THIS IS GAY IS MY HUSBAND

THIS IS GAY IS MY HUSBAND
Bab 7. Penolakan Nicky



Kegaduhan besar sedang terjadi di keluarga besar Antonio. Anak perempuan keluarga tersebut menentang pernikahan yang akan dilangsungkan antara Wilson dan Rini sesegera mungkin.


"Tidak, ayah! Aku tidak setuju!"


Ucap anak gadis dari Antonio.


"Aku keberatan dengan pernikahan ini! Adikku masih remaja labil...bahkan, bekerja saja belum...bagaimana mungkin, ayah menikahkan dia dengan gadis itu!"


Ucap anak gadis itu lagi.


"Nicky? Ayah mohon...ini sudah menjadi kesepakatan antar dua keluarga...jika, tidak hubungan kerjasama kita dengan tuan Rikenzo bisa hancur."


Ucap Antonio.


"Apa-apaan...ayah, apakah tuan Rikenzo memiliki hubungan darah dengan keluarga gadis itu."


Ucap anak gadis Antonio yang bernama Nicky tersebut.


"Tidak sama sekali...tetapi, kekasih tuan Rikenzo sendiri yang memiiki hubungan dengan gadis itu."


Ucap Antonio.


"Apa! Hanya kekasihnya saja...dan, ayah begitu takut dan patuh kepadanya?"


Ucap Nicky.


"Ya, tetapi tuan Rikenzo adalah rekan bisnis keluarga kita...ayah tidak bisa menyinggungnya dan berkata tidak untuk masalah ini."


Ucap Antonio.


"Tidak, ayah! Meskipun, begitu adikku berhak menikah dengan gadis yang sepadan dengan keluarga kita."


Ucap Nicky.


"Bukan dengan gadis yang tidak sederajat dengan keluarga kita."


Ucap Nicky lagi.


"Cukup!"


Bentak Antonio keras.


"Nicky, bukan kau yang menentukan pernikahan Wilson...tetapi, ayah yang menentukannya...jadi, berhentilah untuk berbicara yang tidak perlu."


Ucap Antonio sambil berlalu dari hadapan Nicky. Dan, Nicky tidak terima dengan keputusan ayahnya. Ia berniat ingin bertemu dengan Rikenzo dan berbicara dengannya. Untuk membatalkan rencana pernikahan Wilson dan Rini.


"Apa, boleh buat ayah? Kau yang memaksaku...jadi, aku akan melakukan kewajibanku sebagai seorang kakak.


Ucap bathin Nicky. Nicky sudah memutuskan. Jadi, ia akan menemui Rikenzo di rumah hiburan milik Rikenzo.


"Tuan? Ada seseorang ingin bertemu dengan, anda."


Ucap Madam Silva.


"Katakan kepadanya...aku tidak ingin bertemu dengannya."


Perintah Rikenzo.


"Baik."


Ucap Madam Silva. Madam Silva keluar dari ruangan kerja Rikenzo dan menemui Nicky di ruang tunggu.


"Nona, mohon maaf...tuan tidak ingin bertemu dengan, anda...dia sibuk."


Ucap Madam Silva.


"Apa! Tidak ingin bertemu denganku? Sombong sekali...aku ingin tahu bagaimana rupanya sehingga dia bisa begitu sombong terhadapku."


Ucap Nicky kemudian menerobos dan masuk ke dalam ruangan kerja Rikenzo. Madam Silva berusaha untuk mencegahnya tetapi tidak bisa.


"Nona? Anda tidak bisa bertindak sembarangan disini."


Ucap Madam Silva. Akan tetapi, Nicky tidak peduli.


"Rikenzo!"


Teriak Nicky. Rikenzo menoleh dan Nicky saat itu melihat wajah asli Rikenzo dan ia terperangah melihatnya.


Ta...tampannya.


Ucap Nicky dalam hati.


"Ck, siapa kau! Mengapa, kau begitu arogan dan menerobos tempatku."


Ucap Rikenzo dingin.


"Tuan? Maafkan saya, saya tidak bisa mencegahnya."


Ucap Madam Silva.


"Silva, keluarlah! Aku ingin tahu...apa keinginan dari gadis tidak masuk akal ini."


Ucap Rikenzo.


"Baik, tuan!"


Ucap Madam Silva kemudian keluar dari ruangan tersebut.


"Bicara!"


Ucap Rikenzo.


"Ah, tuan Rikenzo...saya minta maaf jika, saya sudah menerobos begitu saja ke ruangan anda."


Ucap Nicky.


"Aku tidak butuh basa basimu...katakan saja...apa tujuanmu ingin bertemu denganku."


Ucap Rikenzo.


"Ak...aku ingin tuan, membatalkan rencana pernikahan adikku, Wilson."


Ucap Nicky.


"Tidak bisa!"


Ucap Rikenzo.


"Mengapa?"


Ucap Nicky.


"Karena, aku sudah terlanjur menyanggupi...bahwa pernikahan ini harus terjadi."


Ucap Rikenzo.


"Oh, ya? Kepada siapa anda, menyanggupi bahwa pernikahan ini harus terlaksana."


Ucap Nicky.


"Itu bukan urusanmu! Tidak perlu, membahasnya lagi...pergilah!"


Ucap Rikenzo.


"Aku tidak akan pergi...katakan saja, siapa!"


Ucap Nicky bersikeras. Rikenzo tidak mempedulikan teriakan keras dari Nicky. Ia segera menelepon Madam Silva.


"Usir gadis tidak waras ini."


Perintah Rikenzo.


"Baik, tuan?"


Ucap Madam Silva. Ia segera memenuhi perintah Rikenzo untuk mengusir Nicky dari tempat hiburan Rikenzo.


