
☪
ɦari ini adalah hari terakhir Viktor dan Pak Riyo ada di Indonesia, Keluarga Regatra tengah sibuk mempersiapkan beberapa hal yang akan di bawa mereka besok pagi.
Bu qila mengambil cuti selama 2 hari. Niat nya, ia ingin membantu persiapan Viktor dan pak Riyo khusus nya hari ini. Dan untuk besok, bu qila sengaja libur untuk mengantar mereka berdua ke bandara.
Beberapa hari ini, tak cukup rasanya untuk menghapus kerinduan selama bertahun-tahun lamanya perpisahan mereka. Tapi apa boleh buat, pak Riyo dan Viktor sudah meninggalkan banyak tugas-tugas mereka selama di Indonesia.
Viktor juga sudah rindu dengan sekolah nya, yang sengaja ia absen kan demi ikut ke Indonesia bersama uncle nya.
Bu qila tengah sibuk membuat beberapa adonan kue bersama bi ijah dan bi murni. Menyadari bahwa anak nya tersebut sangat menyukai olahan kue dari mamah nya. Bu qila pun turun tangan langsung untuk membuat kan nya sebagai oleh-oleh.
****
Berly termenung di kelas nya, 2 menit yang lalu bell istirahat sekolah baru saja berbunyi, setelah berubah nya sikap kirana, Berly rasa ia benar-benar sudah tidak lagi memiliki seorang teman.
"Berly?" Sapa Amira, tetangga sebangku nya berly. "Eh, iya. Kenapa mir?" tanya berly, lalu Amira dan liza duduk di bangku samping dan bangku depan berly.
"Hubungan lo sama kirana belum baik juga?" tanya amira. Yang lalu di lanjuti liza dengan wajah khawatir nya. "Maaf yah ly, kami selama ini gak bisa bantu apa-apa buat lo sama kirana" ucap liza. Ia dan teman nya sedikit merasa bersalah dengan ke acuhan mereka pada masalah berly dan kirana.
"Eh gapapa kok, mungkin kiran masih belum bisa berubah kaya dulu ajah." jawab berly dengan senyum seperti biasanya. "Gak usah sungkan atau malu ly, kalo lo mau. Kami bisa kok jadi temen lo" ucap liza, sembari membalas senyuman berly.
"Hmm.. Thanks yah" terimakasih berly yang di langsung di angguki Amira dan Liza. "Iya sans aja" ucap liza. Amira segera berdiri lalu menarik lengan berly dan liza. "Udah kuy ke kantin, laper nih" ajak Amira. Berly dan liza pun ikut berdiri dan segera bergegas ke kantin.
****
"*** ntar pada nganggur gak?" tanya Devan pada 2 sahabatnya yang tengah duduk manis di depan kelas. "Gak! Gue harus nemenin nenek gue cari Calon suami nya" jawab dimas yang tengah asik memakan kuaci dengan satu kaki nangkring di atas bangku.
"Anjiiirrr keren-keren, nenek lo butuh calon suami dim?" tanya devan heboh sambil bertepuk tangan keras. "Brisik lo pada" saut bagas yang merasa terganggu oleh 2 iprit itu. Namun Devan maupun dimas sama sekali tak menghiraukan ucapan sahabatnya itu.
"Nenek gue udah nge jomblo selama hampir 30 tahun ***. Jadi kasian aja liat nya. Tiap malam kedinginan kek kucing kecebur got belakang rumah" jawab dimas dengan ekspresi so iba. "Kasian banget nenek lo dim. Kalo lo mau, gue punya tu calon buat nenek lo." timpal devan so dramatis.
"Hah serius kamu ****?" dimas semakin gila dengan bergaya cuco ala MimiPeri. "Iya gue serius, Alamat nya di jalan melati nomor 15, rumah nya masuk gang terus warna cat nya Ijo telor, gedongan. Dan nama satpam nya Pak UMAR"
"******* itu Rumah gue" pekik Bagas yang langsung di sambut gelak tawa ricuh oleh Devan dan dimas. "HAHAHAHAHAh cocok banget anjirrr" timal dimas yang tertawa terbahak-bahak hingga perut nya terasa sakit. "Dasar Temen BIADAB, gue sumpahin lo pada di kejar-kejar bencong Tanah abang" kesal bagas, lalu beranjak pergi dengan membawa buku yang sempat ia baca.
"Kakek tungguin cucu mu ini kek" teriak dimas sambil ngintil di belakang bagas. "Najis. Gue Bukan Kakek lu" balas bagas yang sudah masuk ke dalam kelas. "Dasar Geng kurang Vitamin" gumam Devan yang tengah melangkah mengejar kedua teman nya.
DrttttttDrtttDrttttt
Namun langkah nya terhenti karna Handphone di saku celananya bergetar. "mamah?" ucap devan saat melihat kontak yang menelfon nya.
