TOGETHER WITH YOU

TOGETHER WITH YOU
Chapter 4



Aku update lagi guys..


Mood nya lagi bagus nih, do'ain aja biar bisa up terus. Amin*


Maaf, bagi yang suka berburu typo.


Happy reading 😘


Love you


___________________


Arya berjalan duluan diikuti oleh Gia dan Nayla.


Para penghuni sekolah jadi berbisik bisik. Dan pemandangan itu tidak luput dari mata Tasya.


Tanpa sadar Tasya mengepalkan tangan nya kuat.


_____


"Pantes kamu berubah, ternyata ada yang gatel sama kamu" Tasya berkata dengan lirih. Sorot matanya tajam seperti menyimpan dendam.


***


"Lo mau pesen apa?" tanya Arya pada Gia.


"Em bakso ajah" jawab Gia.


Arya beranjak dari bangku tempat duduk nya lalu memesan makanan.


"Eh Gi, kayak nya ada yang mencurigakan nih sama kakak Ganteng itu?" kata Nayla berbisik kepada Gia.


"Maksud lo apa sih Nay?" tanya Gia.


"Lo gak peka banget sih. Kayak nya kak Arya deketin elo deh" kata Nayla curiga.


Gia tidak menjawab, dia hanya sibuk dengan pikiran nya sendiri.


'Masa iya sih, kak Arya suka sama gue?' tanya Gia membatin.


Ditengah sibuknya pikiran Gia, Arya datang membawakan pesanan nya.


"Nih!" katanya sambil memberikan bakso Gia.


"Lah, kak bakso Nayla mana?" tanya Nayla.


"Pesen sendiri" kata Arya singkat lalu memakan bakso nya.


Nayla mengerucutkan bibir nya dan segera beranjak untuk memesan bakso nya.


___


Nayla kembali dengan bakso ditangan nya. "Kok lo belum makan Gi?" tanya Nayla sambil duduk.


"Nungguin elo" kata Gia.


"Emh, setia banget sih lo ama gue" kata Nayla terharu.


"Temen lo kan udah disini, jadi cepet makan!" perintah Arya pada Gia.


Gia langsung melahap bakso nya. Karna dari tadi dia sudah kelaperan jadinya makan nya cepet banget, ampe belepotan.


Arya mengambil tisu yang ada di atas meja, lalu melap sudut bibir Gia yang belepotan.


Pipi Gia langsung memerah, sedangkan Nayla yang hampir menyuap bakso nya jadi batal. Mulut nya terus terbuka melihat pemandangan di depan nya.


Pemandangan itupun tak luput dari pandangan orang yang tengah memakan bakso nya di meja pojok, dia meremas kuat sendok dan garpu yang tengah dipegang nya.


"Em.. Gu_gue mau ketoilet dulu" Gia segera berdiri dan berlari kearah Toilet.


"Kenapa mereka?" gumam Nayla sambil meneruskan makan nya.


____


Gia hendak keluar dari toilet, tapi langkah nya dihadang oleh beberapa orang siswi, kayanya anggota genk deh.


"Em.. Ada apa ya kak?" tanya Gia ramah.


"Ada apa ada apa?.. Lo emang gatel ya. Lo sengaja kan godain Arya?" Tasya langsung naik pitam.


"Ma_maksud kakak apa ya?" Gia kebingungan.


"Lo gak usah belaga bodoh deh. Lo emang niat godain Arya kan? Murahan lo"


"A_aku gak ngerti apa yang kakak omongin"


"Halahhhh... Arya cowok keberapa yang lo godain?"


"Kakak ngomong apa sih?"


"Jalang bego!" setelah mengatakan itu, Tasya berbisik kesalah satu temen nya.


Temen nya mengangguk lalu menyeringai.


"Ka_kalian mau apa? Gia mundur beberapa langkah.


" girls, buat dia telanjang!" perintah Tasya.


Gia kaget dengan perintah Tasya.


"Ja_jangan!"


Dan belum sempat Gia mengambil langkah seribu. Dia sudah kena tangkap.


"Lepasin!" Gia memberontak.


"Telanjangin!" perintah Tasya tanpa menghiraukan orang orang yang masuk ketoilet. Toh gak ada juga yang berani ngelaporin dia, dia kan anak kepala sekolah situ.


"Tol.." belum sempat Gia berteriak minta tolong, mulut nya lebih dulu dibekap.


Air matanya terus mengalir seiring dengan kancing baju sekolah nya yang mulai dibuka dengan cepat. Dilempar baju Gia, lalu diinjak. Gia menangis histeris.


Tasya mengeluarkan ponsel nya hendak memoto, lalu..


Grep


Ponsel nya sudah tidak berada di tangan nya lagi. Tasya mau protes dengan orang yang telah mengambil ponsel nya. Tapi niat nya itu diurungkan nya karena melihat pelaku nya.


"A_Arya.." ucap nya pelan.


Arya memasukkan ponsel Tasya kedalam saku nya. Lalu berjalan kearah Gia.


Dia membuka bajunya lalu memakaikan kebadan Gia yang hanya tinggal bra berwarna merah.


Tanpa kata, dia berlalu sambil menarik tangan Gia dengan pandangan menusuk tertuju kearah Tasya.


Tasya menggigil ketakutan.


Bersambung...


Kasih vote dong buat Yunna (Author)*. Biar Yunna tambah semangat.


Jangan lupa Comment.


Muachh😘