VLARAIN

VLARAIN
COUNDAR ZIEN (Jurang Hitam) #2



~


Iblis itu turun dan menghampiri Rascal yang belum bergerak,


“Hanya segini saja kekuatan yang tadi kau sombongkan itu manusia?” Lanjutnya sambil menginjak-nginjak Rascal,


~


Jauh didalam alam bawah sadarnya, Rascal kembali teringat kenangannya bersama sebuah keluarga miskin dipelosok desa saat dia masih remaja. Dia mengingat seorang pria dan wanita yang mau mengajaknya makan saat terbangun setelah tak sadarkan diri akibat terlalu banyak menggunakan Annaroth didalam latihannya.


Dia mengingat bahwa keluarga itu menemukan dirinya saat terkapar dan mulai hilang kesadaran. Dengan samar dia melihat pria itu mengangkat dirinya, sedangkan istrinya mengikuti dari belakang sambil membawa barang-barang miliknya.


Mereka membawa Rascal ke sebuah rumah kecil dipinggiran desa. Rumah itu hanya memiliki 3 ruangan kecil. Meja makan yang langsung menghadap ranjang diruangan depan, serta 1 kamar mandi dan 1 ruang untuk dapur. Meja makan yang hanya berisi satu piring dengan 3 apel diatasnya terlihat saat pertama kali Rascal membuka matanya.


Dengan kesederhanaan itu, mereka rela untuk merawat orang asing yang bahkan belum mereka kenal.


Mereka merawat Rascal yang sedang tak sadarkan diri hingga mengalah untuk tidur di kursi dan membiarkan Rascal tidur di ranjang.


Rascal mengingat ketika dirinya baru saja terbangun setelah tidak sadarkan diri semalaman. Dia melihat seorang pria yang tidak lain adalah Nuvier beserta istrinya yang tertidur di kursi.


Nuvier membangunkan istrinya ketika melihat Rascal terbangun. Suara keroncongan perut Rascal terdengar oleh semua yang berada didalam rumah itu. Mereka tertawa bersama lalu memberikan apel kepada Rascal.


Semenjak hari itu hingga beberapa hari kedepan, Rascal selalu bersama mereka. Dia tidak lupa untuk membalas budi dengan membantu mereka bekerja memanen buah dan sayuran diladang milik seorang warga didesa itu. Kebahagiaan terlihat dari raut wajah mereka berdua, terlebih karena mereka tidak memiliki seorang anak.


Kehadiran Rascal membuat mereka sangat bahagia.


~


Hari-hari bahagia berlalu dengan cepat ketika sebuah wabah virus menghampiri desa itu. Setiap orang yang terjangkit virus mengalami rasa sakit disekujur tubuh dan perlahan mematikan fungsi indera mereka. Istri Nuvier adalah salah satu yang terjangkit virus tersebut. Setiap hari dirinya selalu ikut mengantri untuk mendapatkan jatah makanan di pos kesehatan yang disediakan oleh kerajaan.


Hal ini terjadi karena desa tersebut termasuk kedalam area yang di isolasi. Semua warga desa itu tidak bisa melangkahkan kakinya keluar dari desa, karena para Kesatria yang menjaga area tersebut telah siap untuk membunuh siapa saja yang berani keluar dari desa.


Dengan belum ditemukannya obat untuk virus tersebut, para warga yang terjangkit hanya bisa pasrah dan menerima keadaan. Nuvier yang selalu menjaga istrinya, menyadari bahwa keadaan istrinya mulai memburuk. Beberapa kali dirinya mencoba untuk keluar desa demi mencari tanaman herbal, namun ketatnya


penjagaan membuat niatnya selalu gagal. Rascal yang ditinggalkan untuk menjaga istrinya tidak tahu harus berbuat apa. Setiap hari dirinya hanya menjaga wanita yang makin hari terlihat semakin memburuk itu.


~


Hingga pada suatu hari wanita itu berada dalam kondisi terparahnya. Kulit yang pucat, tubuh yang kurus dengan keringat yang terus keluar, serta semua inderanya yang telah lumpuh membuat Nuvier semakin frustasi. Dia berlari keluar rumah menuju pos kesehatan untuk meminta izin agar dibiarkan keluar dari desa guna mencari tanaman herbal untuk istrinya. Namun alasannya tidak dihiraukan oleh Kapten Kesatria yang bertugas disana.


