
Sesampai dirumah Jeon Wonwoo alias CEO dari Jeon Group memasuki gerbang mewah kediaman keluarga Jeon, dengan sifat yang dikenal dingin Wonwoo pun keluar dari mobilnya lalu masuk kedalam rumah. Didalam rumah dia sudah melihat sosok mantan kekasihnya yang bernama Kim Sowon.
“Wonwoo,” panggil Sowon yang membuat Wonwoo menatapnya datar.
“Wonwoo kamu pulang?” tanya ibu sambil tersenyum lebar.
“Ibu dan Sowon sudah menyiapkan makan malam, kamu akan bergabungkan?” tanyanya dengan sangat berharap.
“Aku akan pulang setelah menemui ayah.” Wonwoo melewati kedua wanita itu dan pergi menuju ruangan ayahnya.
Dengan cepat Wonwoo masuk keruangan ayahnya dan disusul oleh Jungkook yang baru saja pulang kerumah, didalam ruangan itu Wonwoo segera duduk bersama adiknya.
“Jeon Wonwoo, Jeon Jungkook,” panggil ayah sambil menutup dokumen yang ada ditangannya.
“Akhirnya ayah melihat kalian dirumah ini,” tatap ayah yang membuat keduanya terdiam.
“Aku melihat Sowon dibawah,” tatap Wonwoo dengan ekspresi datar seperti biasanya.
“Ah aku memanggilnya, karena setelah pertemuan pemegang saham maka kita akan melakukan perayaan jadi aku memanggilnya untuk mendampingimu,” kata ayah yang membuat Wonwoo melepaskan kacamatanya.
“Tidak perlu,” tolak Wonwoo sambil berdiri dari sana.
“Jangan lupa beberapa tahun dia dan keluarganya sudah menghianatiku.” Dengan cepat Wonwoo pergi dari sana.
“Ayah biarkan kakak mencari kebahagiannya sendiri,” pinta Jungkook selaku anak bungsu keluarga Jeon.
“Ayah tidak bisa membiarkan kakakmu seperti itu lagi pula itu hanya kesalahan kecil,” bantah ayah yang membuat Jungkook segera berdiri.
“Bagaimana bisa ayah mengatakan itu kesalahan kecil, kak Wonwoo hampir menikahinya karena dia mengatakan pada semua media jika pada saat itu dia mengandung anak kak Wonwoo padahal itu adalah anak Kim Seokjin!” bantah Jungkook dengan sangat kesal.
“Dan setelah keluarga membuat kita malu apa ayah masih menaruh harapan pada mereka?” omel Jungkook lalu tidak lama kemudian dia pun keluar dari sana.
“Mereka adik kakak tapi sifat mereka sangat jauh berbeda.” tatap ayah saat melihat mobil kedua putranya mulai meninggalkan halaman kediamannya.
Wonwoo memutuskan untuk kembali keapartementnya yang berada di Gangnam, perjalanan cukup memakan waktu lama namun setelah sampai disana dia masuk keapartment mewahnya itu.
“Sepertinya aku harus membersihkan semua sampah ini.” kata Wonwoo pada dirinya sendiri saat melihat apartement itu yang masih dipenuhi fotonya dan Sowon.
Keesokkan harinya Wonwoo harus kembalike Seoul terlebih dahulu karena dia harus mengambil beberapa dokumen untuk dia bawa ke Gangnam. Sesampai dikantor ternyata dia kedatangan tamu yang tidak lain adalah Ilhoon.
“Jeon Wonwoo?” panggil Ilhoon dengan tatapan yang sedikit bingung.
“Wah kamu seorang CEO, apa adikku tau?” tunjuknya yang dibalas Wonwoo dengan tatapan datar.
“Apa yang membuatmu datang kesini?” tanya Wonwoo yang tidak ingin berlama-lama.
“Ayahku menyuruhku untuk mengantarkan undangan ini padamu karena kamu teman adikku jadi aku tidak akan sungkan padamu,” jelasnya sambil tersenyum smirk.
“Adikku akan menikah jadi kamu harus datang,” kata Ilhoon yang membuat Wonwoo menatapnya.
“Jung Yerin?” tanya Wonwoo yang diangguki Ilhoon dengan sangat semangat.
“Adikmu tidak akan menikah dengan siapapun.” Wonwoo membuang undangan itu lalu segera masuk kedalam ruangannya.
“Wah kenapa dia sangat angkuh!” omel Ilhoon dengan sangat kesal.
Dikediaman Jung, Yerin masih berdiam diri dikamar berharap bahwa Wonwoo akan lewat didepan rumahnya, tidak lama kemudian Eunha masuk kekamar Yerin dan mendekatinya secara perlahan.
