
Holaaaaaaa
Aku kembali... Ada yang kengen gk sih? "(Pasti enggk lah ya... GR banget sih lo Yun)".
Okeh, gk berlama lama takut ada yang LDR (ngarep lu)..
😭😭😭
Happy Reading.. 😘
_________________________
"Udah kak, ini rumah aku" kata Gia sambil turun dari motor Arya.
"Ini rumah kamu?" tanya Arya memastikan.
"Iyah, mau masuk dulu kak?" Gia menawarkan untuk Arya, karena gak enak juga udah dianterin.
"Lain kali aja" kata Arya sambil tersenyum manis
Deg
'Manis banget sihhhh' batin playgirl Gia berteriak. Pipi Gia bersemu merah melihat senyum Arya.
Arya yang dikenal dingin dan pelit senyum oleh banyak orang nyatanya sangat ramah pada Gia.
'Mimpi apa gue kemaren' batin Gia kembali berteriak.
Gia..
Gia..
"Gia!!" teriak Arya sambil melambai lambai kan tangan nya di depan muka Gia.
"Eh iya kak gi_gimana?" tanya Gia gugup berusaha menyembunyikan rasa malunya.
"Besok lo tunggu gue disini. Biar gue jemput" kata Arya sambil mengedipkan matanya lalu menghidupkan motornya.
"Ingat! Gue gak menerima penolakan." katanya lagi lalu menjalankan motor nya meninggalkan Gia yang bahkan belum memberi jawaban.
Akal sehatnya sudah kembali sepenuh nya, dia berlari masuk kedalam rumah nya sambil berteriak..
"Aaaaaaaaaaa bibi!!!!!!!"
Bi Inem yang tengah memasak didapur langsung berlari kearah Teriakan Gia sambil tergopoh gopoh.
"Iyah, ada apa non?" tanya nya.
"Aku seneng banget!"
"Seneng kenapa non? Rame disekolah nya?" tanya Inem.
Sadar akan tingkah laku nya, Gia langsung diam. "Ada dehhh" katanya sambil berlari menaiki tangga menuju kamar nya.
Inem melongo melihat tingkah laku Gia yang sudah dianggap nya anak sendiri.
"Wahh harus kabarin nyonya nih. Kayak nya non Gia lagi jatuh cinta nih" gumam Inem lalu kembali kedapur.
___
Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam, sedangkan Gia masih belum bisa memejamkan matanya. Dia terus teringat wajah tampan Arya.
Pipi nya kembali merona ketika mengingat kejadian tadi siang saat Arya tersenyum dengan begitu manis.
"Kayak nya kak Arya suka deh sama gue" katanya lagi, GR banget kan.
Lelah memikirkan Arya, akhirnya Gia tertidur dengan sesekali tersenyum.
___
Bunyi alarm mengagetkan Gia yang tengah tertidur pulas.
"Aduh ngences nih gue" gumam nya sambil melap sudut bihir nya dengan tangan nya.
"Non!!" panggil bi Inem diiringi ketukan pintu.
"Iyah bi?" Gia membuka pintu nya dengan penampilan yang sangat berantakan. Wajar... Belum mandi.
"Itu, ada temen non nunggu dibawah. Katanya mau jemput non"
Seketika mata Gia melebar.
Dumm
Gia menutup pintunya agak keras.
"Suruh tinggu dulu bi" teriak Gia dari dalam.
****
Gia turun dengan tergesak gesak, dia melihat punggung seseorang yang dikenal nya duduk di sofa sambil memainkan ponsel ditangan nya.
"Eh kak Arya, lama nunggunya ya?" tanya Gia sambil tersenyum gugup.
Arya mengangkat kepala nya, seketika dia terpeasona melihat penampilan Gia.
'Cantik' batin nya.
"Enggak kok, sarapan aja dulu sana" katanya menyuruh Gia.
"Enggak deh, di kantin aja. Takut telat" kata Gia.
"Yaudah.. Yuk" Arya berdiri.
"Bi!!! Gia berangkat dulu ya" teriak Gia sambil berjalan keluar yang diikuti Arya.
🍒
"Nih.." Arya menyerahkan helm nya pada Gia dan segera disambut oleh nya.
"Bisa naik?" tanya Arya.
"Emm" Gia mencoba naik kemotor Arya, tapi nihil. Segera Arya membantu Gia naik.
"Pegangan!" perintah Arya.
Lagi lagi Gia hanya memegang ujung baju Arya. Tapi Arya mematikan kembali motornya, lalu menoleh kebelakang.
"Kamu yakin cuman mau megang baju aku?" tanya Arya dengan sedikit menggoda.
Malu malu Gia melingkarkan tangan nya keperut Arya, Arya tersenyum penuh kemenangan.
Bersambung...
tambah pendek hihi