
Siapa wanita cantik ini ?
Selangkah demi selangkah wanita tersebut berjalan melangkah ke arah kami berdua , saat dia datang menyapa kulihat raut wajah Artha yang tampak tak senang itu mengernyitkan dahinya . disituasi ini aku merasa sangat canggung , mungkin mereka teman lama atau pula kekasih masa kecilnya.
"Artha mengapa kau tak datang menjemputku ?"Ucap wanita itu sambil memegang tangan Artha .
"Untuk apa aku mencarimu ? Perlu kah ?" Balas Artha padanya sambil melepaskan pegangan nya, ekspresi wanita itupun sedikit terkejut dengan jawaban Artha .
"Kok , sikapnya gitu banget sih sama cewe cantik .dia Gay kah ?"kataku dalam hati terheran heran dengan sikapnya yang berubah sangat cepat lebih cepat dari membalikkan buku.
Tiba - tiba saja tatapan wanita itu seperti menatap kearahku dengan sinis , mungkin dia salah paham denganku karena aku tengah duduk bersama Artha.
Aku menarik nafas panjang , seraya mengumpulkan keberanian untuk keluar dari tempat ini . situasi semakin canggung saja ditambah tidak lain aku hanyalah orang asing diantara mereka.
"Permisi , ada hal lain yang harus kukerjakan . aku akan segera kembali ." Kataku.
Dengan cepat aku berdiri seraya meninggalkan tempat mereka berdua.
" Tunggu ! "
Teriak Artha memanggilku untuk berhenti. Akupun hanya bisa terdiam , karena kenyataannya aku hanyalah bawahan yang diperintah oleh atasan.
" Artha ! tidak bisakah kau sedikit perhatian padaku seperti dulu ?"ujar wanita itu menggenggam tangannya. Seperti kekasih yang tengah bertengkar.
" Perhatian ? Padamu ? Tidak perlu !" balas Artha dengan sigap mempertegas ucapannya.
Setelah beberapa menit dari tempat ku berdiri , Artha meraih tanganku masuk kedalam mobil bersamanya .
Setibanya dikantor , dia yang slalu terlihat tenang dan berwibawa tak kusangka hari ini aku dapat melihat dari sisi menyedihkannya. Dia yang masih menggenggam erat tanganku , terlihat menyedihkan , mungkin wanita tadi sangat spesial dihatinya. Walaupun biasanya dia dingin terhadapku namun tangannya yang besar membuat genggamannya terasa hangat.
Tepat berada di depan ruangannya , ia dengan tiba - tiba berbalik arah dan bersandar dibahuku dengan cepat.
"Pinjamkanku bahumu sebentar saja , oke ."ucapnya.
Aku terkejut saat ia tiba - tiba bersandar di bahuku , aku yang termenung dengan perkataannya barusan terdengar sangat melelahkan .
"Baiklah hari ini kau ku maafkan oke."kataku sambil menepuk - nepuk punggungnya yang lebar itu.lalu kupapah dirinya menuju ruangan istirahatnya , pertama kali aku melihatnya tertidur pulas seperti anak kecil yang kelelahan.
Kini hari pun mulai gelap , aku tidak bisa berada di ruangan yang sama bersamanya .Akupun kembali menaiki mobil Nina yang kebetulan melintas kearahku. Aku mulai menceritakan semua kejadian tadi padanya , aku agak bersimpati mengingatnya yang terlihat menyedihkan.
Kini hari demi hari kian berlalu , sesosok Artha menjadi jarang terlihat sejak kejadian hari itu.dia juga menjadi lebih sibuk dari hari biasanya , mungkin aku sudah terbiasa diganggu nya jadi ketika dia tak mengganggu ku aku merasa aneh . Ya pasti karena seperti itu !
Namun akhir - akhir ini aku merasakan kehidupan ku mulai membosankan.
bahkan mau mengajak Nina saja sudah susah , karena dia sangat lengket terhadap kekasihnya.dalam hati aku sering berucap pekerjaanku sebagai asisten seperti hanya tambahan saja .
Karena aku terlalu bosan di rumah aku menyempatkan diri untuk pergi ke cafe di seberang sana , karena jaraknya yang tak terlalu jauh sehingga aku hanya cukup untuk berjalan untuk sampai kesana.
Ditengah jalan tanpa disadari sebuah mobil melaju dengan sangat cepat dan membuat ku terserempet sampai terjatuh."GEDEBLUKKKKK......"
