Two Fantasy

Two Fantasy
Ep 3. masalah publik



di dalam kantor


"ada apa ketua?" tanya Arthur kepada ketua


"baiklah sebaiknya aku mulai saja" ucap ketua sebelum dia membersihkan tenggorokan


"kami menerima beberapa laporan bahwa terdapat sesuatu yg meresahkan publik di apartemen Blockiwich karena beberapa penghuni di sebelah apartemen itu melihat seseorang melakukan transaksi" ucap ketua kepada Arthur dan Gunter


"dan juga ada laporan bahwa mereka terdapat aroma seperti marijuana berasal dari apartemen itu" ucap ketua kepada Arthur dan Gunter


"ah... aku mengerti kau ingin kami memeriksa apartemen itu" ucap Gunter kepada ketua


"benar tapi ingat kalian tidak boleh masuk ke apartemen itu lewat pintu depan!" ucap ketua kepada Arthur dan Gunter


"apa?, lalu ketua bagaimana kita bisa masuk kesana?" tanya Arthur kepada ketua


"ya bagaimana?" tanya Gunter kepada ketua


"tenanglah, kalian sebaiknya pergi ke armory. Ricky akan memberikan pistol pengait" ucap ketua kepada Arthur dan Gunter


setelah itu mereka segera pergi ke armory dimana mereka akan bertemu Ricky. saat disana Ricky menyambut mereka dan segera memberikan pistol pengait yg dikatakan ketua



"terima kasih Ricky" ucap Arthur kepada Ricky


"ah... tidak perlu itu lagipula tugasku!" ucap Ricky kepada Arthur


setelah mengambil pistol pengait itu mereka segera menaiki mobil mereka dan pergi ke apartemen Blockiwich


...Beberapa Menit Kemudian...


saat sampai mereka memarkirkan mobil mereka di gang dekat apartemen Blokiwich, setelah itu mereka mengeluarkan pistol pengait mereka dan mereka segera menembak pengaitnya


pengaitnya tersangkut di dekat loteng dan setelah itu mereka segera menarik diri mereka sendiri dengan mesin yg ada di dalam pistol pengait mereka, saat mereka mendaki apartemen itu mereka mencium bau marijuana


"benar ini adalah bau marijuana" ucap Gunter kepada Arthur


"pelankan suaramu dan berhati-hati" bisik Arthur kepada Gunter


"benar, maaf" bisik Gunter kepada Arthur


mendengar itu Arthur mengisyaratkan Gunter untuk berpisah ke arah yg berbeda dan mereka akan bertemu di loteng dalam waktu 30 menit


setelah memberi sinyal itu Gunter segera memindahkan jalurnya dan juga Arthur memindahkan jalurnya ke arah yg berbeda, mereka melakukan itu untuk mendapatkan beberapa informasi dari dalam


...Sementara Itu...


Kerajaan Elenoir, 3 Tore 254


keluarga kerajaan sekarang Elenior tidak memiliki seorang penerus dan mereka harus memilih penerus mereka dari keluarga bangsawan, mereka terpaksa melakukan itu karena Putri mereka hilang entah kemana.


di ruang makan sang perdana mentri dan jendral besar menolak untuk memberikan tahkta kerajaan pada keluarga Beru karena meskipun keluarga Beru adalah keluarga terkuat, putra yg raja pilih merupakan seorang pecundang yg hanya memikirkan tentang kekuasaan dan uang


"aku tau perasaan kalian tapi kita tidak punya pilihan lain selain memilih keluarga beru sebagai penerus takhta kerajaan" ucap Raja kepada perdana mentri dan jendral besar


"yang mulia aku berjanji akan mencari Putri" ucap jendral besar kepada Raja


"aku juga akan melakukan semua yg kubisa untuk mencari sang Putri!" ucap perdana mentri kepada Raja


sebelum sang Raja beraksi perdana mentri dan jendral besar sudah pergi dari ruang makan untuk mencari sang Putri


...Kembali ke Berlin...


Arthur mendapatkan beberapa informasi dan juga dia menemukan bos mereka. lalu karena sudah 30 menit Arthur segera pergi ke loteng


saat disana Arthur melihat Gunter baru saja naik, saat Gunter sudah naik dia bertanya kepada Gunter tentang apa saja yg dia temukan


"aku mendengar bahwa mereka akan mengirimi beberapa ton marijuana dan opium ke kota Shanghai, San Fransisco, New York, Paris, dan Amsterdam" ucap Gunter kepada Arthur


"ya aku menemukan tempat operasi lain selain di apartemen Blokiwich, oh dan aku melihat walikota Berlin disana" ucap Arthur kepada Gunter


"walikota Berlin?, pantas saja operasi mereka tertutup dengan mudah" ucap Gunter kepada Arthur


"baiklah cepat buat laporan" ucap Arthur kepada Gunter


"baiklah" ucap Gunter kepada Arthur


lalu tiba tiba saat mereka akan membuat laporan, 2 membuka pintu loteng. sebelum mereka memperingati yg lain Arthur segera berlari kearah mereka dan memukul mereka berdua hingga pingsan