
SELAMAT MEMBACA PARA READER (◍•ᴗ•◍)
•
•
•
•
"ngggh, ugh kepalaku knp sakit sekali"ucap sebuah suara yang membuat Fang Hua terkejut, setelah itu Fang Hua pun melihat ke sampingnya dan menemukan seorang gadis yang baru bangun ntah itu tidur ataupun pingsan Fang Hua tidak tau.
"siapa kau?, dan kenapa kau bisa ada di sini?"ucap Fang Hua, Fang Hua tidak tau bahwa itu kakaknya Fang Yin jadi dia hanya memandang Fang Yin dingin.
belum sempat Fang Yin menjawab terdengar suara beberapa orang yang sedang menuju ke paviliun tempat mereka berada sekarang.
BRAKK
"putri Nubi sudah memanggil tabib istana, ahk putri pertama juga sudah sadar syukurlah"ucap pelayan itu dengan mata berkaca-kaca, ternyata yang masuk adalah pelayan tadi bersama dengan seorang tabib.
"putri pertama serta putri kedua izinkan saya untuk memeriksa anda berdua"ucap sang tabib, ketika tabib itu ingin mendekati Fang Yin dan Fang Hua mereka berdua berteriak sambil memegang kepala mereka.
"ahhhkkk"ucap keduanya, lalu merekapun pingsan yang menyebabkan pelayan tadi panik.
"tabib cepat periksa putri pertama dan kedua, Nubi takut mereka kenapa-kenapa"ucap sang pelayan dengan raut wajah panik, setelah itu tabibpun memeriksa Fang Yin dan Fang Hua dan mengatakan bahwa mereka baik-baik saja dan hanya butuh istirahat saja.
sedangkan di alam bawah sadar Fang Yin dan Fang Hua
"dimana ini"ucap Fang Yin dan Fang Hua secara bersamaan, karena merasa ada yang berbicara merekapun langsung menengok satu sama lain.
"hai Fang Yin, hai Fang Hua"
merasa ada yang memanggil merekapun melihat ke arah depan ternyata ada dua orang gadis yang sangat cantik kulit seputih giok sehalus porselen serta rambut berwarna hitam pekat segelap malam dengan pupil mata berwarna coklat sungguh kecantikan yang mampu meruntuhkan satu negara tidak lebih tepatnya meruntuhkan satu benua.
"siapa kalian dan knp kalian tau nama kami"ucap Fang Yin dengan tegas serta jangan lupakan sorot matanya yang tajam dan mampu membuat siapa saja yang melihatnya menunduk ketakutan bahkan kedua gadis yang ada di depannya kini merasa terintimidasi tapi kedua gadis itu tetap tersenyum manis kepada Fang Yin serta Fang Hua.
"kami adalah roh yang raganya kalian tempati saat ini, perkenalkan namaku Liu Fang Yin dan ini adikku namanya Liu Fang Hua"ucap salah satu gadis yang bernama Liu Fang Yin sambil tersenyum manis.
"lalu kenapa kami bisa berada di sini"tanya Fang Yin dengan nada dingin khasnya.
"karena kalian sudah mati di dunia kalian begitupun dengan kami, hanya saja kami meminta kepada dewa agar ada yang menggantikan kami serta membalaskan dendam kami berdua karena kami tidak akan tenang jika dendam kami belum terbalaskan"jelas Liu Fang Yin dengan mata berkaca-kaca serta suara yang bergetar menahan tangis jika mengingat selama ini mereka selalu di hina di caci maki di kucilkan bahkan tidak di pedulikan oleh ayah sendiri.
"jadi kami menempati tubuh kalian dan membalaskan dendam kalian seperti itu?"tanya Fang Hua yang sedari tadi diam saja menyimak percakapan kakaknya.
"Yap benar dan kalian bisa mendapatkan tubuh kami seutuhnya jika sudah membalas dendam kami berdua"ucap Liu Fang Yin.
"baiklah jika seperti itu, tapi kami tidak tau apapun tentang dunia"ucap Fang Yin sambil menatap Liu Fang Yin dan Liu Fang Hua secara bergantian.
"tenang saja setelah kalian sadar nanti kalian akan mendapatkan seluruh ingatan kami, dan ini untuk kalian"ucap Liu Fang Yin sambil memberikan sebuah kalung kepada Fang Yin dan sebuah gelang kepada Fang Hua.
"wah ini sangat cantik, tapi apa ini kenapa kau memberikannya kepada kami?"tanya Fang Hua penasaran pasalnya gelang serta kalung yang mereka terima sangat indah dan sepertinya sangat langka.
"itu bukan kalung dan gelang biasa, itu adalah kalung dan gelang semesta kalian bisa memasukkan apa saja baik itu benda hidup ataupun benda mati, dan kalung serta gelang itu luasnya tak terbatas karena itulah di namai kalung dan gelang semesta"jawab Liu Fang Hua seraya menjelaskan tentang kalung dan gelang itu.
"bagaimana cara kami memasukkan sesuatu kedalam kalung dan gelang ini?"tanya Fang Yin yang sangat penasaran pasalnya tidak ada tombol ataupun celah untuk memasukkan benda.
hallo semua author kembali lagi ni gimana pada sehat semuakan, jangan lupa follow Buat yang belum, gift hadiah apa aja, rate bintang lima, terus vote sama likenya ya supaya author lebih semangat updatenya.