Too Comfortable

Too Comfortable
Part 1



Sebelum berakhirnya masa kepulangan Zeline diakhir pekan nanti , ia menghabiskan waktunya di Eropa hanya untuk bersenang senang .


Pagi itu ia mengunjungi sebuah kedai Kopi bersama teman kenalannya yang menetap di Eropa , baru saja perbincangan pertama dimulai sebuah televisi tiba tiba saja bisa membuat sebuah kebisingan yang menggetarkan para pengunjung kedai .


Tanpa disengaja Zeline mendengar beritanya menyiarkan Sebuah Pesawat yang terjatuh di Belakang Gedung universitas beberapa hari yang lalu , dan pengevakuasiannya masih berjalan karena korban masih banyak yang belum di temukan.


Namun Zeline juga sangat kesal karena Perbincangan mereka sempat terganggu karena kebisingan barusan . Akhirnya , Zeline pun memutuskan untuk kembali ke vilanya .


 


Zeline tinggal di Vila hanya seorang diri , ia malas jika terlalu banyak orang yang tinggal di vilanya akan membuat sebuah kebisingan . Zeline juga bukan anak manja karena ia tak mau merekrut pekerja maka ia sendirilah yang mengerjakan pekerjaannya.


 


Tibanya malam Hari ....Walaupun sesosok Zeline mempunyai segudang harta akan tetapi apa jadinya bila ia tetap kesepian , Malam yang sepi ini Seorang Zeline Xia sudah terbiasa akan diselimuti oleh kesunyian yang tak bertepi .


Zeline selalu memimpikan sebuah keluarga yang sederhana juga harmonis , semua ini berubah saat 4 tahun yang lalu kabarnya terdengar dikatakan bahwa ibu Zeline mempunyai selingkuhan dari situ mulailah kehancuran menimpa keluarga ku Bahkan ibu Zeline meninggal kan mereka , Ayahnya menjadi sosok orang yang dingin pula kejam namun dalam lubuk hatinya Ayahnya sangat menyayangi Zeline .


Pagi pun tiba...,sinar mentari menerpa sudut kamar Zeline tampaknya hari ini ia akan bangun lebih siang dari biasanya . Sesudah selesai membersihkan diri ia lekas turun menyiapkan sarapannya , saat melewati halaman belakangnya ia melihat sesosok pria dengan pakaian yang tampak kompang kamping tergeletak dekat semak-semak .Tanpa pikir panjang Zeline langsung membawanya kedalam dan merawatnya untuk sementara waktu , seusai menyiapkan sarapan pagi , pria itu juga sudah mulai sadarkan diri " jika kamu sudah bangun , cepat keluar dan makan sarapanmu ."ucap Zeline ,namun pria itu belum juga beranjak dari tempat tidurnya.


"kenapa menolongku , kamu tidak takut aku berbuat jahat ?."


Zeline agak kebingungan dengan jawaban pria tersebut tampaknya pria itu meragukan kebaikan Zeline," aku juga tak tahu mengapa hatiku tergerak menolongmu , dan rasanya mukamu agak familiar dengan temanku dulu."ucap Zeline.


"Oh..."


Walau Zeline kelihatannya tampak seseorang yang polos namun , ia juga memikirkan bagaimana pria itu bisa sampai di vila halaman belakang nya padahal ia memasang sistem keamanan yang sangat ketat. "oh iya , perkenalkan namaku Zeline Xia namamu...?."ucap Zeline.


"tidak perlu , lagi pula aku juga tak akan berlama lama disini !."


Baru saja bertemu pria ini sudah pandai berbicara , tampaknya ini bukan suatu hal yang mudah bagi Zeline untuk kedepannya . Meski pria ini sudah membuat Zeline kesal , namun bila mengingat pakaian yang dikenakan pria tsb membuat Zeline tergerak untuk membelikannya beberapa pakaian.


Dibelikannya beberapa pakaian oleh Pak Zi Asisten Zeline selama di Eropa , " Hei .. ini beberapa pakaian baru untukmu , jika ada yang diperlukan bisa cari aku atau temui pak Zi ."ucap Zeline menaruh pakaian dan beranjak menuju ruang baca .


Akhir akhir ini Zeline memikirkan sesosok pria , dan pria yang ini sangat mirip dengan orang yang di maksud Zeline . Namun pria ini juga tidak mudah dihadapi menanyakan namanya saja dipersulit , apalagi untuk menanyakan tempat tinggalnya ..


"Haizz..bagaimana bisa aku memulangkannya ?? bagaimana bisa aku menyimpan seseorang yang tak jelas asal usul nya begini ?!" gumam Zeline.


Tiba-tiba saja terdengar suara handphone yang memecahkan keheningan itu .. ,, diangkat nya panggilan dari Asistennya yang mengatur Sebuah Restoran bisnis Zeline , Bisnis ini juga merupakan bisnis tersembunyi Zeline walaupun ia masih muda ia sudah pandai dalam hal berbisnis .


