Too Comfortable

Too Comfortable
part 5



 •Jangan lupa beri dukungannya...


- Thingking -


 


Dalam pikiran ku , kaya nya soal gaun aku tinggal pilih lewat butiknya langsung truss kirim gambarnya.Lagipula masih ada waktu untukku melakukan sesuatu yang kurang penting , malam ini aku harus memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan pekerjaan tetap disini.


 


Zeline langsung menelphone nomor pemilik butik tsb "Maaf sebelumnya , bisakah aku melihat beberapa gaun di butik ini ?."


"Baik , kami akan mengirimkan gambarnya lewat Emailmu."Balas seseorang dalam panggilan tsb.


Setelah usai memilih Zeline , ia langsung memesan tanpa ragu kali ini bajunya benar benar sangat menarik walaupun kelihatan simple namun berkesan elegan.


"Terimakasih atas pilihannya , silahkan tulis nama,alamat,dan nomor yang dapat dihubungi."Balasan pesan dari pihak butik.


Sejenak aku mulai kesepian seperti biasa , malam yang sepi ... hanya ditemani oleh sunyi nya malam yang tiada henti .Walaupun begitu toh aku juga nggak sendiri masih ada nina , juga soal kerabat kakek..aku nggak tau dimana, aku nggak sempet buat nanya juga aku harus lebih mandiri .


\( kruyuk...kruyuk...kruyuk \)


Ternyata suara perutku lebih jujur daripada aku , mana di dapur nggak ada sesuatu buat di makanan lagi . "Panggil Nina deh siapa tau lagi diluar tuh anak"Desah Zeline.


"Yoo...ada apa XiaoLine ?."


" nin...kamu lagi diluar gak ? perutku keroncongan nih."Jawab Zeline memberi kode.


"Ah..aku tau nih,,kebetulan temen kamu yang baik ini lagi diluar sekalian aja berbaik hati."Jawab Nina


"Oke makasih yah ,, emang kamu yang terbaik."


Setelah selang beberapa menit terdengar olehku suara ketuk pintu di luar , tanpa pikir panjang secara reflex aku berjalan menuju ke arah pintu dan berfikir itu pasti kurir yang mengantarkan makanan untukku .


Tanpa sadar aku langsung menggaet makanannya dan mengucapkan terimakasih pada kurirnya juga" Aiyoo....Terimakasih , apakah seorang perempuan yang mengirimnya ?."Aku tersenyum karena bahagia Nina sangat baik padaku baru saja beres menelphone langsung nyampe aja .


"Tapi , nona..makanan ini pengirimnya bukan perempu--"Jawabnya dengan bingung ketika mendengar ucapanku "Ya sudah tidak apa apa ... hihihi."Kupikir Nina ingin menyembunyikannya dengan samaran , aku tahu pasti ini dari dia kalau bukan dari siapa ? dari surga hah ?!.


[ Pagi pukul 08.00 ]


\(Kring..Kring..Kring..Kring..\)


Terdengar samar-samar suara dering handphone dan juga alarm seakan-akan bekerja sama untuk memecahkan gendang telingaku .Hari ini aku merasa ialah hari yang sangat melelahkan , aku masih belum cukup berfikir untuk melamar bekerja seperti apa .


Selang beberapa jam kudengar suara pintu terbuka seperti ada orang yang ingin memberontak datang kearah kamarku , namun kantung mataku sangat lelah sedikit ada rasa ingin memgeceknya tetapi juga rasa ngantuk berat ini tak bisa kukalahkan.


......TAP ..TAP ..TAP .....


Suara hentakan itu serasa semakin dekat melaju kearahku.


"XiaoLine hey...kau masih bermalas malasan disini ."Suara yang tidak asing ini mencoba membangunkanku dengan menggoyang-goyang tubuhku , namun tetap saja tidak mempan untukku.


"Hey..hey..hey , cara lembut saja tidak membangunkanmu ? biar ku lihat apakah kau masih bisa tidur ."Tanya nya kedua kali , seperti nya aku tau apa yang akan dilakukannya tentu saja ini bukan yang pertama kali . Sekarang ini pasti dia bersiap siap membawa seember air.


Tiba-tiba teringat waktu dulu aku langsung terbangun dari tidurku "Nina Xue aku sudah bangun kau lihat...Hoamm !." Jawabku segera agar dia tidak melakukan hal lain lagi.


"Kau tahu ? kau kesiangan ! hari ini aku akan memberikan sebuah lamaran kerja untukmu , aku yakin akan berguna untukmu."


"Baik , baik , tunggu aku bersiap-siap."Jawabku dengan nada rendah sepertinya aku masih belum total terbangun dari tidurku.


🍽


- International Restaurant -


Dalam hati..walaupun hari ini aku terlambat untunglah aku dibantu oleh Nina,Apalagi ini Restoran yang terkenal itu , heheh..walaupun hanya jadi pelayan saja juga tak masalah pasti gajihnya juga tidak rendah.


"Aih..kamu tahu ? aku sudah punya pacar..hhhaahaa , kebetulan pacarku berteman baik dengan pemilik restoran ini."Jawabnya percaya diri , tidak pernah menyangka temanku yang bodoh ini sudah punya seseorang sedangkan aku masih menyendiri , walaupun aku mempunyai perjodohan tetap saja aku tidak punya rasa padanya.


