
Hari, tanggal, bulan dan tahun ini akan menjadi saksi dimana kedua insan mengikat suatu hubungan dengan tali pernikahan
Citra sedang di make up oleh MUA terkenal di kotanya, bagaimanapun dia harus terlihat sangat cantik di mata para tamu. Tubuhnya yang ramping di balut dengan gaun yang sangat indah dan elegan, sangat sesuai dengan keinginan nya. Setelah MUA selesai dengan tugasnya, dia menatap dirinya dari pantulan cermin di depannya. Sungguh cantik, pujinya sendiri
"Mbaknya cantik banget, padahal make up nya gak tebel Lo mbak" kata MUA itu dengan gaya seperti cewek, bagaimana tidak dandanannya saja seperti cewek bahkan suaranya saja dia buat selembut mungkin. Sinta ingin tertawa keras namun dia urungkan karena tidka mau menyakiti hatinya.
"Mbaknya pinter polesin makeup nya" ucapku memujinya
Tiba-tiba pintu ruangan ku terbuka, nampak sosok mamih berjalan ke arah ku
"Anak mamih cantik banget si hari ini"
"Biasa aja mam"
Tiba-tiba mamih menatap ku sendu, aku mengernyitkan dahi ku bingung dengan ekspresi mamih saat ini
"Mamih kenapa" tanyaku penasaran
"Mamih belum bisa ngelepasin kamu sayang, padahal dulu waktu kamu kuliah mamih bisa, tapi sekarang mamih belum bisa"
"Kok mamih gitu sih, Citra kan nikah buat bahagiain mamih sama papih"
"Tapi mamih takut kalau kamu lupain mamih sayang"
"Astaga mam, mana ada anak yang lupain orang tuanya cuman karena menikah, walaupun ada mereka itu anak gak tau di Untung"
"Tapi mamih takut"
Citra menghembuskan napas kasar ada-ada saja mamih pikirnya "Dengerin Citra mam, Citra janji bakal sering ke rumah mamih"
"Janji ya sama mamih"
"Iya mam" Citra memeluk mamih nya dengan erat, ada rasa tidak tega meninggalkan mamihnya
"Ehemmm, udah dong pelukannya kayak mau berpisah selama-lamanya"
"Jerry" ucap mamih dengan penuh penekanan pada anak lelakinya
"Ayok dek bentar lagi resepsinya mau di mulai" ujar Jerry
Mereka bertiga berjalan menuju tempat acara, tampak banyak tamu yang sudah datang
****SAH****
Kata semua orang yang hadir di acara ini, suasana penuh haru menyelimuti keluarga mereka. Sekarang acara resepsinya, semua tamu memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru, saking banyaknya tamu mereka berdua di buat kualahan. Pukul 1 siang mereka berdua istirahat di salah satu kamar hotel
"Oh tuhan kaki ku sungguh sakit" gerutu Citra
"Mandilah dulu, setelah itu biar ku pijitin"
"Lalu kau?"
"Aku setelah mu"
"Hmm baiklah" Citra segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi, dia mencoba membuka pengait baju nya namun sangat susah karena tangannya tidak dapat menjangkau pengait tersebut
CK bagaimana ini, masa iya aku minta tolong sama Alex , sungguh memalukan. Batin Citra
"Alex" panggil citra dari dalam kamar mandi
"Ada yang bisa ku bantu, HM"
"A-pa kau bisa membuka pengait bajuku" kata Citra agak gugup
"Kemarilah" Alex membuka pengait baju Citra, dia menyeringai seperti mendapatkan sebuah ide. Setelah baju terbuka, Alex sengaja mengusapkan tangannya di punggung Citra. Citra kaget dengan apa yang di lakukan Alex
"Kau ini" seru Alex
Citra mandi dengan tenang, sungguh hari yang melelahkan pikirnya.
"Sana mandi" kata Citra
Alex langsung bergegas ke kamar mandi, dia sudah tidak nyaman dengan tubuhnya yang lengket, bagaimana tidak lengket dia berdiri hampir 6 jam hanya untuk menyalami para tamu
"Apa kau lapar" tanya Alex saat keluar dari kamar mandi
Citra menelan kasar ludahnya, Alex hanya keluar dengan handuk putih yang di lilitkan di pinggangnya, dada bidangnya yang sempurna membuat pipi Citra memerah
"A-itu, eh i-ya aku lapar"
Alex tersenyum, ada aja tingkah lucu Citra pikirnya
"Cepatlah pakai baju mu" perintah Citra
Tiba-tiba Alex berjalan ke arah Citra, di menggenggam tangan Citra lembut, lalu menaruhnya di dada bidangnya
"Aku tau kau menginginkan ini" kata Alex
"Cih pede sekali kau tuan Alex "
"Hahah wajah mu tidak bisa membohongiku Citra"
"Cepatlah aku sudah lapar menunggu"
Alex segera mamakai bajunya, lalu dia memesan makanan dari pegawai hotel.
"Makan lah, habis ini akan kembali lagi ke acara" kata Alex lembu
"Apa tidak bisa untuk tidak di lanjutkan, kaki ku saja masih sakit"
"Astaga, aku lupa memijat kaki mu" Alex menepuk jidatnya
"Dasar pria tua"
"Kemarikan kakimu" kata Alex, Citra langsung meluruskan kakinya di depan Alex
"Bagaimana dengan makanan mu"
"Suapi saja aku" Alex langsung memijit kaki wanita yang sudah sah menjadi istrinya beberapa jam yang lalu. Citra menyuapi dirinya dan Alex, dua porsi makanan habis mereka makan berdua, ntah karena kelaparan atau karena enak yaaaa mereka lah yang tau
"Sudah, ayo kita siap-siap acaranya sebentar lagi akan di mulai"
"Hmmm baiklah"
Citra memakai gaun berwarna dusty pink yang sangat indah
(Maaf ya fotonya bukan visula dalam cerita)
Sedangkan Alex menggunakan jas berwarna hitam berbeda dari yang dia pakai tadi pagi
(Nah kalau ini baru bener)
Udah 700 lebih kata yang udah author tulis
Maaf ya masih banyak yang keliru, Jan lupa di vote ya, karena itu makanan author agar bisa lebih semangat