
"Emm udah lama juga gak kesini terakhir kesini sama nenek" Ujar Arza sambil melihat lihat sekelilingnya
"Nah aku juga mau beliin buat saudara aku karena ukurannya sebadan dengan kamu jadi kamu yg jadi pencocokannya mau gak" Ujar Berian sedang mencari alasan
** maaf banget Arza kalau bilang buat jamu kamu pasti nolak ajakan ku ** Ujar Berian dalam hati
"Okk aku siapp kok nanti aku coba biar kayak model model ternama gitu Hahahhh" Ujar Arza dengan candaan
Akhirnya Arza coba memakai baju yg kira Berian cocok untuk dirinya.
"Jreng gimana ??" Tanya Arza
"Keren ini ..... sama coba yg ini" Ujar Berian sambil memberi jawab
"Ini gimana....??" Tanya Arza
"Cantikkk....em itu bagus indah kok dressnya" Ujar Berian terbata bata
"Udah kan??"Tanya Arza lagi
"Ini coba yg ini"Ujar Berian sambil memberikan baju agar segera dicoba oleh Arza
"gimana??" Tanya Arza
"Bagus....coba ini" Ujar Berian
"Gimana??" Tanya Arza
"Bagus...coba yg ini lagi
"Gimana udah kayak model belum" Tanya Arza
"Imut eh anu udah kok udah kayak model" Ujar Berian yg bengong
Mereka pun segera menyelesaikan kegiatan berbelanja mereka karena sudah terlalu lama di mall dan klinik Berian yg sebentar lagi hampir Buka.
"Ini semua untuk mu " Ujar Berian sambil memberikan barang belanjaannya
"Hah katamu untuk saudara perempuan mu" Ujar Arza
"Aku bilang aku punya saudara dan dia juga belum tentu perempuan aku hanya punya saudara laki laki dia smp namanya Dimas" Ujar Berian sambil tertawa
"Lalu ini banyak sekali kau ini mau membohongi ku hah gila ini banyak bodoh nanti kalau uang mu habis gimana coba dasar anak gila kau ini" Ujar Arza sambil mengoceh
Karena tidak memperhatikan jalan Arza tertabrak oleh pria di mall dan pria itu adalah Revino.
"Sialan hati hati donggg" Ujar Revino yg tidak sadar bahwa itu Arzabella
Mata Arzabella hanya bisa melotot memandang Revino karena dia terkejut dan trauma akan kejadian yg dialaminya.
"Maaf bang gak sengaja maaf ya maaf banget" Ujar Berian meminta maaf pada Revino
Tanpa berpikir lagi Revino langsung pergi terburu buru dan Arza seperti mati gaya badannya seperti membeku dengan mata seolah olah baru saja meligat penampakan yg tidak mengenakkan.
"Za ayo pergi udah jangan pikir laki laki kayak dia itu" Ujar Berian sambil menggoyang goyangkan badan Arza
Karena Berian tidak ingin lama lama disana Berian langsung menggendong Arza tak perduli walau pun orang disekitarnya memandangi mereka berdua sesampainya di parkiran Arza masih membatu saat masuk mobil pun dia seperti benar benar membeku dan saat dalam perjalanan juga dia tidak mengatakan sepatah kata pun dia hanya mengingat kejaadian masa lalunya Berian mencoba bertanya tetapi sama sekali tidak ada respon dari Arza , Di mobil Arza hanya duduk diam dan matanya hanya tertuju ke depan saat kembali melewati taman kota Arza melihat nenek kakeknya dengan seorang pria dan wanita dengan gadis di dekat tebing taman kota yg sedang menaburkan bunga.
"Berhentii sebentar!!!!"Teriak Arza dalam mobil sambil memandang ke arah kakek neneknya.
