
Arsi jangan teriak-triak" Ujar papah ardi
"Ini pah ada yang telfon nyariin papah" Jawab arsiArsi
"Sinih hpnya si
" Hallo siapa yah"tanya papah Ardi ke orang yang menelfon nya
"Hallo ar ini aku Herman
" Iyah man ada apah"tanya papah Ardi
"Kita sekeluarga mau kerumah kamu entar malam mau membahas perjodohan saya jga bawa biannya juga" Jawab ayah Herman
"Tpi apa ngga terlalu cepat man" Ujar papah ardi
"Ngga ar "jawab ayah Herman
" Ya udah entar aku bilang sama mamahnya kia dulu"kata papah Ardi
"Ya udah makasih ya maaf ganggu waktu nya " Ujar ayah Herman dan langsung mematikan telfonnya
"Siapa pah yang nelfon" Tanya mamah arfi
"Sahabat papah Herman yang anaknya mau di jodohin sama kia" Jawab papah Ardi
"Emang ada apa pk Herman nelfon
" Dia sama keluarga nya mau datang kesini entr malam mau mbahas perjodohan kia sama anaknya "jelas papah Ardi
" Papah jadi menjodohkan kia sama anak nya pk Herman"tanya mamah arfi
"Jadi, ini demi kebaikan perusahaan sama masa depan kia. Dan satu lagi ini udah jadi keputusan papah tidak ada yang boleh menentangnya" Jawab papah Ardi
"Terserah papah ajah" Pasrah mamah arfi dengan keputusan papah Ardi
"Dan tugas mamah bilang sama kia entar malam suruh dandan yang cantik" Kata papah Ardi
Malam pun tiba
"Silakan duduk"kata papah Ardi mempersilahkan pk Herman, istrinya dan anaknya
" Makasih udah menyambut kedatangan kami"kata ayah Herman
"Udah semestinya menyambut calon besan bukan begitu nak bian" Ujar papah Ardi
"Eh, iya om" Jawab bian sambil senyum
"Ini yang namanya kia yah" Tanya bunda indah
"Iyah tan" Jawab kia
"Cantik yah jeng anak nya" Kata mamah arfi
"Anaknya jeng indah jga ganteng" Ujar mamah arfi
"Cocok kan jeng anak kita ganteng sama cantik" Kata bunda indah
"Dan di balas senyuman oleh mamah arfi"
"Saya kerja jadi dokter dan sedang merintis usaha" Jawab bian
"Hebat banget nak bian" Kata papah Ardi
"mana anak kedua kamu jeng" tanya bunda indah
"lagi pergi katanya lagi ada urusan" Jawab mamah arfi
Tak terasa berbincang-bincang sampai 2 jam dan akhirnya menutup obrolan
" Ya udah ar udah malam nih kita pulang yah"pamit ayah Herman
"Iyah jeng kita pamit dulu yah jaga calon menantu anggara yah" Kata bunda indah
" Itu pasti kita jaga jeng"kata mamah arfi
"Bian pamit dulu sama kia" Ujar bunda indah
"Saya pulang dulu kia" Pamit bian dengan nada dingin
"Iyah mas bian" Jawab kia dengan gugup
"Maafin anak bunda yah dia emang sikapnya dingin tpi dia aslinya baik kok" Ujar bunda indah dan di balas senyuman oleh kia
di perjalanan
"kia cantik yah bi"ujar bunda indah
" biasa ajah"kata bian
"jujur ajah bi, menurut mamah dia juga baik sopan juga cocok sama kamu Iyah kan yah" kata bunda indah
"benar kata bunda bian kamu pokoknya harus nikah sama kia secepatnya" kata ayah Herman
"menurut mamah lamarannya di hari ulang tahun bian ajah pah kan tinggal satu minggu lagi" ujar bunda indah
"ayah setuju ajah bun kita tinggal bilang sama Ardi kalo bian setuju" kata ayah Herman
"terserah papah ajah bian pusing" kata bian
visual
mamah arfi
bunda indah
BERSAMBUNG
LIKE
KOMEN
VOTE