THIS Is MY DESTINY

THIS Is MY DESTINY
TMD.11(Siapa?)



.


.


.


Happy Readers😇


"Sayang, gimana persiapan buat ujian kamu di sana? Semua nya lancar kan"tanya bu qila pada Viktor.


"Lancar kok mah,"jawab Viktor yg sedang duduk berdua dengan mamah nya di halaman belakang.


"Oh iya, mamah lupa kasih tau sama kamu! Nanti malam mamah mau ngadain pesta kecil² an atas ke datang an kamu sama uncle kamu,"


"Perayaan? Mamah ada² aja! Ga usah mah! Lagian Viktor sama uncle juga pulang biasa mah! Bukan selamanya!"jawab Viktor dengan senyum sendu di wajah nya.


"Yaudah si ga papa, ini kan mau mamah!"jawab bu qila sembari merangkul tangan anak nya dengan senyum merekah.


Drtttttt drtttt


"Ada yg nelfon mah!"


"Eh iya!, bentar yah mamah angkat dulu"


"Hallo! Selamat siang! Dengan Ibu SasQila Regatra?"


"Hallo, iya dengan saya sendiri!"


"Permisi bu! Ini dari pihak sekolah! Kami meminta ibu datang ke sekolah, sebagai wali murid dari Devano Aldito!"


"Devan?"


"Iya bu! Jika berkenan, Kami mohon untuk kehadiran ibu ke sekolah!"


"Baik! Saya akan segera kesana!"


"Iya, Terimakasih atas waktunya bu! Maaf mengganggu!"


"Iya sama-sama bu!"


Viktor hanya menyimak percakapan antara ibu nya dengan seseorang di sebrang sana!


"Siapa mah?" tanya Viktor


"Kita ke sekolah abang kamu sekarang v!" dengan tergesa gesa, bu qila menarik tangan anak nya untuk beranjak dari tempat duduk di taman belakang rumah nya.


****


__Dalam perjalanan ke sekolah


"Mamah gak usah khawatir kaya gitu! Bang devan pasti gpp kok mah!" Viktor berusaha menenangkan mamah nya yg tampak gelisah.


"Iyh v, tapi apa lagi ulah devan kali ini!" gemas bu qila.


"Iya² sabar! Bentar lagi kita nyampe, setelah itu mamah bisa tenang!, oh iya! Uncle gimana? Dia udah tau?" tanya Viktor.


"Mamah udah telfon uncle kamu tadi!, dia juga pasti bentar lagi nyampe" jawab bu qila, dengan napas yg masih tidak teratur.


Tringgg __suara notif


__Mas Riyo


Aku  sudah nyampe di sekolahan devan qil.! Kalian cepat datang! Aku tidak tahu dimana devan sekarang, hp nya tidak bisa di hubungi.


"Uncle kamu udah sampe sekolahan v! Ayo cepat," setelah membaca pesan dari pak Riyo, mobil yg di kendarai Viktor melaju cepat menembus udara jalan!


Viktor dan bu qila akhirnya sampai di Sekolah Wijaya! Pak dadang si sekuriti sekolah memberi hormat santun pada mobil berwarna merah tersebut.


Kondisi sekolah nampak sangat ramai saat ini! Banyak siswa-siswi yg berkeliaran di area sekolah sedang menikmati jam istirahat nya.


"Akhir nya kalian sampai juga!, aku sudah menunggu kalian sedari tadi"ucap pak Riyo __papah nya devan.


"Iya mas, yasudah kalau begitu kita langsung saja ke ruang BK sekarang" ajak bu qila.


"Ayo v!!"ajak nya lagi, pada Viktor.


"Iya mah"Viktor berjalan mengikuti mamah dan uncle nya di belakang.


Seiring berjalan melewati lorong-lorong sekolah! hawa² sekolah pun menjadi cukup dingin, anak-anak kls XI yg sedari tadi bermain futsal di lapangan pun terpaku melihat ketiga orang yg mungkin agak asing bagi mereka. Namun lain lagi dengan anak² perempuan yg malah terpaku karna kehadiran cogan di belakang kedua orang paruh baya itu.


"Eh eh siapa tu!!" __ "saoloh pangeran dari mana tuh"__"cogan *****"__"ya allah pen bawa pulang" seketika suasana menjadi sepi, namun ramai oleh bisik² siswa-siswi tersebut!


