
Berly terus berjalan sendiri menyusuri panjangnya trotoar jalan. Dengan tatapan kosong dan luka yang sama sekali belum ia bersihkan. Ia tetap berjalan teguh dengan ransel di punggung nya.
Pikir nya masih terpokus pada Kirana sahabatnya! Yang dengan sekejap tiba-tiba berubah tanpa sebab! Sampai pada sebuah gang besar tempat perumahan elit, akhirnya semua lamunan dan pikiran nya pecah, saat ia menyadari bahwa ternyata dia sudah sampai di depan rumah milik keluarga nya. Tak sadar, berarti dia sudah berjalan cukup jauh, __dari sekolahan sampai rumah nya. Lalu ia melirik jam tangan hitam cantik, dan benar saja. Sudah hampir 45 menit lama nya ia berjalan.
Dengan segera ia memasuki pintu gerbang rumah tersebut, karna lutut nya juga semakin sakit setelah berjalan jauh.
"Assalamualaikum!" Toktoktok "Bunda!" berly mengetuk pintu dan mengucapkan salam seperti biasanya. Dan baru saja ia hendak masuk, sudah terdengar suara langkah kaki seseorang dari balik pintu.
Orang tersebut membukakan pintu untuk berly "baru pulang mba?" tanya Tesya __Adik berly "Iya, minggir mba mau lewat," ucap berly dengan wajah sembrawut.
"Mba kenapa dah? Muka nya di tekuk kek gitu!, kecut lagi! Gada manis-manis nya" tanya Tesya sambil mengikuti berly dari belakang.
"Mba cape! gak usah banyak ngomong! Gak usah ikutin mba juga! Kamu sana hus hus" kesal berly sambil mengibas-ngibaskan tangan nya.
"Diii, tadi nya mau ngasih tau sesuatu!, yaudah deh gak jadi, udah di usir juga!" tesya yang hampir berbalik arah pun di cegah oleh berly.
Berly langsung berputar arah dan menarik tangan adik nya "Ada apa!" tanya berly dengan wajah penasaran!
"Kepo" tesya lalu menyilang kan lengan nya kesal.
"Ih iya maaf! Yaudah gih kasih tau ada apaan!!, jangan buat mba penasaran!" paksa berly.
"Beliin tesya ice cream dulu! Baru tesya kasih tau!" tantang adik nakal nya berly.
"Yaudah iya bawell! Cepet kasih tau" pinta berly gemas.
"Bunda lagi belanja makanan sama beberapa barang spesial, karna nanti malam kita di undang ke pesta keluarga nya kerabat Ayah!" ucap tesya menjelaskan!
Berly menyergitkan dahinya bingung "Pesta? Pesta apaan?" kepo berly. "Ih kepo banget si! Tinggal ikut aja nanti kalo pengen tau!" jawab tesya lalu menyodorkan tangan nya meminta sesuatu pada berly.
"Sini" pinta tesya, "apaan?" tanya berly, "uang lah! Kan buat beli ice cream," pinta tesya sambil memanyun kan bibir nya.
"Kasih tau dulu itu pesta apaan! Baru mba kasih uang nya." timbal berly, sambil melipat tangan nya di depan dada.
"Perayaan kecil-kecil an!! Puas! Udah tuh! Udah tesya kasih tau! Cepet sini uang nya!" Kesal tesya, dan membuang napas nya kasar.
"Oo gitu ya!" gemas berly sambil mengacak-acak puncak rambut tesya yang lebih pendek dari nya.
"Ihhhh ini rambut tesya udah di tata rapi, gak boleh di acak-acak!" teriak tesya yg kesal dengan mbak nya. "Hehe iya-iya maaf!" jawab berly sambil cengengesan. Lalu ia merogoh sesuatu di saku rok nya.
"Nih!" berly memberikan gulungan uang kecil pada tesya. Dan lalu ia segera beranjak pergi menuju tangga rumah nya.
