When Love Blossom

When Love Blossom
Bersabarlah sampai hari itu



"Lepaskan tanganmu dari wanitaku" triak menggelegar dari seorang pria


Semua pelanggan kafe melihat asal suara itu, terdapat seorang lelaki tampan yang berjalan ke arah meja rombongan Citra, dia berjalan dengan memasangkan muka datarnya


"Siapa kau berani melarang ku memegang tangannya" tanya pria tadi dengan membentak


"Cih, aku siapa? tanyakan saja pada temanmu" katanya dingin


"Dia siapa Citra"


"Dia hanya temanku"


"Kau dengar kan tuan, kau hanyalah temannya bukan keka..." belum selesai pria itu berbicara Citra langsung memotong nya


"Lebih tepatnya teman hidupku" balas Citra cepat


Semua yang ada di situ seakan membisu, bagaimana mungkin pria tampan dan berwibawa ini adalah kekasih citray, bukankah Citra tidak pernah dekat dengan pria kecuali kakanya. Sedangkan Alex dia tersenyum manis ketika pandangan nya bertemu dengan Citra.


"Apa kalian sudah mendengar penjelasan kekasihku"


"Maaf tuan aku tidak tau kalau Citra memiliki kekasih"


"Ayo Citra kita pergi" kata Alex sembari menarik tangan Citra


Citra yang memang awalnya malas berkumpul dengan teman-temannya langsung menerima ajakan Alex. Alex membawa Citra ke sebuah restoran yang sangat mewah, mereka memesan ruangan VIP.


"Minggu depan pernikahan kita, apa kau sudah siap" tanya Alex


"Hmmm"


"Kumohon jika aku menikah dengannya kuatkanlah aku dengan sifatnya yang dingin itu" gumam Alex namun masih bisa di dengar oleh Citra


"Cih kau harus bnyak bersabar denganku Alex"


Selesai mereka makan, Alex langsung mengantarkan Citra pulang karena hari sudah mulai gelap. Sesampainya di rumah Citra, Alex mampir sejenak untuk menyapa calon mertuanya.


"Hay Alex" sapa mamih Citra


"Hay Tante"


"Jangan memanggilku Tante lagi, kau akan menjadi menantuku, panggil aku mamih saja oke"


"Baiklah mih"


"Ehem" Citra berdehem keras "Anaknya sendiri tidak di sapa" cebik Citra


"Tidak usah memojokkan ku"


"Sudahlah sayang, Alex apa kau bisa makan malam di sini" pinta Monica dengan mata berkaca-kaca


"Tentu saja mih" balas Alex dengan senyuman


"Citra ajak Alex ke kamar mu untuk istirahat"


"Apaaa??!! kamarku?, Citra gak mau mih, enak aja main masuk kamar orang"


"Citra" kata Monica penuh penekanan


"Baikalah. Kau ayo ikut aku ke kamar"


"Dengan senang hati"


Sesampainya di kamar Citra, Alex memandangi kamar bercat biru muda, terdapat banyak foto di dindingnya.


"Tidurlah di ranjang, aku akan keluar sebentar" kata Citra


Bukannya keluar, Alex malah mendekati Citra hingga tidak ada jarak yang memisahkan mereka, nafas panas Alex terasa di leher Citra. Tiba-tiba Alex memeluk Citra


"Biarkanlah seperti ini"


Citra hanya mematung, dadanya berdebar kuat, setelah puas memeluk Citra, Alex menatap bibir tipis merah muda, sungguh sangat menggoda pikirnya


"Sudah Alex, aku mau keluar sekarang" pinta Citra


Alex langsung mencium bibir tipis Citra, yang empunya langsung kaget dengan perlakuan tiba-tiba, awalnya Citra hanya diam tidak membalas ciuman Alex, tapi Alex malah menggigit bibir Citra hingga dia membuka sedikit mulutnya. Alex langsung ******* lembut bibir Citra, dan pada akhirnya Citra membalas ciuman Alex sambil mengalungkan tangannya di leher Alex.


Suara ketukan menghentikan aksi mereka, Citra tersenyum sinis pada Alex


"Hai Tuan mesum, kenapa kau sangat marah"


"Diamlah, ayo kita lanjutkan lagi" kata Alex lalu memegang dadu Citra


"Bersabarlah sampai hari itu tiba" kata Citra sambil berjalan meninggalkan Alex yang sudah kesal di buatnya


Hay Gus jumpa lagi dengan saya wkwkwk


Untuk episode kali ini masih belum terlalu ke acara pernikahan mereka yaaaaa. Oh iya jangan lupa vote yaaa


happy reading guys🥰