"Ada apa kau sakit ya atau kau lapar " Ujar Berian
"Tidak dia yg disana seorang kakek dan seorang nenek mereka adalah kakek nenek ku seandainya mereka tau kalau aku masih hidup " Ujar Arza sambil menatap dari dalam kaca mobil
"Herry dan Sri itu kakek nenek mu kalau Maryam dan pak Viko itu orang tua mu dan Ascilla itu saudara mu dia mirip sekali dengan mu tampak seperti saudara" Ujar Berian yg ikut memandang dari dalam kaca mobil
"Kalau kakek dan nenek itu memang kakek nenek ku tapi yg disebelahnya bukan dan Ascilla teman kuliah ku walau aku cuma sebentar menemuinya tapi rasanya kami seperti sudah lama kenal" Ujar Arza sambil menyandarkan kepalanya ke kaca mobil dan memandangi kakek nenek nya
** aku ingin sekali menampakan diriku ke kakek sama nenek tapi tubuh ku serasa menolak untuk bertemu kalian saat ini ** Ujar Arza dalam hati sambil meneteskan air mata
"Hei kau jangan menangis seiring berjalannya waktu kau pasti bisa bertemu mereka lagi aku yakin sudahlah" Ujar Berian sambil memegang tangan Arza dan menghapus air mata yg mengalir di pipi Arza
"Terima kasih♡♡" Ujar Arza
** Kenapa disaat seperti ini kau harus seperti ini aku harap yg kau lakukan sekarang bukan mengasihani ku ataupun memanfaatkan ku Berian ** Ujar Arza dalam hati sambil melepas pegangan dari Berian
"hah maaf aku tak bermaksud aku hany..." Ujar Berian yg terpotong oleh sahutan Arza
"Tidak papa kok kita pulang saja yuk sebentar lagi klinik mu buka loh" Ujar Arza menutupi kesedihannya dengan senyuman
Akhirnya merekapun segera meninggal kan taman kota secepat mungkin karena Berian tidak ingin Arza mengingat kejadia di mall dan di taman kota Berian merasa bersalah karena telah membawanya ke mall dan melewati taman kota Berian pun berhenti sejenak di suatu tempat makan untuk menenangkan hati Arza.
"Kenapa kau tiba tiba berhenti??" Tanya Arza
"Hari ini aku telah membuat mu sedih jadi kita makan dulu untuk menenangkan hati mu , dan kalau kamu menolak aku tidak akan kembali ke klinik bahkan sampi klinik ku di bentrok sama klien " Ujar Berian membujuk Arza agar mau di ajak makan
"Iya iya aku mau kok" Ujar Arza
Merekapun segera masuk ke ruamh makan sambil meikirkan menu yg akan di pesan masing masing.
"Tenang aku traktir" Ujar Berian sambil tersenyum ke arah Arza
"Udah tau kok gak mungkin juga aku bayar sendiri uang dari mana " Ujar Arza
** Tau aja nih Arza kalau mau di traktir terus bicaranya terang terangan lagi ** Ujar Berian dalam hati sambil melirik Arza
Merek segera memesan makanan yg mereka pesan masing masing Arza memesan makanan Kimchi Jjigae dan minuman Baekseju sedangakan Berian memesan makanan bimbimbap dan minuman Soju.
Setelah lumayan lama menunggu pesanan mereka pun datang.
"kau memesan baekseju itu ber alkohol nanti kau mabuk lagi" Ujar Berian sambil memarahi Arza
"Sengaja agr tidak ingat kejadian sial hari ini " Ujar Arza dengan santai
"Lebih baik kau minu soju saja jangan minum seperti itu dan ini masih siang Za kamu mau minum seperti itu kalau malam tidak papa" Ujar Berian yg berusaha melarang Arza untuk minum itu
"Hai bro lu disini juga cie berdua ada gerangan apa ini wah wah" ejek Julio yg tiba tiba muncul seperti hantu
"eh Julio mau minum Baekseju dengan kami sini duduk di hadapan kami kau mau pesan makanan " Ajak Arza dengan alasan agar ada teman minum
"Jul lo jangan mau nanti gue yg ribet ngurusin kalian mabuk" Bisik Berian pas ditelinga Julio
"Tidak aku tidak akan minum kalau dengan gebetan mu" Bisik Julio
"emmm ya sudah aku tidak ingin menganggu kalian berdua aku mau pergi saja selamat berbahagia hahahahhhhhh" canda Julio sambil pamit
Arza pun tidak memperdulikan sekitar dan langsung meminum Baekseju sedangkan yg bisa dilakukan oleh Berian hanya mengeleng gelengkan kepalanya karena heran wanita seperti dia kuat minum Baek seju sebotol dan meminta pesan satu botol lagi.