jawab Kou
Tiba-tiba unta tersebut berhenti,mereka tiba di sebuah tempat yang ramai oleh para penduduk.
"Ayo bangun orang asing" Suruh pria mesir itu,tetapi Shuutaro dan Kou hanya diam terbaring di pasir.
Pria mesir tersebut mengerutkan alisnya dan menarik paksa mereka berdua untuk berdiri dan kemudian berteriak kepada orang-orang disekitarnya.
"Hei semuanya aku menemukan budak dengan pakaian yang aneh,aku menjual mereka dengan harga 400 keping emas".
Orang-orang disekitar pun berkumpul mengelilingi mereka.
"Hei Kou apa yang dikatakan pria botak itu?" Tanya Shuutaro
"Entahlah aku tidak mengerti bahasa orang mesir,mungkin dia mengatakan bahwa kita ini orang terkenal" Jawab Kou dengan ngawur.
Diantara kerumunan penduduk yang mengelilingi mereka seorang Pengawal kerajaan muncul dan menghampiri pria mesir botak tersebut.
"Aku membeli mereka berdua" Ucapnya sembari memberikan kantung berisi emas.
Pria mesir itupun mengangguk dan memberikan tali yang mengikat kaki Shuutaro dan Kou kepada Pengawal kerajaan itu.
"Lihatlah Kou!kita dibawa oleh seorang yang mirip seperti Pengawal kerajaan,pasti kita akan dijamu dan bertemu dengan Raja" Teriak Shuutaro pada Kou dengan nada bahagia.
"Kenapa kau begitu percaya diri mengucapkan hal seperti itu?" Jawab Kou pada Shuutaro.
Setelah menyusuri jalanan akhirnya mereka keluar dari daerah yang mirip seperti pasar dan pergi menuju ke wilayah kerajaan,tanaman disekitar kerajaan sangat tumbuh dengan subur dan juga dipenuhi oleh oasis yang berair sangat jernih hingga banyak menarik perhatian banyak makhluk hidup.
Setelah sampai didepan gerbang kerajaan,sang Pengawal pun berbicara dengan para Penjaga gerbang dan setelah mereka berbicara pintu gerbang menuju kerajaan itupun terbuka dan sang Pengawal melanjutkan perjalanan menuju istana sambil membawa Shuutaro dan Kou.
"Apakah kalian benar-benar tidak berasal dari sini?" Tanya sang Pengawal pada mereka berdua.
Namun Shuutaro dan Kou memilih untuk diam karena tidak tahu harus menjawab apa karena mereka tidak mengerti apa yang dikatakan oleh sang Pengawal.
"Kalian orang aneh sombong sekali tidak ingin berbicara,yah tetapi aku tidak peduli dengan kalian karena hidup dan mati kalian adalah keputusan sang baginda Raja" Ucap sang Pengawal.
Akhirnya mereka tiba di istana dan sang Pengawal pun datang menghadap sang baginda Raja mesir yang terkenal,Fir'aun.
"Tuan baginda yang mulia,aku menemukan orang dengan penampilan aneh dari seorang Pedagang budak di pasar nampaknya mereka bukan berasal dari tanah ini,apa yang ingin anda lakukan pada mereka berdua?" Tanya sang Pengawal pada sang Raja.
"Jika mereka bukan berasal dari tanah ini geledah mereka,akan sangat berbahaya membiarkan orang asing tinggal di tanah milikku,apalagi di istana ku" Jawab sang Raja dengan marah pada sang Pengawal.
"Maafkan saya tuanku" Jawab sang Pengawal dengan nada penuh penyesalan.
"Hoii apa yang kau lakukan?beginikah perlakuanmu pada seorang tamu?!?!" Shuutaro berteriak pada sang Pengawal.
Tetapi sang Pengawal hanya diam dan terus melanjutkan penggeledahan hingga akhirnya dia menemukan batu bercahaya dari saku Shuutaro.
"Tunggu jangan batu itu....kumohon batu itu adalah satu-satunya harapan kami..." Teriak Shuutaro dengan nada memelas
"Tuanku saya menemukan sebuah batu yang menarik" Ucap sang Pengawal lalu memberikannya pada sang Raja.
"Hohoho ini batu yang sangat indah" Gumam sang Raja.
"Apakah tidak ada benda lain lagi?" Tanya sang Raja pada Pengawal.
"Tidak ada lagi tuanku,selain batu itu dan juga benda yang digunakan oleh orang yang satunya lagi" Jawab sang Pengawal.
"Ah baiklah aku tidak peduli,bawa mereka ke daerah pertambangan lalu suruh mereka mencari banyak emas dan permata" Perintah sang Raja sambil memegang batu bercahaya itu lalu pergi meninggalkan sang Pengawal,Shuutaro,dan Kou.
Setelah sang Raja pergi dari singgasananya,Pengawal tersebut menyuruh Shuutaro dan Kou mengikutinya tetapi mereka berdua malah pergi menuju singgasana Raja dan melihat banyak harta yang berada di sana
"Hehehe kau lihat Kou?pergi ke masa lalu tidaklah buruk,dan disaat kita kembali ke jepang kita akan kaya mendadak" Celoteh Shuutaro.
"Kau benar kuharap sang Raja berbaik hati pada kita untuk memberikan separuh hartanya untuk kita" Ucap Kou.
"Hah apa maksudmu separuh hartanya?kita akan membawa semuanya" Jawab Shuutaro dengan senyum jahat.
"Heeeiiii apa yang kalian lakukan para budak!?!?" Teriak sang Pengawal.
Sang Pengawal pun berlari menuju singgasana Raja dan mencoba menghentikan mereka
"Untuk seorang budak tindakan kalian sungguh kurang ajar!" Cemooh sang Pengawal pada mereka berdua.
"Iya-iya aku tau pengawal,kau juga ingin harta ini kan?aku tau itu ini aku berikan sedikit padamu" Ucap Shuutaro sembari memberikan kotak harta kecil pada sang Pengawal.
Wajah sang Pengawal semakin masam melihat kelakuan Shuutaro dan Kou.
"Tindakan kalian sungguh keterlaluan!!!Raja akan mengutuk perbuatan kalian!!!" Teriak sang Pengawal.
"Hah ada apa Pengawal?masih kurang?yaampun kau seharusnya jangan manja begitu,kau bisa mengambil harta ini kan saat Raja tidak ada" Ledek Shuutaro.
Sang pengawal yang sudah geram melihat kelakuan mereka pun mengambil tongkat kayu didekat singgasana Raja dan menghampiri mereka berdua,Shuutaro dan Kou yang sibuk mengambil harta Raja tak menyadari sang Pengawal berada dibelakang mereka dan kemudian memukul kepala mereka berdua hingga pingsan.
"Sadarilah posisimu budak"