VLARAIN

VLARAIN
RICHEY FLAR LOUISIANA (Richey vs Louisiana) #2



~


Kerusakkan berat di arena membuat para penonton terdiam.


"Wo ... Wow! ... Serangan yang sangat dahsyat dari Richey!" Ryd berteriak setelah sebelumnya ikut terdiam,


Dia melihat petugas arena belum mengangkat tangan,


"Namun sepertinya pertarungan belum berakhir ... Apakah Louisiana sanggup untuk bangkit kembali?" Lanjutnya melihat kearah Louisiana,


Didalam arena, Louisiana terlihat berusaha untuk berdiri ditengah puing-puing tanah.


"Berisik sekali ...." Ucapnya dengan raut wajah yang sangat kesal,


Richey melihat Aura Annaroth berwarna hitam menyelimuti seluruh tubuh Louisiana,


"Aura ini hampir mirip seperti milik Dyres ...." Ucap Richey didalam hati,


Louisiana tiba-tiba tersenyum,


"Apakah kau baru menyadarinya, makhluk bodoh?" Ucapnya dengan tubuh yang diselimuti Annaroth Hitam yang bergelora,


"Apa yang sedang kau bicarakan?" Tanya Richey,


"Hmm ... mengapa kau berpura-pura tidak tahu?" Tanya Louisiana kembali kepada Richey dengan tatapan penuh kemarahan,


Richey nampak semakin bingung dengan perkataan Wanita itu,


"Apakah kau merasa linglung setelah terbentur?" Tanya Richey dengan polos,


Louisiana semakin geram setelah mendengar pertanyaan itu,


"Mengapa makhluk sebodoh ini bisa memiliki kekuatan yang sangat besar?!" Louisiana bertanya-tanya dengan sangat kesal didalam hatinya,


"Sepertinya aku memang harus membunuhnya disini, agar dia tidak bisa mengganggu rencanaku!" Lanjutnya didalam hati,


Louisiana segera meletakkan tangan kanannya diatas tanah dan tangan kirinya menahan segel Niewral dengan jari telunjuk dan jari tengah yang berdiri,


Richey segera menyiapkan kuda-kudanya,


"Louisiana akan melancarkan serangan lain!" Teriak Ryd membuat suasana menjadi tegang,


Lingkaran Niewral keluar diatas tanah dari tangan kanan Louisiana. Lingkaran itu semakin membesar hingga memenuhi seluruh tanah di arena.


Richey memperhatikan lingkaran itu dan sekilas merasakan sesuatu,


"Sepertinya aku tidak ..." Ucap Richey terpotong,


"DARK ZONE!"


Louisiana melafalkan Niewral yang membuat gravitasi di arena termanipulasi oleh lingkaran itu,


"Ha!"


'Dbuh!'


Richey tertunduk ditanah karena gravitasi yang sangat berat membebani tubuhnya,


"Ergh!" Dengan sekuat tenaga dia menahan dorongan gravitasi yang membuatnya tertekan kebawah,


Semua yang menyaksikan terdiam dengan apa yang mereka lihat,


'Dbuh! ... Dbuh-Dbuh!'


Richey semakin terhantam kedalam tanah yang hancur akibat gravitasi itu,


"Lenyaplah kau, makhluk aneh!" Teriak Louisiana mengaktifkan Niewral lain dengan segel tangan yang rumit,


"DARK HOLE!"


Sebuah Niewral membuat portal hitam yang besar diangkasa,


Sebuah batu besar berwarna hitam gelap yang memiliki ukuran hampir sebesar arena muncul dari portal itu. Batu itu jatuh dengan getaran dan suara yang membuat seisi arena khawatir,


~


"Mu .. Mustahil ...." Ucap Raja Alion terkejut melihat hal itu,


Ratu Alicia terlihat menggenggam erat tangan Raja karena merasa takut,


Ganom terlihat sangat fokus pada liingkaran portal yang mengeluarkan batu itu,


"Segel sihir apa yang sebenarnya digunakan oleh bocah itu?" Ucapnya dengan wajah bingung,


"Apakah cucumu sudah serius, Tassy?" Lanjutnya bertanya kepada Tassy yang berada disamping kirinya,


"Belum ... ini baru permulaan ...." Jawabnya sambil melihat batu besar itu terjatuh,


"Jika dia serius, maka pelindung ini tidak akan bisa bertahan dari dampak serangannya." Lanjutnya menatap retakan dipelindung Annaroth yang semakin menjalar,


Banyak penonton terlihat ketakutan, Ryd tidak menyadarinya dan terus melakukan tugasnya,


"Penampakkan sihir yang sangat menyeramkan ... Sepertinya Richey tidak memiliki cukup ruang untuk menghindar!"


~


Batu itu terlihat semakin besar oleh Richey. Tubuhnya yang terkapar ditanah tidak bisa digerakkan hingga detik akhir terjadinya benturan besar,


'Whufh ... Dbuwfhwuar!!!'


Benturan besar mengguncangkan kolosium dan membuat semua orang panik.


~


"Richey ...." Ucap Shane tiba-tiba merasa khawatir,


Mereka berhenti berlari karena merasakan guncangan yang sangat kuat,


"Apa yang terjadi?!" Teriak Venesia bertanya-tanya,


"Aura ini ... Richey ...." Ucap Dyres melihat ke langit-langit lorong dibelakangnya,


~


Dari atas menara kolosium,


"Wanita itu gila!" Ucap Aglus dengan wajah ketakutan sambil memegang dinding,


"Kekuatan wanita itu benar-benar menyeramkan." Saut Lugo berusaha bertahan dari guncangan,


"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Ucapnya didalam hati,


Asap tebal serta puing-puing yang berjatuhan terlihat ditengah arena oleh dirinya,


"Cepatlah  Samy ...." Lanjutnya didalam hati seperti mengharapkan sesuatu kepada temannya itu,


~


Dari lorong bawah tanah, terlihat anggota Viotrone telah mengalahkan tim Niro.


