
• Di saat ini ...
Perusahaan Mulya
" Yunze , Akhir pekan ini tolong kau siapkan tiket penerbangan ku menuju Inggris."Ucap Arya yang tengah asyik memandangi foto Zeline.
" hey ,, apa kau serius dengan itu ?"Tanyanya.
" Kau tidak perlu mengurus ku , cukup kau pikirkan saja urusanmu ."Balas nya tak peduli.
Entah kapan aku mulai menyadari perasaanku padanya,dia selalu terlihat spesial dimanapun ia berada.
"Karena kau Zeline Xia , seseorang yang kusukai sejak SMP ."Gumam Arya.
Sewaktu SMP Zeline sudah banyak disukai teman temanya terutama para lelaki. Aku yang sangat lemah pada hari itu , terjatuh dari tangga sekolah dan kemudian seseorang wanita datang menolongku.dia merawat kakiku yang terluka dengan penuh hati - hati , saat itu aku terpesona akan nya dan memutuskan untuk menjadi lebih baik agar bisa menggapai nya.
Ya , wanita itu adalah sosok yang inginku kejar sekarang , Zeline Xia.
Karenanya aku menjadi lebih baik , karenanya aku ingin menjadi sempurna agar bisa melindunginya segenap jiwa.
Oleh karena itu mulai sekarang aku akan mengejarnya.
🏠Kamar Linna....
" halo xxx , bisa kah kau membantuku ?"Ucap Linna dalam telphonenya.
" Saya siap membantu anda."
"Baiklah , Aku ingin mengirim kau Membunuh Zeline Xia ."(Linna)
" Baik." (tut...tut...tut..)
Lina Berniat melakukan pembunuhan terhadap Zeline selagi dia masih berada di luar negeri , sehingga tidak akan pernah ada kaitan dengannya jika Zeline meninggal di luar negeri.Lina mengira , jika Zeline sudah tiada, maka keinginannya akan mudah tercapai .
Namun saat ini Zeline tidak tahu apa - apa betapa liciknya saudara sepupunya itu. hari ini Zeline sangat sibuk dalam pekerjaannya sebagai asisten , hari ini ia benar benar merasakan sesuatu yang menyibukkan tidak seperti hari sebelumnya.
Sampai akhirnya ia beristirahat sejenak dalam ruangannya , setelah Zeline mendengar suara langkah kaki di koridor terdengar seperti sedang melangkah ke arah sini.
Klak..klak.......
Suara pintu terbuka , dibukanya pintu dan muncul sosok Artha yang terlihat muram datang mengarahku .Dia terlihat seperti tidak biasanya ,
" Artha...ah Tuan .. ada ap--"perkataan yang belum selesai diucapkan , terdahului olehnya yang mencium paksa ku . dia seperti sedang marah , tapi kenapa harus kepadaku ? aku mencoba memberontak untuk menghentikan perbuatan kotornya itu .dan tanganku melayang ke arah nya dan menamparnya mukanya secara tidak sadar memukulnya dan memarahinya . namun.....
"Kau !! beraninya menamparku !!"teriaknya padaku .
"iya aku berani , aku hanya berani pada orang seperti kau !!"Kataku untuk membela diri .
Kenapa dia yang harus marah ? bukan kah aku yang seharusnya..... ? dia mengambil ciuman pertamaku , dan dia malah membentakku . Apa dia masih Manusia ?
" Bagus , ternyata aku terlalu lembut padamu . siapa yang memberikan keberanian padamu ??!! mulai sekarang jangan muncul di hadapanku lagi mengerti !" ucapnya sambil meneriakiku , tanpa kusadari air mataku sudah mengalir dengan sendirinya tanpa persetujuanku .dia hanya memakai kekuasaannya untuk berbuat seenaknya pada orang .
"Baik , aku tidak akan muncul dihadapanmu ! bahkan itu tidak akan 'PERNAH' ,aku juga sudah muak dengan tempat ini Khususnya KAU !"Kataku .
Ditengah jalan aku bertemu dengan Marina kejadian nya begitu kebetulan , aku terlalu menyedihkan untuk nya melihat raut wajahku sekarang.
"Heh..malang sekali nasibmu , kau dicampakkan olehnya ya !?" ucap Marina.
Dalam hati Marina , dia sedikit kesal karena selama berpacaran dengan Artha ia tak pernah mau menciumnya.
Sudah kuduga dia hanyalah wanita palsu yang berpura - pura lugu didepan orang namun , sebenarnya dia hanyalah rubah liar , " Huh , bukan urusanmu . lagi pula aku tidak punya hubungan apa - apa dengannya ."ucapku.
Daripada aku terlalu lama berbicara dengannya,lebih baik aku segera pergi dan meninggalkannya sebelum terjadi suatu masalah.
Hatiku terus memikirkan kejadian tadi , aku tidak bisa menerima hinaan seperti tadi.sekarang , masalahnya aku harus mempunyai pekerjaan baru .
"Lebih baik aku segera pulang ."gumamku
Setibanya dirumah , aku melihat lampu rumahku menyala karena setahuku aku belum sempat pulang , apalagi untuk menghidupkan lampu.apakah ada maling di rumahku ?
Saat aku masuk kedalam , kulihat sebuah koper tergelatak dilantai .apa mungkin pencuri ini sudah berkemas untuk membawanya ?lalu aku berjalan menelusuri semua tempat , terdengar suara🚿 air mengalir dari dalam kamar mandi . aku bersiap siap membawa tongkat seraya mengepungnya.
"Bisa - bisanya pencuri itu bersantai dulu, dab mandi di kamar mandi ku hah ! ."gumamku.
Klak......🚪pintu kamar mandi terbuka , seseorang pria keluar hanya dibalut dengan satu handuk saja membuat Zeline kaget dan melepaskan tongkatnya.
" Ap....apa itu kau ? , bagaimana bisa itu kau ?" Zeline kebingungan,muka nya memerah saat melihatnya .
" Ehh ternyata kau sudah pulang yah ."jawabnya tanpa tahu malu.
" Arya bagaimana bisa kau , tanpa tahu malu mandi dirumahku dan masuk sembarangan ."ucap Zeline yang tersipu malu , wajahnya masih memerah.
" Ehh apa kau demam ? muka mu sangat merah . ayolah aku juga tidak ada pilihan lain , aku belum punya tempat , oke ."Ucapnya tanpa tahu malu.
" Baiklah cepat bereskan dan segera pakai bajumu."Ucap Zeline yang tersipu malu.
Setelahnya , Zeline pergi ke dapur untuk memasak makan malam. Zeline masih belum habis pikir , semua kejadiannya diluar nalarnya .
" Hey , ternyata kau masih bisa membuat makanan toh ." ujar Arya dari arah pintu .
" Diam , sudah untung aku membuat makanan untukmu . Jika tidak kau akan mati kelaparan ."
( Sebenarnya Arya sudah merencanakan untuk berdiam dulu dirumah Zeline ,Dan juga Arya sudah makan sebelum datang )
Dalam hati Arya "karena dia sangat tulus ,walaupun aku kenyang aku akan makan masakannya." terlihat dari wajah Arya yang memancarkan kebahagiaan nya.
"Hey mengapa kau tersenyum sendiri ? Aps kau jadi bodoh karena penerbangan ?"Zeline heran setelsh melihat raut wajah Arya yang tersenyum.
"ti...tidak ada , bukan apa - apa."ucap Arya tersipu.
( Sebenarnya Zeline memasak karena dia sangat lapar... belum makan apa - apa, jadi sekalian saja )
Author " adil bukan ? Semua senang dan ceria ."