Tracing That Dream

Tracing That Dream
Part 04



Mendengar teriakan Eunha semua orang yang ada dilantai itu segera berlari mendekatinya termasuk ayahnya.


“Kuperingatkan padamu jika kamu berani muncul dihadapanku lagi maka aku akan mematahkan lehermu!” ancam Eunha yang membuat ayahnya segera berlari kearahnya.


“Jung Eunha ada apa ini kenapa kamu menggancamnya?” tanya ayah sambil menurunkan tangan Eunha yang menunjuk pria itu.


“Mingyu maafkan dia,” ayah tertawa kecil saat melihat Mingyu.


“Tidak masalah paman, perkataan anak kecil tidak perlu diambil hati,” jawabnya yang membuat Eunha membulatkan matanya.


“Apa katamu!” teriak Eunha yang membuat ayah menutup mulutnya dengan tangan.


“Eunha kenapa kamu sangat suka berteriak dia ini kakak iparmu.” tunjuk ayah yang membuat Eunha menatapnya semakin sinis.


“Aku tidak ingin dia menjadi kakak iparku!” tolak Eunha lalu segera pergi dari sana.


Dengan cepat Eunha keluar dari perusahaan milik keluarganya itu sedangkan Yerin yang bersama Wonwoo masih berada diperjalanan menuju Gangnam.


“Apa kamu ingin makan sesuatu?” tanya Wonwoo yang diangguki pelan oleh Yerin.


“Aku sudah membelinya untukmu.” Wonwoo memberikan bungkusan yang berisi makanan.


“Terima kasih.” kata Yerin sambil mengambil bungkusan yang berisi makanan itu.


Cukup lama diperjalan akhirnya mereka berdua sampai diapartement mewah milik Wonwoo, Wonwo membantu Yerin membawa barangnya.


“Ini apartementku tapi aku belum sempat menyingkirkan semua sampah ini,” jelas Wonwoo yang menunjukkan foto-fotonya dulu bersama Sowon.


“Sowon?” panggil Yerin yang membuat Wonwoo sedikit terkejut.


“Dia kekasihmu?” tanya Yerin sambil menatap Wonwoo.


“Itu sudah lama sekali, kamu mengenalnya?” tanya Wonwoo yang diangguki oleh Yerin.


“Dia saudari Taehyung,” jawab Yerin singkat.


“Tidak perlu membahas mereka, aku akan segera membersihkan ruangan ini.” Wonwoo mengelus kepala Yerin.


Yerin tersenyum kecil dan setelah itu dia membantu Wonwoo untuk menyingkirkan semua barang yang berkaitan dengan Sowon diruangan itu. Memakan waktu yang lama akhirnya keduanya pun berhasil memperbarui ruangan itu.


“Sangat cantikkan?” tanya Yerin pada Wonwoo yang berdiri disampingnya.


“Benar,” puji Wonwoo sambil tersenyum padanya.


“Yerin keluargaku mengadakan perayaan apa kamu akan pergi bersamaku?” ajak Wonwoo lagi padanya.


“Perayaan?” tanya Yerin dengan raut wajah yang sedikit bingung.


“Aku adalah Jeon Wonwoo dan aku adalah CEO Jeon Group,” jelasnya yang membuat Yerin terdiam sesaat.


“Aku sudah menjadi alih waris perusahaan sejak umur 15 tahun karena aku memiliki Iq yang tinggi dan juga pada saat itu ayahku sakit jadi aku harus menggantikannya,” jelas Wonwoo yang dimengerti oleh Yerin.


“Wah kamu benar-benar menakjubkan, diusia itu kamu sudah bisa menggantikan ayahmu,” puji Yerin sambil tersenyum.


“Aku hanya menjadi beban untuk keluargaku, semejak ibuku meninggal tidak ada orang yang berani bicara padaku dan sejak saat itu aku lebih memilih untuk mengurung diri dikamar,” jelas Yerin yang membuat Wonwoo mengelus kepalanya.


“Jangan khawatir ada aku disini,” Senyuman Wonwoo membuat Yerin merasa sangat nyaman.


Wonwoo tersenyum lalu dia segera masuk keruangannya sedangkan Yerin duduk didekat jendela sambil melihat pemandangan yang indah. Jam dinding menunjukkan pukul 8 malam dan Wonwoo keluar dari ruangannya, kini dia harus memasak makanan malam.


“Sudah selesai?” tanya Yerin yang diangguki oleh Wonwoo.


“Ini dokumen mengenai perusahaanmu kurasa kamu harus segera kembali keposisimu,” jelas Wonwoo sambil memberikan dokumen yang sudah dia rangkum.


