THIS Is MY DESTINY

THIS Is MY DESTINY
TMD.13(Night Celebration 2)



Berly bersama bu qila tengah berada di ruang tengah rumah besar Regatra. Viktor tadi hanya membawa berly ke dalam, selepas nya ia langsung pergi kembali ke halaman belakang.


"Makasih bi," ucap bu qila seusai bi ijah mengurut pergelangan kaki berly. "Sama-sama nyah, bibi pergi dulu nya, permisi" ucap bi ijah, lalu pergi kembali ke belakang.


"Maafin berly tante, jadi ngerepotin kaya gini," sesal berly, dengan wajah malu. "Gpp sayang, tante malah seneng kok. Jadi bisa lebih deket gini kan sama kamu" ucap bu qila dengan mengelus rambut hitam milik berly. "Oh iya, tante punya tuh sepatu kaca tapi gak ber hak. Berly mau pakai gak?" tawar bu qila dengan senyum cantik nya.


"Tapi tan-" ucap nya ragu, "udah jangan nolak, tunggu di sini bentar yah, tante ambilin dulu" jawab nya dengan semangat lalu beranjak ke ruang atas.


Berly hanya celangak-celinguk sendirian. Memandang satu persatu ruangan dan hiasan mewah di rumah ini, sampai pada sebuah fhoto besar dengan bingkai megah dan orang-orang di fhoto tersebut. Tampak keluarga besar itu sedang tersenyum bahagia! Berly tersenyum sendiri melihat fhoto besar tersebut. Rasa nya keluarga ini begitu sempurna akan kebahagiaan.


"Berly" suara tersebut berhasil mengagetkan berly, dan saat ia nengok ke arah belakang, betapa terkejut nya ia saat ternyata devan pun hadir di pesta ini. Devan tak sendiri, melainkan dia datang bersama 3 orang yang ngintil di belakang nya. "Kak devan?"


"Lo baik-baik aja kan?" tanya devan khawatir, lalu duduk di sebelah berly. "Nggk kok, berly gpp. Kak Devan kok bisa ada di sini?" tanya nya penasaran.


"Lo gak tau?" tanya devan balik, "kok nanya balik, emang berly tau apa?" tanya berly makin penasaran. "Gue keponakan pemilik rumah ini ly," jawab devan dengan senyum manis nya. "Hah?" berly tercekat oleh perkataan devan, sedikit tidak percaya namun selama dia berteman dengan devan, devan bukan sosok yang suka berbohong. "Kak devan bercanda?" kata nya lagi, memastikan. Lalu devan hanya ngangguk sebagai jawaban.


"Loh devan, Viktor. Kalian di sini?" tanya bu qila, yang baru saja tiba di bawah. " iya mah, devan minta nganter Viktor nunjukin dimana berly tadi, hehe" jawab devan sembari mencengirkan gigi nya. "Kamu tu ya. Kaya yang gak tau ruangan rumah ini aja! Pake di antar-antar segala." ucap bu qila, lalu duduk di samping berly mengganti kan posisi devan.


"Ini pakai sayang?" ucap bu qila sambil menyerah kan kotak persegi panjang tersebut. "Iya tante" dengan segera berly membuka kotak tersebut. "Tante, ini serius gpp berly pakai?" tanya berly sambil menghadap bu qila, ia sedikit ragu. "iya dong, emang kenapa? Berly gak suka?" tanya bu qila, "eh ngga kok tan, ini tu bagus banget! Pasti mahal, terus kalo nanti lecet pas berly pakai gimana?" jawab berly masih tidak menyentuh sepatu tersebut. "yaampun berly, gak usah khawatir kaya gitu, tante gak minjemin ini sama kamu kok. Tante kasih sebagai hadiah buat kamu. jadi ini milik berly sekarang." jawab bu qila dengan senyum merekah di bibir nya.


"Tapi tan-".." udah, gak usah tapi-tapi an, pokok nya ini buat berly, berly mau kan nerima ini dari tante?" pinta nya dengan permohonan!, "emm, iya tante." berly yang masih ragu untuk menerima barang tersebut, hanya berpasrah sambil bersyukur. "Makasih tante" ucap berly sambil tersenyum sumringah. "iya sama-sama sayang!" balas nya, lalu merangkul berly dalam pelukan nya.