"Hallo mah"
"Hallo van,"
"Ada apa mah?"
"Mamah cuma mau ngasih tau sama kamu, ntar pulang sekolah jangan main, langsung pulang ajah"
"Emang kenapa?"
"Udah pokok nya jangan main-main dulu, langsung pulang. Oke"
"Iya bos, siap"
"Yaudah, kalo gitu udah dulu yah. Mamah lagi sibuk,"
"Yaudah"
"Devan jangan nakal-nakal di sekolah."
"Kalo gak nakal gak seru mah"
"DEVAAAN"
"Iya iya ngga"
"Yaudah, bay sayang"
"Bayyyyy"
Nuttttttttttttt!!
"Tumben, ada apaan si" devan bergumam pelan sambil memasukan kembali hp nya kedalam saku celana. "Devan? kenapa gak masuk" tegur bu Ati yang tengah menghampiri kelas nya. "eh ibu, ini bu abis buang-" ucap devan sekena nya. "Buang apa?" tanya bu ati sinis "Buang Mantan bu, hehee" jawab nya sambil cengengesan tak jelas. "Kamu ya, udah masuk cepet. Gak denger dari tadi udah bell!" timpal bu ati.
"eh masuk kemana bu?" tanya devan terus menggoda guru cantik nya itu, "ya masuk ke kelas lah, masa masuk ke lubang semut!" kesal bu ati, "gak muat bu. Ke kecilan" jawab devan lagi yang membuat bu ati tambah geram di buat nya.
"Deeevan, udah cepet masuk kelas" Tegas bu ati sambil menjewer sebelah telinga devan. "ii iya bu iya, aduuu pake jewer-jewer segala. Awas lo ntar jatuh cinta"ucap nya sambil memegangi telinga yang terasa memanas.
Bu ati hanya geleng-geleng kepala heran. Ada saja tingkah anak didik satu nya ini.
****
TingTingTinggggg
Berly sempat menunggu beberapa menit untuk keluar kelas, di karnakan hari ini berly sangat malas menyaksikan risih nya orang-orang yang berhamburan dengan tujuan nya masing-masing.
Berly masih terdiam di bangku nya sambil merapikan beberapa buku dan novel yang ia pinjam dari Perpustakaan sekolah.
Secara tak sengaja, berly melihat buku catatan Kirana yang tergeletak di lantai. Mungkin saja terjatuh saat kirana hendak memasukan nya ke dalam tas. Dengan sigap berly langsung memungut buku tersebut dan menyimpan nya dengan tapi di ransel milik nya.
"Aduh kiran, sifat teledor nya gak pernah hilang juga ya?!."berly bergumam sendiri saat Beranjak dari bangku nya. Suasana nya sudah sukup tenang, Orang-orang nampak nya sudah pulang sedari tadi.
Berly terus berjalan di sepanjang koridor kelas. Menuruni anak tangga dengan lincah dan melewati luas nya lapangan dan halaman depan sekolah yang saat ini sudah sepi.
"Mba Berly"
Berly di kaget kan suara dan wujud gadis adik tersayang nya, yang saat ini sudah stay di depan gerbang sekolahan besar itu.
"Tesya?" kaget berly, saat menyadari bahwa adik nya juga masih berpakaian segaram lengkap dengan ransel di punggung nya.
"Kenapa belum pulang?" tanya nya lagi, dengan wajah cemas serta bercampur khawatir. "Tesya abis eskul dance dulu, jadi telat pulang, dan kebetulan tesya inget sama mba jadi tesya mampir dulu ke sekolahan mba, sekalian kita pulang bareng" jelas tesya.
"Udah nunggu lama?" tanya berly lagi, "ngga kok. ċuma baru 20 menitan." jawab tesya. "Aduuuh.. Yaudah yuk pulang"ajak berly, Tesya yang segera di rangkul mba nya itu hanya mengikuti arah jalan.
"Sya, uang mba gak cukup kalo buat naik Taxi, kita naik angkot aja gpp kan?", tesya melirik sinis mba nya "yaelah mba. kaya gak pernah naik angkot aja. Gpp lah", jawab tesya santai lalu kedua nya menunggu di trotoar jalan.
****
Devan sampai di rumah keluarga Regatra dengan motor ninja nya. Ia segera melepas helm nya dan sedikit merapihkan rambut nya yang sedikit berantakan. dan langsung masuk ke dalam rumah dengan rusuh.
"Assalamualaikum" teriak devan sambil berjalan di ruang tengah. "Waalaikum salam" saut bu qila dari arah dapur.
"Udah pulang?" tanya nya, setelah bersalam an. "Udah mah, ini yang lain kemana?" tanya devan sambil melihat ke sekitar yang tampak sepi.