Tesya di buat kesal oleh gulungan uang tadi, yang ternyata hanya bernilai 3000 rupiah. Emosi nya memuncak seketika, ingin rasa nya ia mencincang mba nya dan menjadikan makanan ikan piranha! "KIMBERLYYYYYY" Teriak tesya yang terdengar sangat marah itu, sedang berly di atas hanya terkekeh renyah, dengan tingkah adik nya yang sangat menggemaskan! "MBAAAAA!! MANA CUKUP 3000 BUAT BELI ICE CREAM! TAMBAH IN LAH 2000 LAGI!!" teriak nya lagi dengan histeris "Ya usaha dong sya! atau kalo ngga! kamu tawar aja ice cream nya jadi 3000 an" bukan nya mengasihani adik nya, berly malah semakin tertawa terbahak-bahak. "Dasar kakak la*n*tttttt" murka tesya, lalu beranjak pergi ke kamar nya. Berly tak terlalu menghiraukan perkataan adik nya! Karna dia tau semua itu hanya gurau nya saja.
****
__ Celebratory Night
"Lyyy, Syaa, ayo cepat!! Kalian lagi ngapain si!, lama banget, ntar telat kita" teriak ayah dari ruang bawah. Tesya akhir nya keluar dari kamar nya dengan berpakai rapi dan rambut terurai.
"Aduu anak bungsu ayah manis sekali," gemas ayah sambil mencubit pipi tesya.
"Ayah bisa ajah" kekeh tesya sembari tersipu malu.
Bunda terlihat ringkih membawa beberapa oleh² untuk keluarga besar kerabat nya itu. Ada sekitar dua Harpes sepesial yang sudah di persiap kan dengan sangat cantik dan rapih!
Ayah, Bunda dan Tesya sudah berkumpul di ruang bawah dengan beberapa pernak-pernik yang akan di bawa, mereka hanya sedang menunggu berly saat ini, ntah sedang apa anak itu di atas sana!
"Berlyyy" beriak bunda, yang akhir nya mendapat saut dari berly. "Iya bun bentar!" teriak berly.
"Duhh itu anak lagi ngapain si lama banget! Jangan-jangan belum siap apa-apa lagi!" guman bunda.
Tak lama setelah itu, akhir nya batang hidup berly pun muncul sedang menuruni satu persatu anak tangga. Yang menjadi titik sorotan ke tiga orang itu adalah, saat melihat berly yang nampak berjalan memakai sebuah high heels dengan sangat kesulitan.
Tesya terkekeh renyah melihat nya, sampai² hening nya ruangan saat ini terisi penuh oleh gelak tawa tesya, "Aduhh mbaaa, kalo gak bisa pake gituan gak usah so so an deh!! Repot kan jadi nya, hahaa" tesya masih tertawa dengan jahat nya. Sedang kan bunda nya malah bertepuk antusias dengan penampilan berly kali ini.
"Tesya diem ish! Jangan di godain kayak gitu, kasiap mba kamu" tegus bunda.
"Bunda nii ada-ada aja! Orang gak bisa pake hak tinggi gini, malah di paksa suruh tetep pake" dumel berly.
"Oooh jadi ini hasutan bunda kamu ly?" tanya ayah, "iya yah!! Istri ayah emng Ngeselin banget" aduu berly pada ayah nya, bukan nya mendapat belaan, malah ayah nya memilih berada di pihak istri nya.
"Tapii yaa, menurut ayah kamu sangat sempurna dengan penampilan ini ly, udah gpp! Kamu pake aja sepatu itu okeh" ucap ayah berbinar-binar.
"Ayahhh" batah berly agak tidak terima. "Sudah-sudah, ayo cepat berangkat! Nanti telat" ajak ayah pada ketiga bidadarinya itu.
****
"Devaaann.. Coba sini bantuin mamah gotong meja" teriak bu qila, yang kini tengah sibuk mempersiapkan pernak-pernik acara di Taman belakang!
Devan segera menghampiri dan membantu mamah nya. "Mah! Ini btw tamu nya banyak yah?" tanya devan. "tunggu aja nanti van!" jawab bu qila.
Sedangkan di bagian sebelah kanan dekat dengan kolam renang, terlihat Viktor bersama om riyo sedang mempersiapkan peralatan panggang, dan menata beberapa lampu-lampu tumbler,
Bi ijah datang dengan membawa beberapa makanan dan kue-kue yang spesial di buat langsung bersama bu qila tadi sore.
"V! Kamu bantuin bi ijah ambil minuman dulu sana! Biar ini uncle yg urus, kasian tu bi ijah sendirian dari tadi." pinta om Riyo.
"Iya uncle" Viktor bergegas menyusul bi ijah yg tengah kembali ke dalam rumah.
