Transmigration Of The Twins Mafia

Transmigration Of The Twins Mafia
kalung dan gelang semesta



SELAMAT MEMBACA PARA READER (◍•ᴗ•◍)






"kalian hanya perlu meneteskan setetes darah kalian ke kalung maupun gelang itu, dan kalian cukup membayangkan benda itu masuk ke dalam kalung serta gelang begitupun jika kalian ingin mengeluarkan benda dari kalung dan gelang itu kalian cukup membayangkan benda apa yang ingin kalian ambil"jawab Liu Fang Hua sambil menjelaskan cara memasukkan dan mengeluarkan benda dari kalung dan gelang semesta.


"baiklah itu saja yang ingin kami sampaikan karena waktu kami sudah Habis, sampai bertemu lagi Fang Yin, Fang Hua"ucap Liu Fang Yin sedangkan sang adik Liu Fang Hua hanya diam dengan senyum dan melambaikan tangannya kepada mereka, setelah itu merekapun kembali sadar.


"ugggh sakit sekali kepalaku, malang sekali hidup kalian berdua sudah tidak di pedulikan oleh ayah kalian di tambah selalu di siksa oleh para selir dan anaknya dan para pelayan serta prajurit tidak ada yang menghormati kalian"gumam Fang Yin sedangkan Fang Hua sudah mengepalkan tangannya di samping Fang Yin.


"kakak sepertinya kita harus membalaskan dendam kedua putri ini bagaimana apa kau mau?"tanya Fang Hua dengan smirk khasnya.


"kenapa tidak, mereka sudah memberikan tubuhnya kepada kita tentu saja kita harus membalas Budi mereka dengan cara membalaskan dendam mereka berdua"jawab Fang Yin dengan sorot mata tajam.


KRIEETT


terdengar suara pintu terbuka mereka berdua pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang terbuka, tak lama munculah seorang pelayan.


"salam putri pertama dan putri kedua, apakah putri baik-baik saja Nubi sangat khawatir kepada anda berdua, apakah masih ada yang sakit hamba akan memanggil tabib kerajaan"ucap sang pelayan dengan raut wajah panik.


"tidak perlu kami baik-baik saja, siapa namamu?"tanya Fang Hua dengan tegas dan dingin dengan sorot mata tajam.


"a-apakah putri m-melupakan Nubi hiks?"tanya pelayan itu sambil ter Isak.


"tidak aku hanya pusing dan tidak ingat beberapa hal saja jadi tidak usah menangis dan jawab pertanyaanku"ucap Fang Hua dengan suara dingin serta tegas membuat pelayan itu sedikit ketakutan.


"b-baiklah putri n-nama Nubi adalah Ling Ling Nubi adalah pelayan pribadi Putri pertama sedangkan pelayan pribadi Putri kedua d-dia mati karena menggantikan hukuman untuk putri kedua namanya adalah Liu Liu"ucap Ling Ling dengan mata yang berkaca-kaca mengingat betapa menyedihkannya kondisi Liu Liu saat menggantikan hukuman untuk junjungannya.


"siapa yang menghukumnya Ling Ling?"tanya Fang Hua geram sekarang dia benar² marah tangganya mengepal sehingga kuku-kukunya berwarna putih.


"m-menjawab putri, yang menghukumnya Liu Liu adalah pelayan pribadi permaisuri xiao Mei putri"jawab Ling Ling sambil menunduk karena dia takut dengan tatapan Fang Hua yang datar serta tajam begitupun kakaknya Fang Yin.


"berani-beraninya mereka memperlakukan pelayan pribadiku seperti itu, awas saja kau xiao Mei akan ku bunuh kau, tidak kematian terlalu mudah untukmu kau harus merasakan apa yang selama ini aku, kakakku dan pelayan pribadi kami rasakan"ucap Fang Hua dengan tatapan tajam serta smirknya dan aura membunuh yang sangat menakutkan, jika kalian bertanya bagaimana Fang Yin?, jangan di tanya bahkan dia sudah meremas tempat tidur itu hingga robek.


"adik sabarlah kita harus membiarkan mereka terbang terlebih dahulu supaya ketika mereka jatuh akan sangat menyakitkan, kau paham bukan maksudku adik"ucap Fang Yin seraya menampilkan smirk khasnya dan mengelus punggung Fang Hua.


"tentu saja aku paham apa yang kau maksud kakak, baiklah Ling Ling tolong siapkan kami air untuk mandi dan setelah menyiapkan air siapkan juga makanan untuk kami"ucap Fang Hua.


"baik putri pertama dan putri kedua, kalau begitu hamba pamit untuk menyiapkan airnya"ucap Ling Ling, pamit kepada kedua junjungannya dan di angguki oleh keduanya.


tidak lama akhirnya air untuk Fang Yin dan Fang Hua mandi pun telah siap, Ling Ling memberitahu bahwa airnya sudah siap.


"putri airnya sudah Nubi siapkan, dan putri ingin pewangi apa?"tanya Ling Ling dengan sopan.


"kami ingin wangi mawar saja Ling Ling, dan kau tidak perlu memanggil kami se formal itu jika hanya bertiga"jawab Fang Yin.


hallo semua author kembali lagi ni gimana pada sehat semuakan, jangan lupa follow Buat yang belum, gift hadiah apa aja, rate bintang lima, terus vote sama likenya ya supaya author lebih semangat updatenya.