
Disebuah ruangan di suatu klinik terasa hening dan hanya terdengah sebuah hembusan angin.
"Hei kalau begini apa besok aku olahraga lagi dan Berapa waktu yg dibutuhkan agar aku bisa berubah" Ujar Arza sambil bertanya untuk menutupi kecanggungan di antara mereka
"Itu mungkin emmm du..dua setengah bulan" Ujar Berian yg gugup saat menjawabnya
**Aduh harusnya aku tak begini pada Arza , aku sangat tidak ingin Arza berubah **
"Kau kenapa kok diam saja??" Tanya Arza sambil menatap dalam wajah Berian
"Hah itu gak ada apa apa kok kau habiskan dulu saja makanan itu" Ujar Berian dengan raut wajah murung
** Apa setiap wanita yg menjadi cantik sikapnya juga akan berubah , Apa aku tanya langsung saja ya ** tanya Berian dalam hati
"emm itu" Ujar Berian
"Apa??"Tanya Arza yg penasaran apa sebenarnya yg ingin dikatakan Berian
"Gak kok gak jadi " Ujar Berian yg takut mengatakannya
** Aneh banget Berian kenapa sih apa gara gara aku , aku ngelakuin apa sampai sikapnya aneh gitu ** Ujar Arza dalam hati sambil bertanya tanya
Akhirnya mereka berdua rutin melakukan diet untuk Arza berbagai cara sudah dilakukan dan Hasilnya pun sangat memuaskan.

Akhirnya Julio dan Arza tampak senang keculai Berian orang utama yg membantunya malah tampak murung.
"Heyy kau gak senang ya lihat Arza kayak gini"
Tanya Julio sambil menepuk bahu Berian
"Bu bukan begitu aku cuma emmm gak GAK MAU KALAU ARZA SAMPAI BERUBAH" Jawab Berian sambil menggaruk garuk kepalanya
"Maksud mu??" Tanya Arza kebingungan
"Kalau badan mu berubah Sikap mu tidak kan"
Jawab Berian sambil bertanya balik
"Kenapa kenapa kau tanya begitu??" ujar Arza yg juga bertanya pada Berian
"Wah wah cinta pada pandangan pertama ya " Ujar Julio mengejek Berian
"Apaan" Ujar Berian yg tersipu malu
"Ya udah gue traktir makan dalam rangka keberhasilan diet Arza tapi satu menu aja terserah yg milih Arza aja" Ujar Julio
"Emmm apa ya Hotteok" Jawab Arza sambil
memegang perutnya
"kalau Hotteok di perempatan jalan ada gimana kalau kesana saja" Ujar Berian sambil menunjukan arah
mereka bertiga pun berjalan karena tepatnya yg juga tidak begitu jauh di jalan mereka tidak berbicara sama sekali karena mereka sama sama lelah dan lapar.
"Bi Hotteok 3 porsi sama minuman kalian mau apa??" Tanya Julio sambil memesan makanan.
"Aku coklat panas my favorite drink" Ujar Arza sambil tersenyum senang
** jadi ingat nenek pasti dia sangat khawatir**
Ujar Arza dalam hati
setelah menunggu selama 5 menit pesanan mereka pun datang dengan cepat dan tepat.
"Ini Hotteok tiga porsi , coklat hangat , teh jeruk hangat dan Jus jeruk selamat menikmati " Ujar salah satu pelayan disana
Mereka pun segera memakan makanan yg dihindangkan tadi dengan lahap tak terkecuali Arza yg sudah lama tidak memakan makanan manis , karena kekenyangan Arza tertidur di tempat itu karena Arza masih tinggal diklinik Berian jadi Berianlah yg menggendong Arza pulang dan saat sampai di ruangan yg ditiduri Arza Berian langsung menaruh Arza di ranjangnya tetapi Arza tiba tiba menarik tangan Berian sambil mengatakan sesuatu.
"Hei herrrr kk kau arghhh kenapa kau jahat sekali Revino kau memang laki laki brengsek hhhhh Arghhhh" ujar Arza yg ngelindur saat tidur
** kau benar dia benar benar laki laki brengsek dia telah menyianyiakan dewi seperti mu ku harap fisik mu saja yg berubah tetapi hati mu tidak ** Ujar Berian dalam hati sambil melepas genggaman tangan Arza
~Di Rumah Ascilla~
Rumah yg dulunya menyenangkan dan penuh kebahagiaan tiba tiba diterjang ombak kesedihan yg mendalam.