"ewaladahh, den viktor! Sejak kapan ada di belakang bibi den?" kaget bi ijah. "Belum lama kok bi!, butuh bantuan gak? Biar Viktor bantu" tawar nya, kini kedua nya sudah berada di dapur.
"Aduuu den, teu usah den. Bibi bisa alone kok den" jawab bi ijah dengan cengir an gigi nya. Viktor menarik sedikit sudut bibir nya,"Bi ijah bisa, udah sini! Biar Viktor yg bawa minuman nya. Bi ijah yg lain nya aja." suruh Viktor lalu beranjak dari dapur .
"Semua nya udah beres mas?" tanya bu qila pada pak Riyo "udah qil, sekarang tinggal nunggu tamu datang, sebaik nya kamu pergi ke halaman depan saja! Menyambut mereka" ucap pak Riyo. "Baiklah" akhir bu qila.
Nuansa taman belakang rumah keluarga Regatra nampak indah dan terang benderang, suasana malam yang sangat cantik dengan langit yang di temani bulan dan beribu bintang! menambah keindahan pesta ini, walau sekedar pesta kecil-kecil an, namun semua nya tertata dengan sangat sempurna.
Devan menghampiri Viktor yang kini tengah duduk di kursi dekat pohon yg di hiasi lampu Tumbler warna-warni.
"Mamah di mana v?" tanga devan, yang kemudian ikut duduk di samping Viktor, "Di depan" jawab nya.
"Maksud lo?" tanya devan tak mengerti! "Masalah sekolah lo!" ucap Viktor. "Oohh, masalah itu, it's okey! gw baik-baik aja kok! Lagian katanya cuma di skors 2 hari, gak masalah!" jawab nya dengan santai, Viktor melirik devan heran, skors 2 hari tidak masalah? Bagi nya itu sama saja seperti menyia-nyiakan waktu 2 tahun sekolah.
"Terus lo gk bakal sekolah?" tanya lagi, dengan wajah khas nya, yaitu datar tanpa ekspresi.
"Ya gk lah!," jawab nya sambil mengambil alih gelas di tangan Viktor. "Punya gw" ucap nya sinis! Namun devan hanya nyengir tak berdosa! Dan beranjak pergi meninggalkan Viktor.
Seketika lamunan nya pun kembali, ia bernostalgia dengan kenangan kenangannya waktu di Singapura, betapa tersiksa nya dia, yang harus menahan rindu kepada mamah dan orang-orang tersayang nya. Ingin rasa nya, waktu berhenti saat ini juga, agar ia bisa selalu merasakan kebahagiaan dan Kenyamanan ketika berada di dekat orang terkasih nya.
****
"Ini masih lama yah?" tanya tesya sudah tak sabar!, Saat ini Mobil mereka sudah memasuki kawasan Perumahan elite, tak ada satu pun rumah biasa tampak nyempil di antara rumah-rumah besar itu, hampir keseluruhan semua rumah-rumah disini sangat mewah dan glamor! "Ini hampir nyampe kok sya!" saut ayah!
"Ini sebenarnya, yang menjadi kerabat orang itu nya tu ayah apa bunda si?" tanya berly yang akhirnya ikut menyumbang suara.
"Ayah!, tapi karna sudah sekian lama nya. Bunda juga sangat dekat dengan keluarga itu sekarang." saut bunda. "Oh gitu" berly menutup tanya dan Perkataan nya, memilih beralih pada layar handphone nya.
"Kita udah nyampeee" ucap ayah pada semua nya. "Ayo-ayo turun," ajak bunda.
Tesya dan berly sontak kaget dan melongo! Mereka bahkan tidak sadar bahwa kini mereka sudah memasuki kawasan luas rumah keluarga kerabat ayah nya itu.
"Kita di mana bun?" tanya berly kaget di sambung tesya yang masih tidak percaya dengan nuansa rumah ini, "bun, ini mobil nya serius masuk ke pekarangan rumah?" tanya tesya ling lung! "Iya sya, udah ayo bantuin bunda bawa barang-barang ini" suruh bunda yang sedang mengeluarkan sesuatu dari bagasi mobil. "Huwaaa gila banget rumah nyaaa" histeris tesya, sedangkan berly hanya sibuk menyesuaikan High heels nya.