Lorong demi lorong mereka lewati dengan tatapan dan pandangan anak-anak sekolah, bahkan banyak siswi² itu sampai mengikuti mereka dari belakang! Murid² yang sedari tadi anteng di kelas pun, berhamburan ke luar pintu untuk melihat siapa ketiga orang itu! Bahkan ada yang sampai nemplok di kaca jendela hanya karna penasaran!


Tak banyak siswi centil yang bahkan memotret keindahan rupa Viktory!


Windy, bella dan siska yang baru saja habis dari kamar mandi terbengong-bengong di buat nya! Kaca kecil yg selalu di bawa² bella pun sampai terjatuh karna ke ambigu an nya melihat Viktor!


"Guys!!! Ini serius?" tanya windy sambil mengipas ngipasi muka nya, seusai mereka Lewat.


"itu tadi artis bukan?"tanya bella masih melongo.


"Sampe segitu nya yah? Biasa aja kali! Kaya gak pernah liat orang cakep ajah!" saut siska, memecah lamunan dua teman nya itu.


"SISKA" teriak Windy dan bella bersama an!


"Tadi tu jodoh gw lewat tau gak! Mana bisa gue biasa aja!" ucap windy, __lebay


"Apaan si win! Itu tu jodoh gw tau! Devan lo mau kemana in" saut bella kesal __alay.


"Punya gw" bentak windy sambil berkacak pinggang.


"My mine! You know!" teriak bella tak mau kalah!


Kedua nya berdebat alay bak anak tk memperebutkan mainan. Sedang kan siska yang muak dengan mereka segera pergi mengingal kan kedua nya.


****


__Ruang BK


Suasana ruang bk saat ini terasa horor dan mencekam. Kedua keluarga murid tersebut sudah berkumpul di ruang bk saat ini, ditambah kepala sekolah dan masing-masing wali kelas pun sudah hadir. Dan yg lebih memberi nuansa dingin yaitu Ibu SasQila Regatra sendiri, yang merupakan pemilik sekolahan tersebut.


"Oke, saya awali! Selamat siang semuanya! Sebelum nya saya mengucapkan banyak permintaan maaf, karna mungkin sudah mengganggu kegiatan bp/ibu hari ini." ucap kepsek memecah keheningan ruangan.


"Langsung pada intinya saja! Kami pihak sekolah, sengaja mengundang bapak dan ibu kemari di karnakan anak bp&ibu telah melanggar aturan sekolah, di mana mereka sudah membuat keributan yg bahkan mengganggu kenyamanan dan ketenangan belajar murid-murid lain!" tegas kepsek lagi.


"DIA YANG MULAI PAK!" teriak devan sambil menunjuk adit yg kini tengah duduk di samping kedua orang tua nya.


"DEVAN" teriak bu Qila dengan tegas!


"Devan kamu diam"ucap pak Riyo berusaha menenangkan.


"BISA SAYA MINTA KEJELASAN YANG SEDETAIL-DETAIL NYA KEPADA DEVAN DAN ADIT?!, SAYA JUGA DISINI MEMANG SEBAGAI WALI NYA DEVAN! AKAN TETAPI, SAYA TIDAK AKAN PERNAH MEMBELA DAN MEMIHAK DEVAN, JIKA MEMANG DEVAN YANG BERSALAH!" tegas bu Qila.


"Pah! Devan sama sekali gak salah pah! Papah percaya kan sama devan!"jawab devan dengan menatap penuh mata papah nya.


"Kamu tenang van! Semua nya akan baik-baik saja!" jawab pak Riyo.


"Gak salah apa nya? Kamu sendiri yang buat anak saya sampai babak belur kaya gini" sewot ibu nya adit sambil berdiri dan menunjuk anak nya.


"Bu tenang bu!" pak udy! Wali kelas XI berusaha menenangkan ibu nya adit tersebut.


"SEMUA NYA HARAP TENANG! KITA MINTA SEMUA PENJELASAN NYA KEPADA ANAK BP&IBU INI" tegas kepsek.


Adit pun berusaha berdiri walau sakit di tubuh nya masih terasa sangat nyeri. "Jadi sebenarnya pak! Saya sudah membicarakan kak Devan dengan teman-teman saya!, dan mungkin karena itu! Kak Devan marah sama saya, sampai akhirnya dia memukul dan menghajar saya." ucap adit singkat.


"Apaan lo asu!" devan yang tidak terima dengan penjelasan singkat adit, langsung berdiri dan bahkan Berkata kasar di hadapan semua orang!


"Devan" bentak pak Riyo.


