THIS IS GAY IS MY HUSBAND

THIS IS GAY IS MY HUSBAND
Bab 6. Tuan Muda Riko



Di dalam mobil Rikenzo...


Alyssa dan Rini yang masih pingsan diantar pulang oleh Rikenzo ke rumah Rini. Alyssa mengucapkan terima kasih kepada Rikenzo atas bantuannya.


"Terima kasih, atas bantuannya!"


Ucap Alyssa.


"Ya."


Balas Rikenzo pendek.


"Aku tidak tahu...apa, jadinya nasib temanku tanpa bantuanmu."


Ucap Alyssa.


"Itu hanyalah bantuan kecil saja, nona perusak mood?"


Ucap Rikenzo.


"Oh, begitukah? Bagimu itu bantuan kecil...tetapi, bagiku itu adalah bantuan besar...sekali lagi, terima kasih."


Ucap Alyssa.


"Nona Alyssa, tuan sudah mengatakan itu hanyalah bantuan kecil...jangan, terus-terusan mengucapkan terima kasih...sebab, hal itu merupakan hadiah dari tuan kepada anda."


Ucap Madam Silva.


"Eh? Hadiah? Hadiah, apa."


Ucap Alyssa.


"Hadiah karena sudah membantu tuan...menyingkirkan lelaki yang mencintainya."


Ucap Madam silva.


"Maksudmu, lelaki tampan itu? Yang memanggil tuanmu, cantik?"


Ucap Alyssa.


"Ya, dan dia adalah Jerry...temanku dan dia sangat tergila-gila dengan kecantikan...maaf, dia tergila-gila dengan ketampanan tuanku."


Ucap Madam Silva.


"Oh? Namanya, Jerry ya? Mirip nama artis."


Ucap Alyssa.


"Ya, dia memang mantan artis...sekarang dia sudah tidak terkenal lagi...dia sedang menjalankan bisnis rumahan bersama beberapa karyawan wanita di rumahnya."


Ucap Madam Silva.


"Oh, begitu ya?"


Ucap Alyssa.


"Sudah sampai."


Ucap Rikenzo tiba-tiba mengentikan pembicaraan antara Alyssa dan Madam Silva.


"Oh, sudah sampai rupanya...oh, maaf bisakah kalian menyuruh orang untuk menggendong temanku?"


Ucap Alyssa.


"Baiklah, Madam Silva...kau gendong temannya."


Perintah Rikenzo.


"Baik, tuan."


Ucap Madam Silva segera menjalankan perintah dari Rikenzo. Ia menggendong tubuh Rini sampai di depan rumah. Sedangkan, Alyssa masih sibuk berbincang dengan Rikenzo.


"Pria cantik? Kau tidak turun?"


Tanya Alyssa.


"Tidak."


Jawab Rikenzo dingin.


"Ck, mengapa?"


Ucap Alyssa.


"Aku tidak ingin turun."


Ucap Rikenzo.


"Iya, kau tidak ingin turun...tetapi, mengapa?"


Ucap Alyssa.


"Apakah, aku harus memberitahumu?"


Ucap Rikenzo. Alyssa seketika menjadi jengkel kepada Rikenzo. Ia merasa kalau Rikenzo adalah sosok pria yang sombong dan menyebalkan. Ia turun dari mobil Rikenzo lalu ia pun menghampiri pintu depan mobil dimana Rikenzo duduk di sebelah supir. Alyssa mengetuk kaca mobil berulang kali. Rikenzo merasa tidak nyaman dengan tindakan Alyssa. Ia pun membuka kaca mobil dan berbicara dengan Alyssa.


"Kau ini benar-benar, gadis perusak mood...mengapa, kau mengetuk kaca mobilku berulang kali."


Ucap Rikenzo kesal. Alyssa diam tidak menjawab. Lalu, dengan sekejap saja...


"Cup."


Alyssa mencium pipi Rikenzo dan membuat Rikenzo terkejut bukan main. Setelahnya, Alyssa pun berlari meninggakan Rikenzo di sana.


Gadis ini beraninya dia menciumku dua kali...awas saja...jika ada yang ketiga...saat itu aku akan memberikan dia hukuman yang tidak termaafkan baginya.


Ucap Rikenzo dalam hati. Madam Silva yang sempat melihat kejadian tersebut hanya bisa terbengong melihat ulah Alyssa.


Dia sangat berani berbuat begitu terhadap tuan? Tetapi, anehnya tuan tidak marah...dia hanya diam saja?


Ucap Madam Silva.


"Madam silva, untuk apa kau masih ada disana...ayo, cepat kita harus segera kembali."


Teriak Rikenzo.


"Ah, baik tuan."


Ucap Madam Silva segera berjalan menuju mobil dan segera pergi dari tempat tersebut. Alyssa menatap mobil Rikenzo yang menjauh pergi. Kemudian, Alyssa mengetuk pintu rumah keluarga Rini tersebut. Saat kedua orang tua Rini melihat Rini kembali bersama dengan Alyssa dalam keadaan pingsan. Kedua orang tua Rini menjadi terkejut.


