Tracing That Dream

Tracing That Dream
Part 02



Yerin menutup pintu kamarnya dan duduk didepan jendela sambil melihat kearah jalanan


yang cukup ramai kini dia kembali pada lamunan dalam hidupnya, namun saat dia


tenggelam dalam lamunan tiba-tiba dia melihat pria semalam yang berjalan


didepan rumahnya. Dengan cepat Yerin membuka pintu kamar dan berlari keluar


meninggalkan Eunha yang masih menunggu didepan pintu.


“Permisi,” teriak Yerin yang membuatnya berhenti.


“Kita bertemu lagi,” sapanya sambil tersenyum.


“Kenapa memanggilku?” tanyanya sambil menatap Yerin.


“Oho Jung Yerin!” panggil Ilhoon yang tidak sengaja melihat adiknya itu berbicara


dengan seorang pria.


“Setelah bertengkar dengan ayah apa kamu memutuskan untuk segera pergi?” tanyanya sambil menatap wajah pria yang ada didepan Yerin.


“Apa ada masalah?” tanyanya lagi yang membuat Yerin tak berhenti menatapnya.


“Adikku tidak akan berkencan dengan pria sepertimu karena dia memiliki trauma yang


membuatnya sedikit,” kalimat Ilhoon terhenti saat pria ini menyelanya.


“Ayo pergi,” ajak pria ini sambil menarik Yerin pergi dari sana.


Jam dinding menunjukkan pukul 9 pagi dan kini mereka berdua duduk didepan mini market sambil memakan ramyeon.


“Namamu sangat cantik, Jung Yerin,” pujinya tiba-tiba yang membuat Yerin menatapnya.


“Apa dia yang menyuruhmu semalam?” tanyanya lagi yang diangguki oleh Yerin.


“Aku tidak pernah keluar rumah selama 7 tahun,” sela Yerin yang membuatnya berhenti


menarik ramyeonnya.


“Dan semalam untuk pertama kalinya aku keluar,” lanjutnya sambil menundukkan kepala.


“Danhari ini yang kedua?” tanya pria ini yang diangguki oleh Yerin.


“Sepertinya sangat merepotkanmu tapi aku hanya mengenalmu,” lanjut Yerin yang membuatnya tersenyum.


“Tidak masalah lagi pula aku senang bisa mengenalmu,” jawabnya yang membuat Yerin


menatapnya.


“Mulai sekarang panggil aku Wonwoo, Jeon Wonwoo.” Wonwoo tersenyum pada Yerin.


Setelah memakan ramyeon keduanya berjalan disekitar sana dan untuk pertama kalinya


Yerin kembali tersenyum, Eunha yang melihat hal itu dari kejauhan sangat senang


walaupun kakaknya tidak bisa tersenyum padanya setidaknya dia bisa tersenyum


pada orang lain.


“Apa kamu mahasiswi?” tanya Wonwoo yang berjalan disamping Yerin.


“Iya, mahasiswi jurusan desainer tahun ketiga,” jawab Yerin sambil menatap Wonwoo.


“Ah benarkah, aku juga mahasiswa jurusan Neurosains dan Robotik,” Wonwoo tersenyum


padanya.


“Kaist universitas?” tanya Yerin yang diangguki oleh Wonwoo.


“Kamu benar-benar sangat keren,” puji Yerin yang membuat Wonwoo tertawa kecil.


“Apa kamu mau pergi kekampus bersamaku?” tawar Wonwoo yang membuat Yerin terdiam


sejenak.


“Aku bisa mengantarmu dan juga aku bisa menjemputmu, itu tidak merepotkan,” lanjut


Wonwoo sambil tertawa.


“Akan kupikirkan,” jawab Yerin sambil tersenyum padanya.


“Jung Yerin kamu harus menjadi wanita yang berani, aku akan membantu mengatasi semua


traumamu tidak peduli apapun itu,” lanjutnya yang membuat mata Yerin berkaca-kaca.


“Lihat disana ada gula kapas aku akan membelikannya untukmu.” Wonwoo berjalan untuk membelikan gula kapas untuk Yerin.


Melihat Wonwoo dari belakang membuat Yerin sangat senang dan Yerin bisa melupakan


traumanya untuk sesaat, Eunha yang terus mengikuti kakaknya menjadi sangat


terharu karena mendengar perkataan Wonwoo yang sangat menyentuh itu.  Jam dinding menunjukkan pukul 11 siang dan


Yerin berjalan untuk pulang kerumah.


“Masuklah,” pinta Wonwoo yang membuat Yerin menatapnya.


“Apa kita akan bertemu lagi?” tanya Yerin yang membuat Wonwoo tertawa kecil.


“Tentu saja aku akan lewat didepan rumahmu setiap hari, rumahku ada diujung jalan itu


jadi jangan khawatir,” tunjuk Wonwoo yang mengarahkan kerumahnya.


