
Rumah dengan kebahagiaan disanalah Arzabella dan Kakek Nenek nya tinggal di hari
Kamis , 09 2020 adalah Ulang Tahun Perusahaan kayu milik kakek Arzabella.
"Lihat tu cucu kakek kenapa kok murung gitu??" Tanya kakek sambil memandangi wajah Arzabella .
"Arza deg deg an kek mau nyatain perasaan aku ke teman belajar ku kek huh" keluh Arzabella .
"Ya wajar kakek dulu nya juga gitu deg deg an besar tapi setelah bilang kalau kakek suka sama nenek mu langsung lega" Jawab kakek sambil menenangkan Arzabella.
"Oke berarti aku nanti ke pesta perusahaan kakek agak telat jadi aku boleh pinjem mobil kakek gak biar nanti lebih cepat" Ujar Arza sambil memohon pada kakeknya
"Iya apa sih yg gak buat cucu kakek , tapi ingat hati hati oh iya jangan lupa bawa payung cuacanya kurang baik nanti kalau keluar mobil di pakai payung nya oke" balas kakek sambil memperingatkan Arza
"Oh iya Za nenek hari ini bikin coklat tu kamu bawa sekalian buat jamu an cita sejati mu itu"
ujar nenek Arza
"a oke bakal seneng nih dia " jawab Arza bahagia
Setelah membungkus coklat yg dibuat neneknya Arza langsung masuk ke mobil dan memulai perjalanan ke taman dekat tebing dalam perjalanan dia bergumam
**aduh cuacanya benar benar gak oke pokoknya harus cepat **
Setelah sampai....
"Hai Rev maaf ya udah nunggu lama " Ujar Arza sambil meminta maaf
"hah gak papa kok ada apa ya langsung to the poin aja soalnya aku buru buru nih" jawab Revino cuek
"hah ini aku mau kasih tugas mata kuliah sama coklat buatan nenek aku harap kamu suka aku juga mau bilang sesuatu em....itu AKU SUKA SAMA KAMU !!!!!!" Ujar Arza teriak sambil menyatakan perasaannya.
"hhhh kamu kira aku suka sama kamu dengan **** buntal seperti mu gak punya cermin aku itu suruh kamu ikut aku terus cuma sebagai WAITER ( pelayan ) gak ada yg suka dengan perut dan tampang mu itu lagi pula aku sudah jadian dengan si Angel anak kelas biologi hahahhhhh lebih baik kau tidak usah menghubungi ku lagi ngerti" Ujar Revino sambil menghina tubuh Arza
**apa yg dia katakan aku kira selama ini dia..** Ujar Arza dalam hati sambil meneteskan air mata
Arza berlari ke mobil dan hujan disertai petir pun tiba dan dengan Arza yg mengeluarkan air mata terlalu banyak membuat penglihatannya terganggu juga dengan Angel yg tertawa di belakang tempat Arzabella memarkir mobilnya ternyata tak disangka Angel telah menyampotase rem mobil milih Arza.
** kenapa kenapa harus kau yg mengatakan itu kalau orang lain yg mengatakannya aku masih bisa menerima tapi itu kau aku tidak bisa mendengarnya ** Ujar Arza dengan menangis
Tringgg Trinng bunyi telepon Arza berkali kali kakek Arza menelepon karena Kakek dan neneknya punya firasat buruk tentangnya.
JDARRRRRRR BRUKKK DUARRR
Arzabella mengalami kecelakaan hingga Arza terlempar ke sungai dengan aliran air yg sangat deras.
●○●○
"Halo maaf apabila menganggu apa benar ini pemilih mobil dengan plat nomor BK 99**78"
Tanya seorang polisi lewat telepon
"Iya benar ada apa ya apa cucu saya kenapa kenapa" Jawab sang kakek khawatir
"Mobil mengalami kecelakaan dan jatuh ke tebinng taman kota pak " ujar polisi
"ASTAGAH ARZA , baik baik saya segera kesana dengan cepat" Teriak sang kakek khawatir
kakek pun menghubungi sang ibu kandung Arza .
Tringg Tringg Tringg
"halo pah ada apa??" Tanya Maryam ibu Arza
"Anak mu Arza kecelakaan di tebing taman kota mobil nya jatuh dari tebing tinggi dan sekarang pihak yg ada disana sedang melakukan pencarian" ujar kakek dari telepon
"HAH" Teriak Maryam mematikan telepon dan menjatuhkan gelas yg dipegangnya sambil jatuh tersungkur di lantai
"kenapa mah kok kayak kaget gitu mamah sakit kenapa mah?? " Tanya Ascilla
"hah itu nak kamu beliin mamah obat ke apotik gih cepet" suruh sang ibu untuk cari alasan
"iy baik bu tapi ga papa aku tinggal di sini"
jawab Ascilla sambil bertanya
"Ga papa kamu telepon ayah mu pulang ya "
Jawab sang ibu gemetar
Ayahnya pun datang sebelum Ascilla pulang membelikan obat untuk sang ibu
"Maryam ada apa ini" Tanya Viko sang ayah
"Anak kita Arza anak yg kita tinggalkan anak yg butuh kasih sayang kita putri kita Kecelakaan mobil ditebing taman kota polisi sedang melakukan pencarian " Jawab Maryam sambil menangis
"Astagah ya sudah kau cepat siap siap kita kesana sekarang jangan menangis tenanglah"
Ujar sang ayah sambil memeluk dan menenangkan istrinya .
Dalam perjalanan Maryam hanya bisa menangis dan menyesal karena telah meninggalkan Arza hingga dia berumur 21 tahun dan sama sekali tidak menanyakan kabar atau pun rasa ingin bertemu.