"DIEM SEMUANYA!!"devan membentak semua orang yg hendak bicara pada nya. !! "DAN LO!" ia menunjuk muka adit dengan penuh amarah "GUE GAK AKAN PERNAH BUAT LO SAMPE KAYA GINI! KALO LO CUMA NGOMONGIN GUE DAN SIKAP GUE!" devan mengambil napas nya kasar dan kembali bicara dengan suara lirih.


"TAPI LO! LO UDAH KURANG AJAR *******! LO UDAH NGOMONGIN KEJELEKAN ORANG TUA GUE DAN KEHIDUPAN PRIBADI GUE! LO SEBARIN GOSIP KEBURUKAN IBU GUE! LO OMONGIN KETEMEN-TEMEN LO SEMUA TENTANG BAGAIMAN PERPISAHAN ORANG TUA GUE! GOSIP TENTANG IBU GUE YANG LO BILANG NINGGALIN AYAH GUE KARNA AYAH GUE YANG GAK PERDULI SAMA DIA, TENTANG IBU GUE YANG LO BILANG SELINGKUH SAMA PRIA YANG LEBIH BERUANG! KARNA AYAH GUE JARANG NGASIH UANG SAMA DIA.. MAKSUD LO APAAN JELEK-JELEK IN KELUARGA GUE DI HADAPAN ORANG-ORANG!," devan sudah tidak bisa menahan amarah nya lagi! Ia bahkan sudah tidak peduli dengan orang-orang yang ada di ruangan tersebut.


"DAN BAGI KALIAN SEMUA YANG ADA DI SINI? GIMANA RASA NYA? SAAT KALIAN MENDENGAR SENDIRI KELUARGA KALIAN, BAHKAN KEDUA ORANG TUA KALIAN DI CEMARKAN SEPERTI ITU!, SAKIT BUKAN?" Semua orang di buat terpaku dan terdiam karna nya. Tak ada yang bisa menahan emosi dan amaran anak muda itu, semua nya diam. Menyimak semua Perkataan yg meluncur dari mulut seorang Devan Aldito.


 


Devan masih berdiri dengan amaran nya. Ia mensejajarkan tubuh nya dengan 3 orang di hadapan nya. "SANGAT SAKIT!! BAHKAN LEBIH SAKIT DARI LUKA YANG SAYA BERIKAN PADA ANAK BAPAK DAN IBU" devan kembali bicara dengan jari telunjuk mengarah pada wajah adik kelas nya itu.


Devan beranjak pergi dari ruang tersebut! Dia meninggal kan semua orang, termasuk papah dan mamah nya __bu qila


****


Viktor mengetahui semua nya! Karna dia sendiri ikut masuk ke ruangan mematikan tersebut! Meski Viktor hanya duduk sendiri di pojokan! Namun ia mendengar dan menyaksikan jelas semua kejadian tersebut.


Bahkan saat Devan keluar dengan amarah memburu-buru! Viktor lalu ikut beranjak mengikuti dan meninggalkan ruang tersebut.


Terlihat devan sedang duduk sambil memejamkan mata di Raftoop atas sekola. Dia butuh ketenangan saat ini! Dia butuh sesuatu untuk meredakan emosi nya. Dia butuh sendiri! dia butuh kesunyian dan kesepian!


Namun tak lama! Sebuah botol minuman dingin berhasil membangun kan kesadaran devan.


"Minum" ucap singkat orang tersebut.


"Ngapain lo disini?, ngikutin gue?" tanya Devan kaget,


"m, takut lo bunuh diri!"jawab nya.


"Cih sampah! Yakali cuma karna si ******* itu gue harus bunuh diri" jawab devan so tegar.


"Minum gk? klo nggk! gue buang!" ucap nya dengan judes.


"Dih sabar kamvret! Gada lembut-lembut nya lo nolongin abang" ucap devan, lalu meminum air tersebut sampai habis.


Viktor tersenyum singkat! Saat melihat keceriaan devan sudah mulai kembali seperti biasa.


****


__Jam pulang sekolah


Siswa-siswi berhamburan keluar kelas, karna ada pengumuman bahwa hari ini, siswa-siswi di pulang kan terlebih dahulu sebelum jam pulang biasa nya.


"Kiran" teriak berly saat kirana sudah berjalan lebih dahulu meninggal kan nya.


"Kiranaaaa"berly terus berteriak sambil berlari kecil di belakang kirana.


"Kir" panggil nya lagi.


"Kirana! Berly manggil-manggil lo tu!!"


"Iya ish, kasian noh"


"Lo budek ya!"