Dirinya berusaha untuk memaksa keluar sekuat tenaga. Namun dengan kuat para Kesatria mendorongnya mundur hingga terjatuh.


Dari balik rumah seorang warga, Rascal hanya bisa melihat Nuvier berjuang sekuat tenaga untuk istrinya yang sedang sekarat.


~


Tepat dihari kematian istrinya, Nuvier terlihat sangat frustasi. Setelah selesai menguburkan jenazah istrinya, raut wajah Nuvier semakin memburuk. Dia berjalan tanpa arah dengan kondisi stress berat atas apa yang menimpanya dihari itu.


Rascal yang masih belum memahami dunia, tidak tahu harus berbuat apa untuk menolongnya. Menjaga Nuvier adalah satu-satunya hal yang dapat dia pikirkan saat itu.


Nuvier bersandar dan terdiam disebuah pohon yang berada tidak jauh dari rumahnya. Dia menangis meratapi kepergian istrinya. Baginya, istrinya lah obat untuk kepahitan dunia.


Dari balik pohon besar, Rascal berniat untuk menghampiri Nuvier. Namun sebelum dia sempat untuk melangkahkan kaki, seseorang berjubah hitam terlihat mendarat dihadapan Nuvier. Akhirnya Rascal mengurungkan niatnya lalu kembali bersembunyi dibalik pohon itu.


Orang berjubah hitam itu terlihat sedang berbicara kepada Nuvier, namun Nuvier seperti mengacuhkannya. Lalu orang itu menggunakan sebuah sihir untuk memanggil sebuah benda yang terlihat hidup. Dari kejauhan, Rascal hanya melihat benda itu seperti berdetak. Dia tidak mengetahui benda apa yang dipegang oleh orang itu.


Orang berjubah itu melanjutkan perkataannya hingga membuat Nuvier menolehkan pandangan kearahnya. Dengan ragu Nuvier mengambil benda itu.


Setelah itu dengan perasaan terkejut, Nuvier melihat benda yang dipegangnya mengeluarkan banyak cairan yang perlahan membungkus dirinya.


Sesaat setelah itu Nuvier berteriak kesakitan dari dalam cairan itu. Orang berjubah itu terlihat mengucapkan kalimat terakhirnya lalu pergi meninggalkan Nuvier.


Melihat itu, Rascal berinisiatif untuk membantunya. Dia menghampiri Nuvier yang telah sepenuhnya terbungkus oleh cairan ber-aura hitam.


Beberapa kali dia berusaha menyentuh Nuvier, namun cairan itu terasa sangat panas dan tidak bisa disentuh olehnya. Rascal menggunakan idenya untuk memendam tubuh Nuvier bersama cairan itu kedalam tanah dan menetralkannya dengan Niewral.


Dia menahan Niewral-nya dengan sekuat tenaga. Namun tidak lama kemudian dia mulai kehilangan keseimbangan. Pandangan Rascal terganggu akibat tubuhnya belum pulih sepenuhnya. Annaroth yang dimilikinya pun belum sepenuhnya kembali.


Dengan sangat kuat, Nuvier tiba-tiba mampu menghancurkan Niewral milik Rascal. Dia keluar dari dalam tanah dengan tubuh yang telah sepenuhnya menjelma menjadi Iblis. Rascal terduduk lemah lalu jatuh terkapar akibat efek samping dari kekurangan Annaroth. Dia melihat Nuvier yang terlihat sedang menatap kearah pos kesehatan. Dengan cepat Nuvier melesat dan memporak-porandakan pos kesehatan yang ada didepan jalan masuk desa itu.


Rascal yang lemah tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikannya. Dia melihat setiap perbuatan yang dilakukan Nuvier kepada semua orang yang ada disana. Satu persatu semua orang dibunuhnya.


~


Setelah desa hancur dan semua orang telah terbantai, Nuvier sempat melihat ke arah Rascal. Namun dengan sangat aneh dirinya memukul dadanya sendiri berulang kali.