"btw tadi satpam yang di sana bukan satpam kompleks yah?" tanya berly sambil berjalan menuju rumah besar tersebut. "Bukan ly! Tadi itu satpam khusus nya keluarga Regatra!" jawab ayah, yang malah tak di mengerti oleh berly. "keluarga Regatra? Jadi nama keluarga ini keluarga regatra yah?" tanya berly semakin kepo.
"iya sayang! sudah jangan banyak tanya, ntar saja di rumah ayah ceritakan sama kamu dan tesya" jawab ayah nyaa.
"HEIII!! KALIAN SUDAH DATANG?!" Pekik seorang wanita cantik berbody goals yang umur nya terlihat sama dengan bunda berly dan tesya. Wanita paruh baya itu menghampiri mereka dengan senyum merekah dan salam ramah nya. "Aduu apa kabar kamu mba?" tanya bunda berly pada wanita tersebut, yang langsung berpelukan hangat layak nya kakak beradik!
"Baik kok ra! Kamu apa kabar?" tanya nya kembali! "Aku dan keluarga ku semua nya sehat kok mba, aduu aku kangen banget sama mba! Dah lama kita gak ketemu kaya gini" curhat bu Safira, __bunda berly&tesya
"Ada yang di cuekin nih" saut pak Fero Dika __ayah berly&tesya, yang lalu menunjukkan senyuman manis nya. "Aduuu Ka! Kamu apa kabar?" tanya wanita itu sambil berjabat tangan, "ya seperti ini! Adu sudah makin tua! Bentar lagi juga jadi kakek-kakek" jawab nya sambil terkekeh.
"Aduuu ini princess dari mana?" tanya wanita itu sambil menghampiri berly dan tesya! Ia tersenyum manis kepada mereka berdua, "Hallo tante! Perkenalkan saya Berly! Anak sulung bapak Fero Dika" ucap berly lalu membungkuk kan badan nya, tanda hormat. "Hallo, saya tesya tan, adik nya mba berly" saut tesya, mengikuti pergerakan kakak nya.
"Hallo!! Perkenalkan kembali! Nama tante SasQila Regatra, jangan sungkan-sungkan yah! Kita keluarga kok" ucap nya dengam senyum tulus dan cantik bak bidadari.
"Aduhh gemes banget sih liat anak perempuan, apalagi princess beautiful kaya kalian, tante boleh peluk kalian gak?" pinta nya dengan ramah. "boleh kok tan"jawab berly dengan senyum merekah. Ketiga nya berpelukan hangat seperti Teletabis .
****
Suasana halaman belakang rumah Regatra sudah cukup ramai saat ini! Beberapa tamu spesial bu qila pun sudah datang di tempat. Beberapa Teman-teman devan pun terlihat hadir di sana.
"Sayang! Kalian nikmati saja pesta nya yah! Bunda sama ayah mau kesana dulu" pinta bunda, lalu meninggal kan berly dan tesya.
Terlihat ayah & bunda nya sedang bercengkrama dengan beberapa orang di sana! Mungkin itu sahabat-sahabat nya.
Ada juga beberapa anak muda ikut bertegur sapa pada orang tua mereka.
"FeroDika? Safira? How are you" teriak heboh pak Riyo, sambil bercipika-cipiki.
"I'm fine! Thanks, and you" jawab ayah nya berly sambil so-so an berbahasa Inggris dan membuat semua nya ter tawa ringan,
"Hahaha, aku Baik-baik saja kok fer!"jawab pak Riyo __ayah devan.
"Oh ya? Bagaiman kabar putra-putri mu ra?" tanya pak Riyo pada bu safira __bunda berly&tesya.
"Kami Semua sekeluarga sehat kok mas? Dan bagaimana kehidupan kalian di negara tetangga itu?" tanya bu fira.
"Yaaa seperti itu lah! Tidak jauh berbeda dengan di sini," jawab nya ringan.
"Oh iya, katanya Viktor juga ikut pulang yah? Dimana dia mba?" tanya bu fira pada bu qila. "yaampun aku sampai lupa" ucap bu qila dengan sedikit tertawa.
"Viktor sayang, sini nak" panggil bu qila pada viktor, Sambil melambai-lambai kan tangan nya. Viktor menghampiri para orang tua itu dengan senyum yang terangkat di bibir nya, dan tangan yang ia masukan di saku celana sebagai ciri khas nya.