"Mamah kek nya pengen banget yak punya anak cewek?" tanya devan "cepet cari jodoh aja mah buat Viktor, ntar gak usah lama-lama. Langsung nikahin aja, hahaaah" kata nya ngasal, lalu terkekeh saat melihat ekspresi menyeramkan Viktor. "Paan si lo" timpal Viktor, yang lalu di tertawai semua nya di sana. "iya-iya, ntar mamah cariin" Jawab bu qila sembari menggoda anak nya. Berly hanya tertawa kecil lalu berpaling pada lelaki yang kini ada di hadapan nya, sedangkan yang sedang di perbincangkan hanya sibuk dengan handphone nya, ntah sedang apa!.


****


Semua nya sudah kembali di halaman Belakang. Kini Bu qila sudah berada di atas papan pengumuman yang hanya berkisar 1 meter tingginya. Lengkap dengan mic dan beberapa alat musik dan sudah di tata dengan elegan. Semua tamu berdiri di hadapan panggung kecil-kecil an itu. Di bawah lampu-lampu tumblr yang bergantung an, menjadi kan suasana terasa lebih indah dan cantik.


"Selamat Malam semua nya."sapa bu qila, "Sekali lagi, saya ucap kan banyak terimakasih. Kepada kalian yang sudah hadir di pesta kecil kami ini," lanjut nya. "Langsung saja, Tujuan saya membuat perayaan ini ialah, tak lain untuk menyambut kedatangan Anak dan Kakak saya. Saya bersyukur sekali kepada tuhan. Yang mana, ia masih menyayangi saya dan keluarga saya. Tak banyak yang ingin saya ungkapkan. Melain kan Hanya Ucapan kasih sayang seorang ibu terhadap anak nya." ucap nya dengan mata berkaca-kaca.


"Viktor!! Mamah sangat Menyayangi mu nak.. Mamah selama ini selalu menunggu kedatangan mu dengan uncle mu, dan untuk kali ini. Terimakasih telah hadir dan menghilangkan kerinduan mamah. Meski mamah tau, dua hari lagi pun kau akan pergi kembali ke singapura, tetapi Jika mamah masih bisa meminta. Mamah ingin sekali bersama mu lebih lama lagi. Mamah sayang kamu Viktor. Mom is love you" kata nya dengan perasaan berkecamuk yang tak bisa di jelas kan.


Viktor menghampiri bu qila yang sudah nampak tersendu dengan air mata nya. Ia memegang bahu mamah nya yang sudah tertunduk sedih. Ia menghapus air mata di pipi cantik mamah nya, berusaha menenangkan nya dan terus memberi ketegaran untuk nya.


"Mamah jangan nangis, Viktor sayang mamah kok" ucap nya. Lalu dengan sigap bu qila memeluk anak semata wayang nya. Dengan tangis yang makin menyusuk di hati nya. Suara tepukan riah terdengan memberi semangat untuk bu qila. Mereka semua adalah kerabat dan sahabat dekat keluarga Regatra. Jadi sudah tak heran dengan apa yang di ungkapkan bu qila. Mereka semua sudah tau dan mengerti bagaimana kondisi serta keadaan bu qila.


Devan datang dan melerai Susana sedih itu, ia mencoba menjadi kan keadaan kembali seperti semula, "oke oke Semuanya!! Dari pada kemeriahan ini kita baluti dengan kesedihan! Gimana kalo kita mulai saja acara nyanyi dan menari nya." saut devan yang tadi langsung mengambil alih mic dengan suara menggelegar dan heboh.


Bu qila pun kembali turun dan duduk di sebuah kursi bersama Berly dan keluarga nya. Sedangkan Viktor di minta untuk menyanyi kan sebuah lagu sebagai sambutan.


Para tamu kembali duduk di kursi-kursi yang ada di sebelah tempat makanan dekat kolam renang, ada yang tetap berdiri dengan gelas minuman di tangan nya dan ada juga yang stay di depan panggung tersebut untuk menyaksikan Viktor.


"Aduuu itu anak nya qila makin dewasa makin ganteng aja ya jeng.".. "Iya ih, nyesel deh gak punya anak perempuan. Kalo aku punya ni ya, aku jodohin dia ma anak aku".. "kira-kira kalo ama anak aku mau gak ya dia?".. "Gak tau deh".. Beberapa bisikan ibu-ibu narsis yang ada di depan sana.


