THIS Is MY DESTINY

THIS Is MY DESTINY
TMD.8(Viktor)



.


.


.



"Kamu belum memberitahu mamah kalian kan van! Kalo daddy dan viktor pulang ke indo?" tanya deddy devan di perjalanan pulang ke rumah mereka!


"Belum kok dad! Tapi ntar kalo mamah syok gimana, devan gk mau tau ya! Daddy harus tanggung jawab"jawab devan, masih pokus menyetir mobil yg di bawa nya.


"Gak akan!"tegas deddy nya devan dengan santay.


Sedang kan Viktor yg sedang duduk di jok belakang, hanya sibuk me main kan hp nya, meski sekali-kali dia juga menengok ke jendela, melihat pemandangan kota Jakarta di sore hari!


Untung jalan an saat itu tidak terlalu ramai dan macet, jadi perjalanan dari bandara ke rumah mereka, bisa di tempuh dengan waktu yg lumayan cepat!


"Mamah sehat² aja kan van?"Viktor akhirnya mengeluarkan perkataan dari mulut nya, karna sepanjang perjalanan ia hanya diam di tempatnya dengan tatapan mata mengarah ke luar jendela dan lebih sering lagi hanya sibuk me main kan handphone nya!


"Sehat kok Al, tenang aja! Kan ada gw. Gw bakal jaga mamah sebaik mungkin!!"Jwb devan dengan penuh semangat dan percaya diri.


Viktor tidak membalas atau pun merespon perkataan devan. Dia malah kembali sibuk dengan handphone nya.


"Devan gak berubah yah dad! Dia masih kaya dulu! Cuek, dingin dan nyebelin!"cibir devan yg lalu di tertawai daddy nya.


"Hahaaa kamu bisa aja dev! Tapi kamu memang benar! Dia sama sekali berbeda dengan sifat kita"tutur daddy devan.


"Mungkin gak sih dad? kalo dia tinggal di indo dia bakal berubah?"tanya devan.


"Gk tau daddy!"jwb daddy sambil menghembuskan napas pelan, lalu seketika pandang an nya mengarah ke jendela mobil yg tengah di kemudikan anak nya, tatapan nya mulai kosong, dan ntah pikiran nya pergi kemana.


"Bentar lagi kita nyampe nih, wihh gak sabar ngelihat ekspresi mamah!!"antusias devan.


"Ok bentar, kalian semua diem yah!! Jngn ada yg bicara sedikit pun!!!"suruh devan, lalu dengan sengaja ia menghentikan mobil nya.


"Mau ngapain dev?"tanya daddy bingung


lalu devan mengeluarkan hp dari saku celana seragam nya! Tak lama ia langsung menelepon seseorang yg ternyata adalah mamah nya.


"Hallo"suara lembut dari sebrang sana


"Hallo mah! Mamah lagi di rumah kan?"tanya devan pada mamah nya


"iya sayang! kamu lagi di mana? kenapa belum pulang? Ini udah sore van!! Cepet pulang! Mamah udah masakin makan an kesukaan kamu!"cerewet wanita tersebut.


"Iya mah! Ini devan mau pulang kok"


"Yaudah cepet yah! Mamah tunggu"


"Iya mah. See u"


Nutttt


"wiiihh daddy jadi gak sabar ketemu mamah kalian!"seru daddy devan.


"Hehee iya nih! Devan juga!"balas devan dengan semangat.


"Al lo kenapa dah? Dari tadi diam ajah! lo sakit?"tanya devan sambil menengok ke belakang.


"G! Cpt jln!"tegas Viktor dengan wajah datar tanpa ekspresi


****


Akhirnya Mereka sampai di depan sebuah rumah megah! Berlantai 2! Dengan halaman rumah yg sangat luas! Dipenuhi dengan tanaman² hijau dan bunga² cantik! Rumah tersebut akan sangat nyaman jika di tempati keluarga besar!


"Akhirnya nyampe juga!"syukur daddy devan, setelah cukup lama duduk di dalam mobil.


