TOGETHER WITH YOU

TOGETHER WITH YOU
Chapter 3



Aku kembali dear!


Mungkin ceritaku ini biasa aja ya. Tapi aku berharap semoga readers ku bisa bertambah & betah dengan cerita ini.


Cerita ini 100% imajinasi ku sendiri ya.


Bacot banget sih*


Maaf kalau banyak Typo.


Tidak berlama-lama..


Happy Reading😘


___________________


"Aku turun nya disini aja kak!" Gia menepuk punggung Arya pelan.


Arya menghentikan motor nya, lalu menoleh kebelakang.


"Kan dikit lagi nyampe, kenapa lo mau turun disini?"


"Em, itu.. Anu.. Nu_nunggu temen kak"


Kata Gia gugup.


Mana mungkin kan Gia bilang kalau dia takut kena damprat fans girl nya Arya, secara kan Arya most Wanted sekolah. Bisa bisa yang ada Gia jadi dapet musuh, baru juga masuk sekolah masa udah berantem. Kan bisa barabe.


"Iya, tapi nunggunya di depan gerbang aja!"


"Em.. Kakak duluan aja" kata Gua seraya turun dari motor Arya.


"Nih!" kata Gia menyerahkan helm nya pada Arya. Arya mengambil nya dengan ketus.


"Maka.." belum sempat Gia mengucapkan terima kasih, Arya sudah keburu menancapkan gas nya.


"Kak Arya kenapa sih? Tadi baik, sekarang ketus" gumam Gia sendiri, tapi dia tidak terlalu memikirkan nya. Gia berjalan kearah sekolah.


"Gia!"


Gia menoleh kearah sumber suara yang memanggil nya.


"Nay" katanya sambil tersenyum.


"Kenapa lo jalan?" tanya Nayla bingung.


"I_itu.. Males aja naik mobil, mau jalan sekalian olah raga" kata Gia sambil cengir.


"Lah, jam berapa lo berangkat kesini? Secara rumah lo jauh kan. Becanda lo ya?"


Gia berusaha berfikir, apa kiranya alasan yang pantas.


"Em, a_anu.. Em.. Ya becanda lah hehe.., itu tadi supir gue, gue suruh balik aja. Kata gue, gue jalan aja. Udah deket!"


"Tumben lo" kata Nayla kurang percaya.


"Yaudah yuk kekelas" kata Gia sambil menarik tangan Nayla.


___


"Wah tumben lo Ya, cepet banget dateng kesekolah. Kangen sama Tasya ya?" tanya aldo ketika Arya sampai diparkiran.


"Bisa aja lo" kata Arya sambil berlalu.


Ya, Arya orang nya tergolong santuy tapi dingin. Dia sih punya pacar, nama nya Tasya. Cewek yang selalu nempel sama dia. Ya iyalah nempel, namanya juga pacar.


"Arya!" teriakan itu tidak mengalihkan pandangan Arya. Dia sudah tau siapa yang memanggil nya. Siapa lagi kalau bukan Tasya, cewek gatel.


Grep


Tasya memeluk lengan Arya.


"Kok kamu nggak nungguin aku sih Ya?" tanya Tasya sambil memanyunkan bibir nya.


"Gak sempet!" kata Arya. Emang. kalau dia kurang suka sama seseorang, dia akan lebih irit bicara. Takut mubazir katanya.


"Arya kok gitu sih.." Tasya mulai meraju.


"Kekelas yuk" ucapnya dengan senyum dipaksakan.


"Ayo" kata Tasya sambil menarik lengan Arya.


Tasya merasa sangat beruntung mendapatkan Arya. Ya, meskipun Arya bersikap acuh tak acuh akhir akhir ini padanya. Dia bertekad untuk terus memperjuangkan hubungan nya.


Bel berbunyi, tanda pelajaran akan segera dimulai.


Didalam kelas kelas X IPA2, terlihat masih sangat ribut.


"Eh, ini kan kemarin tempat duduk gue"


"Tapi sekarang jadi tempat duduk gue"


"Ih, punya gue"


"Punya gue kali"


"Gue"


"Gue!!"


Itulah yang didengar oleh Gia, sampai sampai dia menutup telinga.


"Berisik banget sih" gumam nya.


"Nay, lo gak berisik ya ngedengerin nih kelas, udah kek pemilu tau gak"


"Ya, denger sih.. Tapi percuma, kita gak bisa negur semua nya. Tunggu guru masuk aja" kata Nayla santai.


"Pagi Anak Anak!!!" suara bu Sumi, wali kelas mereka membuat para penghuni kelas bungkam.


"Nah pas banget tuh" bisik Gia pada Nayla.


"Gue kan udah bilang" jawab Nayla dengan berbisik pula.


Kelas telah dimulai, para murid kelas X IPA2 pun sudah tidak ribut lagi karena sibuk belajar.


____


Bel berbunyi, menandakan jam istirahat sudah tiba.


"Kanti yuk" ajak Nayla.


"Yuk, gue juga belum sempet makan tadi pagi" kata Gia sambil beranjak dari tempat duduk nya.


"Lah, napa lo gak sarapan tadi pagi?" tanya Nayla.


"Telat bangun" Gia menjawab dengan cepat, singkat dan padat.


Nayla hanya manggut manggut, mereka berdua keluar kelas dan segera menuju kekantin.


"Eh Gi.. Gia!" Nayla menyenggol lengan Gia.


"Apaan sih" kata Gia.


"Noh, Cogan" kata Nayla mengalihkan pandangan Gia.


Gia menelan saliva susah payah ketika melihat Arya berjalan kearah nya.


"Mau ke kantin?" tanya Arya setelah didepan mereka.


Gia hanya mengangguk malu malu.


"Bareng yuk!" kata Arya dengan pandangan tertuju hanya kepada Gia.


"Yuk yuk!" balas Nayla dengan semangat.


Arya berjalan duluan diikuti oleh Gia dan Nayla.


Para penghuni sekolah jadi berbisik bisik. Dan pemandangan itu tidak luput dari mata Tasya.


Tanpa sadar Tasya mengepalkan tangan nya kuat.


Bersambung..