Walking To Another World

Walking To Another World
ch.17 : kutukan



setelah mendengar kata kata kutukan akhirnya Kenzo meminta mereka untuk memberitahukan kutukan tersebut.


"pada jaman dahulu kala pada saat ketiga daratan masih di pimpin satu pemerintahan. putra sang kaisar kerajaan Mercure dijodohkan dengan seorang putri namun ia selalu menolak pernikahan itu.


hingga akhirnya pangeran itu pun menghilang dan tidak di temukan lagi sejak 3000 tahun yang lalu.


ayahnya pun yang selaku kaisar kedua kerajaan Mercure pun mencarinya dengan sangat teliti.


bahkan setiap gua di jebol untuk mencari pangeran itu.


nama pangeran itu adalah Mercure Alberta.


pangeran itu pun dikabarkan menghilang.


sang raja yang awalnya melihat sebuah harapan di depan matanya pun terlihat lemas dan lesu.


raja itu telah kehilangan kendali emosinya sampai suatu hari ia dan istrinya diajak ke sebuah tempat oleh sebuah suara.


mereka pun mendatangi tempat tersebut dan tiba tiba ketika mereka sedang menelusuri seluruh daerah itu.


'whuuuut'


banyak pohon dan akar yang membentuk sebuah istana dan terlihat ada sebuah sosok yang sangat di rindukan oleh kedua orang tua tersebut.


"anakku itu kah engkau" tanya kedua orang tua itu dengan semangat yang pudar dan dengan mata yang telah tergenang air.


"ya ibu ayah ini aku" jawab suara itu dengan senyum polosnya.


sang ayah yang tadinya terlihat sakit tiba tiba tubuhnya menjadi kekar seperti dahulu kala dan dia menendang perut anaknya dan berkata.


"hohoho jadi selama ini kau tinggal disini baiklah dan aku akan menghukum dirimu karena kamu telah membuatku khawatir dengan keadaan mu dan sekarang kamu tersenyum polos"


kedua orang tua itu pun menyiksa anaknya tapi anaknya tidak mengeluh atau terlihat kesal.


anak itu terlihat bahagia.


Mercure Alberta pun menanyakan sebuah pertanyaan kepada ibunya.


"ibu apakah aku masih dijodohkan dengan seorang putri''


sang ibu pun menggeleng dan sang anak terlihat cukup bahagia namun setelah 2 menit semua kebahagiaan yang anaknya miliki itu pudar karena sang ayah mengajaknya ke istana karena ada sebuah rapat.


"maaf kan hamba ayah karena hamba saat ini telah di kutuk sehingga hamba tidak bisa keluar dari hutan ini. hamba juga bersalah kepada seorang putri dari hutan. namun jikalau ayah ingin hamba pergi atau rapat mungkin hamba tidak bisa namun jikalau ayah ingin rapat di sini mungkin hamba dapat menjadi tuan rumah atas rapat ini" ucap anak itu dengan sangat sungguh sungguh.


mendengar ucapan anaknya sang raja pun memanggil semua orang yang akan ikut dalam rapat tersebut.


akhirnya mereka semua pun datang dan terlihat akar tanaman yang berbentuk pintu masuk menjadi layu dan rontok namun setelah mereka masuk akar itu pun hidup kembali.


Mercure Alberta dan ayahnya pun mengikuti rapat tersebut.


selama rapat Alberta menutupi muka dan tubuhnya dengan ranting sehingga orang orang yang ikut rapat tidak bisa melihat mukanya.


(setelah 3 jam)


rapat selesai namun ada dua tamu yang ingin melihat wajah Alberta sehingga membakar ranting di muka Alberta dan akhirnya terlihat muka Alberta yang marah bercampur dengan sedih akhirnya Alberta pun memohon ke seorang putri di hutan


setelah datang ke hutan Alberta pun datang bersama seorang perempuan kecil yang imut nan lucu.


Alberta pun bersama istrinya mengucap sebuah mantra sehingga kaki kedua orang yang membakar ranting di mukanya tidak bisa lari.


Alberta pun mengutuk keluarga itu dimana setiap orang kepercayaan ke empat dari keluarga itu pasti akan berkhianat.


kutukan itu pun tidak dianggap serius namun ada beberapa kasus dimana kutukan itu bekerja." kata salah seorang dari sekelompok orang yang Kenzo tangkap.