Viktor masih pokus dengan gitar dan mic di hadapan nya. Intro dari alunan gitar pun sudah di petik nya, dengan lihay dan gampang nya ia terus memain kan alat tersebut hingga menghasilkan bunyi yang amat merdu.


Alunan musik itu kini telah bercampur selaras bersama suara lembut milik viktor, ia menyanyikan sebuah lagu dari Calum Scott dengan judul You Are The Reason.


Lagu tersebut persembahan untuk wanita tercinta nya. Yang ingin sekali untuk nya bisa kembali bersama-sama dalam balutan kebahagiaan dan harmonisasi keluarga nya.


Ibu nya adalah alasan untuk segala perjuangan nya selama ini.


Bu qila terharu menyaksikan penyampaian lagu dari anak nya itu. Repleks air mata nya kembali tumpah saat melihat betapa menghayatinya viktor saat membawakan lagu tersebut.


🎶I'd climb every mountain,


and swim every ocean


Just to be with you,


And fix what I've broken


Ohhh cause I need you to see


That you are the reason🎶


Alunan musik ceria di putar untuk orang-orang yang menari di sana. Kebahagiaan sempat terasa nyata ada nya di rasakan oleh viktor, semua acara nya berjalan dengan lancar dan penuh kenangan.


****


___weekand


Hari ini tepat hari minggu, dimana keluarga Alvera tidak ada satu pun yang bangun pagi, hari ini. Ditambah, pesta yang semalam mereka hadiri cukup melelahkan dan menguras energi, jadi mereka memutus kan untuk beristirahat sepuas nya.


Drtttttt Drrrttttt...


Getar Handphone di atas kasur dekat berly tertidur, karna saking kelelahan nya, ia masih terlelap cantik, padahal sekarang matahari sudah hampir naik dan jam sudah lewat jauh dari jam biasa nya ia bangun.


Drtttttt drttttttt.. Ting tonggggg, tinggggg


"Duhhh siapa si, pagi-pagi gini ganggu orang aja" mulut nya bergumam dengan posisi tubuh yang masih terbaring dan mata tertutup. rambut yang berantakan dan make up yang masih nempel di wajah nya.


Drrtttttttt drtttttttt drttttttttt...


"Iya hallo, siapa sii, ganggu orang tidur aja" berly mengangkat telfon nya meski dalam keadaan setengah sadar. "Hallo ly? Masih tidur?, gak tau sekarang jam berapa?" Tanya nya "ah, ini-?". Berly langsung bangkit dari tidur nya dengan mata yang reflek terjaga sempurna, "kenapa sayang? Udah lupa" jawab nya dari sebrang sana. "Kak dito?, aduu ngga kok, berly udah bangun kok ini. Lagian jam berapa si ini?" tanya nya lalu melihat ke arah Alarm di meja dekat kasur nya. Sontak ia kaget saat melihat sekarang sudah jam 8 lebih. Bahkan yg lebih mengheran kan, orang-orang serumah nya pun bahakan tidak ada yang membangun kan nya.


"Aku ada di depan rumah kamu" ucap nya santai, lalu tak lama membunyi kan kembali bel rumah keluarga Alvera. Tingggggg tongg


"Maksud kakak?" berly langsung beranjak dari kasur nya dan melihat ke luar jendela kamar nya, dan benar saja. Dito pacar nya itu sudah stay di depan rumah nya dengan satu tangan menempel kan hp di telinga nya. Setelah melihat itu. Berly langsung turun dari ruang atas dan segera menemui dito.


Berly berlari cepat, sehingga menimbul kan bunyi cukup keras dari alas kaki nya. Bunda nya pun terbangun dan segera membangun kan suami nya, lalu pergi ke kamar anak bungsu nya untuk membangunkan nya juga.


Berly pun membuka pintu gerbang tersebut, dan benar saja, cowok tersebut sedang berdiri menghadap dirinya dengan senyuman miring di wajah nya.


"Jorok" ucap nya lalu mengacak-acak rambut berly yang membua nya kesal sekaligus malu. "kok tumben ke sini? Kangen yaa" goda berly, lalu di angguki dito sekaligus sedikit kekeh lucu. "Iya aku kangen banget sama anak panda yang imut ini" gemas nya sembari mencubit pipi berly.


