UGLY GIRL

UGLY GIRL
Masalah baru



Di ruang tunggu UGD, Ayah dan Ibu duduk dengan Khawatir. Sesaat Kemudian Anwar pun datAng. Ayah Segera menceritakan kejadian itu dan mereka sama sama menangis. Tangisan mereka terhenti Ketika mendengar suara pintu terbuka.


"Dok, Bagaimana keadaan anak saya ?" tanya Ayah


"Anak bapak baik baik saja, hanya mengalami dehidrasi dan asam lambungnya naik sehingga menyebabkan Pusing serta mual sementara. "


"Syukurlah, terimakasih Dok. " ucap mereka bersamaan.


Mereka pun segera memasuki ruangan dan merasa lega Ketika melihat Dina Sudah Sadar. Mereka menyangka bahwa Dina hanya mengalami dehidrasi dan asam lambung Karena tidak makan dan minum Sama sekali. Akan tetap mereka tidak sadar dengan kondisi mental Dina saat ini. Masalah yang bertubi-tubi Dina hadapi seorang dini, hal ini menyebabkan depresi yang tak bisa diketahui oleh dokter.


...****************...


Saat Pemeriksaan berikutnya, Dokter mengatakan bahwa kondisi Dina sudah lebih stabil sehingga tidak Perlu rawat inap. Mendengar pernyataan itu mereka menjadi lega dan segera mengemasi barang bawaan. Tak lupa, ayah Segera Pergi ke ruang administrasi untuk membayar Perawatan Dina.


"Pasien atas nama Dina Maharani ya pak?" tanya Suster yang berada di bagian administrasi.


" Iya, Betul sus" Jawab ayah


" Permisih Pak, ini dokumen rincian biayanya. Harap di lunasi hari ini juga ya pak.


" Terima Kasih suster "


" Iya Pak, Sama - Sama "


Ayah pun berdiri di samping meja administrasi Sembari membaca rincian biayanya.


" Mohon maaf suster, apakah rincian ini benar? kenapa malah sekali ya? " tanya ayah yang tak percaya.


" Iya pak, memang segitu biayanya. "


"Wah, ternyata cukup besar Juga ya Padahal Tidak rawat inap. Ucap Ayah dalam hati.


" Bagaimana pak, ada yang bisa di bantu lagi?" tanya suster yang melihat Ayah melamun.


"Oh tidak Suster, terimakasih" jawab ayah sedikit terkejut lalu meninggalkan ruangan.


Sesampainya di ruangan Dina, Ibu segera menyapa Ayah.


"Bagaimana Ayah? sudah beres?"


"Belum Bu, Biayanya Rp. 1.500.000. Uang ayah baru ada setengahnya."


"Kok mahal Sekali Ayah?" tanya ibu sedikit heran.


" Iya Bu, dalam rincian ini ternyata yang agak mahal biaya Jasa ambulance dan oxygen."


"Lalu bagaimana ini, Yah ?"


" Ayah akan mencoba meminta Pinjaman ke bos ayah." Jawab ayah untuk menenangkan ibu.


"Tidak Perlu Ayah" Sahut Dina.


"Lalu Bagaimana nak? Ayah cuma Punya Setengahnya"


"Aku Punya tabungan Yah." Ucap Dina yang membuat Semua orang kaget.


" Tabungan ?" tanya Ayah dengan rasa penasaran.


" Iya Ayah, tabungan. Jadi sebenarnya aku membuka Jasa mengerjakan PR itu bukan tanpa alasan. Tapi aku Ingin meringankan beban Ayah dan Ibu. Seluruh Penghasilan yang aku dapatkan Selalu aku simpan tanpa aku gunakan sedikitpun. Hanya saja sudah terpotong untuk membayar uang sekolah. Aku harap ayah dan Ibu tidak marah lagi, aku benar benar terpaksa melakukan itu " ujar Dina


Mendengar penjelasan Putrinya, Ibu Sangat terenyuh. Ia merasa bersalah karena sudah memarahi tanpa memberi Kesempatan kepada Dina untuk memberi penjelasan.


"Maafkan Ibu ya nak, Ibu sudah salah paham."


Ucap Ibu menyela pembicaraan.


"Iya bu, Dina juga minta maaf."


"Kita minta tolong Kak Anwar saja Ayah, uangnya ada di Celengan di kamar dina."


