TOGETHER WITH YOU

TOGETHER WITH YOU
Prolog



Ini cerita terbaru dari aku.


Story nya tentang percintaan remaja ya. Berarti............ Cuman ada cium ciuman ya. Emmmmm ***** grepean juga deh. hehe.  Tapi liat aja dulu. Mungkin aku berubah pikiran. Hehe.


Tidak berlama lama.


Happy Reading...


________________________________________


Pagi yang cerah menyambut siswa siswi baru SMA Pelita, Jakarta.


Semua kelihatan ceria menyambut hari pertama sekolah, tidak terkecuali dengan Anggia, Gia.


Walaupun tidak ada yang dikenal nya di sekolah yang baru, tapi dia tetap ceria.


"Hai" sapa seorang siswi yang sepertinya juga siswi baru.


"Hai.." balas Gia dengan senyum canggung.


"Nayla" siswi tadi mengulurkan tangan dan langsung dibalas oleh Gia.


"Anggia, panggil aja Gia" balas nya dengan masih tersenyum canggung.


"Murid baru juga kan?" Tanya Nayla.


"Iyah." jawab Gia.


Dan terjadilah perbincangan hangat diantara mereka.


"Kepada seluruh siswa siswi SMA pelita untuk segera berkumpul dilapangan, karena kegiatan MOS akan segera dimulai. Harap para siswa berbaris dengan teratur!". Seruan dari pengeras suara itu menghentikan perbincangan mereka.


Mereka semua berbaris dilapangan dengan menahan panas matahari pagi.


Ketika ketua OSIS memasuki lapangan, semua mata para siswa siswi tertuju kearah nya. Khusus nya para siswi.


"Eh lihat deh" Nayla menyenggol lengan Gia.


"Apa?" Gia menoleh kearah Nayla.


"Lu gak liat, tuh Ketua Osis ganteng banget" kata Nayla sambil berbisi.


"Iye, gue liat kok, emang ganteng" balas Gia dengan terkikik.


Untung mereka berada dibarisan tengah, sehingga kegiatan mereka tidak kelihat oleh para guru. Namun, semua itu tidak luput dari penglihatan si Ketua Osis, Arya.


"Tuh yang berdua. Yang ada dibarisan tengah, kedepan." tunjuk Arya kearah Gia dan Nayla, otomatis seluruh mata tertuju pada mereka berdua.


Muka Gia seketika jadi pucat sedangkan Nayla bergeming ditempat.


"Maju!" perintah Arya lagi menyadarkan mereka.


Gia maju yang diikuti Nayla dibelakang nya.


"Berdiri disamping saya" kata Arya memerintahkan lagi. Lagi-lagi Gia dan Nayla hanya mengikuti, takut si Ketua Osis tambah marah.


"Ini nih, siswi yang tidak mendengarkan tuturan saya tadi." kata Arya membuat keduanya bertambah malu.


"Tadi gue ngomong apa?" tanya Arya bertanya kepada mereka. Mereka hanya menundukan kepala nya, tanda tidak tau.


"Gak denger?" tanya Arya lagi.


Keduanya tambah menundukan kepala.


"Gue akan ngasih kalian berdua hukuman" kata Arya dengan menyeringai.


Otomatis Gia dan Nayla bertambah pucat.


Gia takut hukuman, selama ini dia selalu menghindari yang nama nya hukuman.


Sebenarnya, Arya memang belum berkata apa apa sejak pertama memasuki lapangan. Tapi karena melihat seorang gadis manis (Gia) yang untung nya tengah membicarakan nya.


Dia jadi punya alasan untuk pdkt sama Gia dengan alasan menghukum nya. Hihihi licik ya otak Arya.


Selanjut nya Acara MOS berjalan dengan lancar.


___


Setelah kegiata MOS selesai Arya berjalan kearah Gia.


"Ikut gue kesanggar" kata Arya pada Gia.


Karena merasa hukuman nya segera menjemput nya, Gia akhir nya memanggil Nayla. Karna tadi Nayla juga kena ancam hukuman.


"Nay!!" teriak Gia pada Nayla yang tengah bercengkrama dengan sesama siswi baru.


Nayla menengok ke arah Gia dengan tersenyum, namun seketika senyum nya luntur karena melihat seseorang di samping Gia.


Nayla menghampiri Gia dengan menunduk.


"Ayo" kata Gia sambil meraih tangan Nayla.


Arya berdecak karena kesempatan berduaan nya bersama Gia jadi gagal.


Padahal sedari tadi dia sudah mengawasi Gia. Dan ketika Gia tengah sendirian, dia akan memberi hukuman nya pada Gia. Namun Arya masih punya otak bulus.


Arya melangkah kearah sanggar yang diikuti oleh Gia dan Nayla.


Ketika mereka sampai di depan ruangan itu, Arya berbalik.


"Lu balik aja, hukuman lu udah selesai"


Seketika muka Gia dan Nayla cerah. Mereka berdua berbalik hendak meninggalkan Arya.


"Ets.. Lu tinggal disini" kata Arya sambil menarik kerah baju Gia.


"Kata kakak hukuman kami udah selesai?" tanya Nayla sambil berbalik yang di ikuti oleh Gia.


"Gue bilangkan elu, bukan kalian. Jadi Cewek ini tinggal disini menyelesaikan hukuman nya" kata Arya sambil menyeringai ke arah Gia. Seketika Gia merasa merinding melihat seringaian Arya.


"Udahhh... Balik kekelas sana. Cepet!" kata Arya mengusir Nayla.


"Gi, gue duluan ya" kata Nayla sambil menatap prihatin pada Gia.


Gia hanya mengangguk sambil tersenyum tipis pada Nayla.


Arya memutar bola matanya malas, malas melihat drama dari cewek di depan nya.


Nayla kembali kekelas dengan perasaan khawatir.


"Masuk!" perintah Arya pada Gia setelah membuka pintu ruangan didepan nya.


Gia pun mengikuti langkah Arya.


Arya menutup pintu itu setelah mereka berdua masuk lalu menguncinya.


"Ke_kenapa dikunci kak?" tanya Gia dengan gugup karena berdua didalam satu ruangan bersama MosWan sekolah.


"Lu bakal gue kasih hukuman" jawab Arya menyeringai sambil berjalan ke arah Gia.


Gia mundur beberapa langkah sebelum tubuh belakang nya menabrak kedinding.


Arya semakin dekat lalu mengunci tubuh Gia diantara kedua tangan nya yang menempel di dinding.


Jantung Gia lansung dangdutan, ketika mata nya melihat wajah Arya dari dekat.


"Ganteng bangetttt" batin gia berontak.


Gia langsung menundukan kepala nya ketika wajah Arya semakin dekat kewajah nya.


Arya memegang dagu Gia dan mengangkat nya, dia tersenyum melihat Gia memejamkan matanya.


"Jangan mikir kotor!" kata Arya membuat mata Gia seketika terbuka.


Dia merutuki dirinya yang sempat berfikir bahwa Arya akan mencium nya. Wajah nya pasti sudah memerah.


"Nama lu siapa?" tanya Arya dengan wajah yang masih sangat dekat.


"A_Anggia kak" jawab Gia gugup.


"Oh.. Gue bakal kasih hukuman ke elu"


Cup


Arya mengecup bibir Gia dan lansung berbalik meninggal kan Gia yang masih mematung.


Bersambung..