Too Comfortable

Too Comfortable
part 8



• Di saat ini ...


Perusahaan Mulya


" Yunze , Akhir pekan ini tolong kau siapkan tiket penerbangan ku menuju Inggris."Ucap Arya yang tengah asyik memandangi foto Zeline.


" hey ,, apa kau serius dengan itu ?"Tanyanya.


" Kau tidak perlu mengurus ku , cukup kau pikirkan saja urusanmu ."Balas nya tak peduli.


Entah kapan aku mulai menyadari perasaanku padanya,dia selalu terlihat spesial dimanapun ia berada.


"Karena kau Zeline Xia , seseorang yang kusukai sejak SMP ."Gumam Arya.


Sewaktu SMP Zeline sudah banyak disukai teman temanya terutama para lelaki. Aku yang sangat lemah pada hari itu , terjatuh dari tangga sekolah dan kemudian seseorang wanita datang menolongku.dia merawat kakiku yang terluka dengan penuh hati - hati , saat itu aku terpesona akan nya dan memutuskan untuk menjadi lebih baik agar bisa menggapai nya.


Ya , wanita itu adalah sosok yang inginku kejar sekarang , Zeline Xia.


Karenanya aku menjadi lebih baik , karenanya aku ingin menjadi sempurna agar bisa melindunginya segenap jiwa.


Oleh karena itu mulai sekarang aku akan mengejarnya.


🏠Kamar Linna....


" halo xxx , bisa kah kau membantuku ?"Ucap Linna dalam telphonenya.


" Saya siap membantu anda."


"Baiklah , Aku ingin mengirim kau Membunuh Zeline Xia ."(Linna)


" Baik." (tut...tut...tut..)


Lina Berniat melakukan pembunuhan terhadap Zeline selagi dia masih berada di luar negeri , sehingga tidak akan pernah ada kaitan dengannya jika Zeline meninggal di luar negeri.Lina mengira , jika Zeline sudah tiada, maka keinginannya akan mudah tercapai .


Namun saat ini Zeline tidak tahu apa - apa betapa liciknya saudara sepupunya itu. hari ini Zeline sangat sibuk dalam pekerjaannya sebagai asisten , hari ini ia benar benar merasakan sesuatu yang menyibukkan tidak seperti hari sebelumnya.


Sampai akhirnya ia beristirahat sejenak dalam ruangannya , setelah Zeline mendengar suara langkah kaki di koridor terdengar seperti sedang melangkah ke arah sini.


Klak..klak.......


Suara pintu terbuka , dibukanya pintu dan muncul sosok Artha yang terlihat muram datang mengarahku .Dia terlihat seperti tidak biasanya ,


" Artha...ah Tuan .. ada ap--"perkataan yang belum selesai diucapkan , terdahului olehnya yang mencium paksa ku . dia seperti sedang marah , tapi kenapa harus kepadaku ? aku mencoba memberontak untuk menghentikan perbuatan kotornya itu .dan tanganku melayang ke arah nya dan menamparnya mukanya secara tidak sadar memukulnya dan memarahinya . namun.....


"Kau !! beraninya menamparku !!"teriaknya padaku .


"iya aku berani , aku hanya berani pada orang seperti kau !!"Kataku untuk membela diri .


Kenapa dia yang harus marah ? bukan kah aku yang seharusnya..... ? dia mengambil ciuman pertamaku , dan dia malah membentakku . Apa dia masih Manusia ?


" Bagus , ternyata aku terlalu lembut padamu . siapa yang memberikan keberanian padamu ??!! mulai sekarang jangan muncul di hadapanku lagi mengerti !" ucapnya sambil meneriakiku , tanpa kusadari air mataku sudah mengalir dengan sendirinya tanpa persetujuanku .dia hanya memakai kekuasaannya untuk berbuat seenaknya pada orang .


"Baik , aku tidak akan muncul dihadapanmu ! bahkan itu tidak akan 'PERNAH' ,aku juga sudah muak dengan tempat ini Khususnya KAU !"Kataku .


Ditengah jalan aku bertemu dengan Marina kejadian nya begitu kebetulan , aku terlalu menyedihkan untuk nya melihat raut wajahku sekarang.


"Heh..malang sekali nasibmu , kau dicampakkan olehnya ya !?" ucap Marina.


Dalam hati Marina , dia sedikit kesal karena selama berpacaran dengan Artha ia tak pernah mau menciumnya.


Sudah kuduga dia hanyalah wanita palsu yang berpura - pura lugu didepan orang namun , sebenarnya dia hanyalah rubah liar , " Huh , bukan urusanmu . lagi pula aku tidak punya hubungan apa - apa dengannya ."ucapku.


Daripada aku terlalu lama berbicara dengannya,lebih baik aku segera pergi dan meninggalkannya sebelum terjadi suatu masalah.


Hatiku terus memikirkan kejadian tadi , aku tidak bisa menerima hinaan seperti tadi.sekarang , masalahnya aku harus mempunyai pekerjaan baru .


"Lebih baik aku segera pulang ."gumamku


Setibanya dirumah , aku melihat lampu rumahku menyala karena setahuku aku belum sempat pulang , apalagi untuk menghidupkan lampu.apakah ada maling di rumahku ?


Saat aku masuk kedalam , kulihat sebuah koper tergelatak dilantai .apa mungkin pencuri ini sudah berkemas untuk membawanya ?lalu aku berjalan menelusuri semua tempat , terdengar suara🚿 air mengalir dari dalam kamar mandi . aku bersiap siap membawa tongkat seraya mengepungnya.


"Bisa - bisanya pencuri itu bersantai dulu, dab mandi di kamar mandi ku hah ! ."gumamku.


Klak......🚪pintu kamar mandi terbuka , seseorang pria keluar hanya dibalut dengan satu handuk saja membuat Zeline kaget dan melepaskan tongkatnya.


" Ap....apa itu kau ? , bagaimana bisa itu kau ?" Zeline kebingungan,muka nya memerah saat melihatnya .


" Ehh ternyata kau sudah pulang yah ."jawabnya tanpa tahu malu.


" Arya bagaimana bisa kau , tanpa tahu malu mandi dirumahku dan masuk sembarangan ."ucap Zeline yang tersipu malu , wajahnya masih memerah.


" Ehh apa kau demam ? muka mu sangat merah . ayolah aku juga tidak ada pilihan lain , aku belum punya tempat , oke ."Ucapnya tanpa tahu malu.


" Baiklah cepat bereskan dan segera pakai bajumu."Ucap Zeline yang tersipu malu.


Setelahnya , Zeline pergi ke dapur untuk memasak makan malam. Zeline masih belum habis pikir , semua kejadiannya diluar nalarnya .


" Hey , ternyata kau masih bisa membuat makanan toh ." ujar Arya dari arah pintu .


" Diam , sudah untung aku membuat makanan untukmu . Jika tidak kau akan mati kelaparan ."


( Sebenarnya Arya sudah merencanakan untuk berdiam dulu dirumah Zeline ,Dan juga Arya sudah makan sebelum datang )


Dalam hati Arya "karena dia sangat tulus ,walaupun aku kenyang aku akan makan masakannya." terlihat dari wajah Arya yang memancarkan kebahagiaan nya.


"Hey mengapa kau tersenyum sendiri ? Aps kau jadi bodoh karena penerbangan ?"Zeline heran setelsh melihat raut wajah Arya yang tersenyum.


"ti...tidak ada , bukan apa - apa."ucap Arya tersipu.


( Sebenarnya Zeline memasak karena dia sangat lapar... belum makan apa - apa, jadi sekalian saja )


Author " adil bukan ? Semua senang dan ceria ."