Ucap ibu Rini. Alyssa menceritakan segala yang terjadi di pesta. Kedua orang tua Rini shock saat mereka mendengar cerita dari Alyssa.


"Lalu, kapankah mereka akan datang bertanggung jawab Alyssa...kasihan putriku, dia tidak bersalah dan dia sampai mengalami kejadian ini...dia pasti trauma."


Ucap ibu Rini.


"Kalau soal itu, nanti silahkan ditanyakan kepada pria cantik itu saja."


Ucap Alyssa.


"Pria cantik, siapa?"


Ucap ayah Rini.


"Oh, itu namanya tuan Rikenzo."


Ucap Alyssa.


"Tuan Rikenzo? Siapa dia?"


Tanya kedua orang tua Rini.


"Dia adalah orang yang telah membantuku...menyelesaikan masalah Rini...sampai akhirnya keluarga mereka bersedia untuk menikahkan putra mereka dengan Rini."


Balas Alyssa.


"Oh, begitu."


Ucap ibu Rini.


"Ya, sudah...nanti nak Alyssa saja yang berhubungan dengan tuan Rikenzo itu...tanyakan dengan jelas kepadanya."


Pinta ibu Rini.


"Dengan senang hati, tante."


Ucap Alyssa menyanggupi dan setelahnya Alyssa masih menginap di rumah keluarga Rini. Alyssa masih belum mau pulang. Sebab, dia tidak ingin kembali ke rumah orang tua angkatnya dan menerima perjodohan yang sudah diatur oleh keluarga angkatnya.


......................


Rumah keluarga angkat Alyssa...


Terjadi perdebatan serius di dalam keluarga angkat Alyssa. Seluruh keluarga besar dari keluarga angkat Alyssa menuding kalau ayah angkat dari Alyssa sengaja membiarkan Alyssa pergi dari rumah dan tidak berniat mencarinya.


"Ini semua adalah salah, kakak...kalau tidak bagaimana mungkin Ayssa tidak kembali ke rumah."


Ucap sang adik dari ayah angkat Alyssa.


"Mau bagaimana lagi...sifatnya yang keras kepala seperti itu...apa mungkin aku memaksanya!"


Ucap Ayah angkat Alyssa.


"Kalau bukan, kakak sengaja membiarkannya pergi dari rumah...serta tidak mencarinya...bagaimana dia akan bertahan dengan sifat keras kepalanya itu."


Ucap adik dari ayah angkat Alyssa.


"Mengapa, kau malah menuduhku seperti itu?"


Ucap ayah angkat Alyssa.


"Dengar, kakak! Kita sudah menjanjikan Alyssa untuk tuan muda itu...jika kita membohonginya maka kita akan berada dalam masalah besar."


Ucap adik dari ayah angkat Alyssa.


"Rudy, bukankah kau yang berurusan dengan tuan muda itu...kau yang meminjam uang padanya...lalu, mengapa aku harus menyerahkan putriku untuknya."


Ucap ayah angkat Alyssa.


"Kakak! Kau juga tahu kalau meminjam uang pada tuan muda...maka harus ada syaratnya...dan, syaratnya adalah Alyssa."


Ucap Rudy.


"Kau memang manusia tidak berpikir jernih...mengapa kau menyanggupi kalau kau akan menyerahkan Alysaa kepadanya?"


Ucap ayah angkat dari Alyssa.


"Alyssa, putriku kau tahu itu."


Ucap ayah angkat Alyssa lagi.


"Dia hanya putri angkatmu! Bukan putri kandungmu."


Ucap Rudy.


"Rudy! Jaga, bicaramu...bagaimana pun juga dia tetap putriku...jangan, beraninya kau sembarangan mengatakan hal itu tentangnya."


Ucap ayah angkat Alyssa.


"Ck, sudahlah kakak! Pokoknya, aku ingin Alyssa sudah ada di rumah ini besok...jika tidak maka tuan muda akan mengobrak abrik rumah keluarga kita."


Ucap Rudy sambil kemudian bangkit berdiri dari duduknya. Ia pun pergi meninggalkan kakaknya disana. Tinggallah Malik disana nama ayah angkat Alyssa. Seorang diri, memikirkan nasib Alyssa.


Sesungguhnya dia tidak ingin memaksa Alyssa menikah dengan pria yang tidak ia inginkan sama sekali. Apalagi, tuan muda yang bernama Riko itu sudah memiliki beberapa istri.


Dan, ia tidak ingin Alyssa menikah dengan pria yang bukan pilihan hatinya. Ia ingin Ayssa bahagia dengan pilihannya sendiri. Dan, ia juga ingin sekali meihat siapa pilihan Alyssa nantinya yang ia pilih untuk masa depannya.


Bersambung...


THIS IS GAY IS MY HUSBAND


Gambar ilustrasi tokoh utama pria...


Rikenzo Aldebaran



Gambar ilustrasi tokoh utama wanita...


Alyssa Monic



Cover