
"Ini Serivs Yah?" tanya Anwar tak percaya.
"Serius dong" Kata Ayah meyakinkan.
"Buat aku mana?" tanya Dina.
"untuk kamu ya 2 tahun lagi pas udah lulus sekolah. Kalau Anwar kan udah lulus dan memiliki kebutuhan untuk mendukung hobby nya."
"Hmm... Kakak terus" ucap Dina dengan cemberut
"Sudah-sudah, ini kan hari bahagia kita jangan berantem dong!" sahut ibu dan dilanjutkan dengan tawa riang mereka..
...****************...
Selesai makan mereka kembali ke rumah dengan Perasaan bahagia. Ibu yang awalnya curiga dengan Ayah Kini hatinya merasa lega, di tambah lagi Ayah menambah uang bulanan yang membuatnya Semakin sayang. Kehangatan Keluarga mereka pun tercipta Kembali.
Dua bulan berlalu, sikap Ayah Kini Kembali lagi Seperti dulu, tak pernah ada waktu untuk keluarga, bahkan cuek dan acuh tak acuh. Setiap kali Ibu menegurnya, jawaban yang diberikan selalu sama.
"Ayah cape lo Bu, besok kita bahas."
Mendengar jawaban yang selalu sama, Ibu mulai curiga lagi. Saat Ayah tidur lelap, ibu mengecek handphone Ayah namun tak menemukan apapun. Merasa putus asa, akhimya Ibu memutuskan untuk memasang GPS di Handphone Ayah dan handphone nya digunakan untuk mengontrol Kemana saja Ayah akan Pergi. Keesokan paginya, Ayah Pergi Ke Kontor Seperti biasa namun ia tak menyadari apa yang telah dilakukan sang istri. Ayah tak pergi ke kantor akan tetapi ia pergi ke rumah direktur vita.
"Ya Allah, ini rumah siapa?" tanya lbu yang melihat ayah melalui GPS.
Hati nya makin tak karuan, ia berusaha berfikir Positif untuk menghibur diri sendiri. Akan tetapi, ia tak lagi bisa berfikir Positif ketika melihat GPS yang menunjukan Ayah sedang berada hotel yang berada di luar kota. Deg... Jantunga terasa mau berhenti berdetak, pikirannya sangat Kacau. Tak mungkin Ayah melakukan meeting di hotel apalagi sampai di luar kota. Ia berusaha menghubungi Ayah namun tak Kunjung mendapat respon. 5 menit Kemudian Ayah menulis chat.
"Ayah lagi banyak masalah bu, di Kantor sedang rumit. Nanti Ayah telfon balik." Ucap Ayah di dalam Pesan tersebut.
"Kenapa Ayah bohong lagi?" ucap Ibu dalam hati.
Tak mau terus terusan bersedih, akhirnya Ibu memutuskan Untuk menelfon Kantor.
"Selamat Pagi Ibu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sekretaris Ana.
"Saya ingin bicara dengan bapak " Jawab Ibu
"Mohon maaf Ibu Bapak direktur Sedang tidak berada di Kontor. Apakah ada Pesan ?"
"Hmm.. Tidak ada. Ya sudah terima Kasih."
"Baik Bu" jawab sekretaris Ana lalu mengakhiri telpon.
Mendengar Jawaban dari sekretaris Ana, Ibu semakin yakin bahwa Ayah telah bermain Hati. Kemudian, ibu memutuskan untuk Pergi ke bank, untuk melakukan Pengecekan rekening Koran milik suaminya itu. Setelah dicetak, Ibu segera memeriksanya. Hatinya Perih melihat transaksi yang dilakukan Ayah. Bagaimana tidak? Ayah sering mengirimkan uang Kepada seseorang bernama Vita Ayudia yang jumlahnya Cukup besar. Bahkan ia juga melihat ayah sering membayar hotel padahal mereka sama sekali tidak tidur di hotel. Lantas dengan siapa Ayah ke hotel? Apakah bersama Vita? Siapa vita? tanya Ibu dalam hati. Ia menangis sesenggukan di dalam mobil, hatinya benar benar hancur. Padahal tak pernah ada Kejadian seperti ini, ia juga tak percaya Ayah setega ini. Namun, ia tak beleh terlihat lemah. Tak ingin ia membuat anak anaknya bersedih, ia memutuskan untuk berpura pura Seolah tak terjadi apa apa. Malam pun berlalu, namun Ayah tak kunjung pulang. GPS juga menunjukan bahwa Ayah masih berada di hotel. Memikirkan hal itu ibu terus merasakan Sesak di dadanya.
Pukul 17.00 Ayah tiba di rumah dengan mood yang amat sangat baik. Ibu yang melihat hal itu pun Semakin Cemburu. Apa yang Vita lakukan sampai sampai Suaminya saat ini menjadi sangat bahagia? tanya Ibu Pada dirinya sendiri. Akhirnya, Ibu memutuskan untuk mendatangi rumah Vita. Bukan tanpa alasan, namun ingin memberi peringatan. Ibu pun segera melaju menaiki mobil alphard miliknya dengan Kecepatan tinggi. Atas bantuan warga sekitar akhirnya Ibu dapat menemukan alamat rumah Vita. Sesampainya di depan rumah, ibu menghembuskan nafasnya dengan Keras lalu memencet bel.
