
Rikenzo mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Rini. Rikenzo tidak meminta izin dari Antonio sebelum ia dan anak buahnya mengobrak-abrik kediaman Antonio. Membuat sedikit ketegangan disana.
"Tuan Rikenzo? Mengapa, kau melakukan ini di pestaku?"
Ucap Antonio.
"Kau mengobrak-abrik rumahku...tanpa meminta izin dariku."
Ucap Antonio lagi.
"Maaf, tuan Anotonio...aku terpaksa melakukan semua ini...sebab, aku tidak melihat temanku dari tadi di pesta ini."
Ucap Rikenzo.
"Apa! Anda tidak melihat teman anda di pesta ini?"
Ucap Antonio.
"Ya, siapa nama teman anda tuan Rikenzo...mudah-mudahan saja aku dapat membantumu."
Ucap Antonio.
"Tidak perlu, tuan Antonio...sudah akan selesai dalam waktu 5 detik."
Ucap Rikenzo.
"Madam Silva, hitung mundur!"
Perintah Rikenzo.
"Lima...empat...tiga...dua...satu."
Ucap Madam Silva. Lalu, tiba-tiba muncul beberapa orang anak buah Rikenzo sambil menggendong tubuh seorang gadis serta membawa seorang lelaki dengan kondisi babak belur.
Semua yang melihat kejadian tersebut menjadi terkejut. Alyssa menjadi panik begitu melihat Rini digendong dalam keadaan pingsan.
"Rini! Apa, yang terjadi kepadamu."
Ucap Alyssa. Anak buah menurunkan tubuh Rini yang pingsan karena obat bius. Sedangkan, lelaki yang sudah babak belur tersebut merupakan putra dari Antonio sendiri.
"Oh, putraku! Apa, yang terjadi?"
Ucap Antonio. Dan, tiba-tiba istri dari Antonio pun menyeruak diantara kerumunan.
"Wilson! Putraku."
Ucapnya terkejut.
"Ayah...ibu?"
Ucap lelaki yang dipanggil Wilson tersebut.
"Tuan Antonio, apa anda ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya?"
Ucap Rikenzo.
"Tuan Rikenzo, jelaskan saja...apa yang sebenarnya sedang terjadi ini."
Ucap Antonio.
"Pa, bukankah aku sudah bilang kalau lelaki ini...dia memang tidak pantas untuk menjadi menantu kita...lihat! Bagaimana, tindakannya terhadap putra keluarga kita."
Ucap istri Antonio.
"Sudah diam! Apa, kau tidak melihat? Banyak orang yang sedang menonton?"
Ucap Antonio sambil membentak istrinya.
"Tuan Antonio, bukankah tidak sopan...anda membentak istri anda di depan umum?"
Ucap Rikenzo.
"Tuan Rikenzo...ini adalah urusan rumah tanggaku dan istriku...anda tidak bisa ikut campur!"
Ucap Antonio.
"Aku hanya mengingatkan anda saja."
Ucap Rikenzo.
"Sudahlah! Cepat katakan, tuan hal yang sebenarnya terjadi."
Ucap Antonio.
"Sebelum itu, apakah anda tidak malu...jika publik mengetahui...kalau putra anda ini...
Ucapan Rikenzo terpotong.
"Aku akan segera membubarkan pestanya."
Ucap Antonio yang segera memberi perintah kepada orang-orang yang hadir di acara pesta tersebut agar membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.
"Tuan? Seluruh tamu sudah pulang...anda sudah bisa mengatakannya sekarang!"
Ucap Antonio.
"Oh, benarkah...semangat sekali ingin mengetahui apa yang sudah dilakukan putra anda."
Ucap Rikenzo.
"Tidak perlu banyak basa-basi...katakan saja!"
Ucap istri Antonio.
"Bukankah, aku sudah menyuruhmu untuk diam? Tetapi, mengapa masih saja kau tidak bisa diam...hah!"
Ucap Antonio memarahi istrinya.
"Tuan Antonio...masalah kalian nanti saja kalian lanjutkan...aku hanya ingin mengatakan kalau putra anda mencoba mengambil keuntungan dari gadis itu!"
Ucap Rikenzo.
"Apa! Itu tidak mungkin!"
Ucap kedua orang tua Wilson.
"Jika, kalian tidak percaya...coba saja kalian lihat gadis yang pingsan itu...apakah dia pingsan karena obat?"
Ucap Rikenzo.
"Selain itu, kalian juga bisa menguji sampel yang ada di gelas minuman gadis itu...kira-kira obat apa yang diberikan oleh putramu itu kepadanya."
Ucap Rikenzo lagi. Mendengar kata-kata Rikenzo baru saja membuat kedua orang tua Wilson tersebut tidak dapat berkata apa-apa lagi. Dan, seorang dokter yang dihadirkan disana mengatakan sesuatu yang membuat kedua orang tua tersebut semakin bersalah.
"Tuan! Anda menyuruh saya datang untuk menguji sampelnya."
Ucap dokter tersebut.
"Ya, lalu apa hasilnya."
Ucap Rikenzo.
"Minuman gadis itu...sudah bercampur dengan obat bius tuan?"
Ucap dokter tersebut.
"Lanjutkan!"
Ucap Rikenzo.
"Obat bius tersebut dicampur ke dalam minuman...yang menyebabkan gadis tersebut pingsan tidak sadarkan diri dalam jangka waktu yang lama."
Ucap dokter tersebut.
"Bukan situasi tersebut dapat mengundang seseorang melakukan sesuatu terhadap gadis itu?"
Ucap Rikenzo.
"Sesuatu apa, misalnya."
Ucap Rikenzo.
"Pelecehan seksual!"
