
Pagi hari dengan sinar matahari yg tembus melalui Tirai sebuah klinik rumah sakit dan kecantikan disanalah Arza tertidur dengan infus yg melekat di tangannya.
"Hei bangun aku menyiapkan sarapan sehat" ujar Berian sambil membawa sarapan untuk Arza
"Ah iya aku bangun ehhh apa roti itu cukup dan satu gelas susu" Ujar Arza yg baru bangun dari tidurnya
"Etsss saran ingat saran " Ujar Berian sambil memperingatkan Arza
"Huh iya" Keluh Arza sambil meminum satu gelas susu yg diberikan oleh Berian
"Habiskan ya pelan pelan saja makannya" Ucap Berian sambil tersenyum ke arah Arza
Arza pun memakannya dengan lahap tanpa memikirkan apa apa.
" dua hari lagi kau harus siapkan diri untuh latihan awal" Ujar Berian sambil memeriksa keadaan Arza
"Iya ngomong ngomong kenapa Dokter mau membantu ku " Tanya Arza penasaran apa alasan Berian mau membantunya
"Alasannya Hobby ku membantu orang dan kau jadi orang uji coba kedua ku dan anda panggil saya dengan nama saja B-e-r-i-a-n Berian mengerti" jawab Berian sambil mengganti infus milik Arza
"Ya Berian oh iya Julio mana kok gak kelihatan" Ujar Arza sambil bertanya keberadaan Julio
"Cie cie cari Julio itu dia kan Raja sleeping maklumi aja" Jawab Berian sambil mengejek Arza
"Syaiton ternyata dimana mana ya pengen banget aku linggis muka mu itu " Ujar Arza yg kesal akan apa yg dikatakan oleh Berian
Berian pun tertawa mereka bercanda canda di dalam ruangan sampai tak kenal waktu hingga jam menunjukan pukul 10.30 WIB.
Kriettt pintu ruangan terbuka julio datang sambil membawa buah tangan berupa parcel buah.
"Hai nih gue bawa ini biar lo cepet sembuh" Ujar Julio sambil menepuk bahu Arza
** kenapa sih ni orang kebiasaan suka nepuk nepuk bahu sembarangan ** Ujar Arza dalam hati
"Kenapa kok diem gue ganggu kalian berdua ya emm ya udah gue keluar " Ujar Julio yg merasa dimengganggu
"Weyhhh enggak kok enggak ganggu justru aku mau makasih karena udah mau jenguk sambil bawa buah tangan kayak gini " Ujar Arza sambil menarik pundak Julio
"Habis gue masuk muka lu berubah gitu" Ujar yg sembarangan duduk di sofa sudut ruangan
"Ya enggak lah" Ujar Arza sambil tertawa
"Ya udah aku mau kembali ke ruangan aku soalnya hari ini banyak yg konsultasi " Ujar Berian pamit dari ruangan
Tidak ada yg memulai pembicaraan antara Julio dan Arza ruangan terasa hening sepwrti tak berpenghuni Julio yg asik bermain game dan Arza yg menatap langit langit rumah sakit .
** kakek nenek aku rindu kalian maaf kalau aku membuat kalian khawatir tapi aku ingin membalas perbuatan mereka yg sering menghina ku dan yg hanya memanfaatkan ku Aku sayang kalian seiring berjalannya waktu aku pasti akan bertemu dengan kalian aku berjanji ** Ujar Arza dalam hati sambil meneteskan Air mata rindu terhadap kakek nenek nya
"Heyy kenapa kau menangis apa aku membuat mu menangis apa aku melakukan kesalahan" Tanya Julio kebingungan
"Tidak aku hanya rindu dengan orang orang yg menyayangi ku" jawab Arza sambil menghapus air matanya
Setelah menangis tiba tiba Arza tertidur Julio memanggil dan tidak ada respon sama sekali kiranya Arza pingsan.
