
Selesai makan siang bersama Yerin memutuskan untuk pulang dan pada saat itu juga Wonwoo langsung mengantarnya pulang, saat sampai didepan rumah ternyata sudah ada mobil Taehyung yang terparkir disana.
“Sepertinya kamu kedatangan tamu,” Wonwoo menatap mobil yang ada disana.
“Mereka masih merencanakan hal yang sama,” tatap Yerin padanya.
“Wonwoo aku akan datang bersamamu,” lanjut Yerin yang membuat Wonwoo menatapnya.
“Tentu saja,” Wonwoo mengelus kepala Yerin pada saat itu.
“Kita harus memberi kejutan pada mereka semua.” senyum smirk Wonwoo.
Yerin menggangguk lalu dia segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, dirumah dia melihat Taehyung yang sudah lama menunggunya pulang.
“Jung Yerin akhirnya kamu kembali,” kata Taehyung sambil berdiri.
“Kenapa diam, jawab dia.” pinta Ilhoon yang pada saat itu ada disana.
Yerin hanya diam lalu tidak lama kemudian dia masuk kedalam kamarnya dan mengabaikan mereka semua, melihat kakaknya yang semakin menjadi-jadi Eunha pun segera mengejar Yerin kedalam kamarnya.
“Wah apa yang terjadi kak?” tanya Eunha pada saudarinya itu.
“Apa?” tanya Yerin sambil meletakkan tasnya diatas meja.
“Ah lupakan, apa yang terjadi padamu dengan pria kemarin, apa dia juga yang mengantarmu pulang?” tanya Eunha dengan sangat cepat.
“Tentu saja,” jawab Yerin singkat yang membuat Eunha semakin semangat.
“Siapa Namanya, bagaimana bisa kalian berdua bertemu?” tanya Eunha lagi pada saudarinya itu.
“Dia membantuku dimini market, namanya Jeon Wonwoo,” tatap Yerin pada adiknya yang sangat penasaran.
“Jeon Wonwoo, namanya tidak asing,” tatap Eunha yang membuat Yerin tersenyum kecil.
“Dia CEO dari Jeon Group,” jawab Yerin yang membuat Eunha menutup mulutnya.
“Jadi dia Jeon Wonwoo, Jeon Wonwoo yang sangat dingin itu bagaimana bisa dia bersikap manis padamu?” jelas Eunha dengan sangat cepat.
“Kakak harus tau di aitu pria yang tidak memiliki hati, dia menolak semua pertemuan dengan para pembisnis lainnya dan sosoknya benar-benar misterius,” jelas Eunha dengan sangat cepat.
“Benarkah?” tanya Yerin yang diangguki Eunha.
“Rumor mengatakan bahwa dia menolak mewarisi perusahaan ayahnya dan memberikannya pada adiknya, Jeon Wonwoo lebih memilih membangun perusahaanya sendiri dan perusahaannya memegang saham tertinggi di Korea,” lanjut Eunha yang membuat Yerin semakin bangga pada Wonwoo.
“Kamu mengetahui semuanya?” tanya Yerin yang diangguki Eunha.
“Ya tuhan terima kasih sudah mempertemukan kakakku dengan Jeon Wonwoo,” sela Eunha sambil melihat keatas.
“Apa yang kamu katakan,” kata Yerin yang sedikit malu.
“Apapun itu aku akan terus mendukung kalian berdua, apapun yang dilakukan kakak ipar itu pasti yang terbaik untukmu!” teriak Eunha dengan sangat semangat.
“Kami hanya berteman, kamu tidak perlu berlebihan memanggilnya kakak ipar,” tolak Yerin akan perkataan adiknya itu.
“Kita tidak tau kedepannya seperti apa, tapi yang pasti saat ini aku mendukung kalian berdua!” lanjut Eunha dengan sangat semangat.
“Kakak istirahatlah, aku akan keluar!” Eunha segera berlari keluar dari kamar kakaknya.
Yerin hanya tersenyum kecil dan dia segera membuka laptopnya untuk mempelajari dokumen-dokumen yang diberikan Wonwoo padanya. Eunha yang baru keluar dari kamar Yerin segera kembali bergabung bersama ayahnya diruang keluarga.
“Dimana kakakmu?” tanya ayah pada Eunha yang berdiri disampingnya.
“Kakak?” tatap Eunha yang diangguki ayah.
“Kakak sedang istirahat dikamarnya dan dia tidak ingin diganggu oleh siapapun,” lirik Eunha pada Ilhoon dan Taehyung.