“Kakak apa kamu tidak akan membatalkan pernikahanmu dengan Taehyung?” tanya Eunha yang membuat Yerin terdiam beberapa menit.
“Benar kak, kakak tidak harus menikah dengannya!” jawab Eunha dengan sangat semangat.
“Keluarga itu sudah mempermalukanmu dulu jadi ini saatnya untuk membalas mereka, ingat kak saat pemakaman ibu mereka langsung memutuskan hubungan mereka denganmu,” lanjut Eunha yang diangguki oleh Eunha.
“Aku akan segera pulih.” kata Yerin dengan suara yang pelan.
Mendengar hal itu Eunha tersenyum kecil dan untuk pertama kalinya Yerin mengatakan hal itu didepan adiknya, tidak lama kemudian Yerin melihat sebuah mobil yang baru saja terparkir didepan rumahnya dan tidak lama kemudian Wonwoo pun keluar, dengan cepat Yerin segera keluar dari kamar.
“Wonwoo,” panggil Yerin yang berlari mendekati Wonwoo.
“Hati-hati kamu bisa terjatuh,” kata Wonwoo sambil tersenyum.
“Aku pikir kita tidak akan bertemu lagi,” kata Yerin yang membuat Wonwoo mengelus kepalanya sambil tertawa kecil.
“Aku sengaja menemuimu karena aku harus pergi ke Gangnam untuk beberapa hari,” jelas Wonwoo yang membuat senyum diwajah Yerin menghilang.
“Apa kamu ingin pergi bersamaku?” ajak Wonwoo yang membuat Yerin terdiam.
“Kakak siapa dia?” tanya Eunha yang baru saja tiba disana.
“Aku pelindung kakakmu,” jawabnya yang membuat Eunha sangat bersemangat.
“Aku akan pergi ke Gangnam dan sepertinya ada yang tidak rela jika aku pergi,” tatapnya pada Yerin.
“Kakakku tidak pernah keluar rumah,” jawab Eunha sambil menatap Yerin.
“Kakak pergi saja aku bisa mengatakan pada ayah jika kakak pergi bersamanya,” bujuk Eunha yang sudah memberi kode pada Wonwoo.
“Tapi,” tatap Yerin yang hampir menolak.
“Kakak harus pergi bersamanya ini sudah 7 tahun berapa lama lagi kakak ingin mengurung diri dikamar?” tanya Eunha yang membuat Wonwoo menatap Yerin.
“Dia sudah mengatakan bahwa dia akan melindungi kakak dan kakak tenang saja jika terjadi sesuatu kakak bisa menghubungiku dan aku akan segera datang.” bujuk Eunha sambil tersenyum.
“Pergi bersamaku?” tanya Wonwoo lagi padanya.
Jam dinding menunjukkan pukul 10 pagi dan tentu saja Yerin pergi bersama pria yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu, dengan wajah yang angkuh Eunha pergi keperusahaan ayahnya dan memberitau jika Yerin pergi bersama temannya.
“Eunha apa yang membuatmu datang kemari?” tanya ayah yang sedang menanda tangani beberapa dokumen.
“Kakak pergi bersama temannya,” jawab Eunha yang membuat ayah segera berdiri dari kursinya.
“Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya, dia adalah menantu keluarga Kim?” tanya ayah dengan sangat khawatir.
“Bukankah presdir Jeon mengadakan perayaan, apa aku perlu menggantikan kakak?” tanya Eunha yang ditatap sinis oleh ayahnya.
“Kakakmu akan datang bersama Taehyung, kamu harus tetap bersama kakakmu Ilhoon.” Lanjut ayah yang dibalas senyum smirk oleh Eunha.
Eunha pun tidak membantah perkataan ayahnya dan dia segera keluar dari sana, sesampai didepan lift dia tidak sengaja ditabrak oleh seorang pria yang memiliki tubuh yang sangat tinggi.
“Perhatikan langkahmu,” katanya yang membuat Eunha sangat emosi.
“Hey seharusnya kamu yang memperhatikan langkahmu, bagaimana bisa kamu berjalan dengan mata yang melihat kearah ponsel,” omel Eunha yang membuatnya menatap Eunha yang jauh lebih pendek.
“Pendek, aku adalah manager keluarga Kim jadi perhatikan bicaramu,” katanya yang membuat Eunha semakin kesal.
“Wah sepertinya keluargamu benar-benar menyebalkan, aku adalah wakil direktur Jung, Jung Eunha!” teriak Eunha yang terdengar sampai ruangan ayahnya.