"Weyyy Za Arza Weyy dipanggil jawab dong"
Panggil Julio sambil mengoceh
** kok gak jawab sih ni cewek mentang mentang gak ditanya in .. Coba gue cek **
Ujar julio dalamhati sambil berjalan ke ranjang rumah sakit
RRZZRZRSRZZZ suara dengkuran Arza
"Hah What is this dia membohongi ku lagian wajahnya mirip orang pingsan " Ujar Julio sambil menatap kesal wajah Arza
"Gue denger lo nyebutin nama gue ada apa" Tanya Berian yg tiba tiba muncul di belakan Julio
"Ah itu gue kira dia pingsan habis mukanya pas tidur sama pingsan mirip eh pas gue mau manggil elu dia mendengkur" Ujar Julio sambil memasang raut wajah agak kesal
" Hahahaha elu hahahaha si raja prank and king of sleeping mudah di tipu sama orang yg cuma diam tidur hahahah Garing lu tau gak" Ujar Berian yg tertawa terbahak bahak sambil mengejek Julio
Mereka pun melupakan hal itu dan merencanakan tentang diet Arza dan makanan apa saja dan di mana Arza harus tinggal , mereka pun memutuskan agar Arza tinggal di klinik tersebut.
2 hari kemudian ....
"Nih gue bawa baju olahraga buat lu maaf tapi ini bekas adik gue pas masih gendut mungkin pas buat lo" Ujar Julio
"Oh ya makasih mulai hari ini aku sangat sangat berterima kasih banyak" Ucap Arza
"yah sudahlah cepat kita tidak banyak waktu"
Ujar Berian sambil melepas jaket kedokterannya
Mereka pun memulai awal diet untuk Arza pertama Arza lari keliling bangunan dengan diikuti Berian dan Julio dari belakang untuk mengawasi Arza agar tidak melanggar peraturan atau saran yg ditetapkan.
** Mereka berdua seperti menyiksa ku ** Ujar Arza sambil berlari pelan pelan
"Nah gitu kita berhenti saat satu setengah putaran ya" Ujar Berian yg juga ikut berlari
Tiba tiba didepan mata Arza muncul Revino yg sedang jalan jalan bersama Angel tetapi untung saja Revino tidak tau keberadaan Arza
"Heyyy Kok lu putar balik sih" Ujar Julio yg menaiki sepeda
Arza berlari tanpa menjawab pertanyaan dari Julio dengan spontan Berian juga ikut berlari karena takut Arza lari tak tau arah dan Julio pun meninggalkan dua orang itu karena dia harus bekerja di sebuah Cafe.
"Hey Arza anda kenapa??" Tanya Berian yg kebingungan kenapa Arza tiba tiba lari berlawanan arah
"hah itu aku melihat laki laki brengsek dan Angel pacarnya laki laki itu masak kau lupa yg ku ceritakan waktu itu Revino" Jawab Arza sambil duduk di kursi dekat klinik itu
"Sudahlah biarkan dia seiring waktu kau bisa menaeuh hati pada laki laki lain" Ujar Berian sambil memeluk erat tubuh Arza
"emmm anu itu kau kan Dokter yg tampan kenapa kau mau memeluk perempuan gendut jelek seperti ku" Ujar Arza yg kaget kenapa Berian tiba tiba memeluknya
"Tam..pan" Ujar Berian yg kaget akan kata yg dilontar kan oleh Arza
"Iya bukankah kamu sering mendengar kata itu dari para pasien wanita mu" Balas Arza sambil bertanya pada Berian
"Itu kan kalau kata itu keluar dari mulut anda lebih enak di dengernya" Ujar Berian
"Hah" Sahut Arza kaget
"Huh sudahlah lupakan saja ayo makan siang di klinik ada menu yg harus kamu makan" Ujar Berian sambil mengelak karena malu
Berian pun menelepon Julio untuk ikut makan siang tetapi Julio masih sibuk bekerja jadi tidak dapat ikut makan siang akhirnya hanya Berian dan Arza lah yg makan siang menu yg dihidangkan oleh Berian berupa salad untuk bagian diet Arza.
"kok sayur gak Bulgogi atau Ramyeon " Ujar Arza sambil pelan pelan menolak makanan yg diberikan oleh Berian
"Lupa sama saran dan peraturan main ya" Ujar Berian sambil mengancam Arza
Akhirnya Arza pun menerima makanan itu dan memakannya dengan lahap walau menurutnya tidak enak.