"Kuy lah keluar!, koper daddy biar devan aja yg bawa!"seru devan


"Thanks my baby boy!"ucap daddy devan agk alay.


"Diii biasa aja kali dad!"balas devan geli.


Setelah membuka kan bagasi mobil dan mengambil koper beserta sedikit oleh² dari Singapura! Devan dan daddy nya pergi lebih dahulu untuk masuk ke dalam rumah!


Sedang kan Viktor yg masih terpaku di devan rumah nya sendiri, hanya menatap kosong setiap sisi bagian rumah nya.


Toktoktok


"Assalamualaikum. Mah devan pulang nih"suara devan yg menggelegar akhir nya di sambut ramah oleh seseorang wanita paruh baya dengan ber daster hijau dan lap yg ada di tangan nya.


"Saoloh den! Baru pulang to! Aduu itu si enyah udah nungguin dari tadi den!"saut bibi ijah! Pembantu di rumah Keluarga Regatra.


"Bibi ni yah, kebiasaan, bukan nya jawab salam! Malah nyerucus kek tetangga sebelah!"jwb devan ngasal.


"hehee, nggih den, hampura atuuh.. Waalaikum slm!!"tutur bi ijah.


"Telat bi!"ucap daddy nya devan, yg muncul dari samping.


"Wilih wilih!! Saoloh gustiii!! Tuan daddy pulang iraha atuu,, bi ijah teu ngimpi kan iyeu?"antusias bi ijah dengan suara cempreng nya. Sambil mencubit pipi nya, karna dia kira dia sedang mimpi.


"Ngga bi! Udah sana minggir! Devan mau lewat!"usir devan halus.


"Nggih den! Tuan! silahkan masuk"ucap bi ijah sambil membuka pintu lebar.


Devan dan daddy nya masuk! baru saja kedua nya sampai di ruang tengah, terdengar suara gelas pecah di sebelah ruang makan!


Sontak ke dua nya kaget, dan langsung melirik ke arah suara tersebut. Dan mereka mendapati Sesosok wanita cantik dengan dres Merah muda tengah berdiri sambil menutup mulut nya dengan satu tangan! Mata nya yg sedari tadi mengarah pada dua orang tersebut sekarang tampak berkaca² dan wajah memerah!


"Massss"teriak wanita tersebut, dengan air mata yg mulai berderai, ia berlari menghampiri dua laki² tersebut, dan langsung memeluk nya dengan sendu.


"Kamu kenapa pulang gak bilang² sama aku!"isak wanita itu.


"iya² maaf in aku! Aku sengaja suruh devan buat gak bilang ke kamu kalau kami mau pulang ke Indonesia!"sesal daddy nya devan sambil melepas kan pelukan Adek nya itu!.


"Maksud kam-"perkataan nya terpotong begitu saja, saat mendengar tangisan bi ijah yg sangat menggelegar!


"Bi ijah kenapa?"tanya devan heran


Lalu ketiga orang tersebut kembali ke pintu depan dan betapa kaget nya mereka, saat mendapati bi ijah yg kini tengah memeluk seorang anak muda dengan berderai air mata.


"V.. Vik tor!" suara terbata-bata wanita tersebut dengan wajah merah padam dan air mata yg sudah berjatuhan dengan lincah nya.


Bi ijah yg sedari tadi memeluk erat Viktor, akhirnya melepaskan pelukan nya, dan pergi meninggal kan semua orang dengan air mata yg masih tercucuran.


wanita tersebut berjalan dengan sangat rapuh untuk menghampiri anak semata wayang nya. Air mata nya tak kuasa ia bendung! Ingin sekali ia menjerit untuk melepaskan kerinduan nya selama ini.


"Mamah!"suara lembut seorang Viktory Alregatra itu berbunyi dalam suasana yg sangat mengharu kan.


"Viktor!"Tangan halus nya kini terulur untuk mengelus pipi anak nya tersebut, tak kuasa menahan kerinduan nya, ia menumpahkan semua nya dengan memeluk erat anak nya itu.