Kenzo pun penasaran namun dia tidak menanyakan tempat itu karena ia seperti mengerti dimana tempat itu berada.


Kenzo akhirnya memutar sebuah tuas dan kendaraannya berubah menjadi sebuah pesawat kecil dan Kenzo menekan sebuah tombol dengan simbol sebuah pusaran di atas tombol itu.


sebuah lubang yang mirip lorong waktu pun terlihat. terlihat banyak mekanika robot dan teknologi yang sudah diluar batas nalar manusia.


Kenzo menerbangkan pesawatnya dan memasuki lubang yang semakin lama mengecil dan tertutup.


Kenzo melewati lorong itu dan melihat ada sebuah lubang lagi yang cukup terang.


Kenzo masuk ke lubang itu dan memutar kembali tuas di pesawatnya dan sekarang pesawatnya telah menjadi sebuah motor kembali dan Kenzo mendarat di sebuah pulau yang cukup besar.


Kenzo pun menekan sebuah tombol sehingga motor itu berubah menjadi sebuah gelang.


Kenzo pun memasuki hutan itu dengan hati hati.


berbekal pengetahuannya dan teknik bertarung dengan belatinya, Kenzo pun memasuki hutan dengan santai dan waspada.


Kenzo langsung mual begitu memasuki hutan karena ada sebuah pohon yang mana buahnya mirip kepala manusia dan bisa berbicara.


"aih, ada tamu lagi touh" ucap salah satu buah di sana dengan nada seperti di buat buat seakan akan suaranya mirip seorang pria yang nadanya di buat seperti wanita.


Kenzo langsung lari dan menemukan sebuah sungai. lalu Kenzo muntah karena ia selalu mengingat ekspresi dari buah itu.


Kenzo pun duduk dan memfokuskan pikirannya dan jiwanya lalu mulai melupakan buah yang terlihat seperti pria yang feminim itu.


Kenzo pun mulai menggali tanah dan mengumpulkan ranting lalu mendirikan sebuah tembok besi di tepi tepi lubang itu dan Kenzo mendirikan sebuah kamar kecil dengan dapur dan toilet serta kasur portabel.


Kenzo pun mulai melubangi bagian tembok yang dekat dengan sungai dan Kenzo pun memasukan sebuah alat dan memasang sebuah keran dan jadilah sebuah keran air bersih.


Kenzo pun keluar mencari makan. namun ia ingin memakan buah yang membuatnya mual itu.


Kenzo lari kedalam hutan dan menyayat buah dari pohon itu. membuang bijihnya dan memasaknya.


Kenzo pun makan dan tidur.


keesokan paginya Kenzo keluar dan melanjutkan perjalannya. rumah yang ia bangun ia tinggalkan dan ia biarkan.


Kenzo pun masuk kedalam sebuah gua.


Kenzo mengambil beberapa getah yang ada di pohon di samping gua itu dan menampungnya di sebuah botol kecil.


getah itu terlihat padat dan berminyak dan mudah terbakar namun tampaknya jika di bakar getah itu akan awet dan tidak cepat habis dan merupakan bahan bakar yang baik.


Kenzo pun mulai memasuki gua itu setelah mengambil sedikit dari getah itu dan menyalakan api menggunakan pemantik batu di tangannya.


sebelumnya Kenzo memakai sepasang sarung tangan yang merupakan sarung tangan dari bulu ayam neraka yang di proses agar lunak dan lembut lalu di anyam.


Kenzo masuk ke gua itu dan mulai melempar api yang di tangannya. namun anehnya setiap kali Kenzo melempar api.


api yang ia lempar selalu menempel di dinding dan menetes seakan akan mirip lampu panjang yang dipasang di gua tersebut.


Kenzo pun pergi ke dalam dan melihat ada sebuah istana megah yang sangat mewah dan terbuat dari tanaman.


Kenzo datang dan mengetuk pintu.


"saudaraku aku datang kesini untuk menemui mu kiranya engkau membukakan pintu untukku dan tubuhku" ucap Kenzo berkali kali sambil menyalakan sebuah api dan meneteskan darah ke dalam api itu.


Kenzo pun akhirnya melihat pintu itu terbuka.


...****************...


bersambung.....