Transmigration Of The Twins Mafia

Transmigration Of The Twins Mafia
senjata Fang Yin dan Fang Hua



SELAMAT MEMBACA PARA READER (◍•ᴗ•◍)






"baiklah kalau begitu aku akan membuat ramuan herbal terlebih dahulu agar racun di tubuh kita menghilang"ucap Fang Yin masih dengan wajah dinginnya, tapi sebenarnya di dalam hatinya dia sangat karena bisa mempunyai semua tanaman herbal bahkan yang langka.


"yang mulia anda bisa membuat ramuan herbal di ruang nomor 1 karena ruang nomor 2, 3, 4, dan 5 belum terbuka karena anda belum bisa berkultivasi"ucap Xin.


"jadi kalau aku bisa berkultivasi semua ruangan itu akan terbuka Xin?"tanya Fang Yin.


"itu benar yang mulia tapi tidak semua, ruangan akan terbuka jika kekuatan anda semakin besar"jawab Xin.


"jadi begitu ya, kalau begitu aku akan membuat ramuan untuk menghilangkan racun yang ada di tubuhku dan adikku"ucap Fang Yin.


Fang Yin segera masuk ke dalam ruangan itu dan segera mengumpulkan bahan-bahan yang akan dia pakai untuk membuat ramuan yang akan menghilangkan racun di dalam tubuhnya dan tubuh Fang Yin.


"lalu apa yang harus aku lakukan di sini?, akukan tidak bisa membuat ramuan"ucap Fang Hua.


"kau bisa berlatih disini dan jika kau ingin gunakan saja senjata yang ada di gelang semesta milikmu karena ruangan tempat senjata di kalung semestaku belum terbuka"saran Fang Yin.


Fang Hua yang mendengar itupun sangat bahagia karena bisa memegang alat-alat favoritnya apalagi pedang dan panah, jika Fang Yin menyukai belati berbeda dengan Fang Hua yang menyukai pedang dan panah.


"tunggu dulu phoenix apakah di ruang senjata ku ada pistol?"tanya Fang Hua setelah masuk ke dalam gelang semesta.


"yang mulia knp anda tidak memberikan saya nama?"bukannya menjawab pertanyaan Fang Hua Phoenix itu malah balik bertanya.


"ya ya nanti setelah kau menjawab pertanyaan ku baru kau akan ku beri nama"kesal Fang Hua.


"kalau begitu baiklah, sepertinya ada yang mulia tapi hamba tidak tau karena banyak senjata baru yang hamba tidak tau"jawab Phoenix.


Fang Hua yang mendengar itupun segera berlari masuk ke dalam istananya yang berada di gelang semesta dan masuk ke dalam ruangan pertama karena hanya ruangan itu yang baru terbuka.


"wah ternyata memang ada pistol, tapi aku akan berlatih menggunakan pedang dan panah saja jika aku menggunakan pistol pasti akan membuat keributan"gumam Fang Hua.


tiba-tiba saja pedang itu melayang dan bercahaya sangat terang sampai-sampai Fang Hua dan Phoenix harus menutup mata mereka karena saking terangnya cahaya tersebut, dan tampaklah pedang yang sangat cantik berwarna merah seakan tidak pernah ada pedang berdebu dan berkata



"wah pedang ini sangat indah aku akan mengambil"ucap Fang Hua, dan segera dia mengambil pedang itu dan menyimpannya di pinggangnya berbeda dengan Phoenix yang saat ini sangat terkejut melihat pedang itu.


"Phoenix knp kau melamun melihat pedang ini?"tanya Fang Hua.


"i-itu a-adalah pedang api legendaris milik Dewi alam sebelumnya"jawab Phoenix setelah sadar dari keterkejutannya.


"ahk jadi begitu ya, ohk iya Yun apakah aku boleh mengambil satu senjata lagi untuk kakakku?"tanya Fang Hua.


"tentu saja boleh yang mulia, tapi siapa itu Yun?"tanya Phoenix.


"bukankah kau ingin di ku beri nama, sekarang kau sudah ku beri nama nama mu Yun"ucap Fang Hua.


"terima kasih yang mulia karena sudah memberikan hamba nama, dan bukankah yang mulia akan mencarikan yang mulia Dewi kematian senjata"ucap yun.


"ahk iya kalau begitu kau ikuti aku"ucap Fang Hua.


mereka sudah berkeliling di ruang senjata tapi masih belum menemukan senjata yang cocok untuk Fang Yin gunakan, tak lama tatapan Fang Hua tertuju kepada sebuah belati kembar yang sangat indah dan dia tau pasti kakaknya akan menyukai belati itu karena senjata favoritnya adalah belati.



"Yun apakah aku boleh mengambil belati ini?"tanya Fang Hua.


"sudah saya bilang anda bisa mengambil apa saja yang ada di sini yang mulia"kesal Yun.


"baiklah aku akan mengambil belati kembar ini"setelah itu dia pun mengambil belati kembar itu dan membawanya di pinggangnya untuk di berikan kepada Fang Yin.


"Xin apakah kakak masih lama membuat ramuannya?"tanya Fang Hua kepada naga hitam itu yang sedang berbaring di bawah pohon besar.


"hamba juga tidak tau yang mulia Dewi alam"jawab Xin dengan wajah datar.


akhirnya author up hehehe, sorry karena lama gak up karena kehabisan ide ehk beberapa hari lalu author dapat ide lagi meskipun rada gak nyambung maap ya, jangan lupa vote, gift, komen, like, dan rate ya reader