"Kamu kenapa gak bilang² sama mamah kalau kamu mau pulang! Kenapa hah! Kenapa sayang!"omel wanita paruh baya yg bernamakan SasQila Regatra.


"Maafin Viktor mah!, mamah sehat kan?, mamah gimana kabar nya"tanya Viktor lebih dari 5 kata.


"Kamu nakal yah sekarang! Kamu sengaja yah, gak bilang² ke mamah! Mau bikin suprise buat mamah? Iya? Ga lucu V!" omel nya sambil terus memukul dada anak nya.


"kalo mau marah! Jangan marahin Viktor! Tuh marahin uncle!"tunjuk Viktor pada kakak mamah nya itu. Yah!! Dia adalah daddy nya devan! Dimana daddy nya devan dan mamah nya Viktor adalah saudara kandung, adik dan kakak.


"Udah² ish!! Kok jadi Dramatis gini sih!!,, yuk ah masuk! Devan laper nih! Mau makan!"kesal devan dengan antusias orang² saat melihat Viktor.


"Iya gpp mah"jwb Viktor santai.


"Yaudah yuk masuk!!"Ajak devan pada semua nya.


"Iya ayo semua nya masuk"Akhir kata daddy nya devan! Karna Semua orang akhirnya masuk ke dalam rumah.


****


Ruang makan


"Maafin mamah yah! Tadi mamah cuma masakin makanan ke sukaan nya bang devan!, soal nya mamah gak tau kalo kamu dan uncle kamu mau pulang!"sesal bu qila


"Gpp mah,"jwb Viktor dengan senyuman manis yg hanya di tunjuk kan untuk mamah nya.


"Udah lah! Ini kan bi ijah udah masakin banyak"saut Pak Riyo, daddy nya devan.


"Yaudh, sekarang makan gih! Ntar lagi aja ngobrol nya!"tegas devan, yg akhirnya di turuti semua orang.


****


Ruang keluarga


Devan dan Daddy nya tengah duduk santai di depan Televisi, sedangkan bu qila, tengah sibuk membuat teh manis untuk ke tiga laki² yg kini semua nya ada di rumah tersebut.


"Dad, daddy sama Viktor mau berapa minggu di indo?" tanya devan memecah keheningan.


"Gak akan lama van!, mungkin cuma se minggu!"jawab daddy devan dengan santai


"Yaelah dad, cepet amat!! Devan pngn ikut deddy ke sana kan jadi nya!!"jwb devan manja.


"Ahh dasar kamu ya! Trus nanti sekolah kamu gmna?"tanya daddy so serius.


"Saoloh dad! Devan bercanda kali!!"saut devan.


Bu Qila akhirnya datang dengan membawakan 3 teh dan 1 susu coklat untuk nya, dan juga lengkap dengan cemilan nya.


"Niii teh nya!! Nanti habis ini langsung tidur! Kalian semua pasti lelah, harus istirahat!"tegas bu qila.


"Iya mah"jwb devan sambil mengambil teh hangat buatan Tante sekaligus mamah nya!


"Loh Viktor mana?"tanya bu qila.


"Tadi masi mandi mah! Bentar lagi juga ke sini"jwb devan.


"Ohh yasudah! Gimana kehidupan kalian di sana mas?"tanya bu qila pada daddy nya devan.


"Tenang saja qil! Semua nya baik² saja! Bahkan aku sepertinya harus meminta maaf sama kamu, karna di sana, aku sering sekali merepotkan Viktor"jelas daddy nya devan.


"Gpp! Asal kalian sehat selalu, dan baik² saja. Itu sudah lebih dari cukup!"syukur bu qila.


Viktor turun dari lantai atas kamar nya. Ia segera bergabung dan duduk di sebelah mamah nya.


"Lama banget mandi nya? Kaya cewe ajak!"sindir bu qila.


"Biasa mah, abis kangen² an ama kamar mandi yg udah di tinggal lama! Kan banyak kenangan di sana🌚"sindir devan ngasal!  awkawk😆


"Pan s, g jls!"singkat Viktor dengan wajah datar nya.