"Lagi beres-beres di kamar" jawab bu qila, "ohhh.. Mah devan laper" ucap nya dengan sedikit manja. "Oke, nanti kita makan di luar" ucap nya sambil tersenyum sumringah.
"tumben mah, kenapa gak di rumah aja?" tanya nya lagi. "Udah jangan banyak tanya. Sekarang devan ganti baju sana. Mamah mau panggil yang lain"..
"Hmm yaudah". Devan dan bu qila pergi dari ruang tengah.
Viktor dan devan turun dari lantai atas kamar nya dengan pakaian rapi. Viktor dengan Hoodie putih tipis nya, dan devan memakai pakaian casual dengan kaos hitam dan celana jeans biasa.
Bu qila dan pak Riyo sudah stay di bawah menunggu mereka berdua. Rupa nya hari ini sengaja bu qila rencana kan untuk jalan-jalan terakhir sebelum Keberangkatan Viktor dan pak Riyo.
"Bi ijah, bi murni" bi jah dan bi murni segera menghampiri mereka karna teriakan bu qila, "iya nyah" jawab bi ijah. "bi, saya titip rumah sebentar yah, kami semua mau keluar dulu" ucap bu qilA pada kedua pembantu nya itu. "Ah iya nyah siapp" saut bi murni antusias. "Yaudah makasih ya bi. Kami berangkat dulu" ucap bu qila lagi, lalu semua nya beranjak pergi. "Nggih nyahh" ucap bi ijah sedikit berteriak.
Viktor dan devan duduk di kursi belakang, karna kali ini pak Riyo yang akan mengemudi,
Perjalanan terasa begitu menyenangkan dengan gema musik yang terus mengiringi perjalanan mereka.
Mereka sampai di sebuah Mall besar yang ada di jakarta. Selain makan siang, tujuan bu qila juga ingin berbelanja beberapa barang-barang untuk di bawa Viktor dan pak riyo.
Setelah keyang mengisi perut dengan aneka makanan, mereka beranjak ke lantai dua Mall untuk berbelanja baju-baju dan beberapa barang lain nya.
"Mah, ini kita mau beli apa si, dari tadi mutar-muter gak jelas kaya orang gila tau" omel devan yang sudah cukup lelah mengikuti mamah nya.
"Yaudah kalo gitu kamu tunggu aja di mobil sama papah kamu" suruh bu qila yang tengah sibuk memilih beberapa baju untuk anak nya, "gak ah, males ke bawah." balas devan "yaudah, kalo gitu diem disini tungguin mamah" jawab bu qila, devan hanya mengangguk malas sambil memain kan handphonenya.
"V sini deh, coba-coba ini cocok gak sama kamu?" heboh bu qila sambil mencocokan beberapa baju di tubuh Viktor, "mmm ke gedeen yaa. Duhh kok mphi makin kurusan aja si?" ucap bu qila agak khawatir.
"Mphi?" tanya Viktor, yang agak sedikit asing dengan panggilan itu. "itu kan-" bu qila nyengir tak berdosa mendengar pertanyaan anak nya.
"Aduhhh mamah kaya nya ketularan tante bageur kamu deh V" bu qila hanya tertawa dengan pemaparan nya sendiri, Tante bageur ___yah dia bu safira, bu fira memang biasa memanggil viktor dengan panggilan mphi, dan mungkin bu qila sudah ketularan virus nya.
"Hm," Viktor hanya memberikan senyum simpul nya, ia jadi teringat, masa-masa dimana diri nya ada di pelukan tante bageur nya saat pertama kali ia meninggalkan semua kebahagiaan nya. Dan tanpa terasa setelah pertemuan singkat ini, besok ia harus berpisah dengan semua nya __Lagi..
Devan hanya termenung melihat ekspresi Viktor yang tiba-tiba berubah drastis. Ia tau, senyum singkat nya tadi hanya tipuan di balik banyak nya kegundahan.
"Mah" suara viktor yang terdengar berat membuat Bu qila replek memalingkan wajah nya pada Viktor. Bu qila menyergitkan kening nya, ada apa dengan anak nya ini, "Kenapa sayang?" tanya nya aga gelisah.
"Viktor boleh minta sesuatu?" tanya nya dengan wajah datar tanpa ekspresi sedikit pun. "Apa?" jawab bu qila dengan cepat.
"Viktor mau-"
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
☪ DENGAN BEGINI, 'Aku Akan Mengulang Sebuah Penderitaan' ☪
.
.
.
☪VIKTORY ALREGATRA☪
BYE BYE MPHIII😌👋🏻 BAIK-BAIK DISANA YAAAAA!!! KITA LDR AN LAGI NIII.. UHHHHHH😭. TENANG AUTHOR GAKAN LUPAIN KAMU KOK-,- SEE U VIKTOR......💜💜💜