TOGETHER WITH YOU

TOGETHER WITH YOU
Chapter 5



Holaaaaaaa!¡


I am Come back!!


Bagaimana pemirsah, ada yang kangen sama akyuhh?


Gak ada kali yah.


Kasih vote nya dulu dong!


Jangan lupa Comment!


Happy Reading😘


'Ti amo'


___________________


Dia membuka bajunya lalu memakaikan kebadan Gia yang hanya tinggal bra berwarna merah.


Tanpa kata, dia berlalu sambil menarik tangan Gia dengan pandangan menusuk tertuju kearah Tasya.


Tasya menggigil ketakutan.


________________________________________


"Sudah, jangan menangis.." Arya yang hanya memakai baju dalam memeluk Gia saat sudah sampai diparkiran.


"Ayo pulang!" kata Arya.


Gia hanya mengangguk.


Arya memakaikan helm kekepala Gia lalu membantu Gia menaiki motor nya.


"Sudah siap?" tanya Arya.


Lagi lagi Gia hanya mengangguk, Arya menjalankan motor nya dengan kecepatan sedang.


🍒


"Mampir dulu kak?" Gia menawarkan sesudah sampai dirumah.


"Boleh" kata Arya.


Mereka berdua memasuki rumah Gia.


"Aku ganti baju dulu kak" kata Gia sambil berlalu.


Arya hanya menganggukan kepala nya


"Mau minum apa den?" tanya Inem menghampiri Arya.


"Air putih aja" kata Arya.


____


Gia turun dari kamar nya menghampiri Arya yang tengah duduk disofa.


Gia duduk disebelah Arya.


Hening, tidak ada yang berbicara.


"Em, itu.. Baju kak Arya lagi aku cuci" kata Gia memecah keheningan.


Lagi-lagi Arya hanya mengangguk sambil matanya terus memperhatikan Gia. Gia jadi salting sendiri karena tatapan Arya.


"Ada masalah apa lo sama Tasya?" tanya Arya.


"Emm," Gia menggelengkan kepala nya sambil menunduk.


Arya sudah tau sekarang jawaban nya. "Maaf!" Ucap Arya sambil memegang tangan Gia.


Lagi lagi Gia menangis


"Hiks.. Hiks.."


Arya memeluk Gia untuk menenangkan nya.


"Me_mending kak A_Arya jauhin Gia aja" ucap Gia tersedu sedu.


"Ke_kenapa?" tanya Gia polos.


"Gue suka sama lo" jawab Arya lirih.


Gia tambah mengencangkan tangis nya, dan Arya semakin mengeratkan pelukan nya.


"Gi_Gia gak bisa napas" ucap Gia terpotong potong.


Arya melepaskan pelukan nya sambil terkekeh.


Gia mendongakkan kepala nya menatap Arya.


"Apa maksud kak Arya suka sama Gia? Kita kan baru kenal. Kak Arya juga udah punya pacar." jawab Gia sambil matanya kembali berkaca kaca.


Arya membelai pipi Gia dengan tangan nya. "Sejak pertama gue liat lo, gue ngerasain ada yang aneh dengan tubuh gue, em.. Lebih tepatnya hati gue." Arya menjeda ucapan nya.


"Lo ngerti kan maksud Gue?" tanya Arya.


Gia menggelengkan kepala nya polos.


Arya mengernyit. "Lo beneran gak ngerti?" tanya Arya memastikan.


Lagi lagi Gia menggelengkan kepala nya. "Gue cinta sama Lo" ucap Arya sarkastik.


Gia membelalakan mata nya.


"Gue cinta, gue sayang sama lo. Gue pengen ngelindungin lo. Lo maukan jadi pacar Gue?" tanya Arya langsung.


Gia masih masih mencerna ucapan Arya, lalu dia menggeleng.


"Kalau kita pacaran, terus gimana sama pacar kakak? Gia takut nanti bakalan dibully sama pacar kakak." ucap Gia sambil menundukkan kembali wajah nya.


"Lo tenang aja, gue bakalan putusin Tasya" ucap Arya meyakin kan.


'Jadi namanya Tasya' batin Gia.


"Tapi Gia takut!" balas Gia


"Lo percaya sama Gue.. Gue bakalan lindungin lo. Lo percaya kan sama Gue?" tanya Arya.


"Gia gak tau" ucap Gia lirih.


Arya mengangkan dagu Gia, membelai pipi nya. Lalu..


Cup


Arya mengecup bibir Gia, otomatis Gia melebarkan mata nya.


Merasa tidak ada perlawanan dari Gia, Arya kembali mengecup bibir nya dan melumat lembut. Menyalurkan perasaan yang tengah dia rasakan.


Gia memukul mukul dada Arya ketika merasakan pasokan udara diparu paru nya mulai menipis.


Arya melepaskan ciuman nya sambil tersenyum lalu mengusap air liur yang ada di bibir Gia, sedangkan Gia hanya menarik napas dalam-dalam.


"Kakak mau bunuh Gia ya?" tanya Gia sambil memberengut.


"Itu bukti rasa cinta gue ke elo" ujar Arya.


Pipi Gia merona. Jantung nya bahkan sudah dangdutan. Gia memegangi jantungnya.


Jantung gue batin Gia.


"Jadi lo maukan jadi pacar Gue?" tanya Arya mendesak.


Gia mengangguk ragu ragu.


Arya tersenyum lalu mengangkat pipi Gia. "Aku janji bakal jagain kamu"


Pipi Gia tambah merona kala mendengar Arya memanggil nya dengan sebutan 'aku kamu'.


Arya memeluk Gia dengan erat yang dibal oleh Gia sama erat nya dengan fikiran yang tidak menentu.


'Apa yang akan terjadi selanjutnya?' batin Gia.


Bersambung...