Namun saat mengangkat telp. dari Asistennya ia melihat Pria itu sedang duduk di taman belakang bersama kucingku , setelah mengakhiri panggilan tsb. tanpa disadari pula aku menghampiri pria gunung es ini . "apa yang sedang kmu pikirkan ?."ucap Zeline.


"Bukan urusanmu ! ."


Ucapannya membuat Zeline menyesal seribu kali menyesal telah datang menghampirinya.


Pertama kalinya ia yang berinisiatif sendiri untuk memberitahukannya , "Baiklah."jawab Zeline nyaring . Namun tetap saja nampaknya keheningan masih saja muncul diantara mereka , Akhirnya Zeline mulai memberanikan untuk memecahkan keheningan tersebut .


"Oh iya ,, Artha dimana kamu tinggal ? mengapa kamu bisa muncul di halaman belakangku?."


"aku melakukan tugas diRusia.. kebetulan sekali pesawat yang ku tumpangi juga terjatuh , soal halaman belakangmu aku mencari² tempat untukku bermalam."


Zeline tercengang setelah mengetahui dirinya , ternyata ia salah satu dari korban kecelakaan tersebut .Dipikiran zeline , Kalau saja papanya tahu apa yang dilakukannya di Eropa menyimpan orang asing mungkin saja Zeline akan berakhir dengan mengenaskan.


Waktu hanya tinggal sedikit lagi , liburan kali ini tidak membosankan seperti tahun kemarin . Zeline juga membantu Artha untuk membelikan tiket pesawat untuknya , Namun keberangkatan Artha lebih cepat satu hari sebelum kepulangan Zeline .


Kembalinya Artha ,,


Walaupun Zeline belum terlalu mengenal Artha , nampaknya di dalam hati Zeline artha seperti memiliki tempat khusus . Zeline juga langsung mengantarnya keBandara ,, "Hati hati jangan sampai terjatuh dari pesawat lagi."Ucap Zeline mengolok.


"siapa juga yang mau jatuh , hump !."


Tiba saatnya di Bandara , Pesawat yang akan ditumpangi Artha akan segera siap landas , "Artha...hati hati."Ucap Zeline memberikannya senyuman.


Artha terpesona dengan senyuman Zeline yang begitu tulus, "Baik."


Zeline kembali pulang , ia merasakan kehilangan sesaat walaupun hanya sebentar . Selain itu , Zeline pun harus membantu perusahaan papa nya karena akhir-akhir ini kekuatan papa nya berkurang , ditambah dengan ambisi paman nya untuk mengambil alih perusahaan Keluarga Xia . Besok adalah hari kepulangan zeline menuju Korea Selatan .


 


***1Tahun Kemudian***......


 


Seorang Artha tumbuh menjadi seorang chef setelah ia meninggalkan dunia kemiliteran , bahkan ia mampu mendirikan sebuah restoran terbesar di Inggris . Sesaat terlintas ingatan tentang wanita yang pernah menolongnya "Zeline Xia ".ucap Artha.


Zeline sudah menjadi sosok perempuan yang dewasa awalnya , Ayahnya Ryan Xia tidak mengira bahwa putrinya tumbuh dewasa dengan cepat Sehingga Ayahnya menjodohkan Zeline ke Keluarga Zhan . Tentu saja Zeline menolak ia masih ingin mendirikan sebuah cabang restoran di berbagai negara , soal cinta ia juga tidak mau terburu² karena ini bukanlah sesuatu hal yang mudah .


Namun siapa yang tahu , orang yang akan dijodohkan dengan Zeline ialah teman sewaktu SMP nya .Romy Zhan dia juga seseorang yang pernah ditolak cintanya oleh Zeline , entah suatu kebetulan mereka membuat perjodohan yang konyol ini , "Tentu saja ini suatu musibah Bagiku , dan suatu berkah baginya."Ujar Zeline.


"bagaimana mungkin suatu musibah untukmu ?." ujar sepupu perempuan ku Lina Xia yang entah dari mana datangnya.


Lina Xia sudah seperti musuh bebuyutan Zeline sejak kecil , ia selalu ingin merebut sesuatu yang dimiliki Zeline, "Bukan urusan mu bodoh."jawab ketus zeline.


"hump ! kuberitahu ya , ayahmu melakukan ini karena ia sudah tahu bahwa ia akan kalah dari ayahku karena ia takut nanti kamu akan terlantar dan kamu masih punya keluarga Zhan ,, heheh."


Zeline mengabaikan ucapan Lina , karena dia hanya bisa mengucap tanpa bertindak .Ucapan saja takkan cukup untuk menurunkan posisi Zeline dan ayahnya.


Bagaimana mungkin aku kalah dari seekor Rubah Licik ?