
Yoorin seorang siswi kelas 3 SMA kini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian kelulusan, Yoorin sangat cantik dan juga disukai banyak orang bahkan dia juga menjadi kebanggaan sekolah karena prestasinya. Yoorin berasal dari keluarga konglemerat ayahnya Jeon Wonwoo seorang CEO yang sangat berpengaruh di Korea dan sama seperti ayahnya, ibunya juga seorang CEO yang berhasil memegang saham tertinggi di China. Yoorin tinggal sendirian dirumah dan dia juga memiliki sopir pribadi yang mengantarnya setiap hari kesekolah. Walaupun tumbuh dikeluarga yang sangat kaya itu tidak membuat Yoorin menjadi anak yang sombong dan angkuh melainkan anak yang sangat baik hati.
"Ayah kapan ayah akan kembali kerumah?" tanya Yoorin pada ayahnya melalui panggilan suara.
"Jika semuanya sudah selesai ayah akan segera kembali kerumah, bersabarlah nak," jawab ayah pada anak tunggalnya itu.
"Aku harap seperti itu karena ini hampir satu tahun ayah dan ibu pergi ke Norwegia," jelas Yoorin singkat pada ayahnya.
"Ayah dan ibu akan segera kembali kerumah, ayah janji itu," kata ayah yang membuat Yoorin tersenyum.
"Jaga kesehatanmu nak," lanjut ayah yang tanpa disadari membuat Yoorin mengangguk.
"Oh iya ayah, kenapa akhir-akhir ini aku merasa aneh," kata Yoorin yang membuat ayahnya khawatir.
"Apa semuanya baik-baik saja?" tanya ayah yang membuat Yoorin bingung.
"Entahlah kuharap semuanya baik-baik saja," jawab Yoorin lagi pada ayahnya.
"Jika terjadi sesuatu padamu cepat hubungi ayah," pinta ayah yang diangguki oleh Yoorin.
"Yoorin, pamanmu akan datang berkunjung kerumah bersama bibi jadi sambut mereka dengan baik," jelas ayah yang membuat Yoorin sangat senang.
"Benarkah ayah!" teriak Yoorin dengan sangat gembira.
"Ayah aku akan menyambut mereka dengan sangat baik, jadi kapan mereka akan kesini?" tanya Yoorin dengan sangat bersemangat.
"Minggu depan," jawab ayah sambil tertawa kecil.
"Baiklah ayah, ayah kembalilah bekerja," kata Yoorin sambil tersenyum.
"Ayah aku menrindukanmu, sampaikan juga pada ibu jika aku sangat merindukannya." lanjut Yoorin lalu dia pun mematikan panggilan itu.
Jeon Wonwoo hanya tersenyum saat selesai berbicara dengan anak kesayangannya itu, lalu tidak lama kemudian Yerin baru saja masuk kedalam ruangan itu dan dia mendekati suaminya yang sedang tersenyum dengan sendirinya.
"Sepertinya kamu sangat bahagia?" tanya Yerin yang ikut tersenyum.
"Tentu saja, aku baru selesai berbicara dengan anakku." jawab Wonwoo sambil meletakkan ponselnya keatas meja.
Yerin pun tersenyum lalu dia memegang tangan Wonwoo dan menatapnya, disisi lain Yoorin sangat bersemangat karena pamannya akan datang kesana, walaupun masih minggu depan akan tetapi Yoorin sudah mulai merapikan rumahnya bahkan kamar yang akan ditinggali oleh pamannya nanti.
"Jeon Yoorin kamu benar-benar sangat beruntung." kata Yoorin pada dirinya sendiri.
Keesokkan paginya Yoorin pergi kesekolah dengan sopir pribadinya dan kini dia menginjakkan kaki kehalaman sekolah dan tentu saja seperti biasa semua pandangan akan tertuju padanya.
"Jeon Yoorin," sapa sahabat Yoorin yang pada saat itu juga baru tiba disana.
"Kwon Nara," sapa Yoorin sambil tersenyum pada sahabatnya itu.
"Apa kamu belajar dengan baik?" tanya Yoorin padanya.
"Tentu saja, kali ini aku akan mengalahkanmu haha," canda Nara yang diikuti dengan tawaan.
"Selesai ujian mari kita pergi bermain," ajak Nara yang diangguki oleh Yoorin.
"Baiklah." jawab Yoorin sambil tersenyum.