"Iya mah!" Viktor berada di sebelah mamah nya berdiri, "Inget mereka?" tanya bu qila sambil menunjuk dua orang di depan nya.
"Mereka?" Viktor tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya ia teringat. "Tante sama Om bageur?" jawab nya antusias! Lalu beralih dengan memeluk mereka berdua! "Aduh udah lama banget yah! Gimana kabar kamu sayang?" tanya bu fira dengan berkaca-kaca. "Mphi sehat kok tan, jangan nangis! Ntar mphi di marahin om lagi!" jawab nya sambil mengusap air mata di pipi bu fira yang sudah terlanjur menetes, "kamu bisa aja V, kamu makin tampan aja ya, sudah mau ngalahin om aja nih" goda om Dika, "aah om juga bisa aja, gak kok om masi gantengan om" goda nya kembali, yang lalu di tertawai mereka semua.
"Yaudah tan, om, mah, uncle! Viktor duluan yah, mau ke sana, nyamperin bang devan sama temen-temen nya." pamit Viktor dengan sopan dan ramah, jarang sekali sikap nya seperti ini pada orang-orang seumuran nya. Mungkin sifat nya yg seperti ini, hanya ia tunjukkan pada orang-orang yang lebih tua dari nya. Meski sama uncle nya juga agak jarang.
Berly dan tesya tengah asik Menyantap beberapa makanan ringan sambil mendengarkan alunan merdu lagu Perfect dari Ed Sheeran.
Tiba-tiba saja, tesya mengajak Mbak nya pada tempat dimana ada pohon dengan nuansa lampu warna-warni disana. "Mba ke sana yuk!, di sana indah banget ihh" rengek tesya dengan suara cempreng nya. "Sya jangan keras-keras ish! Malu-malu in tau" bisik berly, namun tak sedikit pun di hiraukan adik nya itu. "Udah ayooo" tesya menarik lengan kakak nya untuk ikut bersama nya.
"Syaa pelan-pelan," pinta berly saat tesya terus menarik ujung jari nya.
"Tesya ishh," risih berly sambil menyeimbangkan tubuhnya "ayoo mbaa", kekeh tesya, masih terus menarik mbak ny.
"Tesya mba pake sepatu hak tinggi ini! Susah tauuu Ntar ja--". "aaaaaah" Brukkkh,
"MBAAA!" pekik tesya saat badan nya berputar arah, dan melihat Mbak nya yang sudah tersungkur di rerumputan tebal, lantas semua orang beralih pandang pada gadis itu. Dan segera menghampiri nya.
Begitupun dengan seorang cowok muda yang sedari tadi berada di dekat mereka. Ia langsung menghampiri berly dan berusaha membantu nya. "You okey?" tanya nya dengan wajah khawatir, namun hanya anggukan pelan yang di dapat nya dari berly, gadis itu masih tertunduk malu, tak sedikit pun ia mencengkatkan wajah nya, selain malu, ia juga sedikit meringis kesakitan karna tadi pergelangan kaki nya sempat terkilir.
"Bisa berdiri?" tanya nya lagi, namun kali ini berly tak menyaut sama sekali. "Ada apa ini?" terdengan suara Bu qila bersama ayah & bunda nya berly sedang menuju ke arah kerumunan orang-orang tersebut.
"LOH BERLY?" teriak bu fira, saat menyadari anak nya yg sedang terduduk di bawah itu. "Kamu gpp kan sayang?" tanya nya khawatir! "Kamu kenapa, kenapa duduk di sini?" tanya nya beruntun. "Kaki berly bun!" terdengar sautan pelan gadis itu. "Kamu jatuh? Kaki nya sakit?" tanya bu qila yang juga ikut cemas, "Ayo V, tolong bawa berly ke dalam, biar nanti bi ijah yang ambilin kotak P3K," suruh bu qila, pada anak muda Yang tadi berusaha membantu nya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Jika Aku Boleh Meminta Suatu Ketidak mungkinan Kepada Tuhan! Aku Akan Meminta Untuk Tuhan Berikan Selalu Momen Kebahagiaan Ini, Agar Aku Tak Lagi Merasakan Pahit Nya Sebuah Kerinduan !!
♡VIKTORY ALREGATRA♡
.
.
.