VIRTUAL WORLD

VIRTUAL WORLD
Episode 8 : Kazu



Keesokan harinya James bangun lebih pagi dari biasanya karena Carl berencana untuk menginap dirumah. James bergegas bersiap diri.


Kata Carl, dia akan bersama dengan temannya, namanya Kazu. Dia berasal dari Jepang pindah ke Amerika karena ayahnya kerja disini.


Kazu merupakan teman satu kelas James dan Carl. James tidak terlalu dekat dengan Kazu, karena Kazu anaknya sedikit pendiam. Kazu memiliki penampilan seperti seorang kutu buku. Berbadan kecil, berkaca mata dan penampilan yang selalu rapi.


Kazu sangat menyukai game. Pengetahuannya tentang berbagai game tidak bisa diremehkan. Meskipun menyukai game, Kazu bisa dibilang anak jenius. Dia bisa mempelajari sesuatu hal dengan cepat. Oleh karena itu mungkin Carl berpikir jika Kazu akan sangat berguna jika bermain bersamanya.


Ting tong!!!


"James ada 2 temanmu kemari" teriak ibuku


"Baik mom"


James keluar dari kamarnya menuju ruang tamu.


"Hai kalian, apakah kalian sudah mempersiapkan diri untuk menginap hari ini?"


"All done, semua sudah lengkap." Jawab Carl


"Aku juga sudah siap!" Jawab Kazu


"Baiklah ayo pergi kekamarku untuk menaruh barang-barang kalian, lalu kita makan bersama." Ajak James


"Baiklah"


Mereka bertiga menuju kamar James. Meskipun kamarnya tidak terlalu besar, kamar tersebut mampu menampung 3 orang tanpa merasa sempit.


Setelah menaruh barang dan berganti baju, mereka bertiga makan bersama diruang makan dengan kedua orang tuaku dan adikku. Carl terlihat sangat kelaparan, mungkin karena tubuhnya yang besar membutuhkan kalori yang banyak juga. Kazu dan James makan seperti orang pada umumnya tidak tergesa-gesa


Setelah menyantap hidangan tersebut, mereka bertiga menuju kekamar James untuk mulai bermain game.


"Hey, ngomong-ngomong Kazu, nickname mu di game apa? Supaya mudah menemukanmu dalam game." Kata Carl


Kazu mencari sebuah kertas lalu menulis sesuatu. Setelah selesai Kazu menunjukkan tulisannya kepada James dan Carl


James dan Carl mengerutkan dahi karena kesulitan membaca tulisan tersebut.


Zknight_DtrightAlph


Nama yang cukup sulit untuk membacanya. Kazu hanya tertawa melihat ekspresi James dan Carl.


Setelah mengetahui masing-masing nick mereka, mereka mengeluarkan kapsul mereka dan segera memasuki dunia buatan tersebut


WELCOME


Kata pertama yang muncul saat memulai game. Setelah masuk dalam game tersebut, mereka segera mencari satu sama lain karena mereka muncul secara acak di kota ini.


"Hey kazu, kau memilih class apa didalam game ini?" Tanya Carl


"Aku memilih class marksman, karena menurutku itu akan lebih mudah."


"Baguslah kalau itu, aku adalah fighter, sedangkan james menjadi mage. Kombinasi yang sempurna hahaha."


"Omong-omong, kau sudah level berapa?"


Tanya James


"Level 5, aku memasuki game ini kemarin, jadi tidak terlalu tinggi. Memang kalian sudah level berapa?"


"Kami sudah level 8 hahaha" Jawab Carl


"Apa!! Cepat sekali kalian menaikkan level. Padahal kapsul ini dijual kemarin dikota ini. Menurut perhitunganku paling tidak orang akan berada di level 6 jika orang itu tergila-gila dengan game ini. Apa yang kalian lakukan?" Jawab Kazu terkejut.


"Hahaha, kami kebetulan membunuh monster lebih kuat. Kamipun bekerja sama untuk membunuh monster itu. Itulah mengapa kita memiliki level lebih tinggi." Jelas James.


"Jadi begitu. Apakah kalian sudah menyerahkan quest membunuh 10 **** hutan kepada Drake?"


"Belum, kami berniat menyerahkannya sekarang. Apakah kau juga Kazu, belum menyerahkan quest?


"Bagus lah, kita bisa berangkat bersama." Kata James


Mereka bertiga berjalan untuk menemui Drake. Mereka ingin mendapatkan hadiah dari quest tersebut dan melihat apakah ada quest lagi yang menanti mereka bertiga.


Setelah berjalan 1 menit dari mereka berkumpul. Mereka akhirnya sampai ketempat Drake berada.


"Halo pejuang muda, apakah ada yang bisa saya bantu?" Ujar Drake


"Hai Drake, kami bertiga ingin menyerahkan quest ketiga kami." Jawab Carl


"Wow kalian sudah menyelesaikannya tanpa kesusahan. Baiklah ini hadiah kalian."


Mereka bertiga mendapatkan 200 gold, 500 exp dan 1 rusty pickaxe.


"Akhirnya aku naik 1 level." Ucap Kazu yang sekarang level 6.


"Selamat yaa, 2 level lagi baru sejajar dengan kami hahaha." Ucap Carl


"Itu pujian atau bukan?" Jawab Kazu


Sementara mereka berdua saling bercanda James merasa bingung kenapa mendapatkan pickaxe ini.


"Hey Drake, pickaxe ini untuk apa?" Tanya James


"Hahaha, aku lupa memberitahu kalian jika itu digunakan untuk quest ke-4, menambang."


"Menambang?" Jawab Carl dan Kazu serempak.


"Yaa kalian bisa mendapatkan quest itu jika kalian bertanya ke Geroud. Dia akan memberikan quest ke-4 kalian dan akan menjelasakannya."


"Baiklah, terima kasih Drake." Ucap James.


Setelah mereka menyerahkan quest ke-3, mereka segera menuju ke blacksmith, tempat Geroud berada. Mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ke blacksmith karena mereka sudah hafal sebagian isi dari kota ini.


Ditengah perjalanan mereka melihat ada bangunan yang cukup unik. Berbentuk seperti bangunan pada abad ke-5 masehi yang ternyata itu adalah toko yang menjual beberapa peralatan langka di game ini.


"Hey kalian, kita mampir ke toko itu sebentar yuk. Aku mau beli sesuatu." Pinta James


"Baiklah." Jawab Carl


Setelah mereka semua setuju, mereka langsung memasuki toko tersebut. Didalam toko tersebut seperti lebih besar dari tampak luarnya dan memiliki barang yang sangat beragam. Suasananya sedikit mencekam, karena adanya barang-barang antik aneh yang belum pernah mereka lihat.


"Hai selamat datang di toko kecil kami, ada yang bisa saya bantu tuan?" Ucap penjaga toko saat mereka sudah masuk. Toko tersebut hanya memiliki 1 penjaga toko dan 1 kasir.


"Ah iya, bolehkah kami melihat-lihat sebentar?" Tanya James


"Oh tentu saja, silahkan dilihat. Jika ada yang ditanyakan bisa tanyakan kepada saya."


"Baiklah, terima kasih."


Penjaga tersebut hanya membalas dengan senyuman.


.


.


.


.


.


Terima kasih telah membaca novel ini


jangan lupa like dan komentar jika ada yang ingin ditanyakan. Terima kasih***