Mereka pun masuk kedalam kelas bersama dan pada saat itu kelas dipenuhi dengan balon dan bunga, Yoorin dan Nara terdiam sesaat saat melihat kesekeliling mereka, dan semua itu dibuat oleh Lee Yoon, yaitu pria yang sangat dikagumi oleh Nara.
"Nara?" panggil Lee Yoon yang membuat mereka semua terdiam.
"Bisa tinggalkan aku dan Yoorin, ada yang ingin kusampaikan padanya," perkataan Lee Yoon membuat Nara diam membeku.
"Apa maksudmu?" tanya Yoorin dengan tatapan datar padanya.
"Yoorin maaf jika aku tiba-tiba membuat ini, aku sudah tidak tahan lagi menyimpan perasaan ini untukmu," katanya yang membuat Yoorin langsung menatap Nara.
"Yoorin aku sudah lama menyukaimu, aku tau ini sangat cepat tapi apa kamu bisa menjadi,,," kalimat Lee Yoon terhenti saat Yoorin menyelanya.
"Maaf Lee Yoon." sela Yoorin yang membuat seisi kelas menjadi canggung.
Yoorin berjalan melewati Lee Yoon dan Nara, lalu dia duduk ditempatnya dan memasang earphone seperti biasanya, Nara pun berjalan melewati Lee Yoon lalu dia duduk disamping Yoorin yang pada saat itu sudah mengabaikan semuanya. Jam istirahat pun tiba kini Yoorin menjadi topik pembicaraan karena dia menolak Lee Yoon dengan cara yang sangat kasar.
"Semua orang memperhatikanmu," bisik Nara yang duduk didepan Yoorin.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Yoorin pada sahabatnya itu.
"Apa?" tatap Nara dengan wajah yang bingung.
"Aku baik-baik saja," lanjut Nara yang diangguki oleh Yoorin.
"Baguslah jika seperti itu." jawab Yoorin.
Nara pun tersenyum saat Yoorin menanyakan hal itu akan tetapi jawabban berbeda dihatinya, Nara merasa sangat kecewa karena Lee Yoon menyukai Yoorin. Jam sekolah pun selesai dan Yoorin pun segera kembali kerumah seperti biasanya.
"Nona Jeon, tuan mengirimkan ini untukmu." kata sopir Yoorin yang memberikan semua kotak berukuran besar.
"Terima kasih." jawab Yoorin sambil tersenyum.
Yoorin pun segera masuk kedalam rumah dan dia segera membuka kotak besar yang merupakan pemberian ayahnya itu. Yoorin tersenyum lebar karena isi kotak itu sebuah boneka dan juga coklat, tak lupa juga surat didalamnya.
"Kita akan merayakan natal bersama." isi surat yang membuat Yoorin sangat bahagia.
Yoorin pun segera meletakkan boneka itu dikamarnya bersama dengan coklat, setelah mandi Yoorin akan belajar sampai waktu makan malam tiba. Jam dinding menunjukkan pukul 7 malam dan kini seseorang membunyikan bel rumah itu, dia adalah koki pribadi Yoorin yang baru saja tiba disana.
"Selamat malam nona Jeon," sapanya sambil tersenyum.
"Selamat malam tuan Lim." sapa Yoorin sambil menunjukkan senyuman terbaiknya.
Koki pribadi keluarga Jeon kini sedang memasak didapur sedangkan Yoorin sedang menonton tv diruang keluarga, tiba-tiba semua pesan masuk keponselnya dan pesan itu dari Nara.
"Jeon Yoorin, aku akan pergi keperpusatakaan malam ini apa kamu ingin pergi bersamaku?" pesan Nara yang saat ini dibaca oleh Yoorin.
"Baiklah, selesai makan malam kamu bisa menjemputku dirumah." balas Yoorin padanya.
Yoorin pun segera mengganti bajunya dan makan malam saat tuan Lim selesai masak untuknya, tidak lama kemudian Nara datang dengan mobil pribadinya. Mendengar ada suara mobil yang berhenti didepan rumah Yoorin pun segera keluar dan benar saja itu Nara.
"Hooh Jeon Yoorin, ada apa denganmu malam ini?" tanya Nara pada sahabatnya itu.
"Aku hanya ingin membeli novel baru." jawab Yoorin sambil masuk kedalam mobil.
"Baguslah, setidaknya ada yang menemaniku malam ini untuk mencari buku." Nara tersenyum padanya.
Mereka pun segera meninggalkan halaman rumah dan pergi menuju perpustakaan yang lumayan jauh dari rumah mereka dan kali ini Nara menyetir mobilnya sendiri.