"Jalan-jalan sama aku mau gak?" tanya dito, yang segera di angguki berly, sebagai respon mau. "Berly mandi dulu. Kak dito masuk aja ke rumah yuk!, nunggu nya di dalem."ajak berly yang lalu di setujui dito.


Kedua nya masuk ke halaman rumah. Tapi karna tidak enak hati, dito hanya menunggu nya di kursi teras rumah. 30 menit berlalu, berly pun keluar, lalu pergi bersama dito setelah mendapat ijin dari orang tua nya.


****


___Diperjalanan


"Kita mau kemana?" tanya berly saat dito tengah sibuk mengendarai motor nya. "Mau nya kemana?" tanya dito dengan manis, "terserah kakak" jawab berly santai, "keee jepang?, atau ke korea?" tanya dito ngasal yang lalu di tertawai berly. "Hahaa kakak bisa aja. Terserah deh, berly mah ngikut aja" jawab nya sambil menyesuaikan tempat duduk nya kembali. "Kita makan-makan dulu mau gak?"tanya dito, "boleh" jawab berly.


Berly dan Dito sampai di sebuah tempat makan populer yang ada di jakarta. Kebetulan lagi hari ini adalah hari weekand, jadi pengunjung ramai yang berdatangan. Dito dan berly duduk di meja makan sebelah kiri Ruangan, mereka menikmati suasana restoran tersebut dengan tenang.


Hingga seorang pelayan Menghampiri meja mereka dan menawarkan menu makanan nya. "Mau makan apa ly?" tanya dito. "Terserah kak dito" jawab nya tanpa melihat menu tersebut. "Kok terserah. Ni pilih mau makan apa" tawar nya sambil tersenyum ke arah berly. Berly menunjuk makanan yg ingin ia pesan, "Chiken Parmesan dua sama jus mangga, minum nya ly?" tanya dito, "jus lemon aja kak" jawab berly cepat. "Iya, sama jus lemon satu ya mba!", setelah selesai dengan menu nya. Mba pelayan tersebut pergi meninggal kan mereka berdua di sana.


Berly masih agak canggung dengan dito. Mereka baru sekitar 2 bulanan menjalani hubungan tersebut, apa lagi Dito akhir-akhir ini jarang sekali bertukar kabar dengan berly. "Kak dito" ucap berly membuyarkan keheningan di antara nya.


"Sayang!" jawab dito, yang malah memberi kesan gugup untuk berly. "Kenapa? Gak usah gugup gitu, kita udah lumayan lama pacaran, masi aja canggung." ucap dito tanpa ekspresi.


"Coba mulai sekarang gak usah manggil kakak, bisa gak?" pinta nya dengan lembut, "tapi kak dito kan kakak kel-". "gpp, kita kan pacaran, kesan nya gak enak aja gitu kalo kk kk an. Mending kamu aku aja gmna?" pinta nya lagi. Berly sedikit berpikir untuk itu, namun tak lama ia pun menjawab seadanya. "Aku usahain" jawab nya lalu menunduk malu.Dan akhirnya seorang pelayan kembali dengan membawa pesanan mereka.


Belum juga selesai menghabiskan makanan nya. berly melihat sepintas kirana di restoran itu, "Kirana!" pekik berly saat Kirana keluar restoran dengan seorang perempuan. Melihat berly yg berdiri sambil memanggil nama seseorang, membuat dito juga akhirnya mengalihkan pandangan ke arah tersebut, namun dito tak sempat melihat orang itu, karna mereka sudah terlanjur keluar dari restoran.


"Siapa ly?" tanya dito agak khawatir dengan diam nya berly saat ini. "Temen aku" jawab nya, lalu berusaha bersikap seperti biasa lagi. "Nama nya kirana?" tanya dito lagi. "iya, dia satu kelas sama aku, yang dulu pernah berpapasan waktu di depan sekolah itu loh,"ucap berly, menerangkan . "Berarti kelas 11 dong?"kepo nya lagi "iya,".


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


MAAF OTAK KU SEDANG TIDAK BISA BEKERJA DENGAN BENAR😌


JADI CRITA NYA NGAWUR KEK GITU.


I'M SORRY.. LAIN KALI AKU USAHAIN YANG TERBAIK..


BYE👋🏻