"Ya sudah, Anwar Ayah minta tolong ya nak!"


"Baik Ayah. Anwar akan segera kembali." Ucap Anwar lalu berlari keluar ruangan.


Di tengah jalan, Anwar bertemu dengan teman temanya.


" Wahh, disini ternyata. " Sapa salah satu teman Anwar


"Kapan mau balikin Uang kita?" tanya teman lainnya.


"Sorry bro, Untuk Sekarang belum ada tapi aku janji den bakal balikin uang itu minggu sore." Jawab Anwar.


"Hhh Bullshit!" ucap mereka


"Iya lo, BTW ini udah ke 4 Kalinya Kamu ngomong mingg sore." Imbuh Salah satu dari mereka.


"ya gimana bro? Aku beneron belom punya uang. udah ya, aku buru buru banget nih, Serius."


"Seenak itu?" tanya mereka dengan tatapan tajam.


Mereka bertiga pun saling menatap satu sama lain kemudian tanpa aba aba...


BUKK.... BUKKKK...


"Arghh..., tolong" ucap Anwar yang sudah tak berdaya dihajar habis habisan oleh temannya.


Beberapa warga yang melihat kejadian itu pun segera menolong Anwar. Untung saja ada beberapa warga yang mengenalinya sehingga bisa langsung menghubungi Keluarganya. Untungnya, Anwar dibawa Ke rumah sakit yang sama dengan Dina sehingga mereka bisa langsung melihat keadaan anwar yang tak sadarkan diri. Ibu pun menangis melihat hal ini, la masih tak percaya mengapa cobaan datang bertubi tubi. Karena Kondisi tubuh Ibu mulat lemas Setelah menangis cukup lama, ayah pun membawa Ibu dan Dina Pulang ke rumah untuk beristirahat. Sementara Ayah sendiran bolak balik ke rumah lalu ke rumah Sakit Untuk mengurus administrasi Dina dan menjaga Anwar.


Dua jam berlalu, namun Anwar tak kunjing sadar. Dokter mengatakan bahwa Anwar terkena pukulan di kepala belakang dan beberapa bagian lainnya, Sehingga membuatnya tak sadarkan diri. Setelah menunggu cukup lama akhirnya Anwar tersadar. Ayah pun segera memanggil dokter untuk diperiksa lebih lanjut dan alhamdulillah hasil sementara baik. Anwar tidak mengalami luka yang serius hanya luka - luka biasa, namun Dokter tetap menyarankan Anwar untuk bermalam di rumah sakit sembari menunggu hasil rongsen kepala belakangnya agar mengetahui dengan pasti kondisi yang sebenarnya. Ia juga meminta untuk Segera makan dan minum obat.


" Ini nak, makan dulu, Bisa makan sendiri kan? atau perlu ayah Suapin?" Kata Ayah sedikit menggoda Anwar.


"Ayah ada ada saja, ya Makan Sendin lah Yah, udah gede juga" Jawab Anwar Sambil tertawa.


Setelah selesai makan, dan minum obat, Ayah menanyakan apa yg sebenarnya terjadi.


"Kamu jawab jujur ya!" Ucap Ayah dengan serius


" Iya Ayah" Jawab Anwar dengan menunduk


Karena sudah mengetahui arah pembicaraan.


"Sekarang jelaskan apa yang sebenarnya terjadi!"


"Aku di Pukuli oleh teman temanku Ayah


" Memangnya Kamu Punya Salah apa ? tanya Ayah semakin penasaran.


"Emm... jadi aku punya hutang sama mereka Yah, udah 2 belum aku bayar jadi mereka Pakai Kekerasan." jawab Anwar dengan rasa takut.


" Hutang? Kenapa kamu ngga bilang sama Ayah atau Sama Ibu sih nak ?"


"Aku takut Ayah, uang nya Aku Pakat buat top up diamon game online dan untuk pendaftaran turnamen, jadi ngga mungkin aku bilang ke Ayah atau Ibu. Aku pikir di Perlombaan mobile legend Kemarin aku bisa menang dan bisa bayar hutang tapi ternyata aku kalah."


"Ya ampun Anwar, memangnya kamu hutang berapa?" tanya Ayah dengan penasaran.


"Rp. 500.000 Ayah" Jawab anwar dengan lirih.


" Sabanyak itu?" tanya Ayah sembari menggelengkan Kepalanya.


...****************...