" Ya tuhan , untuk aku masih hidup ."kataku sambil menghela nafas panjang dan bersusah payah untuk berdiri , tiba - tiba saja dari arah belakang seseorang memapahku untuk berdiri . dilihatku ternyata dia Artha .
"apa Kau tidak bisa menjaga dirimu dengan baik ?"Tanya nya padaku .
Ketika aku hendak berkata , pintu mobil nya terbuka dan kulihat sosok wanita itu turun dari mobil Artha .
waktu itu Artha seperti terlihat kesal saat bertemu denganmu namun realita berkata tidak , dia sangat akrab dengan nya . lantas mengapa harus berpura pura kesal ? memang yah lain dihati lain di mulut.
"Aku tidak apa - apa , maaf aku tidak hati hati . aku bisa jalan sendiri terima kasih ." Balasku segera meninggalkan mereka .
Dalam hati aku terheran heran , mengapa aku harus bersikap tidak senang melihatnya dengan wanita lain. toh aku juga bukan siapa - siapanya ,mana mungkin aku suka sama orang seperti itu .
Dalam mobil Artha ia masih memikirkan keadaan Zeline , beberapa hari tidak bertemu rasanya agak rindu saat mengganggu nya .
"Artha , kamu masih memikirkan nya kan ?" Tanya wanita itu .
"Bukan urusan mu Marina, aku memikirkan nya atau bukan ."Balas Artha padanya dengan kesal . suasana mood nya sangat cepat berubah ketika bersamanya.
" kau selalu acuh padaku setelah 4 tahun yang lalu . apakah kau sudah tak menyukai ku lagi kah ?" Tanya nya lagi dengan wajahnya yang begitu penuh belas kasihan .
" kejadian itu sudah berlalu , aku bukan orang di zaman itu lagi ."Balasnya .
Artha memberhentikan mobilnya dengan tiba - tiba , lalu menyuruhnya untuk turun dari mobil secepatnya .
setelah turun.....
"Hebat sekali wanita itu , bisa membuat Artha memikirkan nya .Jangan harap dia bisa MEMILIKINYA !!" gumam Marina .
⏳*Dilain Waktu......
Hhhaccchiuuuh......(bersin*)Apa seseorang mengutukku ? .
Terakhir kali aku sedang memikirkannya , apa dia telah menyihirku ! atau Jangan - jangan ??!! aku jatuh cinta padanya ? hohoho bukan,bukan,bukan pasti aku sudah terbiasa bersamanya sehingga agak aneh jika dia bersama orang lain . pasti begitu.
📱Kring...kring...kring📱
kulihat sebuah panggilan dari Arya sudah lama aku tidak tau kabarnya , apa dia masih sama menyebalkan nya ?
"Zelineku....sudah lama tidak meneleponku , apa kau rindu padaku ?"Ucapnya yang begitu bersemangat , kadang aku sedikit teringat dengan pertemuan pertama kami yang buruk.
"Oh..ayolah , kau masih sama menyebalkannya .tidak ada yang kurindukan darimu."kataku.
"baiklah , aku punya kejutan untukmu ! apa kau senang ? bagaimana kehidupanku disana ?"Tanya nya lagi , dia selalu mengerjaiku dengan tampang polosnya dan di tephone pun dengan suaranya.
" aku cukup bahagia disini , tenang saja."kataku lagi.
"Oke syukurlah , tunggu kejutanmu !"
tut....tut...tut...
panggilan terputus , aku selalu bertanya - tanya bagaimana keadaan ayah dan juga kakek saat ini . apakah baik - baik saja. oh iya pada saat aku pergi ke sini untung aku sudah meminta kakek untung membatalkan perjodohan ku dengan keluarga Zhan.
Aku Zeline Xia tidak mau menikahi seseorang yang bukan aku cintai , bagaimana mungkin jika suatu saat aku menjadi Janda ? karena pernikahan ini tidak didasari dengan kasih sayangnya cinta .selain itu , aku masih bertanya tanya siapa lelaki yang waktu itu ku temui di Eropa . aku lupa akan nama dan wajahnya.
Pertama kali aku dekat dengan laki - laki hanya pada saat di Eropa . rasanya sangat nyaman berada di dekatnya , membuatku ingin agar dia menetap di sisiku. apakah yang seperti itulah cinta ?
" Cinta " sesuatu yang tidak bisa dilihat namun bisa dirasakan dan memiliki sejuta makna.
( Jangan lupa , berikan dukungan kalian 😊TerimaKasih )