
sebuah rumah makan Berian heran setengah mati dengan kalakuan Arza yg membuat linglung semua orang.
"Lihat aku tidak mabukk arhhhhh ouppaaa ganteng ku the handsomeeee doctor hahahhh wajah mu keren sekali Uopppaaa" Ujar Arza yg mengaku tidak mabuk padahal mabuk
** apa kubilang habis dua botol gak mungkin gak mabuk apa lagi kandungan alkohol nya 13% cari mati nih Arza ** Ujar Berian dalam hati sambil meninggal kan Uang yg pas untuk membayar pesanannya dan Arza tadi
Berian langsung menggendong Arza ke tiga kalinya saat makan ditraktir Julio dia ketiduran dan saat di mall bertemu Revino dan sekarang mabuk Berian heran Berian saja minum satu gelas sudah mabuk berat ini dua botol bahkan Julio si raja minum satu botol sudah teler Berian langsung meletakkan Arza di dalam mobilnya dan menyelimuti tubuh Arza dengan jaketnya , Berian langsung menuju kliniknya tetapi dia melihat kliniknya yg ramai pengunjung jadi ragu membawa Arza ke klinik karena takut orang orang salah paham dan membuat kliniknya bangkrut Berian pun menelepon Julio.
" halo jul lo di mana gue di klinik nih rame lo tolongin gue dong nih si Arza mabuk dan kalo gue bawa sempoyongan takutnya pengunjung pada salam paham apalah itu kan jadi ribet" Ujar Berian di telepon
"Ya udah lo bawa ke kosan adik gue dia mulai hari ini udah gak tinggal disana ya maksud gue biar dapet diskon dari mak kost" Ujar Julio di telepon
"Mantavvv dah yaudah gue kesana sekarang tapi kuncinya di mana mang " Ujar Berian
" Di bawah alas kaki kost gue " Ujar Julio dengan santai
"Ashiaapppp gue camcuss kesana" Ujar Berian sambil menutup teleponnya
Berain pun langsung membawa Arza ke kosan tempat Adik Julio tinggal sesampainya disana Berian langsung mengangkat tubuh Arza dari mobil dan mengambil kunci untuk membuka pintu kosan dan meletakan Arza di ranjang kos kosan itu tetapi kejadian itu terulang lagi Arza dengan tiba tiba memegang tangan Berian dan mengatakan sebuah kata kata.
"Heyyy Uipppa ganteng mau kemana kok ninggalinnn akyuuuu sjiihhh" Ujar Arza yg masih dalam ke adaan mabuk.
** aku jadi trauma sama cewek cewek kayak dia aduh gimana nih ** Ujar Berian dalam hati dengan pipinya yg memerah
"Aduh maaf ya Za aku tinggalin kamu sementara di sini dulu aku pergi cuma sebentar kok" Ujar Berian pelan
Berianpun langsung pergi dan mengunci Arza dari luar seperti adegan penculikan tetapi Berian memasukan kunci dari bawah kolong pintu untuk Arza agar bisa membukanya dari dalam saat sudah sore Arza bangun terkejut karena dia ditempat yg sama sekali tidak diketahuinya dan dia lebih terkejut lagi ada jaket laki laki di kosan itu Arza pun mencoba untuk mengingat sesuatu dan dia benar benar sangat malu mengingatnya.
** Astagah aduh malu banget sama Berian bisa bisanya kamu Arza panggil seorang laki laki dengan nada menggoda seperti itu dan aduhh hari ini aku benar benar menyusahkan Berian pokoknya minta maaf deh dengan setimpal pokoknya ** Ujar Arza dalam hati sambil menutup matanya dengan kesal
#Sore Hari
Saat klinik yg tadinya ramai menjadi sunyi karena matahari sudah tenggelam dan nampak bulan yg hampir muncul menggantikan posisi matahari saat malam.
Tokk Tokk Tokk ( ketukan pintu ).
"Si....siapa...y...ya" Teriak Arza gugup
"Ini aku Julio" Teriak Julio dari luar
"Oh iya tunggu aduh kok pintunya dikunci ya gimana ni ...... eh tunggu bentar ni ada di bawah tunggu ya aku buka" Ujar Arza sambil mengambil kunci yg ada di bawah kakinya
"gimana lo baik baik aja??" Ujar Julio yg berdiri di hadapan Arza
"Aku gak papa kok cuma rada pusinig dikit oh iya kok gue bisa disini dan ini dimana sih kos kosan tapi kos kosan siapa kos kosan Berian ya " Tanya Arza sambil menebak nebak
"yg bawa lo kesini itu Berian dan lo sekarang ada di kos kosan adik gue yg udah di telantar kan dua hari yg lalu dan Berian itu gak ngekos dia punya rumah sendiri bagus pula" Ujar Julio dengan jelas
"Ohh" Jawab Arza
Kita sebagai manusia pasti kesal ketika kita menjelaskan hal atau apa dan jawabannya hanya "oh".
"aku mau minta bantuan kamu" Ujar Arza
"Minta bantuan apa nih??" Tanya Julio penasaran
"Ini aku mau balas kebaikan Berian tapi dengan kerja keras ku sendiri dan dengan sedikit bantuan dari mu" Ujar Arza dengan terus terang
"Butuh apa tempat tinggal udah disini aja tenang uda di unlimited sama Berian tadi siang jadi gak bayar bayar tenang aja and you butuh kerja di cafe tempat kerja gue ada 2 lowongan kerja masih utuh semua belum ada yg daftar " Ujar Julio dengan cepat
" Ehhh udah Unlimited jadi aku gak tinggal di klinik lagi dong dan kalau kerja di cafe mu itu gajinya berapaan dan berapa kali" Ujar Arza sambil banyak tanya
" Satu bulan bisa sampai 252 won lumayan kan " Ujar Julio
"Widih mau mau gajinya oke banget emmm kamu ngekos disini??" Ujar Arza sambil bertanya
"nih samping mu ini kos kosan ku Udah di Unlimited siang tadi sama Berian My best Friend Forever" Ujar Julio girang
"hhhhhaaa puft Best Friend hahahahhhhh gila aku jadi curiga kalau cowok sama cowok sahabatan biasanya gelut gelut gitu ahahahhhh" Ujar Arza sambil tertawa
Tringgg ( bunyi notifikasi hp Julio ).
Berian ^jul lo dah ketemu sama Arza belum^
Berian ^ gimana dia baik baik aja kan?? ^
Berian ^gue dapet tiket kunjungan pantai nginep dihotel selama 2 hari gratisan musim panas nih minimal 4 orang dan gue mau ajak Arza lu sama adik lu mau enggak^
"Widih besok kita happy happy sama Berian dan gue mau kenalin adik gue Zaira besok dan lo sekarang siap siap okayyy" Ujar Julio
Arza langsung menutup pintu tanpa mengusir Julio dahulu akhirnya Arza langsung mengambil tas dan mengemasi barang barangnya , semalaman Arza sulit tidur memikirkan keseruan besok itulah sebabnya kenapa Berian tidak bisa datang menjenguk Arza karena dia sibuk kerja dan memenangkan undian serta mengambil tiket di tempat diadakannya undian tersebut