“Ayah harus bicara padanya,” kata ayah namun ditahan oleh Eunha.
“Baiklah,” jawab ayah sambil tersenyum.
“Kurasa kakakku tidak akan pergi denganmu,” sela Eunha yang membuat mereka semua menatapnya.
“Maksudku bagaimana bisa dia pergi bersamamu sedangkan dia saja tidak pernah pergi bersama ayahku.” Kalimat Eunha membuat suasana menjadi canggung.
“Jung Eunha kenapa kamu tidak bisa mengendalikan mulutmu itu?” bisik Ilhoon dengan pelan.
Eunha mengabaikan perkataan Ilhoon lalu dia segera pergi dari sana. Jam dinding menunjukkan pukul 7 malam dan kini keluarga Jung itu sedang berkumpul diruang makan.
“Setelah pertemua para pemegang saham maka presdir Jeon akan mengadakan perayaan jadi kalian semua harus datang termasuk dirimu,” tatap ayah pada Yerin yang duduk didepannya.
“Baiklah,” jawab Yerin yang membuat semua terkejut.
“Aku akan datang bersamanya,” tatap Yerin pada Ilhoon.
“Bukan dengan kakakmu tapi dengan Taehyung,” tatap ayah yang membuat Yerin tersenyum smirk.
“Jika begitu aku akan datang sendiri,” tolak Yerin sambil memegang gelas yang berisi air putih.
“Kamu ini akan menjadi menantu keluarga Kim jadi tunjukkan rasa hormatmu pada mereka,” omel ayah yang membuat Yerin hanya menatapnya datar.
“Mereka yang harus memberikan hormat padaku, karena aku adalah CEO dari Jung Group,” Yerin segera berdiri dari tempatnya.
“Ayah sudah bisa beristirahat dan sudah waktunya untukku kembali kekursiku.” Yerin segera pergi dari sana.
“Jung Eunha apa kepalanya terbentur?” tanya Ilhoon pada adik bungsunya itu.
“Kepalamu yang terbentur,” senyum smirk Eunha yang membuat Ilhoon harus menahan emosi.
“Kalian lanjutkan saja makan malamnya aku akan kembali kekamar untuk mengerjakan tugas.” Eunha pun pergi meninggalkan ruang makan.
Diruang makan Ilhoon dan ibunya merasa kalah karena Yerin sudah bertekad untuk kembali keposisinya. Keesokkan paginya untuk pertama kalinya Yerin bersiap untuk datang kekampusnya dengan bantuan Wonwoo dia sudah bertekad untuk menyembuhkan dirinya dari trauma.
“Jung Yerin kamu harus bisa!” batin Yerin yang berdiri didepan pintu.
Perlahan dia membuka pintu dan benar saja dia melihat mobil Wonwoo yang sudah terparkir didepan pagar rumahnya.
“Apa kamu akan pergi lagi? Kamu berkencan dengannya?” tanya Ilhoon yang berdiri dibelakang Yerin.
Yerin mengabaikan Ilhoon lalu segera berlari kearah mobil Wonwoo. Sesampai didepan kampus Yerin sangat khawatir dan dia juga masih takut untuk beradaptasi dengan orang-orang yang menurutnya sangat asing.
“Aku akan menjemputmu,” perkataan Wonwoo terhenti saat dia melihat Yerin yang sangat khawatir.
“Percaya padaku semuanya akan baik-baik saja,” Wonwoo memegang tangan Yerin.
“Bagaimana jika semua orang mengganggapku aneh?” tanya Yerin yang sedikit khawatir.
Wonwoo tersenyum kecil lalu dengan cepat dia menelpon adiknya yang juga berkuliah disini, pada akhirnya Jungkook karena panggilan kakaknya.
“Dia Jung Yerin!” teriak Jungkook sambil menutup mulutnya.
“Bagaimana bisa dia secantik ini?” puji Jungkook yang membuat Wonwoo menatapnya datar namun membuat Yerin tersenyum kecil.
“Untukmu dan kamu harus menjaga dia dengan baik sampai aku datang menjemputnya,” Wonwoo memberikan black card pada Jungkook.
“Siap laksanakan tuan Jeon!” teriak Jungkook dengan sangat semangat.
“Kak Yerin, aku akan mengantarmu kekelas,” ajak Jungkook padanya.
“Terima kasih,” tatap Yerin padanya.
“Tidak masalah, masuklah aku akan menjemputmu nanti.” kata Wonwoo sambil mengelus kepala Yerin.