
Danielle bergidik geli mendengar perkataan pria yang baru ia temui kurang dari sepuluh menit lalu ini. Dengan sekuat tenaga Danielle menahan dirinya untuk tidak membuat ekspresi seolah-olah ingin muntah di depan pria tersebut. What a freak, batinnya. Namun, karena ia tidak memiliki kegiatan selain berbelanja barang antik, Danielle memutuskan untuk meladeni 'candaan' pria aneh ini.
"Hmm.. Permintaan yah.." ujar Danielle pura-pura berpikir sembari menganggukan kepalanya.
"Ya. Sebutin satu apa yang bener-bener lo mau. Inget, harus dari hati permintaannya," balas pria tersebut dengan nada serius.
Danielle setengah mati menahan tawanya. Ia tidak habis pikir apa yang ia lakukan disini dengan orang yang sepertinya sudah hilang kewarasannya.
Danielle menyipitkan matanya lalu tersenyum, "Saya mau masnya jadi jodoh saya," jawabnya dengan nada menggoda.
Pria itu kembali memasang wajah yang sama saat Danielle menebak cerita snow white tadi. Wajah ingin memaki, "Yang bener aja lo."
"Bener Mas. Masnya ganteng, tinggi, misterius, terus kalo ngobrol kayaknya bakal nyambung deh sama saya. Cocok banget jadi jodoh saya." jelas Danielle dengan nada serius walaupun jauh dalam lubuh hatinya dia ingin sekali tertawa.
"Gila ini orang," gumam pria tersebut yang tentu saja bisa didengar Danielle dengan jelas.
Danielle membalikkan wajahnya karena tidak bisa menahan tawanya. Ia merasa puas bahwa orang yang ingin mencandainya percaya begitu saja dengan perkataannya.
Danielle mendekatkan dirinya pada pria tersebut yang otomatis membuat sang pria memundurkan badannya. "Gimana Mas? Bisa dikabulin gak?" tanya Danielle masih melanjutkan gurauannya.
Pria tersebut menyadari perbuatan Danielle lalu memajukan wajahnya ke wajah Danielle secara tiba-tiba. Danielle yang terkejut dengan aksi pria itu berusaha untuk menjauh, namun sayangnya ia telat karena pria tersebut merangkul pinggangnya terlebih dahulu sehingga tidak mungkin untuk Danielle bergerak mundur.
"Lo pikir lo bisa nipu gue?" bisik pria itu ke telinga Danielle.
"Ya elah Mas saya cuma bercanda. Le-lepasin bisa ga?" pinta Danielle sembari menundukkan kepalanya karena terlalu canggung.
Pria tersebut akhirnya melepas rangkulannya lalu memasang wajah serius, "Gue gak ada waktu buat main-main sama lo, so cepet kasih tau permintaan lo."
Danielle yang sudah merasa muak dengan pria yang terus menerus menyuruhnya menyebutkan permintaan atau apalah itu pun ikut memasang wajah serius, "Kalo emang ga punya waktu, ya jangan main-main dari awal dong? Lo duluan yang ganggu gue, tiba-tiba nyuruh sebut permintaan. Gila ya lo?" balas Danielle emosi. Ia bahkan menggunakan bahasa informal saking kesalnya.
"Ini prank kamera atau apa sih?" tanya Danielle sembari melihat sekililing untuk memastikan ada kamera atau tidak.
Pria tersebut tersenyum sinis, "Ah.. lo gak percaya sama gue? Gitu kan?"
Danielle yang sudah malas berbicara dengan pria itu hanya menggagguk seadanya.
"Gue ngejelasin ke lo nya juga bingung gimana. Can you just believe me?" saran pria itu yang ditolak mentah-mentah oleh Danielle.
"Wait... jangan-jangan lo rentenir makanya lo bilang mau ngabulin permintaan gue terus lo bakal minta ganti dengan bunga yang ga masuk akal gitu?" ujar Danielle yang tiba-tiba terpikir oleh banyaknya penipuan pinjaman dan biasanya mereka menggunakan penipu ulung untuk memanipulasi calon korbannya.