Saut beberapa teman sekelas berly dan kirana yang kebetulan sedang berjalan berdampingan dengan kirana.


"BUKAN URUSAN LO SEMUA" bentak kirana pada ketiga gadis tersebut.


"Dih! Di bilangin baik² malah nyolot!"


"Yoi"


"Dasar gak tau terima kasih! Udah di elingin juga!, yuk ah guys! Duluan"


Kirana berusaha membudekan telinga nya. Belaga tidak mendengar perkataan mereka, dan terus berjalan menghindari berly.


"Kira---, aduhhh" tak sadar, ia tersandung sesuatu sampai tubuh nya tersungkur ke lantai dan lutut nya lecet tergores kramik.


"Aw"berly meringis perih karna lutut dan sikut nya seditik berdarah.


"Enak?" suara besar itu milik windy!, yah siapa lagi yg berani berlulucon se menjengkelkan tiga curut itu.


"Omaygat! Cupu banget si! Masa jatoh gitu doang kesakitan?" sindir bella.


"Hahahaaa, dasar adik kelas raflesia!" kekeh windy dan bella. Sedangkan siska hanya sibuk me main kan hp nya, tak ingin ikut campur banyak dengan semua ini!


"Maka nya kalo jalan tu pake mata" ucap bella.


"Kaki bell" saut siska, masih pokus dengan handphone nya.


"Ya itu lah maksud gw," pasrah nya.


"Oke, sekarang mau kita apa in ni bocah?" tanya windy dengan akal iblis nya.


"Kalian tu mau nya apa si!, gak kapok sering di hukum guru karna terus buli adik kelas.?!" bentak berly, cukup berani namun jantung nya benar² bergetar hebat.


"kurang ajar banget lo ya!, mau gw sumpel mulut lo pake sampah organik?" bentak windy tak kalah garang.


"Yg kurang ajar tu kalian!, udah gak punya malu, gak punya sopan santun, gak bisa hargain adik kelas, dan sekarang bahkan! Kalian pun mulai gak tau diri dan gak punya harga diri!" teriak berly pada ketiga kakak kelas nya itu, dengan menekan kan kata-kata terakhir nya. Yg sekejap membuat ketiga nya langsung emosi mendidih.


Windy langsung mengambil posisi jongkok dan berhadapan dengan berly, dengan amarah di ubun-ubun windy melayangkan satu tamparan pada berly.


"Lo mau ngapain?"suara ringan itu berhasil menghentikan pergerakan tangan windy, cowo berbadan kurus tersebut sedang berdiri tak jauh dari mereka, dengan tangan masuk ke dalam saku celana! Dan wajah datar tanpa ekspresi!.


"E..ee.Emm aaahh i ini, tadi dia jauh! Mau gw bantuin dia berdiri! Heehee yo ly berdiri" windy terbata-bata saat aksi nya terciduk oleh seseorang yang bahkan tak ia kenali. Ia dramastis seakan-akan dirinya sedang menjadi tokoh frotagonis.


"Gpp aku bisa sendiri!" tolak berly.


Windy segera berdiri dan mendekatkan diri pada kedua teman nya itu. "Yaudh kalo gitu, kami pulang duluan yah! Gws ly" ketiganya pergi meninggal kan berly dan cowo itu.


"Butuh bantuan?" tawar nya.


"Gak us-- aahh" luka nya kembali terbuka dan mengeluarkan sedikit darah lagi.


"Pegang!" cowo itu mengulurkan tangannya, berniat membantu berly berdiri.


Berly meraih tangan nya, dan bisa berdiri karna bantuan nya, "Aaah makasih" ucap berly.


"mm" jawab nya singkat tanpa ekspresi!


Tringgg__suara notif pesan


"Kamu dimana? Mamah tunggu kamu di parkiran, cepat datang! Kita harus segera pulang!"


"Bisa jalan?" tanya cowo itu pada berly.


"Hm bisa kok, makasih udah bantuin," jawab berly ramah.


"Gw duluan!" cowo itu kembali memasukan tangan nya kedalam saku celana. Ia melenggang pergi meninggal kan berly sendiri di lorong itu. Berly masih terpaku di tempat nya, ia memandang lulus kepergian orang tersebut, "Dia Siapa?" sampai ketika orang tersebut benar-benar menghilang dari pandangan nya, baru lah berly tersadar dan bisa bernafas dengan Normal kembali!


SIAPA?


SIAPA?


SIAPA? YG MASIH STAY BACA CERITA INI?😂😁