
setelah meraih tangan Arthur gadis itu segera turun dan mengikuti Arthur ke rumah keluarganya. saat mereka keluar mereka segera pergi ke stasiun kereta terdekat dan mereka menaiki kereta itu dan segera duduk disana
...7 Menit Kemudian...
mereka sampai di area perumahan dan rumah Arthur cukup dekat dari gerbang masuknya, mereka berjalan dan sepertinya gadis itu belum terbiasa dengan lingkungan sekitarnya.
saat sampai Arthur segera mengucapkan salam
setelah mengucapkan salam Arthur segera mencari istrinya camilia dan dia melihatnya ada di dapur
"hey..." ucap Arthur sebelum dia mencium Camilia di dahinya
"selamat datang, oh dan siapa gadis itu?" tanya Camilia kepada Arthur
"oh biar ku jelaskan, oh dan kau sebaiknya tidur di kamar" ucap Arthur kepada gadis itu dan Camilia
setelah itu Arthur membawa gadis itu ke kamar kosong di lantai atas, setelah itu Arthur kembali ke lantai bawah dan duduk di ruang tamu untuk menjelaskan.
saat disana Arthur menjelaskan semuanya kepada Camilia dan untungnya Camilia cukup bersimpati kepada gadis itu
"oh malangnya, jadi itu alasannya kau membawa gadis itu kesini" ucap Camilia kepada Arthur
"benar, apa kau tidak keberatan?" tanya Arthur kepada Camilia
"tentu saja aku tidak keberatan lagipula aku juga ingin seorang Putri di keluarga Walter" ucap Camilia kepada Arthur
"oh dan siapa nama gadis kecil itu?" tanya Camilia kepada Arthur
"aku belum memberinya nama, aku memikirkan Olivia" ucap Arthur kepada Camilia
"aku punya yg lebih bagus bagaimana dengan Snow?" tanya Camilia kepada Arthur
"Snow?" ucap Arthur kepada Camilia
"benar kita akan menamainya Snow karena rambutnya yg seputih salju dan warna matanya yg hijau yg melambangkan musim semi saat musim dingin berakhir" ucap Camilia kepada Arthur
lalu mereka berdua segera pergi ke kamar mereka dan sebelum Arthur tidur dia mengganti bajunya, setelah selesai dia tidur bersama Camilia dikamarnya
...Sementara Itu...
di kerajaan Elenoir, 2 Tore 254
"yg mulia kami sudah mencari di seluruh penjuru kerajaan tapi kami tidak bisa menemukan yg mulia Putri" ucap tentara elf kepada Raja dan Ratu
"ha... baiklah kau bisa pergi" keluh Raja kepada tentara elf
"dimana kau putriku..." keluh Raja dalam hatinya
...Kembali Ke Berlin...
saat pagi hari tiba Arthur segera bangun dan bersiap ke kantor polisinya, dan seperti biasa dia mengambil bekal lalu pergi tanpa mengatakan apapun.
saat sampai dia melihat Gunter sedang membaca koran dan Arthur segera menghampirinya
"hey Gunter kau sedang membaca apa?" tanya Arthur kepada Gunter
"oh Arthur, ini mereka sudah mengumumkan bahwa ibukota RPB akan berada di Skandinavia" ucap Gunter kepada Arthur
"Skandinavia!?, kenapa mereka memilih Skandinavia bukankah area sekitar laut Mediterania lebih Bagus?" tanya Gunter kepada Arthur
"entahlah bukan aku yg memutuskannya, mungkin keempat petinggi agama mempunyai ide kenapa mereka memilih Skandinavia" ucap Arthur kepada Gunter
"oh biar ku lihat" ucap Arthur sebelum dia mengambil koran itu dari Gunter
saat Arthur membaca berita itu Arthur segera mengembalikan koran itu kepada Gunter dan dia juga mengatakan bahwa lokasi ibukota RPB akan berada di Copenhagen
"Copenhagen?, ya... Copenhagen tidak terdengar buruk tapi bukankah Kota Copenhagen hancur karena pertempuran Jerman dan Denmak?" tanya Gunter kepada Arthur
"ya disitu juga tertulis bahwa mereka akan membangun kembali kota itu lagi dan juga memanfaatkan Selat Ă–resund" ucap Arthur kepada Gunter
ditengah tengah pembicaraan itu ketua kantor polisi memanggil Arthur dan Gunter ke kantornya, dan mereka berdua segera pergi ke kantor ketua tanpa pikir panjang