Ucap Alyssa tiba-tiba, yang membuat semua yang mendengarnya tercengang. Termasuk Antonio dan istrinya. Dan, mereka sudah tidak dapat menyembunyikan rasa malunya lebih lama lagi. Antonio secara tidak sadar menghardik serta menambahkan pukulan ke tubuh putranya yang sudah babak belur tersebut.
Ucap Antonio sambil memukul putranya tersebut. Dan, Wilson hanya dapat menerima amukan dari ayahnya tersebut.
"Ampuni, ayah! Aku khilaf dan aku tidak sengaja, ayah."
Ucap Wilson.
"Sudah kepalang basah begini...kau baru meminta ampun kepadaku...dasar, anak tidak berguna!"
Ucap Antonio lagi.
"Ayah! Aku benar-benar minta maaf! Aku bersedia melakukan apa pun...untuk menebus kesalahanku."
Ucap Wilson.
"Apa, yang bisa kau lakukan...hah! Kau hanya bisa menghamburkan uangku saja...dan kau juga kerap berbuat nista di luar sana."
Ucap Antonio.
"Ayah, mengetahuinya?"
Ucap Wilson.
"Apa, kau pikir aku adalah sebuah patung bisu...yang tidak mengetahui setiap perbuatanmu!"
Ucap Wilson.
"Ayah...
Ucap Wilson masih tetap mengharap ampunan dari ayahnya.
"Tuan Antonio, sebaiknya masalah ini ditanggapi dengan serius...agar ke depannya tidak menjadi masalah di kemudian hari."
Ucap Rikenzo.
"Baik, tuan?"
Ucap Antonio.
"Tunggu dulu! Apa, maksud kalian berkata begitu? Lihat, keadaan temanku...sama sekali dia tidak baik-baik saja...ini pasti akan mengakibatkan trauma pada dirinya."
Ucap Alyssa.
Gadis perusak mood ini...sungguh sangat mengerti bagaimana memberi solusi untuk masalah ini...dia pasti ingin Wilson menikahi Rini.
Ucap Rikenzo dalam hati.
"Lalu, nona perusak mood? Bagaimana, solusi yang terbaik."
Ucap Rikenzo.
"Dia harus menikahi Rini!"
Ucap Alyssa tiba-tiba sambil menunjuk Wilson. Kata-kata Alyssa baru saja membuat kedua orang tua Wilson tersebut menjadi terkejut.
Sudah kuduga!
Ucap Rikenzo dalam hati.
"Apa?"
Ucap Antonio.
"Harus menikahinya?"
Ucap istri Antonio.
"Tidak mungkin!"
Ucap istri Antonio.
"Putraku belum melakukan apa-apa dengan temanmu...bagaimana mungkin dia akan menikahi temanmu itu?"
Ucap istri Antonio yang merupakan ibu dari Wilson
"Ibu tolong aku."
Ucap Wilson.
"Iya, ibu pasti akan menolongmu."
Ucap istri Antonio.
"Hegh! Laki-laki busuk...beraninya kau meminta bantuan orang tuamu...benar-benar menjijikkan...saat kau ingin melakukannya...kau tidak meminta bantuan siapa-siapa, bukan?"
Ucap Alyssa.
"Sayang? Bisakah, kau menuntaskan masalah ini? Aku ingin lelaki itu menikahi Rini...atau, kalau dia tidak mau maka kebiri saja dia."
Ucap Alyssa merengek bersandiwara meminta bantuan Rikenzo.
Haish! Gadis ini benar-benar merayu tuan...apakah tuan bersedia membantunya?
Ucap Madam Silva dalam hati.
"Tuan Antonio, masalah ini sudah sampai ke tahap ini...dan gadisku tidak rela temannya diperlalukan tidak adil...bagaimana kalau menyetujui sarannya...nikahkan mereka berdua...kalau tidak hukum kebiri saja putramu itu!"
Ucap Rikenzo tiba-tiba berbicara untuk Alyssa.
"Apa? Kebiri!"
Ucap kedua orang tua Wilson.
"Hu...hiks...ayah? Aku tidak mau dikebiri, Ayah...aku tidak ingin menjadi kasim istana zaman kuno."
Ucap Wilson.
"Diam, kau! Masalah, sudah sampai seperti ini...kau masih saja bersikap tidak dewasa begitu...nikahi gadis itu kalau kau tidak mau menjadi kasim."
Perintah ayahya.
"Hiks...baiklah...ayah."
Ucap Wilson.
Haish...habislah sudah...dunia hiburanku.
Ucap Wilson dalam hati.
"Tuan? Aku sudah menyetujui saran dari kekasih, anda...apakah, anda puas?"
Ucap Antonio.
"Sayang? Apa, kau sudah puas?"
Tanya Rikenzo kepada Alyssa.
Eh? Sayang? Tuan tidak pernah memanggil gadis mana pun dengan panggilan akrab seperti ini.
Ucap Madam Silva dalam hati.
"Aku cukup puas."
Ucap Alyssa sambil tersenyum.
"Kalau begitu, tuan Antonio...masalah disini sudah selesai...aku mohon pamit!"
Ucap Rikenzo.
"Dan, untuk masalah pernikahan ini...aku sangat serius...aku akan memantaunya...jadi, aku harap tuan dapat segera membicarakan masalah ini dengan keluarga pihak gadis tersebut."
Ucap Rikenzo.
"Baiklah."
Ucap Antonio. Dan, dengan demikian masalah yang terjadi di acara pesta topeng berakhir dengan damai. Keluarga ternama Antonio bersedia menikahkan putra mereka dengan Rini. Dan, Alyssa sangat senang dapat membantu Rini temannya itu. Alyssa merasa sangat bersyukur atas bantuan dari Rikenzo yang membantunya menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Rini.
Bersambung...
THIS IS GAY IS MY HUSBAND