
Setelah menghabiskan sarapannya, Alex dan Citra berencana langsung pulang ke rumah
"Kita akan ke rumah ku apa rumah mu" tanya Citra
"Lihat saja nanti" kata Alex dingin
selama perjalanan mereka berdua hanya di sibukkan dengan bermain HP. Hampir 1 jam mereka di perjalanan akhirnya sampai di sebuah rumah yang sangat megah dan mewah.
"Rumah siapa ini" tanya Citra, dia pikir mereka berdua akan tinggal di rumah nya atau mertuanya
"Rumah kita" jawab Alex cuek sambil berjalan meninggalkan Citra
"Kenapa kau tidak memberi tahuku kalau kita akan tinggal di rumah sendiri"
"Kejutan untuk mu"
"Kejutan yang sangat buruk" jawab Citra ketus "Di mana kamar ku" tanya Citra
"Lebih tepatnya kamar kita" jawab Alex sambil berjalan ke lantai dua. Mereka sampai di kamar yang paling besar di antara kamar yang lain, semua barang yang di butuhkan sudah ada di tempatnya. Citra di buat terkagum-kagum dengan Alex, sekaya apa suaminya itu pikirnya.
"Tarulah pakaianmu di lemari satunya" kata Alex sambil menunjuk lemari besar dengan empat pintu
"Kenapa lemari ku lebih besar dari pada punyamu" tanya Citra heran
"Karna wanita itu pakaiannya banyak" jawab Alex
"cih sungguh menyebalkan" desisnya
Siang harinya mereka berdua sedang bersantai di balkon kamarnya
"Apa kau ingin honeymoon hm" tanya Alex
"Entah lah, kita tunggu saja sampai satu bulan kedepan"
Alex memeluk pinggang istrinya dengan mesra, seakan tidak mau melepaskan nya.
"Hentikan Alex, ini masih siang jangan aneh-aneh" bentak Citra.
"Sebentar saja" Alex menciumin leher istrinya dan meninggalkan beberapa bekas tanda kemerahan.
"Lugh hentikan Lex" lenguhan Citra.
"Mari kita lakukan lagi" Alex segera menggendong citra ke ranjangnya. Dia membuka baju istrinya dan miliknya juga. Dia menciumi Citra dengan lembut. Tangannya mulai mengerilia ke dua gunung kembar Citra.
"Agh" lenguh Citra.
Alex menghisap dan memainkan gunung kembar citra, sesekali dia meremas dengan kuat.
"Ahh Alex lakukan" pinta Citra.
Mereka berdua telah selesai dengan permainan yang membutuhkan tenaga.
"Apa yang akan kita lakukan, aku sungguh bosan" rengek Citra di pelukan Alex.
"Bagaiman kalau kita memasak"
"Memasak, emangnya kau bisa memasak" cibir Citra
"Jangan sepele dengan ku tuan putri" ujar Alex sembari mencium pipi Citra
"Apa kau tidak bosan mencium ku" gerutu Citra
"Kau itu candu" Alea mencium citra lembut
"Hentikan, aku mau mandi" Citra mendorong kasar tubuh Alex.
Citra turun dari ranjang dengan memakai selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Citra langsung berjalan cepat ke kamar mandi.
Sedangkan Alex berjalan keluar kamar, dia masuk ke dalam ruang kerjanya untuk membersihkan tubuhnya. Keren bukan di dalam ruang kerja ada kamar mandi, itu di buat khusus untuknya agar tidak perlu repot-repot kalau dia tidur di ruang kerjanya.
Di kamar utama, Citra sedang mencari keberadaan Alex.
'Dia di mana sih, kok tiba-tiba hilang' Gumam Citra.
Cekrek
Citra melihat ke arah pintu yang terbuka, terlihat suaminya sedang berdiri menggunakan handuk putih yang melilit di pinggangnya.
"Dari mana" tanya Citra ketus
"Dari ruang kerja. Kenapa, apa kau merindukanku"
"Kau terlalu percaya diri sayang" kata Citra, tangan nakalnya membelai lembut otot Alex.
"Kau jangan coba-coba memulai nya sayang" kata Alex menyingkirkan tangan nakal Citra.
"Aku lapar" kata Citra sambil mengerucutkan bibirnya
Alex mengecup gemas istrinya. "Tunggulah di ruang makan, aku akan menyusul mu" kata Alex.
"Baiklah" Citra berjalan meninggalkan Alex sendiri.
Maaf ya author udah lama banget gak update 🙏🙏
Jadi mungin cerita ini yang bakal author lanjutin, sama cerita baru author judulnya "kau lebih berharga dari berlian", jadi sekalian di baca yaa🙏🥰🥰