"Bu sudahlah jangan menangis lagi kan ada aku sama papa yg selalu ada buat mama aku yakin adek ada disini bersama kita tapi kita yg gak tau kalau adek liat ibunya sedih nanti juga ikutan sedih loh mah" Ujar Cilla sambil menenangkan Ibunya
"Iya nak mama gak nangis kok mama pasti kuat" Ujar Maryam sambil menghapus air mata yg mengalir di pipinya
"sudah 2 bulan menghilangnya Arzabella adik mu papa ingin sekali melihat wajahnya langsung ayah ingin sekali merawatnya seperti kamu papa sangat menyesal telah meninggalkannya karena dulunya ayah benar benar tidak mampu untuk merawatnya" Ujar
Viko dengan menyesal
"Aku juga yah saat pertama bertemu dengannya di perpustakaan 1 hari sebelum dia menghilang aku merasa sangat dekat seperti saudara saat itu dan aku seperti tidak ingin dia pergi" Ujar Cilla sambil memeluk ibunya
Pagi hari pun tiba disanalah Arza bangun mendapati dirinya sudah di klinik dengan selimut yg menyelimuti tubuhnya.
** perasaan aku ketiduran di toko terus Astagahhhhh aku aku itu aduh aku harus berterima kasih pada Berian dan Julio pasti mereka berdua yg mengangkat ku aduh ** Ujar Arza sambil menggigit gigiti selimutnya
"pagi miss sleeping yg terhormat sudah bangun??" Ujar Berian sambil melambaikan tangan di depan pintu ruangan Arza
"Emmm makasih yah pasti berat ya sampai kalian berdua yg gendong aku" Ujar Arza yg dengan tidak sengaja dan spontan memegang tangan Berian
"Hah itu gak kok lagian yg gendong itu kamu tuu cumaa itu Ak..k ...ku aku yg gendong" Ujar Berian dengan gugup dan pipi yg memerah
"Oh upppp maaf maaf itu aku gak bermaksud kok itu aduh pokoknya maaf deh" Ujar Arza sambil melepas pegangan tangannya
** ****** kamu Arza kenapa sih idih gila jelas jelas kamu tuh jelek mana mau lah malak bikin dia jadi gak enak dasar Arza ****** ** Ujar Arza dalam hati yg menyalahkan dirinya sendiri
** Mimpi ini mimpi pasti mimpi gak gak mungkin gak pasti mimpi kalau benar ini mimpi aku gak mau keluar dari mimpi ini ** Ujar Berian dalam hati
"kamu mau gak nemenin aku ke mall buat beliin baju untuk mamah" Ujar Berian
"Emm oke dengan senang hati " Ujar Arza
Arza pun segera membersihkan dirinya dan ganti baju di klinik sedangkan Berian menunggu di parkiran mobil di kliniknya tak lama kemudian Arza selesai karena dia kehabisan baju akhirnya di memakai pakaian bekas yg diberikan oleh Julio.
Dia menuju ke tempat Berian menunggu kiranya dia dan Berian akan berjalan ke mall akhirnya Arza membawa payung karena musim panas akan tiba.
"Kamu kehabisan pakaian ya.....Maaf banget kalau aku dan Julio belum memberi mu baju lagi" Ujar Berian sambil meminta maaf
"Uh sudahlah aku sudah bersyukur sekali kalian kasih aku baju" Ujar Arza sambil tersenyum ke arah Berian
"Kamu kenapa bawa payung kita kan naik mobil" Ujar Berian
"Toh kita gak berjalan kira ku kita jalan ya udah ayuk keburu klinik mu ramai lagi" Ujar Arza sambil menutup payung nya
** Padahal niat ku emang mau beliin baju buat kamu ** Ujar Berian dalam hati sambil membukakan pintu mobil untuk Arza
Merekapun segera tancam gas menuju mall melewati taman taman kota yg mengingatkan kejadian saat itu dan juga melewati Big Water Fountain ( Air mancur besar ).