"Hey...Xiao jangan lupa acara malam ini , aku akan menjemputmu."Setelah berbicara ia mempunyai janji dengan pacarnya dan terpaksa meninggalkan ku .


Tidak beberapa lama dari kepergian Nina seseorang datang menghampiriku dan berkata" apakah kamu Nona LinZhe ? jika iya kamu dipanggil masuk kedalam ruangan VIP kami."Ujarnya seorang pria itu agak tampak mencurigaka ,baiklah biar ku lihat dulu ada apa sebenarnya.


- Dalam ruang VIP International Restaurant -


Setelah sampai di depan pintu , tiba tiba aku agak gugup untuk mencoba masuk , "Permisi..apakah anda memanggil saya ?."Tanya ku pada seseorang yang sedang duduk membelakangiku. Sudah kutunggu beberapa menit dia tak menjawab apapun , " Permisi mungkin anda sedikit bingung hingga salah paham padaku , maaf aku akan segera pergi."Tanyaku padanya setidaknya ini sebuah trik untuk tarik ulur .


"Tunggu !"jawabnya , Heheh sudah kupastikan trik ini akan berhasil.


"Mengapa kau melamar pekerjaan disini ?."Tanya balik dari seorang pria tersebut , Namun tunggu dulu ! pertanyaan macam apa ini ? tentu saja aku harus sesegera punya uang untuk hidup baik disini.


"Maaf tuan , saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan saya disini."Jawabku terus terang padanya.


"Baiklah sekarang kamu tanda tangani kontrak yang ada diatas mejaku , dan kamu di terima."Balasnya , semudah inikah bekerja di restoran terkenal ? kupikir akan sedikit lebih sulit.Dulu seseorang yang melamar di restoran kecilku saja sedikit sulit apalagi untuk di restoran ini kan.


Setelah kutandatangani kontrak barusan ,dalam hati dipikir-pikir suaranya kaya pernah tahu tapi dimana ?


"Sekarang kamu bekerja menjadi asisten khusus ku , dan..apakah kau begitu kekurangan uangkah ?."Dia bertanya sambil membalikan posisi duduknya , setelah dilihat lihat ternyata dia sangat tampan dan masih muda dia seperti pria idamanku.


"Heheh..aku tidak kekurangan soal uang hanya saja , aku harus mempunyai pekerjaan tetap dulu."Saat aku usai menjawab pertanyaannya seperti meremehkanku.


"Ouh ternyata begitu , kukira kamu kekurangan uang apa uang cek yang aku berikan belum cukup kah ?."Pandangan nya terhadapku seperti menghina untuk seseorang yang tamak , Aku baru ingat ternyata dia orang yang dihari waktu itu.


"Hoho..aku baru ingat ternyata itu kau , untung aku selalu membawa kertas tak berharga itu di dompetku . kan kukembalikan dan aku mengundurkan diri !."Setelah teringat ternyata adalah dia yang hari itu seketika aku emosi karena dia yang meremehkanku.


"Tunggu dulu nona LinZhe , apakau tahu kontrak barusan apabila mengundurkan diri tanpa sebab kau harus membayar kompensasimu sebesar 5thn gajih manager."Jawabnya dengan muka sesantai itu ? kontraknya seperti ancaman iblis untuk gajih seorang pelayan saja audah banyak apalagi manager dan yang selama 5 thn ?.


" Sebelum itu , namaku Artha Mulya kau harus siap menjadi asistenku kapanpun dimanapun ."


Dalam hati , Ya Tuhan...masa mudaku berakhir sudah ditangan iblis ini .


"Baik Tn.Artha , saya undur diri dulu."


Ingin rasanya aku masuk kelubang berharap tidak akan pernah bertemu dengannya lagi .


"Selain itu kamu bisa pulang , mungkin malam ini Atau besok aku akan membutuhkanmu."Setelah dia selesai berbicara aku bergegas kembali , tak kusangka pacanya Nina berteman dengannya , Sangat disayangkan dia pria idamanku namun sangat mirip seperti Iblis😈.


• Malam pertunangan sepupu Nina....


Tidak kusangka untuk malam ini aku menjadi Zeline kembali ,


- (Tok..tok..tok..) -


hoho..tak kusangka dia datang lebih cepat , " Mari kita pergi ."Ujar Zeline


Nina yang tertegun dengan penampilan Zeline malam ini yang sangat elegan.


" Waw...ternyata kecantikanmu memang tidak berkurang."


Malam ini Zeline bahagia bisa melepaskan rasa penatnya untuk sementara waktu.


Tiba diacaranya , disana sangat ramai karena pihak acara mengundang beberapa tokoh yang terkemuka . Tidak kusangka , seorang Artha yang kubenci juga sangat terkenal sehingga banyak wanita yang terpesona dan mengikutinya. Namun , ini terasa aneh rasanya Artha seperti berjalan ke arah kita berdua apa ini hanya pikiranku saja ?


"**Apakah ini pikiranku saja** ? "


(Jangan lupa like , koment dan berikan votenya)


Terimakasih❤