
Hai para readers, hari ini cerita akan diganti dengan perspektif orang ketiga. Jika sebelumnya menggunakan perspektif orang pertama. seperti kata "Aku" diganti dengan nama orang. Mohon maaf jika merasa tidak nyaman atas perubahan ini
Mereka bingung terhadap hal yang mereka hadapi. Menghadapi moster level 9 hanya dengan 2 petarung level 5 sangatlah sulit untuk dapat menang.
Di permainan ini jika mati dapat hidup kembali san sebagian exp akan hilang, tetapi rasa sakit masih dapat dirasakan oleh pemain meskipun telah dikurangi setengahnya. Dan juga saat hidup kembali akan ada rasa yang sangat lapar. Oleh karena itu, biasanya para pemain akan membawa makanan yang cukup banyak. Sedangkan mereka berdua tidak memiliki makanan apapun didalam tas mereka
lipan tersebut mulai menyerang mereka berdua. Tetapi serangan tersebut sangat mudah untuk dihindari oleh mereka karena kecepatan serangannya tidak terlalu cepat.
Saat mereka sudah cukup jauh dengan lipan tersebut, Carl tiba-tiba berfikir jika bisa membunuhnya.
"Hey James, bagaimana jika kita coba saja membunuhnya."
"Apa!!, apa kau sudah gila? Monster itu sudah level 9, sedangkan kita masih level 5 meskipun berdua. Kemungkinan untuk menang sangatlah kecil" Kataku
"Hey, siapa bilang kita akan menghadapinya secara langsung. Kau lihat batu besar disana, kita akan buat dia marah, lalu lipan tersebut akan menterang ke arah kita yang berada di depan batu besar tersebut. Kemudian kita coba untuk menghindar agar lipan tersebut menabrak batu tersebut." Kata Carl dengan idenya
"Rencana tersebut sangatlah bagus, tapi bagaimana jika lipan tersebut tidak mati." Kataku
"Hey, setidaknya kita sudah melemahkan monster itu. Setelah monster itu lemah, akan semakin mudah untuk kita mengalahkan lipan tersebut"
"Baiklah-baiklah"
Mereka berdua berlari menuju lipan tersebut. Ketika mereka sudah dekat dengan lipan dan berada di depan batu basat itu, James menyerang hanya untuk memancing lipan tersebut agar menyerang kearah batu ini.
Mana Shot.
Boom!! serangan itu mengenai bagian bawah dari lipan. Karena bagian bawah lipan tidak sekeras bagian atasnya, serangan tersebut cukup untuk membuat luka lipan tersebut.
Karena serangan tersebut dapat melukai lipan, mereka berdua melihat adanya harapan untuk membunuhnya. Lipan tersebut terlihat sangat marah. Monster itu berlari menuju batu dengan lebih cepat daripada sebelumnya.
"Hey, bersiap-siap lah James."
"Ya aku tau itu"
saat lipan sudah 2 meter di depan mereka, mereka berdua lari berlawanan arah( ke kanan dan ke kiri) untuk menghindari hantaman lipan tersebut
Duarr!!!
Lipan tersebut menabrak batu besar itu hingga membuat batu tersebut retak hampir terbelah. Hal tersebut membuat mereka berdua merinding terhadap kekuatan lipan tersebut. Lipan tersebut terlihat pusing setelah menabrak, pergerakannya tidak teratur.
"Ini kesempatan kita James, mari kita gunakan skill baru kita."
"Baiklah" Kata James
Mana Seal.
Muncul 5 rantai dari bawah lipan tersebut.
"Hey Carl, gunakan skillmu untuk menyerang lipan itu. Aku akan berusaha menahannya." Teriak James
"Baiklah"
Aaaarghh...
"Serang pada bagian bawah tubuhnya. Itu merupakan bagian terlemah dan vital seekor lipan." Teriak James
"Baiklah" Kata Carl sambil mengacungkan jempolnya.
Carl berlari sangat cepat sambil mengeluarkan pedangnya. Lalu Carl melompat dengan tinggi saat sudah mencapai 2 meter dari monster sambil mengarahkan ujung pedangnya ke bagian dada monster tersebut.
Hiyaaa....
Carl menusukkan pedangnya di dada lipan tersebut. Seketika lipan raksasa itu meronta kesakitan. Dengan spontan, Carl mundur dari monster tersebut.
Mana Shot
Teriak James mengarahkan tongkat sihirnya kemusuh tersebut. Tembakan tersebut mengenai luka tusukan Carl tadi sehingga luka yang dihasilkan lebih parah.
James menembakkan mana shot sebanyak 5 kali sebelum mana James habis. Setelah tembakan tersebut, lipan raksasa tersebut jatuh ketanah dan tidak bergerak lagi.
Naik level
Naik level
Naik level
"Wow, kita naik 3 level sekaligus setelah membunuh lipan ini." Kata James dengan semangat.
"Ya kau benar, hah-hah. Memang setimpal mengalahkan monster lipan itu dengan usaha kita" Jawab james terengah-engah
"Ya kau benar James."
Mereka tiduran diatas rumput karena lelah telah mengalahkan monster itu. Mana mereka benar-benar terkuras habis karena telah menggunakan semua kekuatan mereka
"Hey lihat disana James, monster itu meninggalkan item, sepertinya barang yang bagus."
"Kau ambil saja item tersebut lalu bawa kesini, aku masih lelah"
"Baiklah"
Carl berjalan menuju bangkai monster tersebut. Ia melihat sesuatu yang aneh saat dekat disana.
"Hey James, kemarilah cepat. Ada sesuatu yang menarik disini." Teriak Carl
.
.
.
.
Hai para readers. author minta tolong untuk berikan likenya agar bersemangat lagi untuk membuat novel ini. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penggunaan kata. Terima kasih untuk semua