Rascal meneteskan air mata melihat banyaknya mayat bergeletakan dijalan dan rumah yang hancur terbakar. Tidak lama setelah itu kesadarannya hilang. Akhirnya dia kembali terkapar tidak sadarkan diri dan tidak mengetahui kemana perginya Nuvier.


~


“Mana dirimu yang sombong tadi, manusia?” ucap Iblis Nuvier,


Iblis Nuvier terlihat masih menginjak-nginjak Rascal dengan kuat,


“Hey, Nak…” ucap seorang Wanita didalam alam bawah sadarnya,


“Tolong bantu Ibu…” Lanjutnya sambil mengusap kening Rascal,


“Caitlain…” ucap Rascal setelah mengingat suatu nama,


‘Szrbh!!!’


Iblis Nuvier yang terus menginjaknya terkejut ketika dirinya terhempas beberapa meter oleh ledakan Annaroth dari dalam tubuh Rascal.


“Apa yang terjadi…” ucap Iblis itu setelah terseret beberapa meter,


“Apakah kau membenciku manusia lemah?” Lanjutnya lalu menertawakan Rascal,


Rascal terlihat melayang dan perlahan semakin tinggi. Annaroth berwarna ungu muncul disekililingnya dengan sangat bergelora. Dia mengarahkan tangan kirinya kearah Iblis Nuvier.


“Apakah kali ini kau akan memberikan kejutan lain kepadaku?” tanya Iblis itu lalu tersenyum,


“Aku sudah mengatakan sebelumnya kalau kau itu adalah Iblis bodoh…” jawab Rascal dengan mata kanannya yang berubah warna menjadi ungu,


“MISTIC FORSH”


Rascal melafalkan Niewral-nya,


Dengan cepat Iblis Nuvier melesat seperti tertarik sesuatu yang mengarahkannya ke Rascal,


'Drasfh!'


“Pada saat kita berpindah kesini, Aku telah mengaktifkan Niewral yang membuatku bisa melakukan apa saja…” ucap Rascal sambil menggenggam leher Iblis itu dengan Annaroth Ungu yang membentuk tangan,


“Seharusnya kau tidak asing dengan nama Mistic Vall...” Lanjutnya sambil mengangkat tangan kanan,


Iblis itu terkejut setelah mendengar ucapan Rascal. Dia semakin berusaha untuk melepaskan genggaman Rascal. Dengan mengaktifkan kedua sihir miliknya yang dikombinasi, dia berniat untuk menyerang Rascal agar genggamannya terlepas.


Namun sihirnya tiba-tiba terserap kedalam tubuh Rascal,


“Terima kasih karena telah memberikan Annaroth mu untukku…” ucap Rascal dengan tatapan tajam,


Dengan cepat dia memasukkan tangannya yang terbalut Annaroth ungu kedalam mulut Iblis itu,


'Grawrr!' Iblis itu menggeram dan berusaha mendorong tangan Rascal keluar dari mulutnya,


Dengan tatapan tajam dari Rascal, dia melafalkan sebuah Niewral Kuno.


“MISTIC DON”


Sebuah cahaya berwarna ungu terlihat dari dalam mulut Iblis Nuvier,


Perlahan kulit iblis terserap menuju kedalam cahaya yang berada ditangan Rascal. Iblis itu berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan genggaman Rascal. Namun perlahan dirinya melemah dan tidak berdaya.


Tatapan matanya seperti menyimpan dendam yang sangat besar. Rascal membalas tatapan itu dengan tatapan yang penuh dengan kemarahan.


“Maafkan aku pak tua, Aku membutuhkan waktu untuk mengaktifkan Niewral ini…” ucap Rascal,


Setelah seluruh tubuh Iblis terserap, Rascal menangkap Nuvier yang tidak sadarkan diri. Tangan kiri Rascal yang sebelumnya berada di dalam mulut Iblis, saat ini terlihat berada tepat didepan wajah Nuvier. Dia mengayunkan tangannya kebelakang,


“Maafkan aku karena membiarkan mu merasakan semua hal ini, Pak Tua…” ucap Rascal dengan hati yang sedih,


‘Szrufh…!’


Dengan berat hati, Rascal menusukkan tangannya ke dada Nuvier.


~Bersambung