
5 menit berlalu mereka telah membersihkan area ini. Mereka menyusun rencana untuk menghabisi laba-laba raksasa tersebut.
James memikirkan sebuah rencana untuk melumpuhkan kaki laba-laba tersebut. James merencanakan itu supaya pergerakan monster itu menjadi sangat lambat atau tisak dapat bergerak sama sekali
Setelah menyusun dengan matang mereka mulai menjalankan rencana tersebut untuk membunuh laba-laba raksasa itu.
Mereka mengelilingi laba-laba tersebut tepat dibawah kaki laba-laba tersebut. Mereka berencana setidaknya 1 orang melumpuhkan 1 kaki.
Mana shot!!!!
Mana shot!!!!
Mana shot!!!!
James menambakkan 3 mana shot untuk memastikan kaki dihadapannya benar-benar lumpuh.
Arghhh....
Zrassh....
Carl mengeluarkan rage dan menebas kaki laba-laba tersebut menjadi 2
Explosive arrow..!!!!
Kazu menembakkan panah yang memiliki daya ledak untuk melumpuhkan kaki tersebut.
Grooarr..!!!!
Laba-laba raksasa tersebut mengerang kesakitan. Mereka bertiga pergi menjaga jarak dari laba-laba tersebut.
"James, apa yang kita lakukan selanjutnya. Laba-laba tersebut sudah tidak bisa bergerak lagi." Tanya Carl. Memang James yang merencanakan ini, sehingga mereka bertanya apa langkah selanjutnya.
"Uhh..., sebenarnya setelah ini aku tidah tau harus apa hehe" jawab James dengan sedikit malu
"Apaa!!!!.." Kaget Kazu
"Hmm kita serang saja bagian vitalnya, itu pasti akan melemahlan laba-laba tersebut. Serang matanya dulu." Lanjut Kazu
Mana shot!!!
Explosive arrow!!!
Slash!!!
Mereka bertiga menyerang bersamaan kearah mata monster itu. Monster tersebut mengerang kesakitan tetapi belum adanya tanda-tanda laba-laba tersebut akan tumbang. Malah laba-laba tersebut semakin ganas.
Laba-laba tersebut mulai menyerang menggunakan sisa kakinya. Mereka bertiga secara reflek menghindari serangan tersebut. Tubuh mereka terasa lebih ringan dari pada di dunia nyata, sehingga mereka dapat menghindar dengan mudah. Ditambah pergerakan laba-laba yang tidak begitu cepat karena dalam kondisi lemahnya membuat mereka tidak tersentuh sama sekali.
Groaarrr...!!!
Laba-laba tersebut mengamuk. Emosinya meledak-ledak membuat serangan laba-laba tersebut sedikit lebih cepat. Laba-laba itu mulai mengeluarkan senjata pamungkasnya. Mosnter itu mengeluarkan jaring laba-laba dan mulai menembakkan jaring tersebut ke arah James, Carl dan Kazu. Serangan kaki laba-laba tidak ikut berhenti membuat James, Carl dan Kazu tidak dapat menyentuhnya.
"Ya kau benar." Jawab Kazu. Mereka kesusahan menyerang laba-laba tersebut karena sibuk menghindari laba-laba tersebut.
"Hey kalian, coba ulur waktu sebentar, aku akan mencoba memikirkan sesuatu."
"Baiklah." Jawab Carl dan Kazu serempak.
Kazu dan Carl mencoba untuk mengulur waktu agar James bisa berkonsentrasi. James memikirkan jika dia bisa mengumpulkan mana ditangannya hingga membentuk bola raksasa.
James mencoba untuk berkonsentrasi mengumpulkan mana ditangannya. Tetapi tidak terjadi apa-apa
"Ck!! Siall. Bagaimana cara melakukannya. Padahal sebelum login ke game ini aku sudah melihat video tutorial untuk menciptakan skill baru." Batin James
Tiba-tiba ada seseorang terlempar didekat James. Ternyata itu Carl yang terkena tendangan kaki laba-laba itu. Carl menabrak dinding gua hingga dinding itu retak.
"Hey Carl, apakah kau baik-baik saja."
"Ughhh.. kepalaku rasanya mau pecah."
"Kau istirahat saja dulu disini, aku akan membantu Kazu."
"Aghh.. baiklah."
Kazu memiliki kecepatan yg lebih tinggi dari pada James dan Carl dan lebih lincah untuk menghindari serangan musuh karena class yg dipilihnya. Sehingga dapat menghindari serangan laba-laba tersebut dengan mudah. Tetapi staminanya lebih rendah. Oleh karena itu, James mencoba berkali-kali teknik tersebut sebelum Kazu kehabisan tenaga.
Kali ini James mencoba untuk lebih berkonsentrasi sambil memikirkan nasib kedua temannya. Seketika bola-bola berukuran kecil berwarna biru melayang disekitar telapak tangan James bergerak mengumpul ditangan James. Semakin lama, kumpulan bola-bola kecil tadi membentuk bola yang lebih besar seperti bola basket.
"Akhirnya berhasil juga." Batin James.
James menambah konsentrasinya. Bola ditangan James semakin besar, berdiameter hampir 2 meter. James mengarahkan tangannya ke arah monster tersebut sambil memperbesar ukuran bola mana tersebut. Saat James mengarahkan tangannya ke arah laba-laba tersebut, bola mana itu mulai berputar dengan kecepatan yang luar biasa hingga tercipta angin disekitarnya. Saat mana James mulai habis James siap menembakkan bola berdiameter 2 meter lebih itu.
"Kazu, menghindarlah." Teriak James
"Baiklah." Kazu dengan sigap menghindar dari posisi aslinya menjauhi laba-laba tersebut.
Giant Mana Ball......!!!!!!
Wushh!!!
Bola mana tadi melaju dengan sangat cepat berputar membelah udara tipis di gua ini.
**Duarrrr..!!!
Terima kasih telah membaca novel ini
jangan lupa like dan komentar jika ada yang ingin ditanyakan. Terima kasih***
maaf kalau slow update, banyak hal yang harus didahulukan**