“Masuklah,” lanjutnya lagi yang diangguki oleh Yerin.


“Terima kasih sudah mengajakku.” kata Yerin yang diangguki Wonwoo.


dia sudah sangat terlambat. Setelah kelas berakhir beberapa temannya


mendekatinya.


“Jeon Wonwoo kamu terlambat 4 jam bagaimana bisa kamu masuk disaat kelas akan


berakhir?” omel teman Wonwoo yang memiliki rambut berwarna putih.


“Seharusnya kamu tidak datang saja,” sela temannya yang lain.


“Ayo pergi kekantin.” Ajak Wonwoo pada mereka berdua.


Sesampai dikantin mereka memesan makanan dan Wonwoo menceritakan apa yang dia terjadi


hari ini.


“Jadi maksudmu, kamu bertemu dengan Jung Yerin putri presdir Jung itu, apakah dia


baik-baik saja?” tanya Lee Woozi teman Wonwoo dengan rambut berwarna hitam.


“Kudengar dia sangat cantik apa itu benar?” tanya Kwon Hoshi pria dengan rambut berwarna putih.


“Dia sangat cantik dan dia tidak seperti yang dirumorkan, dia hanya berdiam diri


dirumah selama 7 tahun,” jelas Wonwoo sambil mengangkat gelasnya.


“7 tahun, bagaimana bisa?” teriak keduanya bersamaan.


“Jeon Wonwoo kamu benar-benar sangat hebat  bisa menemukannya, apa kamu bisa membawa kami untuk melihatnya?” tanya


Hoshi dengan sangat semangat.


“Tidak bisa,” tolak Wonwoo dengan cepat.


“Dia juga sudah memiliki tunangan, aku dan keluargaku menghadiri pertunangannya


dengan anak presdir Kim,” lanjut Woozi yang membuat mereka saling bertatapan.


“Jeon Wonwoo jangan sampai tertipu keluarga Jung itu sangat licik,” tunjuk Woozi pada


temannya itu.


“Maksudmu Kim Taehyung, dia sudah memutuskan hubungan dengan keluarga Yerin, ayahku yang memberitau,” bisik Hoshi dengan sangat pelan.


“Kita tidak tau kebenarannya jadi berhenti membicarakannya.” sela Wonwoo yang membuat keduanya berhenti bicara.


Selesai dari kantin mereka semua memutuskan untuk kembali kerumah masing-masing dan


Wonwoo juga kembali kerumah melewati kediaman Yerin yang pada saat itu sangat


sepi.


“Menyedihkan,” kata Wonwoo dengan suara yang pelan.


Tanpa membuang waktu Wonwoo pun segera pergi dari sana dan dia memutuskan untuk


kembalike apartement pribadinya yang cukup jauh dari sana, dengan mengendarai


mobil mewah Wonwoo pun melaju dengan kecepatan yang tinggi.


“Jeon Jungkook?” panggil Wonwoo dengan sangat pelan saat melihat adiknya yang sedang


berdiri didepan sebuah warnet.


Wonwoo turun dari mobil dan berjalan mendekati adiknya yang sedang menelpon seseorang sampai dia sendiri tidak menyadari kehadiran kakaknya disana.


“Jeon Jungkook?” tatap Wonwoo dengan ekpresi datar yang membuat Jungkook sangat


terkejut.


“Kakak bagaimana bisa kakak ada disini?” tanya Jungkook dengan cepat sambil mematikan panggilannya.


“Aku hanya mampir sebentar kak setelah itu aku akan pulang,” jelas Jungkook dengan


sangat takut.


“Ayah menyuruhmu untuk segera pulang karena pertemuan para pemegang saham akan segera


dilakukan dan dia memintamu untuk hadir menggantikannya,” jelas Wonwoo yang


membuat Jungkook sangat khawatir.


“Kenapa harus aku, bagaimana denganmu?” Jungkook memasang wajah yang bingung saat


mendengar penjelasan itu dari kakaknya.


“Aku akan kembali keperusahaanku sendiri jadi kamu harus belajar dengan giat supaya


bisa menduduki posisi itu,” kata Wonwoo yang membuat Jungkook merasa sangat


teracam.


“Perkataanmu adalah ancaman untukku kak, aku tidak ingin menjadi seorang presdir,” tolak


Jungkook yang ditatap datar oleh Wonwoo.


“Katakan langsung pada ayah jangan mengatakannya padauk.” Tanpa basa-basi Wonwoo pun segera pergi dari sana meninggalkan adiknya yang sangat cemas.


“Jeon Jungkook apa kamu tidak ingin bermain?” tanya seorang wanita yang baru saja


keluar.


“Sinb aku harus pulang sekarang kita bisa bermain game besok katakan juga pada Umji!”


teriak Jungkook sambil melarikan diri sana.