“Aku akan memasak, kamu duduklah disana dan pahami semuanya.” Wonwoo pun segera pergi kedapur.


Dengan sangat fokus Yerin membaca dokumen yang diberikan Wonwoo mengenai saham dan hal lainnya, kehadiran Yerin sudah dinantikan banyak orang namun dirinya sendiri lebih memilih ayahnya untuk menggantikannya karena dia sedang mengalami trauma yang parah.


“Wonwoo bagaimana dengan kuliahmu?” tanya Yerin yang melirik Wonwoo.


“Semuanya berjalan lancar, bagaimana denganmu?” Wonwoo bertanya kembali pada Yerin.


“Ah aku juga baik-baik saja, aku mengerjakan semua tugas tepat waktu hanya saja aku tidak pernah datang kekampus, tapi semua itu tidak mempengaruhi nilaiku,” jelas Yerin dengan polosnya.


“Tentu saja anak-anak presdir Jung sangat pintar hanya saja kamu memiliki kakak ipar yang,” kalimat Wonwoo terhenti saat Yerin menyelanya.


“Yang bodoh.” jawab Yerin yang membuat Wonwoo tertawa.


Selesai memasak Wonwoo meletakkan semuanya diatas meja lalu makan malam bersama Yerin, untuk pertama kalinya Yerin sangat bahagia karena dia berhasil menemukan seseorang yang pas untuknya. Keesokkan paginya Yerin terbangun dari tidurnya lalu perlahan dia keluar dari kamarnya.


“Dimana dia?” tanya Yerin pada dirinya sendiri saat melihat Wonwoo tidak ada disana.


Satu jam berlalu dan Wonwoo kembali keapartement sambil membawakan susu dan roti yang baru saja dia beli, sesampai didalam rumah dia melihat Yerin yang sedang duduk didepan tv sambil membaca beberapa dokumen,


“Masih membacanya?” tanya Wonwoo sambil mendekatinya.


“Wonwoo boleh aku bertanya padamu?” tatap Yerin yang diangguki Wonwoo.


“Kenapa kamu membiarkanku bersamamu?” tanyanya yang membuat Wonwoo tersenyum smirk.


“Aku juga tidak tau kenapa aku sangat ingin membantumu, tapi kamu harus yakin apa yang kulakukan padamu saat ini adalah hal yang terbaik,” jelas Wonwoo sambil tersenyum.


“Bersiaplah kita akan kembalike Seoul.” Wonwoo mengelus kepala Yerin lalu meninggalkannya disana.


Setelah bersiap-siap mereka berdua pun kembalike Seoul, akan tetapi sebelum kembali kerumah Wonwoo mengajak Yerin untuk datang keperusahaanya lebih dulu, dengan menggunakan masker dan topi hitam Yerin memasuki perusahaan itu yang membuat semua mata tertuju padanya.


“Ini adalah ruanganku kamu bisa datang kapanpun saat kamu mau,” kata Wonwoo yang diangguki oleh Yerin.


“Ini informasi mengenai perusahaanmu aku sudah menyiapkannya semalam dan meminta sekretasrisku untuk mencari infonya lebih lanjut,” Wonwoo memberikan dokumen itu pada Yerin.


“Terima kasih,” tatap Yerin sambil tersenyum kecil.


“Sudah saatnya kamu kembali keposisimu, kurasa ibumu sangat mengharapkan dirimu untuk menggantikan posisinya,” jelas Wonwoo singkat yang membuat Yerin terdiam membeku.


“Jung Ilhoon dan ibunya tidak bisa menyakitimu dan juga Kim Taehyung dan keluarganya tidak akan bisa menyentuhmu karena saat ini kamu berada didalam kendaliku.” batin Wonwoo sambil menatap Yerin.


Tidak lama kemudian mereka berdua memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu direstoran mewah milik keluarga Jeon dan disana mereka duduk berdua dengan beberapa dokumen yang sudah disediakan.


“Makanlah semua ini dimasak khusus oleh kokiku, aku memanggilnya untuk datang kesini,” jelas Wonwoo yang diangguki oleh Yerin.


“Wonwoo bagaimana dengan perayaan yang kamu maksud, apa aku boleh menghadirinya?” tanya Yerin yang membuat Wonwoo tersenyum puas.


“Tentu saja karena kamu pewaris resmi Jung Group, semua orang sudah lama menantikan kehadiranmu dan juga ini adalah kesempatanmu untuk kembalike posisimu.” Jelas Wonwoo yang diangguki oleh Yerin.