
SELAMAT MEMBACA PARA READER (◍•ᴗ•◍)
•
•
•
•
"maaf Putri itu tidak sopan karena Nubi hanya seorang pelayan rendahan"jawab Ling Ling berusaha menolak.
"tidak ada penolakan, karena kami sudah mengganggap mu sebagai keluarga jadi ketika kita hanya bertiga panggil kami dengan nama saja"jawab Fang Yin tegas yang di angguki oleh sang adik, hati Ling Ling menghangat kala Fang Yin dan Fang Hua mengganggap Ling Ling sebagai keluarga padahal dia hanya pelayan rendahan.
"b-baiklah pu-Fang Yin, Fang Hua aku mengerti, kalau begitu ayo Fang Yin, Fang Hua aku sudah mempersiapkan air untuk kalian mandi"ucap Ling Ling dengan senyuman tulus yang terpampang di wajahnya.
"baiklah kalau begitu kami mandi dulu setelah itu siapkan kami makanan Ling Ling"ucap Fang Hua lembut.
"Ling Ling kenapa kau di sini bukankah kau sudah ku suruh untuk menyiapkan makan untuk kita?"tanya Fang Hua sambil menatap Ling Ling yang berada di depannya.
"saya akan memandikan kalian berdua seperti biasanya, memangnya kenapa?"jawab Ling Ling, di akhiri dengan bertanya pasalnya biasanya dia juga sering memandikan mereka berdua.
"tidak usah kami bisa mandi sendiri kau siapkan saja makanan dan pakaian untuk kami Ling Ling"jawab Fang Yin, setelah itupun mereka masuk ke dalam pemandian dan berendam sedangkan Ling Ling hanya tersenyum aneh, setelah itu diapun pergi untuk menyiapkan makanan dan pakaian untuk kedua putri.
setelah selesai mandi Fang Yin dan Fang Hua bergegas memanggil Ling Ling untuk membantu mereka mengenakan pakaian, karena pakaian jaman ini sangat menyusahkan menurut kedua saudari itu, setelah selesai merakapun bersiap untuk makan.
"Ling Ling apakah kau sudah makan?"tanya Fang Hua kepada Ling Ling.
"Baiklah kalau begitu, Ling Ling setelah makan aku dan kakakku akan beristirahat dan jika ada yang ingin menemui kami bilang saja bahwa kami sedang terkena penyakit yang menular"ucap Fang Hua, yang di balas anggukan oleh Ling Ling.
"baik putri"ucap Ling Ling, setelah itu diapun membereskan bekas makan Fang Yin dan Fang Hua karena kedua junjungannya sudah selesai dan kini mereka berada di kamar.
"kakak bukankah tadi putri Liu Fang Hua bilang ini adalah kalung dan gelang semesta, dan kita hanya perlu meneteskan darah kita saja untuk membuat kalung dan gelang ini berfungsi?"tanya Fang Hua sambil mengambil belati yang berada di bawah tempat tidur lalu mengoreskan ke jarinya dan meneteskan darahnya ke gelang itu, begitupun dengan Fang Yin dia melakukan hal yang sama dengan sang adik.
"d-dimana aku, wah tempat ini sangat indah"ucap Fang Hua yang terpesona akan keindahan yang berada di depannya.
"salam yang mulia Dewi alam, selamat datang di ruang semesta milik anda yang mulia Dewi alam"ucap sebuah sosok yang mengagetkan Fang Hua karena tiba-tiba muncul di hadapannya dan itu adalah seekor burung Phoenix api tapi berwarna biru.
"siapa kau?, dan siapa yang kau panggil yang mulia Dewi alam?"tanya Fang Hua secara bertubi-tubi yang membuat Phoenix itu kebingungan dan pusing.
"jika anda ingin bertanya satu-satu yang mulia"ucap Phoenix itu dengan kesal karena di beri pertanyaan yang bertubi-tubi.
"ahh, maafkan aku kalau begitu apakah kau bisa menjelaskan semuanya?"tanya Fang Hua dengan raut wajah penasaran dan itu membuat yang Phoenix di buat gemas dan ingin mencubit pipi junjungannya itu.
"baiklah akan saya jelaskan, pertama saya adalah Phoenix api biru saya adalah hewan legenda yang sudah berada di tingkat ilahi, dan yang kedua anda adalah yang mulia Dewi alam karena anda adalah reinkarnasi dari Dewi alam"jawab Phoenix itu dengan santai.
"apa itu tidak mungkin, ataukah itu adalah pemilik asli tubuh ini yang reinkarnasi Dewi alam?"gumam Fang Hua karena kebingungan bagaimana dia bisa menjadi reinkarnasi dari Dewi alam aneh bukan.
"tidak yang mulia pemilik tubuh ini sebelumnya bukan reinkarnasi Dewi alam tapi andalah yang reinkarnasi Dewi alam yang mulia"jawab Phoenix itu yang membuat Fang Hua kaget bagaimana dia tau kalau Fang Hua bukanlah pemilik asli tubuh ini?.
hallo semua author kembali lagi ni gimana pada sehat semuakan, jangan lupa follow Buat yang belum, gift hadiah apa aja, rate bintang lima, terus vote sama likenya ya supaya author lebih semangat updatenya.