
Setelah menyelesaikan pergulatan panas mereka di kasur king size itu keduanya masih mengatur nafas yang belum teratur dengan keringat yang membanjiri setiap inci tubuh mereka..
" Thank you honey,you're the best " ucap Arthur mengecup kening Angel..
Karena Angel kelelahan akibat Arthur yang tak ada puasnya akhirnya dia tertidur dalam pelukan sang suami dengan tubuh polos yang di tutupi selimut tebal..
Ting
Satu pesan masuk ke ponsel Arthur,
✉️ : Tuan,apa yang harus saya lakukan pada dua manusia ini?
Ternyata itu pesan dari Malik yang kini dia berada di ruangan bawah tanah tempat dimana Cynthia dan Edo di sekap..
Arthur menuju balkon kamarnya dia pun menelepon si asisten berdarah dingin itu..
📲 : Halo Malik apa kau masih di sana?
📲 : Iya tuan saya masih di ruang bawah tanah untuk mengecek keadaan mereka
📲 : Apa yang terjadi dengan mereka?
📲 : Keadaan mereka lemah tuan karena luka di tubuh mereka,apa saya bawakan dokter kemari?
📲 : Terserah kau saja dan lupa beri mereka makan yang cukup bagaimana caranya mereka harus makan dan beri mereka obat karena aku mau bawa Mereka menghadap istriku tapi tak dalam kondisi mengenaskan
📲 : Baik tuan akan saya laksanakan perintah nya
Angel terbangun karena mendengar sang suami yang menelepon seseorang yang tidak dia tahu.. Wanita itu memakai kembali piayamanya dan menghampiri sang suami
" Siapa yang kau telepon dad? Tanya Angel yang memeluk Arthur dari belakang
" Bukan siapa-siapa,apa aku membangunkan mu? Tanya Arthur
" Ya kau berisik sekali dad mengganggu tidurku saja " cebik Angel
" Sorry honey tadi Malik yang menelepon ada satu urusan yang dia tanyakan " sahut Arthur membawa Angel ke depan kini berhadapan dengannya
" Kenapa sehabis bercinta kamu semakin seksi honey,tubuh mu ini juga semakin padat apa karena hormon kehamilan? Lanjut Arthur yang meraba benda kenyal Angel
Angel hanya menghela nafasnya melihat kemesuman sang suami yang kini tangan nya tak bisa diam traveling ke Setiap inci tubuhnya
" Dad,aku lelah jangan mulai lagi " balas Angel
" Aku hanya mengecek tubuhmu saja honey,kenapa kau semakin membuat ku bergairah tiap harinya.. Aku ingin melakukannya setiap hari, rasanya tak puas hanya berolahraga sejam saja " bisik Arthur menggoda
" Akhg kau ini semakin hari semakin naik level kemesuman nya,hm .. Aku kewalahan menghadapi mu yang menggila kalau di atas ranjang " sahut Angel
" Tapi kau sangat menikmati nya honey,apa kau mau lagi? Aku siap sedia kapan saja " goda Arthur lagi..
" Bicara denganmu soal itu tak akan ada ujungnya,awas aku mau membersihkan diri dulu " gerutu Angel
" Ha-ha-ha honey ayolah kita tambah beberapa part lagi sesi olahraga nya " teriak Arthur yang di abaikan sang istri..
🌻🌻🌻
Ke esokan hari nya Arthur sudah rapi dengan pakaian kerjanya,Angel menatap sang suami dari ujung ranjang..
" Kenapa kau semakin tampan dad,aku tak rela kalau kau ke kantor karena banyak mata yang melihat mu " seru Angel dengan wajah cemberut nya
" Hahaha Honey aku pergi bekerja bukan kemana mana dan aku masuk kantor juga dari lift khusus tidak ada orang yang bisa menatap ku seperti yang kau pikirkan " sahut Arthur yang kini berlutut di depan Angel
" Aku hanya milikmu dan dia " lanjut Arthur yang mengelus perut Angel yang sudah membuncit
" Apa aku boleh ikut dengan mu? Tanya Angel dengan manjanya
" No,kamu harus banyak-banyak istirahat sayang " jawab Arthur
" Ck, sekarang saja kamu bilang istirahat sedangkan semalam apa kamu memberi ku istirahat? Gerutu Angel
" Kalau itu kan aku ajak kamu olahraga di atas ranjang biar sehat dan dedeknya senang di kunjungi daddy nya " sahut Arthur yang tak tahan menahan tawanya
" Sudah ayo kita sarapan,pasti papa sudah menunggu kita " ajak Angel
Tiba di ruang makan benar saja papa Akhsan,Freya dan suaminya sudah menunggu Mereka..