"sebentar" teriak wanita paruh baya dari kejauhan.
"Ada yang bisa saya bantu?" taya wanita paruh baya itu
"Maaf bibi, apakah benar ini rumah Ibu Vita?" tanya Ibu
"Benar Bu, ada Perlu apa ya?"
"Sebentar Bi, saya ingin memastikan apakah ini benar rumah Ibu Vita yg saya cari atau bukan. Soalnya saya Sudah Salah rumah 2 Kali. Kalau boleh tau pekerjaan Ibu Vita apa ya bi?" tanya Ibu basa basi untuk menggali informasi.
"Oh... ibu vita bekerja sebagai direktur PT. Abadi " Ucap bibi.
"oh iya ada, silahkan masuk"
Setelah itu, Ibu diarahkan untuk menunggu di ruang tamu. Selang 5 menit kemudian, muncul seorang gadis muda yang sangat cantik dengan rambut sebahu dan berpakaian santai. Ibu yang melihat wujud Perempuan itu pun terkejut dan insecure jika harus menegur wanita berpendidikan seperti ia. Pantas saja Suaminya tergoda oleh wanita ini. Penampilannya menarik, Cantik, berbadan bagus, serta menjadi seorang direktur yang Pastinya Sangat pandai. Benar benar wanita idaman Kaum adam. Namun opininya berbalik ketika membayangkan pihak wanita. Bagaimana mungkin gadis cantik nan muda ini suka dengan suaminya yang sudah beranak pianak bahkan berkepala empat?
"Apa hanya karena uang?" tanya Ibu dalam hati.
"Maaf ada perlu apa ya?" tanya gadis cantik itu yang membuat Ibu berhenti melamun.
"Apakah benar dengan Ibu vita?" tanya Ibu
"Iya, Saya Sendiri. Ada yang bisa saya bantu?"
tanya vita.
"To the Poin saja, Saya ingi mengajak perusahaan anda untuk bekerja sama dengan saya." Jawab Ibu berbohong
"Oh jadi masalah Pekerjaan? Saya tidak menerima Client di luar jam Kantor Jadi ini Kartu nama saya, Ibu bisa datang ke Kantor saya besok!" Jawab vita dengan singkat.
"Baik Kalau begitu saya permisi" ucap ibu untuk menyudahi kebohongannya.
Akhirnya, Ibu pulang dengan Perasaan khawatir, namin Sedikit lega Karena Sepertinya gadis muda seperti Vita hanya membutuhkan uang dari suaminya, bukan Karena Cinta.
Keesokan Paginya, Ayah bekerja seperti biasanya namun di Perjalanan ban mobil nya bocor Sehingga la sedikit terlambat, Ia tiba di Kontor Pukul 09.00. Saat memasuki ruangannya, ia kaget bukan main. Nama yang berada di atas mejanya kini tertulis VITA AYUDIA. Ia pun langsung menghubungi Vita namun tetap tak mendapat respon, akhirnya ia menelfon Sekretarisnya.
"Halo, Selamat Pagi Pak." Ucap Sekretaris Ana.
"Tidak usah basa basi, sekarang juga kamu ke ruangan Saya!" Ucap Ayah dengan tegas.
Sesampainya di ruangan, Ana sedikit takut melihat ekspresi marah direktur di depannya.
"Apa apaan ini?" tanya Ayah sambil menunjuk nama yang ada di mejanya.
"Emm.. Saat ini saham bapak telah dipindah namakan Kepada Ibu Vita. Jadi seperti yang bapak lihat, direktur Utama Perusahaan ini sekarang adalah Ibu Vita Ayudia."
"Bagaimana bisa?"
"Saya juga Kurang tahu pak, namun Permasalahan ini Sedang di bahas di ruang meeting dengan seluruh Pemegang Saham Pak." Jawab sekretaris Ana.
Tanpa berkata apapun, Ayah berlari menuju ruang meeting. Apa apaan ini?" tanya ayah sambil memasuki ruangan
"Bapak Hermawan, Sebaiknya anda keluar dari sini Karena kami sedang membahas kapan Peresmian direktur baru." Jawab Vita dengan bangganya.
"Direktur baru?" Atas dasar apa? Sebagai direktur Utama Perusahaan saya tidak setuju." ucap Ayah dengan marah.
"Direktur Utama? Apakah anda lupa bahwa anda Sendirilah yang menandatangani Peralihan nama ini?" Jawab vita dengan Sinis.
"Apa?" tanya Ayah masih tak percaya.
"Satpam, bawa dia Keluar" Ucap vita.
Ayah pun diseret Keluar dari ruangan meeting, lalu duduk di taman Kontor. Ia berusaha mengingat kejadian demi kejadian untuk menemukan jawabannya.
...****************...