"Sumpah lo gak jelas banget sih. Komunikasi sama lo gak bisa dua arah. Emang gue terlihat kayak rentenir di mata lo?"
Pria yang sepertinya sama lelahnya dengan Danielle berusaha menjelaskan siapa dirinya, "Lo tau genie? Jin yang keluar dari lampu di film aladdin?"
"Iya terus?"
"Gue mirip kayak gitu. Bedanya gue gak keluar dari lampu atau dari toples yang lo gosok tadi. I'm just part of this world. Kalau di dunia ini ada malaikat, ada setan, ya gue juga ada. Tapi gue gak punya panggilan, gue cuma orang- ah gue bukan orang juga sih, pokoknya gue semacam makhluk yang ditugaskan buat ngabulin permintaan lo karena kesalahan sistem. Gitu deh pokoknya," jelas pria tersebut panjang lebar yang tentu saja tidak dimengerti oleh Danielle.
"Lo ngomong ap- oke, just say you're genie or something similiar to that, maksud lo kesalahan sistem tadi itu apa?" tanya Danielle yang masih berusaha mencerna penjelasan pria tersebut.
"Harus banget gue jelasin? Disini?"
Danielle mengangguk. Let's see sampe mana kemampuan ngarang lo, freak, batin Danielle.
"Manusia punya batas kesialan, maksimal tiga kali berturut-turut dalam waktu sebulan, kalau udah tiga kali ya lo harus dikasih semacam luck. Gak mungkin kan manusia hidupnya sial terus, harus adil." Pria itu kembali menjelaskan job desknya pada Danielle. Dan Danielle hanya mengangguk pura-pura mengerti.
"But in your case, lo udah ngalamin kesialan lima kali berturut-turut bulan ini. Which means ada kesalahan dalam sistem pembagian luck lo. Nah, jadi untuk mengganti kesialan yang lo alami berturut-turut itu, kita diminta buat ngabulin satu permintaan lo. Apa aja," ujar Pria itu mengakhiri penjelasan tentang dirinya dan pekerjaannya.
Danielle menggelengkan kepalanya. Kemampuan mengarang pria ini patut diacungi jempol karena ia merasa seperti didongengi cerita fantasi kelas atas. Namun, alangkah lebih baik jika kemampuan mengarang ini dijadikan sebuah novel daripada digunakan untuk mengganggu dirinya. Lagi pula, ia benci cerita fantasi karena tidak mudah dimengerti.
"Jadi apa permintaan lo?" tanya pria itu lagi.
Danielle menghela napasnya sebelum berbicara, "It's fucking 2021, lo pikir gue segoblok bakal percaya gituan?" ujar Danielle kesal lalu kembali melanjutkan kalimatnya, "Ah.. enggak-enggak. Gue udah ngeladenin lo aja udah goblok. Oke emang salah gue yang goblok. Maaf Mas."
Danielle hendak meninggalkan pria aneh itu lalu kembali ke toko servis namun pria itu malah menarik lengannya.
"Lo beneran ga percaya?" Pria tersebut kembali bertanya untuk kesekian kalinya.
"Pake nanya lagi," jawab Danielle pasrah. "Nih ya Mas, gue bener-bener sibuk. Kalau mau ngeprank atau sekeder nemenin lo gabut, maaf nih, gue gak bisa. Coba lo ke anak SMA depan, gue liat di deket toko ini ada SMA, nah pasti banyak anak sekolahan yang lagi gabut. Ganggu mereka aja sana!"
Pria itu menyeringai, "Lo pada, manusia-manusia, baru tahu sekita lima persen dari laut aja udah berani buat gak percaya sama gue."
"Oh.., jadi lo ini bagian dari 95 persen laut yang belum diketahui? Jenis apa lo, putra duyung? Katanya lo genie," ujar Danielle dengan nada mengejek.
"Gak gitu- tau dah males gue."
Danielle tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi kesal pria yang sedari tadi membuang-buang waktunya.
"Mbak! Laptopnya sudah selesai saya periksa!" teriak pemilik toko yang membuat Danielle dengan segera meninggal pria aneh tersebut dan menuju toko servis.
"Awas aja tuh manusia. Kalau bisa gue lempar pake isi toko ini udah gue lempar itu orang."