"Sepertinya telah dimulai ...." ucap Zein didalam hatinya ketika merasakan guncangan,


"Hanya seperti ini kah kekuatan kalian?" ucap Losy menginjak tubuh Milo yang terkapar tak bergerak,


"Kalian merasakan itu?" ucap Haimo menatap langit-langit lorong diatasnya,


Mereka menatap langit-langit yang meruntuhkan serpihan-serpihan batu kecil dan debu ketika guncangan itu terjadi,


"Apakah aku boleh mengoleksi tubuh mereka?" tanya Marian kepada Zein,


"Kita tidak memiliki waktu untuk melakukan hobi anehmu itu ...." Jawabnya lalu segera melihat kearah gerbang dibelakangnya,


"Ha ... baiklah ...." ucap Marian dengan kecewa,


"Lihat ...." Losy melihat cahaya yang mulai menjalar dari atas gerbang,


Cahaya itu perlahan menjalar hingga kebagian bawah gerbang dengan membentuk Pola Pohon Kehidupan. Sebuah Pola Segel Kuno yang sangat kuat dan mampu menahan apapun yang disegelnya.


"Kekuatan apa ini ...." ucap Haimo saat merasakan sesuatu yang sangat kuat dari balik gerbang dibelakangnya,


Gerbang besar itu perlahan terbuka,


"Gerbang ini sangat kuat ...." ucap Dewtin berbalik menatap teman-temannya dengan tangan yang seperti habis terbakar serta darah yang keluar dari mata, hidung dan mulutnya,


"Dewtin ...." ucap Haimo sambil menangkap rekannya yang akan tersungkur itu,


Dewtin terlihat tidak sadarkan diri didekapan Haimo,


"Gerbang ini mampu membuat Dewtin mencapai puncaknya." Zein menoleh kearah Dewtin dengan tubuh menghadap ke gerbang besar didepannya,


~


Sementara itu ditengah arena,


"Serangan yang begitu dahsyat ...." ucap Ryd memegang meja didepannya lalu perlahan mengangkat tubuhnya untuk berdiri,


Ryd terdiam sesaat ketika melihat keadaan arena yang mengalami kerusakan parah,


"A ... Apa yang terjadi?" Ucapnya tercengang,


Dia melihat akar-akar tumbuhan yang yang melingkar keatas dan berukuran besar perlahan bergerak masuk kembali kedalam tanah. Dia melihat Louisiana yang ternyata ada didalam akar-akar besar itu.


"Louisiana sudah terlihat ... Bagaimana dengan Richey?" Ucapnya setelah itu,


Batu hitam besar ditengah arena terlihat masih mengeluarkan asap,


~


"Sepertinya dia memiliki niat untuk membunuh cucumu ...." ucap Zheviroth yang duduk dengan santai sambil menutup mulutnya,


Mendengar hal itu, Valden mencuri pandang kearah Namira dan Varadis,


"Mengapa kalian tetap tenang dengan serangan yang bisa membunuh cucu kalian?" Dia bertanya dengan wajah heran,


"Cucuku tidak akan kalah ...." Varadis menjawab sambil menunjuk sesuatu diarah batu besar itu,


Mereka segera menoleh kearena dan melihat sesuatu,


~


'Dbuh! ... Dbuh!'


Sesuatu dari dalam tanah terlihat menghancurkan permukaan tanah di arena,


"Apa itu? ... Sebuah lubang dari dalam tanah!" teriak Ryd terkejut,


'Whuwfh'


Richey melompat keluar dari dalam tanah dengan tubuh yang penuh tanah,


"Fuh fuh ... Ughuk ughuk ..." Dia melepahkan tanah dimulutnya dan beberapa kali batuk karena debu disekitarnya,


"Aa! ... Pakaianku kotor!" Ucapnya panik ketika melihat tubuhnya yang kotor,


"Nenek akan membunuhku kalau begini!" Lanjutnya didalam hati,


Perlahan dia menoleh kearah Namira dan segera menundukkan kepala beberapa kali seraya memohon maaf,


~


"Woa! ... Richey terlihat baik-baik saja setelah serangan dahsyat itu!" teriak Ryd setelah melihat Richey,


"Cih ... Makhluk itu ...." Louisiana terlihat sangat marah,


"Hahaha! ... Anak itu bodoh tapi sangat luar biasa!" Burdel tertawa keras hingga terdengar oleh Namira dan Varadis,


Tiba-tiba dia merasakan hawa menyeramkan yang datang dari sisi kanan. Perlahan dia menoleh lalu mendapati Namira dan Varadis yang menatapnya dengan Aura menyeramkan,


"Aa ... Aku hanya bercanda, hehehe ...." Lanjutnya panik setelah melihat mereka berdua marah,


"Dari mana mereka mendapatkan anak-anak itu ...." ucap Ganom yang terlihat takjub dengan Richey,


Tassy terlihat menahan kekesalannya,


"Mereka semua membuatku muak!" Ucapnya didalam hati,


~


Disisi lain,


Cahaya yang menyilaukan mata keluar dari balik gerbang disertai dengan hembusan angin yang kuat.


"Argh!  ... Apakah benda itu benar-benar ada didalam sana?" ucap Marian sambil menutup matanya dengan lengan kanan,


Silaunya cahaya dan hembusan angin perlahan memudar. Mereka terdiam ketika melihat sesuatu dari dalam sana.


~Bersambung