"Ya elah, canda bro"kekeh devan.


"Udah², gimana sekolah kamu di sini van?"tanya daddy nya devan.


"Ya gitu dad"jwb devan sambil mengunyah cengilan nya.


"Kamu pasti sering nakal yah?! Sering bolos!?"tanya tegas seorang pak Riyo Aldito


"Ngg-"


"Iya mas!, susah banget ngomong in anak satu ini! Tapi untung nya devan pintar, jadi para guru juga tidak terlalu membenci devan."jelas bu qila.


"Mereka gak benci sama dia karna memandang kamu qil,!!"seru pak Riyo.


"mungkin juga!"jwb bu qila, lalu menyeruput susu hangat nya.


"Daddy gk suka kamu jadi Badboy di sekolah kamu van, kamu juga harus seperti Viktor! Dia tidak pernah nakal di sekolah nya. Bahkan dia meraih peringkat 1 se sekolahan. Sering mengikuti kejuaraan, bahkan sampai bertanding basket di internasional.! Berlawanan dengan negara² tetangga! bahkan sampai harus mengalahkan negara sendiri! Bayangkan saja! Betapa terkenal nya dia di sana!"santai pak Riyo, namun menusuk di hati devan.


"Ya elah dad! Gak usah bandingin devan ma Viktor dong!! Dari dulu juga devan kalah jauh ma dia! Untung ke pisah! Kalo misal Viktor tinggal di indo, dan sekolah di sini? Devan gk ada apa² nya dad, jadi udah la. Devan yg pintar dan tampan ini di syukur in aja bisa gk si!"


Cerocos devan dengan sedikit gurauan, meski dalam hati nya, ia ingin sekali menendang Viktor kembali ke Singapur, karna kalo berdekatan seperti ini. Bisa² dia mati mengenaskan karna di banding² kan terus dengan Viktor.


"Udah²!! Sekarang udah malem!! Tidur gih, kalian emang nya gak cape hah?, kalian harus istirahat, devan juga, devan seharian sekolah. Trus jemput daddy sama Viktor di bandara, pasti nya cape kan!,"suruh bu qila.


"Iya mah!! Yaudah devan ke kamar yah semua nya!, GN"devan lalu pergi ke arah kamar nya di lantai atas.


"Yaudh, Aku juga pergi istirahat"turut daddy devan.


"Mamah tidur sama Viktor ajah!"suruh Viktor


"Hmm. Viktor kangen yah tidur sama mamah, yaudah! Yuk"goda bu qila.


"Iy mah, udh 2 th viktor gk pulng ke indo! Gmna gk kngn!"jwb Viktor panjang lebar.


"Hm.. Iyh², bentar yh! Mamah suruh bi ijah beresin ini dulu"pinta bu qila.


"Biiiii tolong beresin gelas teh nya yah!"teriak bu qila


"Nggih nyah"balas bi ijah sambil berlari kecil menghampiri ke dua nya.


****


"Udah tidur sayang!, mamah tau kamu pasti kecapean seharian ini!"pinta bu qila.


"Iya mah, Good Sleep"


"Too"bu qila menarik selimut untuk Viktor dan memandang lekat anak tercinta nya itu, tak sadar air mata nya menetes, ia teringat 2 sosok pujaan hati nya, yg kini telah pergi jauh dari nya, bahkan pergi untuk selama lamanya.


Kebahagiaan Ter Indah Adalah Saat Kamu Bisa Kembali Ke pelukan Orang Yang Telah Lama Berpisah Dengan Mu, Dan Dia Adalah Orang Yang Sangat Kamu Sayangi♡


_VIKTORY ALREGATRA_


.


.


.


_29_januari_2020_


I love you Readers forever TMD!!( ˘ ³˘)❤


 



Akhirnya Cogan Nongol-,-  Viktory Alregatra💜



Cogan senior-,-  Devano Aldito💜