"Rikenzo! Sialan! Lihat, saja...aku tidak akan mengampunimu...aku tidak akan membiarkan pernikahan Wilson terjadi!"


"Tuan? Saya sudah mengusirnya."


Ucap Madam Silva.


"Bagus! Lain kali, jangan kau biarkan gadis manapaun menerobos ruangan kerjaku."


Ucap Rikenzo.


"Baik!"


Ucap Madam Silva. Dan, Rikenzo memberi isyarat kepada Madam Silva untuk segera keluar dari ruangan kerjanya. Madam Silva pun mengerti, ia segera keluar dari sana. Tinggallah Rikenzo disana seorang diri. Merenung.


Mengapa, aku menyetujui gadis itu...menyanggupi permintaannya demi temannya...yang akan kehilangan masa-masa bahagia dalam hidupnya.


Ucap Bathin Rikenzo.


......................


Sementara itu di sisi lain...


Alyssa sedang sibuk di dapur membantu keluarga Rini memasak. Sedang Rini, masih belum sadarkan diri. Ia masih dalam pengaruh obat bius.


Pengaruh obat bius itu luar biasa...sanggup membuat Rini tidak sadarkan diri sampai detik ini.


Ucap Alyssa dalam hati.


Apa yang akan aku katakan kepadanya...ketika ia sadar nanti? Dia pasti histeris dan panik sekaligus trauma?


Ucap Alyssa dalam bathinnya lagi.


"Arrggghh!"


Teriak Rini tiba-tiba. Alyssa yang sedang memasak di dapur menjadi terkejut.


Rini!


Ucap hati Alyssa. Alyssa segera berlari untuk melihat keadaan Rini. Sesampainya, ia disana ia melihat seluruh keluarga Rini sudah ada di sisi Rini. Sedang, memegangi Rini yang sedang memberontak.


"Tidak! Lepaskan aku! Aku tidak mau...jangan, lakukan itu padaku."


Teriaknya.


Inikah yang terjadi kepadanya saat itu? Sungguh menakutkan...sekarang ia mengalami trauma.


Ucap Alyssa dalam hati. Perlahan Alyssa mendekat dan berbicara dengan Rini.


"Rini...tenanglah...sekarang kau aman, kau berada di rumahmu saat ini."


Ucap Alyssa sambil memeluk Rini. Rini yang semenjak memberontak dan berteriak-teriak tiba-tiba saja menjadi tenang saat ia mendengar suara Alyssa. Rini pun sadar, lalu ia pun menangis dalam pelukan Alyssa.


"Hu...hiks...Alyssa? Aku sangat takut sekali...lelaki itu sangat brutal...dia hendak mengambil kesucianku."


Ucap Rini.


"Aku tahu...untuk itu aku datang menyelamatkanmu...dan sekarang semuanya sudah berlalu...kau bisa tenang sekarang."


Ucap Alyssa.


"Bagaimana, aku bisa tenang? Ak...aku mungkin sudah tidak suci lagi...hiks."


Ucap Rini.


"Jangan menangis, Rini? Dan, jangan khawatir...kau masih suci."


Ucap Alyssa.


"Benarkah?"


Ucap Rini. Dan, Alyssa menganggukkan kepalanya.


"Tolong, ambilkan air putih."


Pinta Alyssa kepada ibu Rini. Ibu Rini bergegas mengambil segelas air putih dan memberikannya kepada Alyssa.


"Ini, nak Alyssa air putihnya."


Ucap ibu Rini.


"Terima kasih, tante?"


Ucap Alyssa. Ibu Rini tersenyum.


"Rini, ini minumlah air putih ini...agar tubuhmu segar."


Ucap Alyssa. Rini menerima air putih pemberian Alyssa dan meminumnya sampai habis.


"Terima kasih."


Ucap Rini.


"Ya."


Balas Alyssa pendek. Tepat saat itu telepon rumah itu berdering nyaring. Ayah Rini menerima telepon tersebut di ruang tamu.


"Kring...kring...kring."


"Halo?"


Sapanya.


"Halo, pak Budiman."


Ucap suara seseorang di seberang telepon.


"Anda siapa? Mengapa, mengetahui nama saya."


Ucap Budiman ayah Rini.


"Saya Antonio, ayah Wilson."


Ucap Antonio yang ternyata menelepon.


"Oh, jadi anda tuan Antonio...ayah dari lelaki brengsek itu?"


Ucap Budiman emosi.


"Pak, anda jangan marah dahulu...saya menelepon bapak karena saya ingin menyampaikan berita penting untuk bapak."


Ucap Antonio sopan.


"Berita penting apa! Saya tidak ingin berbasa basi dengan anda."


Ucap Budiman.


"Besok, saya dan beserta keluarga akan datang kerumah bapak...untuk melamar anak bapak, Rini untuk anak saya Wilson."


Ucap Antonio.


"Apa! Anda beserta keluarga akan datang melamar?"


Ucap Budiman.


"Ya, pak? Bagaimana, apa bapak setuju dengan kedatangan saya ke rumah bapak?"


Ucap Antonio.


"Baiklah, saya setuju...silahkan, bapak datang besok."


Ucap Budiman akhirnya dan emosinya pun mereda. Kini, dua keluarga akan segera bertemu untuk membicarakan pernikahan antara Rini dan Wilson. Tidak tahu, apakah Rini setuju atau tidak tentang rencana pernikahan tersebut. Sebab, ia masih belum mengetahuinya. Dan, Alysaa masih belum menceritakannya kepada Rini.


Bersambung...


THIS IS GAY IS MY HUSBAND