" Berisik frey,ayo makan " sahut Arthur
Mereka pun menikmati makan pagi dengan di selingi canda tawa, sungguh suasana yang nyaman bagi semuanya..
Di sela makan tiba-tiba Angel menanyakan keberadaan Cynthia..
" Bagiamana dengan Cynthia? Tanya Angel menatap sang suami
Sejenak hening tak ada suara bahkan mereka menghentikan makan mereka..
" Sayang,kenapa diam? Apa kau melakukan hal yang tak aku suka pada wanita itu?
" Ekhem,kita selesaikan makan dulu ya nak " papa Akhsan menengah kan semuanya
.
.
Selesai makan semuanya seperti menghindari pertanyaan Angel dengan buru buru berangkat melanjutkan pekerjaan masing-masing..
Hanya Arthur dan Angel yang berada di ruang tamu menuju pintu untuk mengantar sang suami berangkat ke kantor..
" Dad,kau belum menjawab pertanyaan ku tadi " seru Angel
" Nanti kamu juga akan tahu honey,aku akan bawa dia ke hadapan mu tapi tidak sekarang,oke ! Kamu harus pikirkan kesehatan kamu dan calon anak kita..
Aku pergi dulu " sahut Arthur mencium kening Angel dan tak lupa dia berlutut dan mencium perut Angel
" Anak daddy jangan nakal ya, Daddy pergi dulu " seru Arthur
" iya daddy,cari uang yang banyak biar aku dan mommy bisa shopping menghabiskan uang daddy " sahut Angel menirukan suara anak kecil..
Saking gemasnya melihat sang istri tanpa menghiraukan supir dan beberapa satpam yang ada di sana, Arthur meraup bibir Angel dengan penuh rasa sayang..
semua orang yang ada di sana hanya bisa memalingkan wajah mereka melihat tuan mereka seperti itu..
🌻🌻🌻
Tujuan Arthur hari ini bukanlah kantor melainkan ruang rahasia nya yang berada di sebuah rumah yang jauh dari pusat kota..
Apa lagi tujuan nya kalau bukan melihat orang yang sangat ingin di bunuh nya..
Tiba di halaman rumah rahasia nya Arthur sudah di tunggu oleh Malik dan beberapa bodyguard yang mereka miliki..
" Selamat datang tuan " ucap Malik
" bagaimana keadaan mereka? apa kau sudah bawa dokter kemari? tanya Arthur
" Mereka sudah di tanganin oleh dokter,dan sudah di berikan beberapa vitamin mungkin beberapa hari kemudian baru kering luka yang ada di tubuh mereka " sahut Malik yang mengikuti langkah Arthur masuk kedalam sana
" Apa kau sangat senang menyiksa mereka? Sepertinya sudah lama sekali kita tidak melenyapkan seseorang " balas Arthur
" Tuan harus ingat nona Angel dan calon anak kalian jangan sampai tuan lepas kendali melihat mereka "Malik mengingatkan Arthur
" sejenak kapan kau jadi cerewet,Malik " sentak Arthur
" Maaf tuan,mari saya antar ke ruangan mereka karena saya memindahkan mereka ke kamar dulu yang sedikit lebih layak karena melihat kondisi mereka " seru Malik..
*ceklek
dua buah ranjang yang di isi dua orang yang sangat tak berdaya bahkan untuk mengeluarkan suara saja terasa berat bagi mereka..
" cih bahkan aku tak merasa Kasih melihat dua orang brengsek ini " batin Arthur*
.
.
.
.
happy reading gengs Jangan lupa trus berikan dukungan kalian untuk author biar naik ranking ceritanya 😉